Pengertian Mikrometer Sekrup

Pengertian Mikrometer Sekrup: Fungsi, Jenis & Cara Membaca

Posted on

Finoo.id – Pengertian Mikrometer Sekrup: Fungsi, Jenis & Cara Membaca. Mikrometer sekrup adalah sebuah alat ukur yang berfungsi untuk mengukur berbagai jenis benda. Yang membedakan mikrometer sekrup dengan jenis alat ukur lainnya adalah kemampuannya dalam mengukur benda dengan ketebalan yang sangat tipis.

Salah satu kelebihan dari mikrometer sekrup adalah tingkat ketelitiannya yang sangat tinggi. Alat ukur ini banyak digunakan, terutama oleh para mekanik dalam pekerjaan mereka.

Mikrometer sekrup memiliki berbagai jenis yang dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan pengukuran. Pemilihan jenis mikrometer sekrup akan disesuaikan dengan ketelitian dan ukuran benda yang akan diukur.

Penggunaan mikrometer sekrup cukup mudah, namun membutuhkan pemahaman yang baik tentang cara membacanya. Hasil pengukuran dari mikrometer sekrup dapat dibaca dengan menggunakan skala yang terdapat pada alat tersebut.

Pada artikel ini, kita akan membahas secara lengkap pengertian, fungsi, jenis, penggunaan, dan cara membaca hasil pengukuran dari mikrometer sekrup.

Pengertian Mikrometer Sekrup

Mikrometer sekrup adalah salah satu jenis alat ukur panjang yang digunakan untuk mengukur panjang dan kedalaman benda-benda kecil dengan presisi tinggi. Alat ini sangat berguna ketika benda yang akan diukur sulit dijangkau oleh alat ukur panjang biasa.

Mikrometer sekrup sering digunakan dalam aktivitas pengukuran yang membutuhkan tingkat ketelitian yang tinggi. Alat ini dilengkapi dengan sekrup yang telah dikalibrasi, sehingga memberikan pengukuran yang sangat akurat.

Tingkat akurasi mikrometer sekrup bahkan dikatakan mencapai 10 kali lipat dari jangka sorong. Jika jangka sorong memiliki akurasi pengukuran hingga 0,1 mm, maka mikrometer sekrup dapat mengukur dengan akurasi hingga 0,01 mm.

Penggunaan mikrometer sekrup juga cukup umum dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam proses produksi benda-benda mekanik seperti alat-alat bangunan dan kendaraan bermotor.

Fungsi Mikrometer Sekrup

Secara keseluruhan, fungsi utama mikrometer sekrup adalah untuk mengukur ketebalan dan kedalaman suatu benda. Namun, terdapat beberapa fungsi tambahan yang perlu diketahui mengenai mikrometer sekrup. Berikut adalah penjelasan mengenai setiap fungsi tersebut:

1. Mengukur Tingkat Ketebalan

Mikrometer sekrup digunakan untuk mengukur ketebalan suatu benda, termasuk benda-benda yang memiliki bentuk sangat tipis. Contohnya adalah kertas, aluminium, lempeng baja, dan banyak lagi.

2. Mengukur Diameter

Fungsi berikutnya dari mikrometer sekrup adalah sebagai alat untuk mengukur diameter. Alat ini digunakan untuk mengukur diameter benda-benda kecil seperti kabel, kawat, dan sejenisnya. Dengan mikrometer sekrup, kalian dapat melakukan pengukuran diameter dengan akurasi yang tinggi.

Baca Juga :   √ Cara Merangkai Banyak Elco Untuk Power Supply Power Amplifier

3. Mengukur Kedalaman

Selain digunakan untuk mengukur diameter, mikrometer sekrup juga memiliki fungsi untuk mengukur kedalaman suatu benda. Alat ini dapat digunakan untuk mengukur kedalaman pipa atau benda berlubang lainnya dengan presisi tinggi. Dengan menggunakan mikrometer sekrup, kalian dapat mengukur kedalaman benda dengan akurasi yang baik.

4. Mengukur Garis Tengah

Mikrometer sekrup juga berfungsi untuk mengukur garis tengah dari berbagai benda berukuran kecil yang tidak dapat diukur menggunakan alat lain. Dengan menggunakan mikrometer sekrup, kalian dapat mengukur garis tengah benda dengan akurasi yang tinggi, termasuk benda-benda dengan bentuk yang kompleks atau sulit dijangkau oleh alat ukur lainnya.

Jenis – jenis Mikrometer Sekrup

Di pasar, tersedia beberapa model mikrometer sekrup yang dapat dibedakan berdasarkan metode pembacaan dan penggunaannya.

A. Jenis Mikrometer Sekrup berdasarkan Metode Pembacaanya

Berikut ini adalah penjelasan yang lebih rinci mengenai setiap jenis mikrometer sekrup berdasarkan metode pembacaannya:

1. Mikrometer Sekrup Manual

Mikrometer sekrup manual adalah alat yang pengukuran dan pembacaannya dilakukan secara manual, sesuai dengan namanya.

Jenis mikrometer ini tersedia dengan harga yang terjangkau, menjadikannya pilihan yang paling umum digunakan oleh banyak orang.

2. Mikrometer Sekrup Digital

Mikrometer sekrup digital memiliki perbedaan dengan versi manual, karena sudah dilengkapi dengan layar digital yang menampilkan hasil pengukuran.

Pengukuran dengan mikrometer sekrup digital tidak lagi dilakukan secara manual, melainkan lebih mudah karena hasilnya dapat langsung dibaca pada layar digital yang tersedia.

B. Jenis Mikrometer Sekrup berdasarkan Penggunaannya

Selain berdasarkan metode pembacaannya, mikrometer sekrup juga dibedakan berdasarkan fungsinya dan penggunaannya. Berikut ini penjelasan lebih detail mengenai beberapa jenis mikrometer sekrup berdasarkan fungsinya:

1. Mikrometer Dalam

Mikrometer dalam adalah alat yang digunakan khusus untuk mengukur benda-benda berlubang. Jika kalian perlu mengetahui diameter atau garis tengah suatu benda yang berlubang, seperti pipa, kalian dapat menggunakan jenis mikrometer dalam. Alat ini dirancang dengan probe yang memungkinkan kalian untuk mengukur dengan presisi diameter dalam benda tersebut.

2. Mikrometer Luar

Mikrometer luar adalah alat yang digunakan untuk mengukur ketebalan atau diameter suatu benda dari sisi luar. Contohnya, alat ini digunakan untuk mengukur diameter kawat, lempeng logam, atau permukaan benda lainnya. Dengan menggunakan mikrometer luar, kalian dapat mengukur dengan presisi dan mendapatkan hasil yang akurat.

3. Mikrometer Kedalaman

Mikrometer kedalaman, seperti namanya, adalah alat yang digunakan untuk mengukur ketinggian atau kedalaman suatu benda.

Jika mikrometer dalam digunakan untuk mengukur diameter suatu benda berlubang, maka mikrometer kedalaman berfungsi untuk mengukur kedalaman dari berbagai benda yang memiliki lubang atau rongga. Alat ini memungkinkan kalian untuk mengukur kedalaman benda dengan akurat dan presisi.

Baca Juga :   √ Apa itu Kompor Induksi? Cara Kerja, Kelebihan dan Kekuranganya

Bagian – Bagian Mikrometer Sekrup

Mikrometer sekrup adalah alat pengukur yang sangat berguna dalam melakukan pengukuran yang presisi. Alat ini terdiri dari beberapa bagian yang saling bekerja sama untuk memungkinkan pengukuran yang akurat. Berikut adalah penjelasan mengenai setiap bagian penting dari mikrometer sekrup:

  1. Frame: Frame merupakan bagian utama dari mikrometer sekrup yang berfungsi sebagai kerangka atau rangkaian untuk menyatukan semua komponen alat. Frame ini memberikan struktur yang kokoh dan stabil sehingga alat dapat digunakan dengan tepat dan presisi.
  2. Poros Tetap (Anvil): Poros tetap, atau yang juga dikenal sebagai anvil, adalah bagian yang berfungsi sebagai titik referensi atau titik tetap dalam pengukuran. Bagian ini biasanya berupa permukaan datar yang digunakan sebagai pijakan benda yang akan diukur.
  3. Poros Gerak (Spindel): Poros gerak, atau spindel, adalah bagian yang dapat bergerak maju dan mundur. Bagian ini terhubung dengan sleeve dan berfungsi untuk mengatur jarak antara poros tetap dengan permukaan yang akan diukur. Gerakan poros gerak ini digunakan untuk mengubah posisi spindel dan mengatur ketelitian pengukuran.
  4. Sleeve: Sleeve adalah tabung luar yang melindungi poros gerak. Bagian ini memiliki skala pengukuran yang terukir di sekelilingnya. Ketika poros gerak bergerak maju atau mundur, sleeve memberikan panduan dan bantuan untuk membaca hasil pengukuran pada skala yang terukir di permukaannya.
  5. Lock Nut: Lock nut adalah mur pengunci yang berfungsi untuk mengunci posisi sleeve dan menjaga agar pengukuran tetap stabil. Ketika posisi poros gerak sudah diatur sesuai dengan pengukuran yang diinginkan, lock nut dapat digunakan untuk mengunci posisi tersebut agar tidak berubah selama proses pengukuran.
  6. Thimble: Thimble adalah bagian yang terletak di atas sleeve dan berfungsi sebagai penggerak utama. Bagian ini memiliki skala yang lebih detail dan terukir di sekelilingnya. Ketika poros gerak bergerak maju atau mundur, thimble berputar dan membantu dalam membaca hasil pengukuran pada skala yang lebih detail.
  7. Rachet: Rachet adalah mekanisme pengunci yang terletak di bagian belakang mikrometer sekrup. Bagian ini dapat digunakan untuk mengunci posisi thimble agar tidak bergerak saat pengukuran sedang dilakukan. Rachet memberikan stabilitas tambahan sehingga pengukuran dapat dilakukan dengan presisi.

Cara Menggunakan Mikrometer Sekrup

Untuk memahami prinsip kerja mikrometer sekrup, penting untuk mengetahui cara penggunaannya dengan baik. Berikut adalah langkah-langkah dalam menggunakan mikrometer sekrup:

Letakkan objek yang akan diukur di antara poros tetap dan spindle.

Putar thimble (lingkar mikrometer) secara perlahan hingga objek terjepit di antara poros dan spindle. Pastikan objek terjepit dengan kencang, tetapi hindari memberikan tekanan berlebihan agar tidak merusak objek yang diukur.

Baca Juga :   √ Mengenal Freon Kulkas: Pengertian, Fungsi dan Jenisnya

Untuk mendapatkan posisi yang lebih presisi, kalian dapat memutar ratchet (pegangan mikrometer) searah jarum jam untuk menjaga posisi objek tetap dan mencegah pergeseran.

Baca hasil pengukuran pada skala utama dan skala nonius (jika mikrometer sekrup menggunakan skala nonius). Skala utama menunjukkan satuan ukuran utama (biasanya mm) dan skala nonius memberikan pembacaan tambahan yang lebih akurat. Cocokkan garis-garis pada skala nonius dengan garis yang sesuai pada skala utama untuk mendapatkan hasil pengukuran yang tepat.

Catat hasil pengukuran dengan cermat, termasuk angka pada skala utama dan skala nonius yang bertepatan.

Cara Membaca Mikrometer Sekrup

Untuk membaca hasil pengukuran mikrometer sekrup, kalian perlu melihat pada skala utama dan skala nonius (jika ada). Berikut adalah cara membaca mikrometer sekrup:

Skala Utama: Perhatikan posisi thimble pada skala utama. Di contoh gambar di atas, angka 5 pada skala utama terletak di atas dan bagian bawah (garis horizontal) melewati 1 strip. Setiap strip pada mikrometer sekrup biasanya mewakili 0,5 mm. Jadi, hasil pengukuran pada skala utama adalah 5 + 0,5 = 5,5 mm.

Skala Nonius: Perhatikan posisi garis pada skala utama yang hampir berimpit dengan angka pada skala nonius. Dalam contoh ini, garis hampir berimpit dengan angka 28. Hal ini menunjukkan bahwa ada tambahan panjang sebesar 0,28 mm yang dapat ditambahkan pada hasil pengukuran.

Hasil Akhir: Untuk mendapatkan hasil akhir pengukuran, tambahkan nilai dari skala utama dan skala nonius. Dalam contoh ini, hasil pengukuran akhir adalah 5,5 mm + 0,28 mm = 5,78 mm.

Baca Juga :

Penutup

Sebagai penutup, pengertian Mikrometer Sekrup menjadi bagian yang esensial dalam pengukuran presisi dalam berbagai bidang, termasuk teknik dan ilmu pengetahuan.

Alat ini memiliki fungsi yang sangat vital dalam membantu kita mendapatkan hasil pengukuran yang akurat hingga satuan mikrometer.

Seperti yang telah kita bahas sebelumnya, memahami cara kerja dan aplikasinya merupakan kunci utama dalam menggunakan alat ini dengan efektif.

Diharapkan, penjelasan dalam artikel finoo.id ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan kita tentang Mikrometer Sekrup dan menginspirasi kita untuk lebih menghargai kecanggihan dan inovasi di dalam dunia ilmu pengetahuan dan teknologi. Mari kita terus belajar dan berinovasi untuk masa depan yang lebih baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *