Pengertian Tespen

Pengertian Tespen, Fungsi dan Cara Menggunakanya Yang Tepat

Posted on

Finoo.id – Pengertian Tespen, Fungsi dan Cara Menggunakanya Yang Tepat. Artikel ini akan membahas tentang pengertian tespen. Untuk itu, mari simak penjelasannya di bawah ini.

Tespen umumnya digunakan oleh orang dan memiliki bentuk seperti obeng dengan tkalian minus (-). Jenis tespen ini terdiri dari beberapa komponen, antara lain probe, isolator, lampu LED, pegas, tutup konduktor, dan resistor.

Tespen ini digunakan untuk mendeteksi apakah ada tegangan pada suatu objek yang diukur.

Pengertian Tespen

Tespen (Test Pen) adalah alat yang sering digunakan oleh para teknisi listrik dalam pekerjaan mereka. Alat ini memiliki bentuk yang kecil dan mirip dengan pena, sehingga sangat praktis untuk dibawa ke mana saja.

Ujung tespen yang berbentuk “minus” dapat digunakan sebagai obeng untuk mengencangkan atau mengendurkan sekrup.

Tespen pada dasarnya adalah alat pengukur yang digunakan untuk memeriksa apakah suatu penghantar listrik memiliki tegangan atau tidak.

Penghantar listrik yang dimaksud dapat berupa kabel listrik, kawat listrik, atau soket listrik. Berbeda dengan multimeter, tespen tidak dapat digunakan untuk mengukur tegangan listrik secara tepat di sumber penghantar tersebut.

Tespen hanya dapat digunakan untuk mengetahui keberadaan aliran listrik di suatu penghantar dengan menggunakan indikator lampu.

Jika ada aliran listrik di soket atau kabel listrik, lampu indikator akan menyala; jika tidak ada aliran listrik, lampu indikator tidak akan menyala.

Fungsi dari Setiap Bagian Tespen

Walaupun sederhana, tespen tetap terdiri dari beberapa bagian yang memiliki fungsi masing-masing. Berikut adalah penjelasan mengenai fungsi-fungsi komponen tespen:

Probe: Berfungsi utama untuk mendeteksi kabel atau benda yang akan diuji arus listriknya.

Isolator: Berfungsi sebagai pengaman untuk melindungi alat dari risiko korsleting listrik.

Arang: Berfungsi sebagai isolator yang dapat mengurangi risiko overload aliran arus listrik. Caranya adalah dengan membatasi aliran arus listrik.

Lampu indikator: Berfungsi sebagai penkalian. Lampu ini akan menyala jika sebuah benda memiliki tegangan listrik.

Penjepit: Berfungsi untuk menyimpan tespen di kantong atau tempat penyimpanan alat tespen.

Pegas: Berfungsi untuk menekan bagian lampu indikator pada tutup konduktor alat.

Tutup konduktor: Berfungsi sebagai media untuk mengalirkan arus listrik.

Gambar di bawah ini memberikan penjelasan lebih jelas mengenai komponen-komponen tespen tersebut.

Baca Juga :   √ Apa Itu Water Heater Gas? Cara Kerja, Kelebihan & Kekuranganya

Jenis Jenis Tespen

Setelah membahas pengertian dan bagian-bagian tespen, sekarang kita akan membahas tentang berbagai jenis tespen dan fungsinya. Tespen telah mengalami perkembangan bentuk dan fungsi yang beragam. Berikut adalah beberapa jenis tespen:

1. Tespen Multi Function Digital Spanning

Tespen multi fungsi digital yang biasanya digunakan untuk menguji aliran listrik memiliki beberapa jenis. Tespen ini dapat digunakan untuk menguji arus listrik baik dalam bentuk DC maupun AC. Rentang tegangan yang dapat diuji oleh tespen jenis ini adalah 12 hingga 220 Volt.

Tespen multi fungsi digital ini dilengkapi dengan dua tombol yang dapat digunakan untuk memilih penggunaan DC atau AC.

Pegangan tespen ini terbuat dari bahan yang nyaman dan kuat, memudahkan pengguna dalam menggenggam tespen.

Selain itu, terdapat juga LED LCD atau layar LCD yang berfungsi untuk menampilkan hasil pengujian arus listrik pada benda yang sedang diperiksa.

Layar LCD ini terbuat dari bahan plastik rekayasa yang aman dan tahan lama dalam penggunaannya.

Cara penggunaan :

Cara penggunaannya sangat sederhana. kalian hanya perlu menempatkan tespen pada kabel yang akan diperiksa, lalu tekan tombol yang sesuai dengan jenis arusnya, baik itu DC atau AC. Setelah itu, hasil arus listrik DC atau AC akan muncul pada layar LCD tespen.

2. Tespen Voltage Detector

Tespen tipe detektor tegangan adalah salah satu jenis tespen yang digunakan untuk mendeteksi kabel listrik yang putus dan digunakan untuk menguji aliran arus listrik AC.

Biasanya, tespen jenis ini hanya dapat digunakan untuk tegangan 12 hingga 240 VAC. Tespen tipe detektor tegangan dilengkapi dengan buzzer dan lampu indikator, sehingga memudahkan dalam penggunaannya.

Cara penggunaan :

Cara penggunaannya sangatlah mudah. kalian hanya perlu mendekatkan tespen dengan benda yang akan diuji.

kalian tidak perlu mengupas kabel atau benda yang akan diuji menggunakan tespen jenis ini.

Setelah tespen didekatkan pada benda yang akan diuji, buzzer pada tespen akan mengeluarkan suara sebagai tkalian bahwa benda tersebut terdapat aliran arus listrik.

Jika buzzer tidak berbunyi, itu menkaliankan bahwa benda tersebut tidak memiliki aliran arus listrik.

3. Tespen DC 6V – 24V

Tespen dengan tipe DC 6V – 24V memiliki fungsi untuk mendeteksi listrik pada aki, baik itu aki kendaraan maupun jenis lainnya.

Tipe DC 6V – 24V menunjukkan bahwa tespen ini hanya dapat digunakan untuk tegangan listrik dalam rentang 6 hingga 24 Volt.

Tespen jenis ini terbuat dari tembaga murni sebagai bahan atau material dasarnya. Dengan demikian, dapat dipastikan bahwa tespen ini tidak akan berkarat meskipun digunakan dalam jangka waktu yang lama.

Selain itu, tespen ini dilengkapi dengan kabel berlapis PVC berkualitas baik sesuai dengan stkalianr kelasnya.

Baca Juga :   Pengertian MOSFET: Fungsi dan Cara Kerjanya Paling Lengkap

Cara penggunaan :

Cara penggunaan tespen jenis ini cukup sederhana. kalian perlu menjepitkan konektor A pada terminal aki yang memiliki arus positif (+), dan konektor B pada terminal aki yang memiliki arus negatif (-).

Setelah itu, perhatikan lampu indikator. Jika lampu indikator menyala, itu menkaliankan bahwa benda tersebut sedang dialiri arus listrik.

4. Tespen Bolak Balik Apel

Tespen jenis ini memiliki komponen yang sederhana, serta bentuk dan fungsi utamanya yang praktis.

Tespen ini juga sering disebut sebagai tespen bolak balik plus dan minus apel. Tespen bolak balik plus ini dilengkapi dengan pegangan yang terbuat dari bahan karet, sehingga memberikan kenyamanan dan keamanan saat digunakan.

Selain itu, tespen jenis ini juga dilengkapi dengan mata obeng dan alat pengukur aliran listrik bolak balik.

Mata obeng biasanya terbuat dari tembaga berkualitas tinggi, sehingga memiliki masa pakai yang lama dan dapat berfungsi dengan baik dalam penggunaan jangka panjang.

Cara penggunaan :

Cara penggunaan tespen jenis ini juga sangat mudah. kalian hanya perlu meletakkan tespen pada benda yang ingin diuji aliran listrik bolak-balik.

Setelah itu, tespen akan memberikan peringatan berupa suara atau LED yang menyala jika terdeteksi adanya aliran listrik pada benda yang sedang diuji.

5. Type TL Tergo Obeng Tespen

Jenis obeng tespen ini memiliki bentuk yang sangat sederhana dan ukuran yang memudahkan untuk dibawa ke mana saja. Tespen ini juga sering disebut dengan istilah tespen pensil.

Tespen pensil ini memiliki ukuran hanya sekitar 150 mm. Meskipun kecil, obeng tespen pensil ini mampu menangani aliran listrik dalam rentang 100 hingga 220 Volt.

Pada komponen tespen, terdapat pegangan yang sangat kuat, sehingga penggunaan obeng tespen dapat dilakukan dengan aman.

Selain pegangan, terdapat juga indikator LED yang memiliki fungsi yang sama dengan indikator LED pada jenis tespen lainnya.

Cara Menggunakan Tespen

Tujuan pengujian dengan tespen adalah untuk mencegah sengatan listrik yang berbahaya bagi kesehatan, bahkan bisa menyebabkan kematian (jika tubuh kita terkena penghantar listrik yang memiliki tegangan sangat tinggi).

PERHATIAN !!!

Pastikan tubuh kita tidak menyentuh sumber penghantar listrik yang akan diuji.

Berikut adalah cara penggunaan tespen:

  1. Ambil tespen dan pegang tespen dengan ujung jari tangan.
  2. Letakkan ujung jari telunjuk pada bagian atas tespen (ujung jari telunjuk harus menyentuh bagian logam di atas tespen).
  3. Tempelkan ujung tespen (bagian bawah yang biasanya berbentuk obeng minus) ke sumber listrik yang akan diuji.
  4. Perhatikan lampu indikator. Jika lampu indikator menyala, itu menunjukkan bahwa kabel listrik atau penghantar listrik tersebut sedang dialiri arus listrik (ada tegangan). Jika lampu indikator tidak menyala (mati), itu menunjukkan bahwa kabel listrik atau penghantar listrik tersebut tidak dialiri arus listrik (tidak ada tegangan pada penghantar tersebut). Seperti yang ditunjukkan dalam gambar di bawah ini.
Baca Juga :   Pengertian Solenoida: Fungsi dan Cara Kerjanya Lengkap

Cara Mengetahui Hasil Pengujian Menggunakan Tespen

Berikut adalah beberapa jenis hasil pengujian yang dapat kalian ketahui menggunakan tespen:

1. Lampu Tespen Menyala Dengan Cahaya Terang Normal

Hal ini menunjukkan bahwa peralatan listrik yang diuji memiliki tegangan listrik yang normal atau maksimal.

2. Lampu Tespen Menyala Tetapi Cahaya Redup

Kemungkinan saat melakukan pengukuran dengan tespen, tubuh atau kaki kalian terisolasi dengan baik, sehingga tespen tidak mendapatkan grounding yang cukup dari bumi atau tanah. Untuk memastikannya, cobalah sentuhkan jari kalian ke tembok atau dinding, sambil tangan lain melakukan pengukuran dengan tespen. Jika lampu tespen menyala terang saat menyentuh tembok, itu berarti benda yang diukur memiliki tegangan listrik maksimal (dari kabel fasa). Namun, jika cahaya tespen tetap redup, itu menunjukkan bahwa peralatan listrik yang diuji memiliki tegangan yang tidak normal atau rendah, atau mungkin bukan tegangan dari kabel fasa, tetapi tegangan induksi dari kabel fasa yang bocor.

3. Lampu Tespen Tidak Menyala

Kemungkinan tespen kalian rusak. Jika kalian sudah memastikan bahwa tespen yang kalian gunakan baik, maka hasilnya menunjukkan bahwa peralatan listrik yang diuji tidak memiliki tegangan.

Catatan:

  1. Gunakan tespen untuk memastikan kondisi peralatan listrik di rumah kalian dalam kondisi baik, aman dari kebocoran listrik, dan tidak ada kabel tegangan yang terkelupas atau terbuka.
  2. Pastikan kalian sudah benar-benar memahami cara penggunaan tespen dengan benar.
  3. Pastikan tespen dalam kondisi bersih, kering, dan berfungsi dengan baik sebelum melakukan pengujian.
  4. Pastikan tubuh kalian dalam kondisi kering (tidak basah atau lembab) saat menggunakan tespen. Tespen umumnya berfungsi pada tegangan antara 100 Volt hingga 500 Volt.
  5. Selalu sediakan tespen di rumah kalian.

Baca Juga :

Penutup

Demikianlah pembahasan finoo.id mengenai pengertian Tespen. Sebagai alat yang memiliki fungsi vital dalam pemeriksaan dan pengecekan aliran listrik, penting bagi kita semua untuk memahami dan menerapkan penggunaannya dengan tepat.

Dengan Tespen, kita dapat memastikan keamanan dan kesejahteraan kita dalam berinteraksi dengan alat listrik. Sekali lagi, ingatlah bahwa pengetahuan bukanlah semata-mata untuk dihafal, melainkan untuk diamalkan.

Mari kita terapkan pengetahuan kita tentang Tespen dengan bijak dan selalu mengutamakan keselamatan. Sampai jumpa di artikel berikutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *