Cara Memperbaiki UPS Rusak

Cara Memperbaiki UPS Rusak Mati Total Yang Paling Tepat

Posted on

Finoo.id – Cara Memperbaiki UPS Rusak Mati Total Yang Paling Tepat. UPS (Uninterruptible Power Supply) merupakan salah satu perangkat pendukung komputer yang sangat penting, meskipun komputer dapat dihidupkan tanpa perangkat ini. Jika kalian belum familiar dengan UPS, mari kita bahas terlebih dahulu. Bagi para pengguna PC yang mengkalianlkan pasokan listrik dari PLN, UPS adalah suatu keharusan sebagai antisipasi terhadap pemadaman listrik. Hal ini penting karena seringkali komputer yang mati tanpa proses shutdown dapat menyebabkan kerusakan lebih cepat, baik pada hardware utama seperti hard disk maupun pada sistem OS dalam registry. Seperti halnya dengan perangkat elektronik lainnya, UPS juga pada akhirnya akan mengalami kerusakan.

Apakah mungkin untuk memperbaiki UPS yang rusak? Tentu saja, dan sebenarnya sangat disarankan. Mengapa demikian? Selain dapat menghemat anggaran karena harga UPS yang cukup mahal, yang terpenting adalah agar kita tidak menciptakan lebih banyak sampah. Salah satu kerusakan UPS yang paling umum adalah terjadi pada baterai yang sudah kering, sehingga tidak lagi dapat menyimpan listrik dan UPS menjadi mati total. Namun, cara memperbaikinya cukup mudah; kalian hanya perlu mengganti baterainya, dan UPS akan kembali siap digunakan seperti semula. Oleh karena itu, jangan terburu-buru membuangnya, terutama ketika harga baterai yang berkualitas baik hanya sekitar 200 ribu rupiah atau bahkan ada yang seharga 150 ribu rupiah.

Apakah komponen elektronik lain pada UPS mudah rusak? Tentu saja, semua perangkat bisa mengalami kerusakan, namun dalam banyak kasus, komponen elektronik pada UPS lebih jarang mengalami kerusakan dibandingkan dengan baterai. Baterai UPS sendiri sebenarnya tidak rusak, tetapi memiliki masa pakai yang terbatas, sehingga pada akhirnya baterai tersebut akan tidak dapat digunakan.

Apa Itu UPS?

UPS, yang merupakan singkatan dari Uninterruptible Power Supply atau Suplai Daya Bebas Gangguan, adalah sebuah perangkat yang berfungsi untuk menyimpan daya listrik dengan menggunakan baterai sebagai sumber energi listrik alternatif. Dengan adanya UPS, perangkat komputer tetap dapat beroperasi ketika pasokan listrik utama terputus atau mati.

Bagi perusahaan berskala besar, UPS menjadi perangkat yang sangat penting, terutama dalam menjaga keamanan data-data penting agar tidak hilang saat terjadi pemadaman listrik secara tiba-tiba. Secara umum, UPS memiliki kapasitas sekitar 600 watt dan mampu menjaga komputer dengan daya sekitar 400 watt tetap berjalan selama sekitar 17 menit.

Tetapi, juga terdapat UPS dengan kapasitas yang lebih besar daripada angka tersebut. UPS semacam itu biasanya digunakan untuk mendukung beberapa komputer atau jaringan, termasuk penggunaannya untuk menjaga server atau data server agar tetap aman dan menyediakan aliran listrik cadangan yang lancar.

Fungsi UPS

Setelah memahami apa itu UPS, penting untuk memahami fungsi-fungsi utama perangkat ini dalam penggunaan sehari-hari, terutama dalam mendukung pekerjaan yang menggunakan komputer. Berikut adalah beberapa fungsi utama UPS:

Baca Juga :   Pengertian Ohmmeter: Fungsi, Jenis dan Cara Menggunakan

  1. Menyimpan Energi Cadangan: UPS berfungsi sebagai penyimpan energi cadangan saat terjadi kegagalan dalam pasokan listrik utama. Dengan kata lain, ketika pasokan listrik utama terputus, UPS akan menyediakan sumber daya cadangan.
  2. Proses Backup Data dan Shutdown Aman: UPS memungkinkan proses backup data yang lebih mudah dan melakukan shutdown sesuai prosedur. Ini membantu melindungi data dan perangkat komputer dari kerusakan akibat pemadaman listrik yang tidak terduga.
  3. Keamanan Sistem Komputer: UPS membantu melindungi komputer dari kerusakan baik pada perangkat keras (hardware) maupun perangkat lunak (software) dengan memastikan bahwa komputer mati dengan benar dan tidak mengalami gangguan saat pemadaman listrik.
  4. Stabilisasi Tegangan: UPS mampu menjaga tegangan keluaran tetap stabil dengan merespons perubahan tegangan input. Ini membantu menjaga stabilitas sistem komputer selama fluktuasi tegangan.
  5. Diagnostik Sendiri: UPS memiliki kemampuan untuk mendiagnosa kondisinya sendiri. Pengguna dapat dengan mudah mengantisipasi masalah yang mungkin terjadi pada sistem dan melakukan tindakan perbaikan yang diperlukan.
  6. Integrasi dengan Internet dan Jaringan LAN: UPS dapat diintegrasikan dengan internet dan dikendalikan melalui jaringan LAN melalui aksesori tambahan. Hal ini memungkinkan pemantauan dan pengendalian yang lebih efisien melalui jaringan komputer.

Dengan berbagai fungsi ini, UPS menjadi perangkat yang sangat penting dalam menjaga kelancaran operasi komputer dan melindungi data serta perangkat keras dari gangguan yang dapat terjadi akibat pemadaman listrik atau fluktuasi tegangan.

Sebelum Memperbaiki UPS, Marilah Sekilas Kita Mengenal Komponen Dan Sistem Kerjanya Dulu

UPS dapat dibagi menjadi tiga komponen utama, yaitu Inverter (yang terdiri dari komponen utama seperti trafo, diode, dan mosfet), Baterai (sebagai sumber daya utama untuk fungsi backup), dan Regulator (yang mengatur fungsi UPS melalui rangkaian elektronik seperti IC dan komponen lainnya). Berikut adalah peran masing-masing komponen ini:

  1. Baterai: Baterai bertindak sebagai komponen yang menyediakan cadangan listrik ketika pasokan dari sumber utama (PLN) terputus atau tidak tersedia. Selain itu, baterai juga memberikan daya untuk mendukung fungsi regulator. Baterai ini penting untuk menjaga kelancaran operasi UPS.
  2. Inverter: Inverter bertugas untuk mengubah tegangan DC dari baterai menjadi tegangan AC sekitar 220V yang digunakan untuk memberikan daya cadangan ketika pasokan listrik utama terputus. Inverter berperan penting dalam mengubah jenis tegangan listrik agar kompatibel dengan perangkat yang membutuhkannya.
  3. Regulator: Regulator merupakan “otak” dari UPS, yang bertanggung jawab mengatur berbagai fungsi. Ini mencakup pengisian ulang baterai ketika tegangan baterai menurun, memutus pengisian saat baterai telah terisi penuh, serta mengaktifkan fungsi daya cadangan ketika pasokan listrik utama terputus. Regulator juga mengelola fungsi normal ketika pasokan listrik dari PLN hadir, seperti menghubungkan atau memutuskan saklar (relay) secara otomatis.

Analisa kerusakan UPS Mati

Setelah memahami prinsip kerja UPS seperti yang telah dijelaskan di atas, kita dapat dengan mudah menganalisis kerusakan yang mungkin terjadi pada UPS. Kasus yang sering terjadi di lapangan adalah ketika terjadi pemadaman listrik dan komputer mati secara tiba-tiba. Dalam situasi tersebut, kita bisa meluangkan waktu untuk memeriksa beberapa hal yang berkaitan dengan masalah tersebut:

Periksa Sekring Utama

Pertama, periksa sekring utama yang terletak di area UPS. Kemungkinan sekring tersebut putus, sehingga UPS tidak dapat mengalirkan listrik dengan baik. Jika sekring masih dalam keadaan baik, kalian dapat membuka UPS dan melepaskan konektor yang terhubung dengan baterai. Selanjutnya, bersihkan konektor tersebut menggunakan thinner atau contact cleaner, khususnya jika terdapat tkalian-tkalian korosi. Cobalah untuk menyambungkan output UPS dengan pasokan daya 220V. Jika lampu tidak menyala, masalahnya kemungkinan bukan karena korosi.

Baca Juga :   √ Mengenal Jenis Lampu Secara Umum dan Karakteristiknya Lengkap

Periksa Baterai

Lepaskan baterai dari UPS, lalu uji baterai menggunakan voltmeter atau multimeter. Tegangan baterai harus sesuai dengan nilai yang tertera pada casing baterai. Jika baterai sudah tidak memiliki daya atau bahkan jarum pada multimeter tidak bergerak saat diuji, itu berarti baterai telah rusak dan perlu diganti.

Apakah kerusakan pasti batrai ups nya?

Meskipun setelah dilakukan analisis, kemungkinan kerusakan pada baterai telah dipertimbangkan, tidak menutup kemungkinan bahwa bagian regulator mungkin yang mengalami kerusakan. Dalam situasi seperti ini, fungsi charger otomatis mungkin tidak beroperasi dengan baik, sehingga proses pengisian ulang tidak dapat berjalan. Namun, jika regulator yang rusak, biasanya UPS tidak akan dapat berfungsi sama sekali, meskipun baterai masih dalam kondisi baik.

Oleh karena itu, perlu diingat bahwa kalian sebaiknya tidak terburu-buru membeli baterai baru untuk UPS yang mati total. Sebagai alternatif, kalian dapat mencoba mengganti baterai dengan menggunakan aki motor berkekuatan 12 volt atau yang sesuai dengan tegangan yang dibutuhkan oleh UPS. Setelah mengganti baterai, kalian dapat melakukan tes lebih lanjut.

Jika UPS tidak dapat dihidupkan sama sekali, ini bisa menjadi indikasi bahwa bagian regulator pada UPS mengalami gangguan atau kerusakan.

Apabila UPS tidak mampu menghidupkan komputer, ini bisa disebabkan oleh masalah pada bagian inverter, meskipun kalian mungkin mendengar bunyi beep.

Jika UPS mampu menghidupkan komputer tanpa harus tersambung ke sumber listrik PLN, ini menunjukkan bahwa baterai UPS mungkin telah tidak berfungsi. Namun, dalam hal ini, sebaiknya kalian tidak tergesa-gesa mengganti baterai UPS.

kalian dapat mencoba menghidupkan komputer tanpa pasokan listrik PLN selama beberapa menit (jika UPS memiliki kapasitas hingga 15 menit, biarkan komputer menyala selama sekitar 10 menit). Setelah itu, matikan komputer dan tes baterai menggunakan voltmeter. Tegangan baterai kemungkinan akan mengalami penurunan. Selanjutnya, colokkan UPS ke listrik PLN dan periksa apakah proses pengisian berjalan. Lalu, tes kembali tegangan baterai. Jika tegangan baterai telah kembali normal, ini mengindikasikan bahwa kalian mungkin hanya perlu mengganti baterai UPS dengan yang baru.

Cara memperbaiki UPS Rusak!

Sebelum kita melanjutkan pembahasan mengenai cara memperbaiki UPS yang mengalami kerusakan, sebaiknya kita memahami beberapa langkah dan perbaikan dasar dengan memahami komponen-komponen serta sistem kerja UPS terlebih dahulu.

Jika kita melakukan analisis, UPS dapat dibagi menjadi tiga komponen utama, yaitu:

  1. Inverter: Komponen utama dalam inverter ini biasanya terdiri dari trafo, diode, dan mosfet. Tugas inverter adalah mengubah tegangan DC yang disimpan dalam baterai menjadi tegangan AC sekitar 220 Volt. Tegangan AC ini digunakan untuk memberikan daya cadangan ketika pasokan listrik utama terputus.
  2. Baterai: Baterai adalah sumber tegangan atau sumber daya utama yang diperlukan dalam UPS. Baterai ini menyimpan energi listrik yang akan digunakan saat diperlukan, terutama saat terjadi pemadaman listrik.
  3. Regulator: Regulator berfungsi sebagai “otak” UPS yang mengatur berbagai fungsi. Biasanya, regulator terdiri dari IC dan komponen lainnya. Salah satu tugas utama regulator adalah mengatur ulang pengisian baterai saat tegangan baterai habis.
Baca Juga :   Apa Itu Busbar: Fungsi, Jenis Dan Cara Konfigurasinya

Cara Memperbaiki Jika Yang Rusak Selain Baterai

Saya asumsikan kalian telah memiliki pemahaman dasar tentang elektronika. Jika kalian merasa kurang yakin atau belum memiliki pengetahuan yang cukup, saya sarankan untuk mengunjungi tukang reparasi UPS yang terampil. Namun, jika kalian merasa mampu untuk mencoba perbaikan sendiri, berikut adalah langkah-langkahnya:

  1. Jika masalah terletak pada bagian Inverter: Bagian inverter pada UPS biasanya terdiri dari komponen seperti dioda, elco (kapasitor elektrolit), trafo step-up, dan mosfet (sering kali dengan heatsink untuk pendinginan). Untuk menentukan komponen mana yang rusak, kalian dapat melakukan pengujian masing-masing komponen di atas. Periksa dengan teliti untuk mengidentifikasi komponen yang bermasalah.
  2. Jika masalah terletak pada bagian regulator: Bagian regulator biasanya mencakup IC, transistor, dan relay. Sayangnya, jika IC yang rusak, mencari penggantinya mungkin sulit, dan dalam beberapa kasus, kalian mungkin perlu mengganti seluruh UPS. Namun, cobalah untuk memeriksa relay (biasanya berwarna hitam dan berbentuk kotak, dan ada sekitar 4 buah). Jika kalian memiliki pemahaman tentang elektronika, kalian mungkin bisa mencoba menguji relay ini.

Harap diingat bahwa kerusakan UPS yang paling umum adalah akibat baterai yang sudah habis masa pakainya. Jarang terjadi kerusakan pada bagian lain, kecuali jika terjadi lonjakan listrik yang tiba-tiba, seperti yang mungkin disebabkan oleh petir atau masalah teknis lainnya.

Catatan: Ketika melakukan perbaikan, pastikan kalian melakukan tindakan dengan hati-hati. Pastikan kalian tidak salah memasang kutub-kutub baterai (perhatikan warna kabel dan polaritasnya). Gunakan skalianl kering dan alat pengujian (tespen), karena UPS menggunakan arus tegangan tinggi. Jangan mencoba melakukan perbaikan sendiri jika kalian sama sekali tidak mengerti tentang listrik dan perangkat elektronik. Lebih baik meminta bantuan dari tukang reparasi yang berpengalaman atau teman yang mengerti.

Baca Juga :

Penutup

Dalam mengatasi masalah “Cara Memperbaiki UPS Rusak Mati Total,” perlu diingat bahwa pemahaman dasar elektronika dan peralatan yang sesuai sangat penting.

Namun, jika kalian merasa tidak cukup percaya diri atau belum memiliki pengetahuan yang cukup, lebih baik berkonsultasi dengan tukang reparasi UPS yang berpengalaman.

Keselamatan dan ketepatan adalah hal yang sangat penting dalam upaya perbaikan UPS. Semoga artikel ini membantu kalian memahami langkah-langkah awal dalam mengatasi UPS yang mengalami masalah.

Demikianlah artikel finoo.id yang membahas tentang Cara Memperbaiki UPS Rusak Mati Total Yang Paling Tepat. Semoga artikel kami dapat bermanfaat dan terimakasih telah membaca artikel kami.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *