Pengertian MCCB

Pengertian MCCB: Fungsi dan Prinsip Kerjanya Yang Tepat

Posted on

Finoo.id – Pengertian MCCB: Fungsi dan Prinsip Kerjanya Yang Tepat. Mungkin sudah banyak orang yang mengetahui tentang MCCB. Secara keseluruhan, MCCB merupakan perangkat yang digunakan sebagai pelindung untuk instalasi listrik.

Namun, tidak hanya akan membahas MCCB secara umum. Kali ini, kita akan membahas secara komprehensif tentang pengertian, fungsi, cara kerja, dan karakteristik MCCB.

Pengertian MCCB

MCCB merupakan kependekan dari Moulded Case Circuit Breaker. Pengertian MCCB adalah komponen elektrikal yang bertindak sebagai pengaman dalam instalasi listrik.

Jika kita familiar dengan penggunaan MCB sebagai pengaman listrik di rumah, MCCB memiliki karakteristik yang berbeda. MCCB lebih umum digunakan sebagai pengaman dalam jaringan listrik skala besar, seperti di mal, pabrik, perkantoran, dan berbagai industri lainnya.

Fungsi MCCB

Secara umum, fungsi utama MCCB adalah sebagai pengaman dalam jaringan listrik. Dengan pemasangan MCCB, berbagai masalah keamanan yang mungkin terjadi pada instalasi listrik dapat terdeteksi. Penggunaan MCCB juga bertujuan untuk mengurangi risiko yang mungkin timbul.

Sebagai contoh, jika kalian secara tidak sengaja menyentuh jaringan yang mengalami konsleting, adanya MCCB dapat mencegah terjadinya risiko tersengat aliran listrik. Hal ini terjadi karena MCCB secara otomatis akan memutuskan aliran arus pada jaringan tersebut saat terjadi masalah. Inilah mengapa MCCB dapat mengurangi risiko tersengat listrik.

Karakteristik MCCB

Walaupun ada banyak jenis alat pengaman listrik lainnya, MCCB memiliki keunikan dan karakteristik yang khas. Berikut ini adalah beberapa karakteristik MCCB:

  1. MCCB menggunakan 3 fase.
  2. MCCB memiliki 4 kutub (phole).
  3. Rating ampere MCCB berkisar antara 100 A hingga 1000 A.
  4. Frekuensi jaringan untuk MCCB adalah 50 hingga 60 Hz.
  5. MCCB menggunakan sistem termal dan magnetik.
  6. Pada MCCB, kalian dapat mengatur pengaturan menjadi Fixed atau Adjustmen.
Baca Juga :   Pengertian Kapasitor Tantalum: Fungsi dan Gambar Simbolnya

Komponen-Komponen MCCB

MCCB adalah perangkat listrik yang terdiri dari beberapa komponen. Berikut ini adalah bagian-bagian MCCB beserta fungsinya, antara lain sebagai berikut:

1. Frame

Frame dalam MCCB, yang juga dikenal sebagai kerangka atau bingkai, memiliki fungsi sebagai penutup atau pelindung. Fungsinya adalah melindungi MCCB dari berbagai komponen asing yang dapat merusak dan membahayakan perangkat tersebut.

2. Load Contact

Load contact adalah komponen MCCB yang berfungsi untuk menghubungkan dan memutuskan aliran listrik. Biasanya, load contact terbuat dari bahan perak. Fungsinya adalah untuk mengurangi atau meredam percikan api yang dapat terjadi saat aliran listrik terhubung atau terputus.

3. Are Chutes

Are chutes merupakan komponen dalam MCCB yang berfungsi untuk menyerap energi listrik yang timbul saat proses pemutusan aliran listrik.

Fungsinya adalah meredam, memadamkan, dan membatasi stres pada perangkat yang mungkin terjadi akibat pemutusan arus listrik.

4. Over Current Protective Device

Komponen ini memiliki fungsi untuk melindungi MCCB, terutama dalam kasus terjadinya konsleting listrik akibat adanya hubungan arus pendek.

5. Terminal Conection

Terminal connection berfungsi untuk menghubungkan MCCB dengan kabel atau penghantar dari input ke sumber listrik.

Cara Kerja MCCB

MCCB umumnya digunakan sebagai pengaman listrik dalam skala besar, seperti di pabrik, perkantoran, mal, sekolah, dan sebagainya.

Untuk memahami cara kerja MCCB, berikut ini adalah penjelasannya!

Cara kerja MCCB sebagai berikut:

  1. Sebagai pengaman listrik, MCCB akan memutuskan aliran arus jika ada masalah dalam rangkaian tersebut.
  2. MCCB adalah perangkat elektronik yang dilengkapi dengan sensor dan sensor suhu.
  3. Ini memungkinkan MCCB bekerja secara otomatis berdasarkan kondisi arus dan suhu saat itu.
  4. Dibandingkan dengan MCB, MCCB memiliki fungsi dan spesifikasi yang lebih besar.
  5. Oleh karena itu, alat ini lebih sering digunakan untuk melindungi jaringan listrik dengan skala yang lebih besar.

Prinsip Kerja MCCB

Untuk memutuskan aliran arus listrik saat terjadi konsleting, terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan. Berikut ini penjelasannya:

Prinsip kerja MCCB terdiri dari 3 mekanisme, yaitu:

1. Mekanisme Thermal (Temperatur)

Mekanisme termal adalah prinsip kerja MCCB yang berdasarkan perubahan suhu. Dalam MCCB, terdapat bidang kontak bimetal yang memiliki peran penting.

Baca Juga :   Pengertian Dinamo Stater: Cara Kerja, Komponen & Ciri Rusak

Bidang kontak ini akan mengalami ekspansi dan kontraksi saat terjadi perubahan suhu. Pada kondisi normal, arus listrik dapat mengalir melalui kontak bimetal dalam MCCB.

Namun, jika arus melebihi kapasitas yang ditentukan, kontak bimetal akan menghasilkan panas. Hal ini akan menyebabkan tekanan pada tuas pengoperasian, yang pada akhirnya akan memutus aliran arus listrik.

2. Mekanisme Magnetik

Mekanisme magnetik terjadi ketika terjadi arus yang cukup tinggi (overcurrent). Arus listrik yang kuat akan menghasilkan induksi medan magnet. Hal ini menyebabkan tuas tertarik, sehingga aliran arus listrik pada jaringan tersebut terputus.

3. Mekanisme Manual

Mekanisme terakhir adalah prinsip kerja MCCB secara manual. kalian dapat memutuskan aliran arus listrik secara manual, misalnya saat melakukan pemeliharaan. kalian dapat memutuskan aliran listrik dengan menggunakan saklar yang ada pada MCCB.

Perbedaan MCB dan MCCB

MCB dan MCCB merupakan perangkat listrik yang memiliki fungsi yang sama, yaitu sebagai pengaman dalam instalasi listrik.

Perbedaan utama antara MCB dan MCCB terletak pada penggunaan mereka dalam instalasi dengan skala yang berbeda.

MCB umumnya digunakan dalam skala kecil, seperti untuk rumah tangga. Sementara itu, MCCB sering digunakan dalam skala yang lebih besar, di mana diperlukan aliran arus yang lebih besar.

Berikut adalah perbedaan antara MCB dan MCCB:

1. Rating Arus

Perbedaan pertama antara MCB dan MCCB terletak pada rating arusnya. MCCB memiliki kemampuan untuk mengalirkan arus yang lebih besar, hingga 1000 A. Sementara itu, MCB memiliki rating arus yang lebih rendah, sekitar 63 A hingga 100 A.

2. Ukuran

Perbedaan selanjutnya antara MCB dan MCCB terletak pada ukurannya. MCCB umumnya memiliki ukuran yang relatif besar, sementara MCB memiliki ukuran yang lebih kecil.

3. Trip Travel

Trip travel adalah batas arus maksimal yang ada dalam suatu Circuit Breaker.

Pada MCCB, terdapat selektor trip yang memungkinkan pengaturan trip travel sesuai kebutuhan. Namun, pada MCB fitur tersebut tidak ditemukan.

4. Interruppting Capacity

Interrupting capacity merupakan nilai arus maksimum yang dapat diatasi oleh sebuah Circuit Breaker sebelum mengalami kerusakan. Pada MCCB, interrupting capacity dapat mencapai 100 KA, sementara MCB hanya sekitar 10 KA.

Baca Juga :   Pengertian Baterai: Fungsi, Klasifikasi & Jenisnya

5. Under Trip Voltage

MCCB dapat tetap digunakan saat terjadi under trip voltage. Under trip voltage merujuk pada kondisi ketika tegangan lebih rendah dari batas yang ditentukan. Jika MCCB masih dapat berfungsi pada saat under trip voltage, hal tersebut tidak berlaku untuk MCB.

6. Shunt Trip

Shunt trip merujuk pada kondisi di mana aliran arus diputuskan dari sumber eksternal, bukan karena melebihi batas arus yang ditentukan. Pada MCCB, meskipun dalam kondisi shunt trip, perangkat tersebut tetap dapat digunakan. Namun, hal ini tidak dapat diterapkan pada MCB.

7. Penggunaan

MCCB umumnya digunakan dalam instalasi dengan skala besar, seperti industri dan komersial. Sementara itu, MCB lebih sering digunakan dalam skala kecil, seperti untuk rumah tangga dan sejenisnya.

Baca Juga :

Penutup

Secara ringkas, MCCB atau Moulded Case Circuit Breaker merupakan sebuah alat penting dalam sistem proteksi listrik.

Alat ini bekerja dengan cara memutuskan arus listrik ketika terdeteksi adanya gangguan, baik itu overload atau short circuit.

Melalui penjelasan di atas, kita telah memahami pengertian MCCB secara lebih mendalam, berikut manfaat serta peranannya dalam dunia listrik.

Tentunya, pemahaman ini akan sangat berguna terutama bagi mereka yang berkecimpung dalam bidang teknik elektro.

Maka dari itu, teruslah meningkatkan pengetahuan kalian mengenai berbagai hal terkait listrik dan komponennya, termasuk MCCB, untuk memastikan sistem listrik yang lebih aman dan efisien.

Demikianlah artikel finoo.id yang membahas tentang Pengertian MCCB: Fungsi dan Prinsip Kerjanya Yang Tepat. Semoga artikel kami dapat bermanfaat dan terimakasih telah membaca artikel ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *