Pengertian Voltmeter

Pengertian Voltmeter: Fungsi Serta Cara Menggunakan & Bacanya

Posted on

Finoo.id – Pengertian Voltmeter: Fungsi Serta Cara Menggunakan & Bacanya. Voltmeter adalah sebuah perangkat yang berfungsi untuk mengukur besaran listrik. Alat ini sangat akrab bagi banyak orang karena sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Tidak hanya berguna bagi para teknisi listrik, voltmeter juga penting untuk dimiliki di rumah.

Voltmeter dapat digunakan untuk mengukur tegangan listrik pada perangkat elektronik. Hal ini membantu manusia menjadi lebih berhati-hati saat berinteraksi dengan peralatan listrik.

Yuk, kita simak informasi lebih detail tentang voltmeter dalam artikel ini! Kita akan membahas secara lengkap mulai dari pengertian, simbol gambar, fungsi, cara kerja, hingga tips penggunaannya.

Pengertian Voltmeter

Voltmeter adalah sebuah alat yang umumnya digunakan untuk mengukur tegangan listrik dalam sebuah rangkaian elektronik.

Untuk melakukan pengukuran, voltmeter harus dipasang secara paralel dengan rangkaian tersebut.

Voltmeter umumnya terdiri dari tiga lempeng tembaga. Lempeng tembaga ini berfungsi sebagai hambatan dan biasanya ditempatkan di kedua ujung voltmeter.

Lempeng tembaga juga berperan sebagai anoda dan katoda. Lempeng luar berfungsi sebagai anoda, sementara lempeng tengah berfungsi sebagai katoda. Voltmeter juga dilengkapi dengan multiplier dan galvanometer dalam susunannya.

Susunan ini tidak hanya meningkatkan arus yang mengalir dalam rangkaian, tetapi juga meningkatkan kinerja voltmeter saat digunakan untuk pengukuran.

Fungsi Voltmeter

Secara umum, voltmeter merupakan sebuah alat yang digunakan untuk mengukur tegangan listrik. Dengan menggunakan voltmeter, kita dapat mengetahui besaran tegangan yang terdapat pada perangkat elektronik.

Namun, fungsi voltmeter sebenarnya tidak hanya sebatas itu. Berikut adalah penjelasan lebih rinci mengenai fungsi-fungsi voltmeter:

1. Mengukur Arus Listrik

Salah satu fungsi utama voltmeter adalah untuk mengukur arus listrik.

Dengan menggunakan voltmeter, kita dapat mengetahui seberapa besar aliran arus listrik yang melewati sebuah perangkat elektronik.

Dengan demikian, voltmeter membantu dalam mendapatkan informasi tentang besaran arus listrik yang terlibat dalam suatu rangkaian atau perangkat elektronik.

2. Mengukur Tegangan AC dan DC

Fungsi voltmeter berikutnya adalah kemampuannya untuk mengukur tegangan listrik AC (arus bolak-balik) dan DC (arus searah).

Dalam sebuah rangkaian listrik, voltmeter dapat digunakan untuk menghitung tegangan beda potensial antara dua titik. Dengan voltmeter, kita dapat mengetahui besaran tegangan yang ada pada suatu rangkaian, baik itu tegangan AC maupun DC.

Baca Juga :   Pengertian Transducer Jenis dan Fungsinya Yang Tepat

3. Mengecek Daya Listrik

Selain itu, voltmeter juga memiliki fungsi untuk memeriksa daya listrik.

Dengan menggunakan voltmeter, kita dapat melakukan pengecekan apakah alat-alat elektronik masih memiliki daya atau tidak.

Voltmeter memungkinkan kita untuk mengukur tegangan listrik yang tersedia pada suatu perangkat, sehingga dapat membantu kita dalam mengetahui apakah perangkat tersebut masih memiliki daya atau perlu dicas atau diperbaiki.

Komponen – komponen Voltmeter

Voltmeter adalah alat ukur yang digunakan untuk mengukur tegangan listrik. Alat ini memiliki tampilan yang sederhana dan mudah dipahami, sehingga pengguna dapat dengan mudah membaca hasil pengukuran. Untuk mengenal lebih jauh mengenai voltmeter, berikut adalah penjelasan mengenai bagian-bagian penting yang terdapat pada alat ini:

  1. Terminal positif: Ini adalah terminal atau koneksi pada voltmeter yang digunakan untuk menghubungkan alat dengan sumber tegangan yang akan diukur.
  2. Terminal negatif: Terminal ini juga berfungsi sebagai koneksi, tetapi digunakan untuk menghubungkan voltmeter dengan titik referensi atau ground.
  3. Batas ukur: Bagian ini menunjukkan rentang tegangan yang dapat diukur oleh voltmeter. Setiap voltmeter memiliki batas ukur tertentu, seperti 0-10 volt atau 0-1000 volt, yang menkaliankan rentang tegangan yang bisa diukur oleh alat tersebut.
  4. Jarum penunjuk: Jarum ini berfungsi sebagai penunjuk atau indikator yang akan bergerak sesuai dengan tegangan yang diukur. Jarum penunjuk ini akan menunjukkan angka pada skala voltmeter yang sesuai dengan tegangan yang diberikan.
  5. Meteran skala tinggi rendah: Voltmeter biasanya dilengkapi dengan beberapa skala pengukuran yang berbeda, seperti skala tinggi dan rendah. Skala tinggi digunakan untuk mengukur tegangan yang besar, sedangkan skala rendah digunakan untuk tegangan yang lebih kecil. Pengguna dapat memilih skala yang sesuai dengan rentang tegangan yang akan diukur.
  6. Setup untuk mengatur fungsi: Voltmeter juga dilengkapi dengan setup atau pengaturan fungsi. Ini dapat berupa tombol atau saklar yang digunakan untuk mengubah pengaturan voltmeter, seperti mengubah skala pengukuran atau memilih fungsi lain yang diinginkan.

Port atau colokan: Ini adalah tempat di mana kabel atau probe pengukuran dapat disambungkan ke voltmeter. Port ini memungkinkan pengguna untuk menghubungkan voltmeter dengan sumber tegangan yang akan diukur.

Display untuk membaca hasil pengukuran: Voltmeter modern biasanya dilengkapi dengan display digital yang menampilkan hasil pengukuran secara langsung. Display ini dapat berupa angka atau grafik yang menunjukkan tegangan yang diukur oleh voltmeter.

Semua komponen ini memiliki fungsi yang penting dan bekerja bersama-sama agar voltmeter dapat berfungsi dengan baik. Dengan memahami setiap bagian voltmeter, pengguna dapat menggunakan alat ini dengan efektif dan memperoleh hasil pengukuran yang akurat.

Baca Juga :   Pengertian SCR (Silicon Controlled Rectifier) & Cara Kerjanya

Simbol Voltmeter

Simbol voltmeter dalam rangkaian elektronika biasanya ditkaliani dengan huruf “V” yang terletak di dalam sebuah lingkaran. Simbol ini memberikan representasi visual yang jelas bahwa itu adalah sebuah voltmeter. Berikut adalah gambar simbol voltmeter untuk memberikan pemahaman yang lebih baik:

Simbol ini umumnya digunakan dalam skematik rangkaian elektronika untuk menunjukkan penggunaan voltmeter dalam mengukur tegangan listrik pada titik tertentu dalam rangkaian. Dengan menggunakan simbol ini, para perancang dan teknisi dapat dengan mudah mengenali dan memahami kehadiran voltmeter dalam rangkaian elektronika tersebut.

Cara Membaca Voltmeter

Untuk membaca voltmeter, kita perlu memahami prinsip kerjanya. Prinsip kerja voltmeter sebenarnya cukup sederhana dan mudah dipahami. Untuk menghasilkan gaya magnetik, voltmeter membutuhkan arus yang kuat dan adanya medan magnet.

Berikut ini adalah langkah-langkah untuk membaca voltmeter:

  1. Perhatikan kuat arus dan medan magnet: Voltmeter membutuhkan adanya kuat arus dan medan magnet yang masuk ke dalam rangkaian. Hal ini akan menghasilkan gaya magnetik yang memengaruhi jarum penunjuk voltmeter.
  2. Amati jarum penunjuk: Pada voltmeter analog, hasil pengukuran akan ditunjukkan oleh pergerakan jarum penunjuk. Jarum akan menyimpang sesuai dengan tegangan yang diukur. Pada voltmeter digital, hasil pengukuran akan ditampilkan dalam bentuk angka yang muncul di layar.
  3. Perhatikan nilai diskrit: Pada voltmeter digital, hasil pengukuran akan ditampilkan dalam bentuk angka diskrit yang terlihat pada display. Nilai ini menunjukkan tegangan listrik yang diukur.
  4. Gunakan multiplier: Pada voltmeter, seringkali terdapat multiplier yang berfungsi untuk menahan arus masuk sehingga tidak melebihi batas maksimum. Pastikan untuk memperhatikan nilai multiplier yang tertera pada voltmeter saat membaca hasil pengukuran.

Cara Menggunakan Voltmeter

Bagi mereka yang belum terbiasa menggunakan voltmeter, mungkin akan merasa bingung tentang cara penggunaannya, bukan?

Sebenarnya, cara penggunaan voltmeter, baik versi digital maupun analog, hampir sama. Perbedaannya hanya terletak pada cara membaca hasil pengukurannya.

Berikut adalah langkah-langkah dalam menggunakan voltmeter:

  1. Siapkan voltmeter beserta peralatan yang akan diukur.
  2. Sambungkan test lead pada kutub atau terminal yang sesuai. Test lead negatif harus terhubung ke kutub negatif, sedangkan terminal positif harus terhubung ke test lead dengan tegangan positif.
  3. Atur kalibrasi voltmeter agar berada di titik nol.
  4. Sesuaikan skala voltmeter dengan perkiraan besar tegangan dari objek yang akan diukur.
  5. Pasang komponen voltmeter secara paralel dan susun dengan potensial yang berbeda.
  6. Baca nilai pengukuran yang ditampilkan pada display voltmeter. Hal ini dapat dilakukan dengan melihat angka pada display digital atau posisi jarum pada voltmeter analog.
  7. Jika jarum tidak bergerak atau angka tidak terbaca, coba turunkan skala voltmeter terlebih dahulu.
  8. Jika jarum bergerak terlalu cepat, turunkan skala voltmeter agar pengukuran dapat dilakukan dengan lebih akurat.
Baca Juga :   Jenis-Jenis Dioda: Pengertian, Fungsi & Cara Kerjanya

Jenis – jenis Voltmeter

Mari kita simak penjelasan lebih lanjut mengenai kedua jenis voltmeter berikut:

1. Voltmeter Analog

Voltmeter analog adalah sebuah alat yang pembacaannya dilakukan dengan melihat hasil yang ditunjukkan oleh jarum penunjuk.

Cara kerja voltmeter analog didasarkan pada torsi yang dihasilkan, yang menggerakkan jarum penunjuk untuk menunjukkan hasil pengukuran.

Pada voltmeter analog, besarnya torsi yang terjadi akan menunjukkan seberapa besar tegangan yang diukur oleh alat tersebut. Dengan melihat posisi jarum pada skala, kita dapat membaca nilai tegangan yang ditampilkan oleh voltmeter analog.

2. Voltmeter Digital

Selain voltmeter analog, terdapat juga voltmeter digital.

Voltmeter digital adalah alat pengukur yang menampilkan hasil pengukuran besaran listrik dalam bentuk angka, membuatnya lebih mudah untuk dibaca.

Perbedaan utama antara voltmeter analog dan digital terletak pada cara membaca hasil pengukurannya.

Voltmeter analog dibaca dengan melihat angka yang ditunjukkan oleh jarum penunjuk.

Sementara itu, voltmeter digital dibaca dengan melihat angka yang tertera pada tampilan (display) alat.

Dengan adanya tampilan digital, pengguna dapat melihat hasil pengukuran secara langsung dalam bentuk angka yang jelas pada voltmeter digital.

Baca Juga :

Penutup

Demikianlah pembahasan kita mengenai pengertian voltmeter. Dari ulasan tersebut, kita telah mengetahui bahwa voltmeter adalah alat pengukur yang sangat penting dalam dunia elektronik.

Fungsinya tidak hanya sebatas mengukur beda potensial atau tegangan listrik, namun juga membantu dalam penelitian, pengujian, dan perbaikan rangkaian listrik.

Oleh karena itu, pemahaman yang baik tentang voltmeter, cara kerjanya, dan cara menggunakannya secara tepat sangat penting bagi siapa saja yang berkecimpung di bidang ini.

Teruslah belajar dan berinovasi dalam bidang elektronika untuk menciptakan teknologi yang semakin maju dan bermanfaat bagi kehidupan kita semua.

Terima kasih telah membaca artikel finoo.id ini, semoga informasi yang disampaikan dapat menambah pengetahuan kalian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *