Apa Itu Crane

√ Apa Itu Crane? Pengertian, Jenis, Fungsi dan Cara Kerja

Posted on

Finoo.id – √ Apa Itu Crane? Pengertian, Jenis, Fungsi dan Cara Kerja. Crane merupakan salah satu perangkat yang sering ditemui ketika memasuki lokasi proyek. Ini adalah peralatan berat yang digunakan untuk membantu mengangkat barang dan memindahkannya ke lokasi tertentu.

Meskipun digunakan untuk mengangkat barang-barang yang berat, crane tidak digunakan untuk mengangkut barang sehari-hari. Biasanya, crane digunakan untuk memindahkan barang yang tidak dapat dijangkau oleh tenaga manusia atau peralatan pemindah yang lebih kecil.

Apa Itu Crane ?

Crane adalah salah satu perangkat pengangkut dan pemindah material yang umumnya digunakan untuk menggerakkan barang-barang dalam jumlah besar dan berat. Alat berat ini memiliki bentuk panjang dan kapasitas angkat yang sangat kuat. Dapat berputar hingga 360 derajat dan memiliki jangkauan hingga puluhan meter. Biasanya, crane digunakan secara luas dalam berbagai industri seperti proyek konstruksi, bengkel, industri manufaktur, pelabuhan, gudang, dan berbagai aplikasi lainnya.

Crane, atau kadang-kadang disebut juga katrol, biasanya dioperasikan menggunakan sistem minyak atau hidrolik, serta sering kali dengan dukungan sistem pneumatik atau udara. Alat ini digunakan untuk mengangkat muatan secara vertikal dan menggerakkannya secara horizontal ke lokasi yang telah ditentukan oleh mekanisme kerja crane tersebut. Oleh karena itu, ada beberapa jenis crane yang dirancang sesuai dengan metode kerja yang berbeda.

Tipe Crane

Sebelum kita membahas berbagai jenis crane, penting untuk memahami perbedaan antara dua tipe crane yang ada, yaitu crane statis dan mobile. Berikut adalah penjelasannya:

1. Statistic Crane

Crane tipe statis merujuk pada kondisi di mana crane memiliki struktur permanen atau semi-permanen yang terpasang di dalam tanah atau bangunan, dan biasanya terbatas pada jalur tetap. Ada beberapa jenis crane yang menggunakan sistem ini, seperti crane overhead, tower crane, crane level-luffing, dan lain-lain.

2. Mobile Crane

Sesuai dengan namanya, tipe crane ini dapat digunakan secara mobile atau dipindahkan ke lokasi kerja yang berbeda. Crane ini dipasang pada tapak atau roda sehingga bisa bergerak sesuai dengan kebutuhan. Berbeda dengan crane statis, crane tipe ini tidak terbatas pada jalur tetap. Beberapa contoh crane mobile meliputi Crawler Crane, Rough Terrain Crane, All-Terrain Crane, Truck Crane, Carry Deck Crane, dan sejenisnya.

Baca Juga :   √ Apa Itu Dragline Excavator? Fungsi, Jenis dan Cara Kerjanya

Jenis Crane dan Fungsinya

Crane hadir dalam berbagai jenis berdasarkan fungsinya masing-masing. Berikut penjelasan lebih detail:

1. Tower Crane

Tower Crane adalah salah satu jenis crane yang sering digunakan dalam proyek konstruksi bangunan, terutama gedung tinggi. Alat berat ini sangat penting untuk memfasilitasi pembangunan. Tinggi tower crane mencapai 70-80 meter dan memiliki kapasitas angkat lebih dari 20 ton.

Karena ukurannya yang besar, pemasangan tower crane membutuhkan waktu yang cukup lama. Crane ini tetap berada di tempatnya saat digunakan, dengan dasarnya terbuat dari beton dan diancurkan dengan baut besar berkualitas tinggi.

2. Truk Crane

Selanjutnya, ada Truk Crane atau Mobile Crane. Jenis ini dipasang di atas truk dan memiliki fleksibilitas untuk bergerak menuju material yang akan diangkat. Berbeda dengan tower crane yang tetap, truk crane dapat dibawa langsung ke lokasi proyek konstruksi tanpa perlu kendaraan pengangkut tambahan. Meskipun ada di atas truk, crane ini dapat beroperasi seperti jenis crane lainnya dan dapat berputar 360 derajat.

3. Hydraulic Crane

Hydraulic Crane adalah jenis crane yang biasanya digunakan di perbengkelan atau pergudangan. Strukturnya sederhana dan kurang fleksibel dalam perpindahan antar lokasi. Jangkauannya terbatas, dengan kemampuan berputar hingga 180 derajat.

4. Crawler Crane

Crawler Crane adalah alat konstruksi yang dapat mengangkut barang berat dan memiliki jangkauan pengangkutan. Alat ini sering digunakan dalam proyek pembangunan dengan jangkauan yang tidak terlalu panjang. Rodanya dilengkapi dengan rantai yang memungkinkan crane bergerak di berbagai medan.

5. Hoist Crane

Crane tidak selalu beroperasi di daratan, seperti Hoist Crane yang dapat dipasang di langit-langit. Biasanya digunakan di perbengkelan dan pergudangan. Crane hoist memiliki komponen khusus di kedua sisi yang digunakan sebagai jalur agar bisa bergerak maju-mundur secara horizontal.

6. Crane Kereta Api

Crane jenis ini umumnya digunakan untuk mengangkut material dalam proyek pembangunan atau perbaikan jalur kereta api. Crane kereta api dilengkapi dengan roda khusus yang memungkinkannya berjalan di atas rel kereta. Roda tersebut dikenal dengan sebutan roda flensa. Jenis crane ini memang jarang dijumpai.

7. Crane Terapung

Crane, pada umumnya, bukan hanya bisa beroperasi di daratan atau dipasang di langit-langit, tetapi juga dapat digunakan di atas air. Alat ini sangat berguna dalam proyek konstruksi seperti pembangunan jembatan atau pelabuhan. Crane jenis ini memiliki keunggulan dalam kapasitas angkatnya yang luar biasa, bisa mencapai lebih dari 9000 ton. Bahkan, crane ini dapat mengangkat kapal yang tenggelam di bawah permukaan laut.

8. Crane Teleskopik Handler

Crane teleskopik biasanya digunakan dalam proyek-proyek seperti penambangan batu bara, untuk memasang rangka baja di atasnya, dan memiliki beragam fungsi lainnya. Crane jenis ini memiliki komponen seperti forklift di ujung boom dan juga dilengkapi dengan outscget di bagian alasnya. Tentunya, crane ini dapat berputar hingga 360 derajat.

Baca Juga :   Apa Itu Vibro Roller: Fungsi dan Cara Kerjanya Lengkap

9. Crane Pelabuhan

Crane pelabuhan, sesuai namanya, digunakan di pelabuhan sebagai alat bantu dalam proses bongkar muat pada kapal yang baru datang.

10. Crane Udara

Crane jenis ini, yang juga dikenal sebagai “sky crane,” bergerak di udara. Mirip dengan helikopter, crane ini sering digunakan untuk mencapai lokasi yang sulit dijangkau. Dalam operasinya, crane ini menggunakan kabel untuk menggantung beban yang diangkatnya.

11. Level Luffing Crane

Level luffing crane adalah jenis crane yang sering digunakan di area pelabuhan. Crane ini memiliki penopang berengsel yang memungkinkannya bergerak naik dan turun. Gerakan naik-turun ini memungkinkan lengan crane untuk bergerak ke dalam dan ke luar. Biasanya digunakan untuk menempatkan kontainer atau menurunkan muatan dari kapal.

12. Crane Terapung

Crane terapung digunakan dalam proyek konstruksi jembatan atau pekerjaan di pelabuhan. Selain itu, alat ini juga digunakan untuk memuat dan menurunkan muatan kapal. Dengan kapasitas angkat yang besar hingga 9000 ton, crane ini juga dapat digunakan untuk mengangkat kapal laut yang tenggelam di air.

Komponen Dasar Crane

Ada berbagai jenis crane yang memiliki bentuk, desain, dan fungsi yang berbeda-beda. Namun, ada beberapa komponen dasar yang dimiliki setiap jenis crane, yaitu sebagai berikut:

1. Boom

Boom adalah bagian crane yang paling mudah dikenali karena bentuknya menyerupai lengan panjang. Komponen ini memiliki berbagai peran tergantung pada jenis derek dan bagaimana alat ini dibentuk. Mereka dapat bekerja tanpa jib dan terkadang merupakan komponen utama pada crane. Tujuan utama dari boom adalah untuk mengangkat, memindahkan, dan memposisikan material. Mereka menanggung sebagian besar beban dan bertanggung jawab untuk menentukan jangkauan derek.

2. Counterweights (Penyeimbang)

Nama “counterweight” atau “penyeimbang” mencerminkan tujuannya yang utama, yaitu untuk melawan atau menyeimbangkan beban yang ada di bagian depan saat crane mengangkat material. Komponen ini membantu meningkatkan stabilitas alat berat dan umumnya meningkatkan kestabilan. Banyak derek memiliki penyeimbang yang dapat disesuaikan sesuai dengan persyaratan khusus beban atau pekerjaan tertentu. Pada tower crane, misalnya, counterweight terlihat pada ujung jib yang lain.

3. Hook (Kail)

Sebuah crane harus memiliki hook atau kail agar dapat membawa muatan. Ada beberapa cara untuk mendekatkan beban ke crane, tetapi cara yang paling umum adalah melalui kail. Hook pengangkat pada crane biasanya dilengkapi dengan kait pengaman untuk mencegah material terlepas dari kail selama proses pengangkatan. Hook untuk derek dan beban tugas berat biasanya dibuat dari baja atau besi tempa. Hook ini seringkali mengalami perlakuan panas dan penempaan untuk membuat kail sekuat mungkin.

4. Jib (Lengan Penopang)

Jib crane adalah struktur berbentuk jaring yang melekat pada ujung boom. Penggunaannya dapat membantu mengurangi beban yang ditambahkan pada bagian depan boom. Panjangnya tetap dan tidak dapat diperpanjang atau ditarik kembali seperti kaleng boom. Beberapa versi crane mobile memiliki jib yang dipasang di ujung boom untuk membantu memindahkan dan mengangkat material. Jib atau lengan penopang memiliki satu tujuan utama, yaitu untuk menjauhkan material dari penyangga utama agar tidak bersentuhan saat dipindahkan. Oleh karena itu, jib tidak selalu diperlukan dan sering dianggap sebagai tambahan yang dapat digunakan sesuai kebutuhan.

Baca Juga :   Pengertian Wheel Loader: Fungsi dan Cara Kerjanya

5. Outriggers (Cadik Pendukung)

Komponen ini mungkin merupakan salah satu faktor terpenting dalam hal keselamatan crane. Fungsi outriggers adalah memberikan dukungan tambahan. Tujuan dari outriggers adalah mendistribusikan beban crane ke area yang cukup luas sehingga crane itu sendiri tidak terbalik atau menjadi tidak stabil. Semua outrigger harus memenuhi atau melebihi persyaratan berat crane atau pekerjaan. Outrigger tidak dapat mengkompensasi tanah yang tidak stabil. OSHA (Occupational Safety and Health Administration) mensyaratkan crane untuk dipasang di tanah yang kuat, dikeringkan, dan dinilai cukup kokoh. Cadik pendukung ini dimaksudkan untuk digunakan bersamaan dengan tanah yang sesuai dan tidak dapat menggantikan tanah yang tidak stabil.

6. Reinforced-Steel Cable (Kabel Baja Bertulang)

Agar crane dapat mengangkat dan memindahkan material, mereka memerlukan semacam garis atau tali untuk melakukan pengangkatan sebenarnya. Komponen yang dapat melakukan hal ini adalah kabel baja bertulang. Tali baja pertama kali digunakan untuk mengoperasikan kerekan pada tahun 1830-an. Kabel yang digunakan saat ini diperkuat, tahan terhadap korosi, mampu menahan gerakan atau gaya apa pun, dan memiliki titik putus yang sangat tinggi.

7. Rotex Gear (Roda Gigi Rotex)

Roda gigi Rotex adalah mekanisme di bawah kabin crane yang memungkinkan kabin dan boom berputar ke kiri dan ke kanan. Ini adalah gerakan yang sederhana tetapi sangat penting untuk fungsi mesin ini.

Baca Juga :

Penutup

Dalam perjalanan kita memahami dunia konstruksi dan teknik, crane atau yang dikenal dengan alat pengangkat ini memegang peranan penting dalam pembangunan infrastruktur skala besar.

“Apa itu crane?” bukan hanya sekedar pertanyaan tentang fungsi dan bentuknya, melainkan juga pemahaman tentang bagaimana teknologi ini mengubah wajah peradaban manusia.

Melalui crane, kita bisa menyaksikan bagaimana mimpi-mimpi arsitektural menjadi kenyataan dan bagaimana manusia mampu menantang batas kemampuannya untuk menciptakan struktur-struktur megah yang berdiri tegak di bumi ini.

Sebagai penutup artikel finoo.id, mari kita hargai setiap inovasi dan teknologi seperti crane yang terus mendorong kita maju, membentuk masa depan yang lebih cerah dan monumental.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *