Mengenal Tower Crane

Mengenal Tower Crane: Fungsi, Jenis dan Cara Kerjanya Lengkap

Posted on

Finoo.id – Mengenal Tower Crane: Fungsi, Jenis dan Cara Kerjanya Lengkap. Ingin tahu tentang apa yang disebut sebagai tower crane? Tower crane merupakan sebuah perangkat pengangkat beban yang dirancang untuk mempermudah pekerjaan konstruksi pada bangunan tinggi. Dengan jangkauan luas dan ketinggian yang dapat disesuaikan sesuai dengan bangunan yang sedang dibangun, tower crane memungkinkan pengangkatan dan pemindahan material menjadi lebih lancar.

Tower crane memiliki kemampuan untuk menyesuaikan ketinggian hingga lebih dari 100 meter. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika perangkat berat ini memainkan peran yang sangat penting dalam pembangunan gedung-gedung tinggi. Tanpa keberadaan tower crane, proses konstruksi bangunan tinggi akan menjadi sulit, karena untuk mengangkat material ke bagian atas bangunan yang tinggi, diperlukan perangkat yang juga memiliki ketinggian yang sesuai dengan gedung.

Jadi, sudahkah kalian memahami apa itu tower crane? Pada dasarnya, tower crane merupakan alat berat yang digunakan untuk mengangkat dan memindahkan material atau peralatan lainnya dengan jangkauan luas dan ketinggian hingga 100 meter.

Apa Itu Tower Crane?

Tower Crane merupakan perangkat yang berfungsi untuk mengangkat dan memindahkan material, beroprasi dengan prinsip tali (Chudley, 2004).

Tower Crane juga termasuk dalam kategori alat berat yang berperan dalam mengangkat dan memindahkan material, baik dalam arah horizontal maupun vertikal.

Secara umum, Tower Crane sering digunakan dalam kegiatan seperti pengangkutan tulangan, pasir, batu bata, rangka atap baja, komponen listrik, bekisting, panel dinding pra-cetak, proses pengecoran, dan pekerjaan mekanikal.

Pengoperasian Crane termasuk dalam kategori alat berat yang memerlukan kewaspadaan yang tinggi dan umumnya terbuat dari bahan baja berkualitas. Hal ini menjadikan Crane memiliki kekokohan dan daya tahan yang luar biasa.

Fungsi Tower Crane

Tower Crane memiliki kemampuan untuk mengangkat berbagai jenis material. Dalam proyek konstruksi bangunan bertingkat, material seperti besi beton dan multiplex dapat dipindahkan menggunakan alat ini.

Selain itu, alat ini dapat berfungsi sebagai sarana untuk melakukan pengecoran balok, kolam, atau pelat lantai. Dalam proyek-proyek semacam ini, penggunaan crane harus dilaksanakan dengan cermat agar beton yang dicor bisa ditempatkan dengan akurat.

Baca Juga :   √ Pengertian Motor Grader: Fungsi, Komponen dan Cara Kerjanya

Ketika manajer proyek merencanakan jadwal pemindahan material, bahan-bahan tersebut telah ditempatkan di lokasi yang ditentukan sebelumnya. Kemudian, operator akan menjalankan crane sesuai dengan jadwal yang telah disusun.

Para operator harus melakukan operasi alat berat ini sesuai dengan instruksi dari manajer proyek. Tugas mereka melibatkan membawa material ke lokasi yang diinginkan (melalui pergerakan berputar dan bergerak), menyesuaikan posisi muatan (pergerakan horizontal), mengangkat muatan (proses pengangkatan), dan menjaga agar material yang diangkut tetap stabil di udara.

Kapasitas muatan alat ini memiliki batasan berdasarkan faktor-faktor tertentu untuk beban maksimum yang dapat diangkat. Apabila muatan yang diangkut melebihi batasannya, akan timbul risiko terjungkirnya crane.

Cara Kerja Tower Crane

Cara kerja perangkat ini didasarkan pada prinsip penggunaan tali untuk mengatur penurunan muatan atau material ke lokasi yang ditentukan.

Bagian puncak tiang dari perangkat ini terdiri dari winch dan boom yang dapat berputar, yang berperan dalam menarik material atau muatan ke arah bawah atau atas.

Bagian Tower Crane

Dalam pelaksanaannya, komponen tower crane terbagi menjadi tujuh bagian, yakni

1. Base station

Tower crane adalah tipe crane yang memerlukan pondasi ketika beroperasi. Pondasi ini dibuat melalui proses pengecoran menggunakan semen dengan kedalaman lubang yang telah ditetapkan sebelumnya. Bagian dasar yang disebut base station terdiri dari 4 kaki penopang yang ditanam dan dicor.

Keberadaan pondasi yang kuat memiliki signifikansi yang besar, karena hal ini akan memengaruhi tingkat kekokohan tower crane tersebut.

2. Mast Section

Setelah pondasi diletakkan, langkah berikutnya adalah memasang bagian tiang tower crane. Mast section merupakan gabungan beberapa komponen yang membentuk tiang dari tower crane.

3. Slewing

Beberapa komponen bagian atas pada Tower crane memiliki kemampuan berputar sepenuhnya hingga 360 derajat di sekitar porosnya. Fungsi ini dimungkinkan oleh adanya mekanisme putar (slewing) yang terpasang di atas bagian tiang (mast section). Pengendalian putaran ini dilakukan melalui pegangan yang terletak di dalam kabin kontrol.

4. Counter Jib

Gunanya counter jib pada tower crane adalah untuk mengimbangi berat bagian jib (boom) dengan menggunakan imbangan berat (counter weight) yang telah dipasang. Bagian ini memungkinkan agar tower crane dan tie bar dapat bergerak dengan keseimbangan. Penentuan massa counter jib telah melalui proses perhitungan dan perencanaan yang teliti.

5. Jib

Jib terbentuk dari komponen motor trolley, hoist, dan crane. Jib crane merupakan bagian yang berfungsi sebagai tempat untuk memasang motor trolley dan hoist. Ini berupa rel dengan hoist crane terhubung sebagai alat untuk mengangkat beban. Bagian jib dibedakan menjadi dua jenis, yaitu saddle dan luffing. Berikut penjelasannya:

Baca Juga :   Biaya Kursus Alat Berat Bisa Langsung Kerja Terbaru

  • Saddle Jib
    Saddle jib merupakan tipe jib dengan sudut pemasangan 90° pada tiang.
  • Luffing Jib
    Luffing jib adalah jenis jib yang dipasang dengan sudut >90° saat dalam proses pemasangan.

6. Tower top

Bagian puncak tower pada tower crane terdiri dari kabin kontrol dan kepala CAD. Inilah tempat dimana operator crane mengontrol dan mengoperasikan tower crane. Agar dapat mencapai bagian ini, pekerja harus mendaki tangga untuk mencapai kabin kontrol. Setelah itu, semua pergerakan tower crane dikendalikan dari kabin tersebut. Di dalam kabin kontrol terdapat kursi, tombol-tombol, dan dua pegangan dengan fungsi yang berbeda, yaitu:

  • Mengendalikan penurunan dan pengangkatan hoist.
  • Menggerakkan motor trolley maju atau mundur.
  • Memutar motor slewing.

Jenis-Jenis Tower Crane

Apakah kalian tahu bahwa perangkat berat ini juga memiliki beragam jenis? Jika belum, mari simak penjelasannya di bawah ini:

1. Free Standing Tower Crane

Crane jenis ini didirikan di luar bangunan tanpa keterikatan pada struktur bangunan. Keunggulan penggunaannya terletak pada kecepatan proses pemasangan dan pembongkaran.

Badan alat ini berdiri dan ditempatkan di atas pondasi yang telah direncanakan. Meskipun demikian, penggunaannya terbatas pada ketinggian maksimal 100 meter.

2. Tied-in Tower Crane

Apabila konstruksi bangunan mencapai ketinggian di atas 100 meter, perangkat ini wajib diikatkan pada struktur bangunan itu sendiri. Proses pengikatan ini melibatkan penggunaan besi baja pada tingkat tertentu.

Proses pengikatan ini bermanfaat untuk mengurangi panjang tekukan dari perangkat tersebut. Biasanya hal ini diperlukan untuk mengatasi dampak angin atau tekanan angin yang mempengaruhi struktur crane.

Cara Memilih Spesifikasi Tower Crane

Ketika digunakan, seringkali alat ini mengalami masalah yang dapat mengakibatkan penurunan produktivitasnya. Oleh karena itu, sangat penting untuk berhati-hati dalam memilih perangkat berat ini.

Pada dasarnya, sulit untuk mendapatkan perangkat ini dalam kondisi yang sempurna 100%. Meskipun begitu, ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan saat memilih perangkat ini. Beberapa di antaranya adalah:

  • Teliti spesifikasi perangkat secara menyeluruh, termasuk kapasitas beban maksimum yang dapat dijangkau oleh jib.
  • Pertimbangkan kondisi proyek secara keseluruhan, termasuk luas area, ketinggian bangunan, karakteristik material yang akan diangkat, dan luas bangunan yang akan dibangun.

Ketentuan Mengangkat Muatan Crane

Tidak hanya pertimbangan dalam memilih tower crane yang harus diambil, tetapi penggunaan alat ini juga harus dilakukan dengan benar. Dengan cara ini, manfaat alat ini dapat dimaksimalkan secara efektif.

Baca Juga :   √ Apa Itu Front Shovel? Fungsi dan Cara Mengoprasikanya

Berat dan dimensi muatan yang diangkut harus mematuhi peraturan yang berlaku. Berikut beberapa faktor yang perlu diperhatikan untuk memastikan pengangkatan muatan sesuai prosedur:

  • Dampak beban atau tekanan angin di sekitar lokasi proyek terhadap crane.
  • Kecepatan dalam proses pemindahan muatan atau material.
  • Osilasi beban saat muatan atau material dipindahkan.
  • Kemampuan alat untuk menerapkan pengereman pada mesin saat bergerak.

Tata Letak Efektif untuk Tower Crane

Penentuan tata letak alat berat ini perlu dilakukan dengan cermat. Hal ini bertujuan untuk mencapai susunan alat yang paling efisien, sehingga kenyamanan dan keamanan para pekerja dapat terjamin.

Berikut adalah tata letak yang paling efektif untuk alat berat crane:

  • Tempatkan alat ini sedemikian rupa sehingga mencakup seluruh area bangunan yang akan dikerjakan.
  • Pilih lokasi yang memiliki lahan luas minimal 10 meter dan akses jalan yang cukup untuk keluar masuk.
  • Hindari mendirikan alat ini di atas fasilitas lain seperti tangki penyimpanan atau septic tank.

Sementara itu, berikut adalah tata letak yang sebaiknya dihindari saat menggunakan alat ini:

  1. Penempatan alat yang tidak dapat mencakup seluruh area bangunan.
  2. Lokasi penempatan yang tidak memperhitungkan ruang untuk kendaraan pengangkut material, yang dapat mengganggu kelancaran operasional.
  3. Penempatan alat berat tanpa mempertimbangkan posisi material yang dapat mengakibatkan kinerja alat menjadi kurang efisien.

Baca Juga :

Penutup

Memahami aspek teknis dan fungsional dari Tower Crane merupakan langkah penting dalam dunia konstruksi. Tower Crane tidak hanya menjadi simbol kemajuan infrastruktur, namun juga refleksi dari inovasi dan efisiensi dalam dunia bangunan.

Semakin kita mengenal Tower Crane, semakin kita menghargai peran pentingnya dalam membentuk cakrawala kota-kota modern kita. Keselamatan, ketepatan, dan kekalianlan yang ditawarkannya menjadikannya tulang punggung industri konstruksi.

Dengan mengetahui lebih dalam tentang Tower Crane, kita bisa lebih menghargai setiap pencapaian monumental dalam arsitektur dan teknik sipil.

Demikianlah artikel finoo.id yang membahas tentang Mengenal Tower Crane: Fungsi, Jenis dan Cara Kerjanya Lengkap. Semoga artikel kami dapat bermafaat dan terimakasih telah membaca artikel kami.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *