Apa Itu Megger

√ Apa Itu Megger? Fungsi, Bagian & Cara Menggunakan

Posted on

Finoo.id – √ Apa Itu Megger? Fungsi, Bagian & Cara Menggunakan. Umumnya, sebelum penggunaan instalasi listrik, dilakukan pengujian menggunakan alat bernama Megger. Apa itu Megger? Dan apa fungsi dari uji Megger?

Definisi dan fungsi alat Megger akan dibahas dalam artikel ini, termasuk prosedur pengujian instalasi kelistrikan agar tidak terjadi kesalahan. Cari tahu mengenai Megger, fungsinya, proses pengujian, dan prinsip kerjanya di bawah ini:

Apa Itu Megger?

Megger merupakan kependekan dari Mega Ohm Meter. Selain itu, Mega Ohm Meter juga dikenal sebagai megger insulation tester. Fungsinya adalah untuk memeriksa nilai resistansi insulasi pada instalasi atau perangkat tertentu.

Alat uji megger terdiri dari hand dynamo dan Mega Ohm Meter. Alat uji megger dapat menguji tegangan sebesar 250-1000 volt. Stkalianr uji megger atau nilai isolasi yang optimal untuk setiap instalasi listrik adalah 1.000 kali tegangan kerja peralatan yang diukur.

Jika nilai tersebut lebih rendah, itu menkaliankan bahwa kualitas isolasi tidak memenuhi stkalianr uji megger, yang berarti kondisi tersebut kurang baik. Salah satu alat uji megger yang umum digunakan adalah megger tester Kyoritsu. Harga dari alat uji megger juga bervariasi, mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah.

Alat megger sendiri memiliki tegangan tinggi dengan arus searah. Tegangannya berkisar antara 500 hingga 10.000 volt. Sebelum digunakan, tegangan tersebut harus disesuaikan dengan tegangan kerja peralatan atau instalasi yang akan diuji.

Fungsi Megger

Fungsi utama dari Megger tentu saja adalah untuk menguji tahanan isolasi pada motor listrik atau generator yang akan dioperasikan. Namun, peran Megger tidak hanya terbatas pada itu. Alat ini juga memiliki kegunaan penting dalam melakukan pengukuran tahanan isolasi pada berbagai peralatan kelistrikan dan instalasi listrik.

Dalam praktiknya, Megger dapat diterapkan untuk mengukur tahanan isolasi pada berbagai komponen dan sistem listrik. Contoh alat dan instalasi listrik yang sering diuji menggunakan Megger antara lain adalah kabel, Oil Circuit Breaker (OCB), transformator, jaringan Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM), dan lain sebagainya. Penggunaan Megger pada berbagai perangkat ini memungkinkan untuk menilai kualitas isolasi dan mengidentifikasi potensi masalah yang dapat timbul pada peralatan atau instalasi tersebut.

Sebagai pedoman stkalianr, nilai minimum tahanan isolasi yang diinginkan adalah setidaknya 1000 kali tegangan kerja peralatan atau instalasi yang diukur. Hal ini penting untuk memastikan bahwa tingkat isolasi mencukupi untuk mencegah kebocoran arus listrik yang tidak diinginkan dan menjaga kinerja peralatan listrik dalam kondisi optimal. Dengan demikian, Megger tidak hanya menjadi alat uji yang vital untuk motor dan generator, tetapi juga menjadi perangkat yang tak tergantikan dalam pemeliharaan dan evaluasi keseluruhan kekalianlan sistem kelistrikan.

Baca Juga :   √ Apa Itu Meteran Laser Digital? Fungsi dan Cara Menggunakanya

Alasan Kenapa Megger Test Dilakukan

Megger test dilakukan dengan alasan yang sangat berarti. Proses pengujian menggunakan Megger memberikan informasi kepada pengguna mengenai kemungkinan terjadinya kebocoran arus akibat berbagai kerusakan, seperti kerusakan pada belitan, dampak kelembaban, dan faktor lainnya. Megger test khususnya digunakan untuk mengevaluasi ketahanan isolasi.

Alasan utama di balik perlunya Megger test adalah potensi penurunan kualitas ketahanan isolasi pada sistem atau instalasi kelistrikan seiring berjalannya waktu. Faktor-faktor seperti tegangan, dampak mekanik, serta kondisi lingkungan seperti suhu, kelembaban, dan keberadaan debu atau kotoran halus dapat menyebabkan degradasi isolasi.

Dengan melakukan Megger test secara berkala, dapat mencegah atau memitigasi penurunan kualitas isolasi tersebut. Ini menjadi langkah proaktif untuk memastikan bahwa peralatan elektronik dan instalasi listrik tetap berkinerja optimal dalam jangka waktu yang panjang.

Selain itu, Megger test juga penting untuk mengurangi risiko kerusakan yang dapat menyebabkan kebakaran pada alat. Pada kondisi tertentu, instalasi atau peralatan listrik dapat terkena panas dengan suhu tinggi, sehingga dapat menyebabkan pelelehan bahan. Hal ini dapat terjadi pada berbagai bagian, termasuk komponen internal atau bahkan sistem insulasi.

Jika bagian tertentu meleleh, dapat menyebabkan hambatan terhadap aliran arus listrik, memicu peningkatan panas yang berpotensi menyebabkan kebakaran. Oleh karena itu, Megger test menjadi suatu langkah preventif yang sangat penting untuk memastikan keamanan dan kinerja optimal sistem kelistrikan.

Prinsip Kerja Megger

Prinsip kerja antara Megger tipe tangan dan tipe elektronik memiliki perbedaan, yakni:

1. Megger Tipe Tangan

Tegangan yang digunakan dalam proses pengujian dihasilkan oleh alat Megger. Alat ini dioperasikan secara manual dengan memutar engkol menggunakan tangan. Pada jenis Megger yang ditenagai tangan, sumber daya untuk penguji elektronik berasal dari baterai.

Tegangan sebesar 500 Volt sudah cukup untuk pengujian peralatan kelistrikan dengan tegangan hingga 440 Volt. Sementara itu, tegangan 1000 V ke atas lebih sesuai untuk pengujian pada peralatan kelistrikan dengan tegangan tinggi.

Kumparan arus atau kumparan pembelok dihubungkan dalam rangkaian seri, memungkinkan arus listrik dari sistem kelistrikan yang sedang diuji untuk mengalir. Selain kumparan tersebut, terdapat juga kumparan kontrol atau kumparan tekanan yang terhubung dengan sirkuit.

PCR (Polarization Cell Resistance) dan CCR (Current Coil Resistance) dihubungkan secara seri dengan kumparan kontrol dan kumparan arus untuk melindungi sistem dari kerusakan jika resistansi pada sirkuit eksternal sangat rendah.

Pada Megger tipe tangan, prinsip kerjanya memanfaatkan efek induksi elektromagnetik untuk menciptakan tegangan uji atau reaksi pada jangkar. Tegangan ini diatur sedemikian rupa agar bergerak dalam medan magnet yang bersifat permanen atau sementara.

Baca Juga :   √ Apa Itu Earth Tester? Fungsi, Komponen dan Cara Kerjanya

2. Megger Tipe Elektronik

Pada uji yang menggunakan Megger tipe elektronik, baterai yang terpasang dimanfaatkan untuk menghasilkan tegangan pengujian. Ketika tegangan meningkat pada sirkuit eksternal, defleksi penunjuk akan bertambah dan berkurang seiring dengan peningkatan arus.

Oleh karena itu, torsi yang dihasilkan akan berbanding lurus dan berbanding terbalik dengan tegangan dan arus. Ketika rangkaian kelistrikan yang sedang diuji dalam keadaan terbuka, torsi yang dihasilkan oleh kumparan tegangan mencapai maksimum, dan informasi yang diberikan menunjukkan angka yang tidak terhingga.

Situasi ini mengindikasikan bahwa tidak ada hambatan dalam rangkaian dan resistansi maksimum tercapai. Sebaliknya, jika informasi menunjukkan angka ‘0’, itu berarti tidak ada resistansi yang terdeteksi dalam rangkaian tersebut.

Standard Pengujian

Dalam melakukan pengujian Megger, terdapat tahapan penting yang tidak boleh diabaikan, sesuai dengan stkalianr pengujian Megger.

1. Megger Test

Prosedur Megger test harus dijalankan dengan teliti, dan berikut adalah tahapan-tahapan yang tidak boleh dilewatkan:

  • Pastikan Peralatan atau Instalasi Uji Bebas dari Tegangan AC/DC:
    Sebelum memulai pengujian, pastikan bahwa peralatan atau instalasi yang akan diuji benar-benar tidak terhubung dengan tegangan AC/DC. Hal ini sangat penting untuk menjaga keamanan selama proses pengukuran.
  • Cek Mechanical Zero dan Electrical Zero:
    Periksa bahwa settingan mechanical zero dan electrical zero pada Megger sudah benar. Hal ini penting untuk memastikan akurasi dan kehkalianlan hasil pengukuran.
  • Pasang Kabel ke Alat Uji:
    Sambungkan kabel pengukur Megger ke peralatan atau instalasi yang akan diuji dengan teliti. Pastikan koneksi kuat dan aman agar pengukuran dapat dilakukan dengan tepat.
  • Atur Tegangan Ukur:
    Tentukan tegangan uji yang sesuai dengan karakteristik peralatan atau instalasi yang diuji. Penyesuaian tegangan ukur ini perlu dilakukan dengan hati-hati untuk mendapatkan hasil yang akurat.
  • Nyalakan Megger dan Mulai Pengujian:
    Hidupkan Megger dan mulailah proses pengujian. Pantau pergerakan jarum pada skala pengukuran Megger selama pengujian berlangsung.
  • Perhatikan Pergerakan Jarum:
    Jika jarum bergerak dari skala 1 dan berpindah menuju skala 2, lalu hasilnya tetap stabil dan terus berpindah ke skala-skala berikutnya, tunggulah selama 30-60 detik sampai jarum berhenti bergerak. Hal ini memastikan bahwa pengukuran stabil dan dapat dikalianlkan.

Menjalankan prosedur Megger test dengan cermat dan mematuhi langkah-langkah tersebut akan memastikan bahwa hasil pengujian isolasi yang diperoleh akurat dan dapat dikalianlkan.

2. Electrical Zero

Electrical zero adalah tahapan kritis dalam pengecekan alat listrik yang melibatkan serangkaian langkah-langkah untuk memastikan akurasi dan kehkalianlan Megger. Berikut adalah prosedur tahapan electrical zero:

  • Pasang Kabel Uji ke Terminal 1 dan 3 Megger:
    Sambungkan kabel uji dari Megger ke terminal 1 dan 3 dengan cermat. Pastikan koneksi kuat dan aman agar hasil pengukuran nantinya tidak terpengaruh oleh masalah kabel.
  • Atur Saklar Pemilih ke Posisi 500:
    Atur saklar pemilih pada Megger ke posisi 500. Penyesuaian ini penting untuk mengatur parameter pengukuran dan memastikan bahwa Megger siap untuk melakukan pengujian pada rentang tegangan yang diinginkan.
  • Atur Saklar Pemilih Skala ke Skala 1:
    Setel saklar pemilih skala pada Megger ke skala 1. Langkah ini diperlukan untuk menyesuaikan tingkat sensitivitas dan akurasi pada skala pengukuran Megger.
  • Nyalakan Megger, dan Jarum Harus Tepat di Angka 0:
    Hidupkan Megger dan amati pergerakan jarum. Pada tahap ini, jarum Megger seharusnya tepat berada di angka 0. Jika jarum tidak tepat di angka 0, perlu dilakukan penyesuaian untuk memastikan keakuratan alat.
  • Matikan Megger, Lalu Nyalakan Lagi untuk Mengulang Electrical Zero:
    Setelah pengukuran electrical zero pertama, matikan Megger dan nyalakan kembali untuk mengulang langkah ini. Proses ini membantu memastikan bahwa jarum tetap berada pada angka 0 dan tidak ada penyimpangan.
  • Jika Hasilnya Sama (Tetap di Angka 0), Bisa Dilakukan Megger Test:
    Jika pada pengulangan electrical zero hasilnya tetap konsisten di angka 0, ini menkaliankan bahwa Megger telah di-kalibrasi dengan baik. Dengan demikian, Megger dapat digunakan untuk melakukan pengujian isolasi dengan hasil yang dapat dikalianlkan.
Baca Juga :   √ Apa Itu Anemometer? Fungsi, Bagian, Jenis, Cara Kerja & Gambar

Melalui tahapan electrical zero ini, memastikan bahwa Megger berfungsi dengan benar dan siap untuk memberikan hasil pengukuran yang akurat selama proses megger test berikutnya.

BACA JUGA :

Penutup

Dalam keseluruhan, kita telah menjelajahi dunia Megger dan merinci apa itu Megger beserta fungsi, prinsip kerja, dan langkah-langkah penggunaannya.

Megger, sebagai alat uji isolasi yang hkalianl, memberikan kemampuan untuk mengidentifikasi potensi masalah pada peralatan dan instalasi listrik. Dengan mengetahui nilai resistansi isolasi, kita dapat memastikan kekalianlan dan keamanan sistem kelistrikan.

Seiring berjalannya waktu, Megger tetap menjadi alat yang tak tergantikan dalam pemeliharaan peralatan listrik.

Dengan kemampuannya untuk menguji tahanan isolasi dan mengidentifikasi masalah potensial, Megger berperan krusial dalam menjaga kualitas dan keamanan instalasi listrik.

Dengan demikian, menjawab pertanyaan, “Apa Itu Megger?” membuka pintu wawasan tentang peran pentingnya dalam industri kelistrikan modern.

Demikianlah artikel finoo.id yang membahas tentang √ Apa Itu Megger? Fungsi, Bagian & Cara Menggunakan. Semoga artikel kami dapat bermanfaat dan terimakasih telah membaca aritkel ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *