Fungsi Delivery Valve

√ Fungsi Delivery Valve Pada Mesin Diesel & Cara Kerjanya

Posted on

Finoo.id – √ Fungsi Delivery Valve Pada Mesin Diesel & Cara Kerjanya. Mesin diesel merupakan suatu prestasi teknik yang mengubah energi bahan bakar menjadi gerakan mekanis. Di dalamnya, terdapat berbagai komponen yang bekerja sama untuk memastikan bahwa proses pembakaran berlangsung secara efisien. Salah satu komponen kunci yang perlu diperhatikan adalah delivery valve.

Dalam artikel ini, Finoo.id akan membahas peran penting yang dimainkan oleh delivery valve dalam mesin diesel. Dengan pemahaman yang baik tentang fungsi valve ini, kalian akan mampu memaksimalkan kinerja mesin kalian. Mari kita awali dengan memahami dasar-dasar penting dari mesin diesel kalian.

Apa Itu Delivery Valve

Delivery valve, yang juga dikenal sebagai katup delivery, merupakan salah satu elemen dari pompa injeksi. Fungsi dari delivery valve adalah untuk menghentikan aliran balik dan mengontrol sisa tekanan bahan bakar. Hal ini bertujuan agar tidak ada kekurangan pasokan bahan bakar dalam langkah injeksi berikutnya.

Delivery valve terletak di antara ruang pengiriman (delivery chamber) dan pipa injeksi. Delivery valve membatasi ruang antara kedua elemen tersebut. Di bagian luar, terdapat mur yang berguna untuk menghubungkan dengan pipa injeksi. Di dalamnya, terdapat delivery valve dan pegas agar delivery valve dapat berfungsi sebagaimana mestinya.

Oleh karena itu, delivery valve memiliki peran yang sangat penting. Cara kerja delivery valve sebenarnya sangat sederhana. Delivery valve berfungsi seperti katup. Ketika bahan bakar terkompresi oleh plunger, tekanan bahan bakar ini akan mendorong delivery valve untuk mengatasi tekanan pegas. Akibatnya, bahan bakar akan masuk ke pipa injeksi dan siap untuk diinjeksikan.

Jika pompa injeksi tidak dilengkapi dengan delivery valve, saat plunger bergerak dari titik mati bawah ke titik mati atas karena tekanan dari cam atau nok, bahan bakar akan menerima tekanan dan mengalir ke nozzle injektor. Tetapi ketika plunger bergerak dari titik mati atas ke titik mati bawah karena itu sisa bahan bakar akan terhisap kembali ke ruang pengiriman. Jika hal ini terjadi, dalam langkah injeksi berikutnya tidak akan ada bahan bakar yang siap untuk diinjeksikan.

Baca Juga :   √ Rekomendasi Merk Kunci Shock Terbaik dan Tips Memilihnya

Penting untuk memahami peranan penting katup delivery atau delivery valve. Artikel berikutnya akan membahas lebih lanjut mengenai fungsi dan cara kerja delivery valve untuk pemahaman yang lebih mendalam.

Fungsi Delivery Valve

Fungsi utama delivery valve adalah mencegah aliran balik dan mengontrol tekanan sisa dari bahan bakar. Meskipun begitu, delivery valve juga memiliki berbagai fungsi lainnya. Untuk pemahaman lebih lanjut, berikut adalah pembahasan mengenai fungsi delivery valve.

1. Mencegah aliran balik bahan bakar

Fungsi delivery valve adalah mencegah terjadinya aliran balik bahan bakar. Ketika bahan bakar telah memasuki ruang pengiriman (delivery chamber) dan ditekan oleh plunger, tekanan ini membuat bahan bakar memiliki daya untuk mengatasi tekanan pegas pada delivery valve. Akibatnya, katup akan terbuka dan bahan bakar dialirkan ke pipa injeksi. Namun, ketika plunger bergerak ke bawah, tanpa adanya katup yang mengatur aliran bahan bakar, bahan bakar dapat mengalir kembali ke ruang delivery valve. Oleh karena itu, keberadaan delivery valve sangat penting untuk mencegah terjadinya aliran balik tersebut.

2. Mengatur tekanan sisa bahan bakar

Fungsi delivery valve adalah mengatur tekanan sisa bahan bakar. Setelah proses penginjeksian selesai, biasanya masih ada sisa bahan bakar di saluran injection pipe. Jika tekanan sisa bahan bakar tidak diatur dengan baik, proses penginjeksian tidak akan berhenti sesuai dengan timing yang tepat. Hal ini dapat menimbulkan berbagai masalah dalam proses pembakaran pada mesin diesel.

3. Mencegah terjadinya tetesan pada ujung injector nozzle

Fungsi delivery valve adalah mencegah terjadinya tetesan pada ujung injector nozzle. Jika tekanan sisa bahan bakar tidak diatur dengan baik, kemungkinan akan muncul tetesan pada ujung injector nozzle. Kejadian ini dapat menyebabkan proses pembakaran menjadi tidak tepat.

4. Mencegah terjadinya secondary injection

Fungsi delivery valve adalah mencegah terjadinya secondary injection. Sebagaimana fungsi delivery valve pada poin sebelumnya, jika terjadi tetesan pada ujung injector nozzle, pembakaran tidak akan sesuai dengan timing yang seharusnya. Dampaknya bisa berupa detonasi atau knocking, yang dapat mengakibatkan kerusakan pada berbagai komponen mesin.

Baca Juga :   √ Apa Itu Fastener? Fungsi, Jenis, dan Cara Memilihnya

5. Mencegah terjadinya keterlambatan suplai bahan bakar saat proses penginjeksian

Fungsi delivery valve adalah mencegah terjadinya keterlambatan suplai bahan bakar saat proses penginjeksian berlangsung. Saat terjadi proses penginjeksian, plunger akan mendorong dan mengkompres bahan bakar menuju katup delivery valve ke injection pipe. Jika tidak ada tekanan sisa bahan bakar di injection pipe, waktu akan dibutuhkan untuk mengalirkan bahan bakar bertekanan ke injector nozzle. Akibatnya, terjadi keterlambatan suplai bahan bakar saat proses penginjeksian berlangsung. Oleh karena itu, keberadaan delivery valve diperlukan untuk mengatur tekanan sisa bahan bakar demi kelancaran proses penginjeksian berikutnya.

Cara Kerja Delivery Valve

Cara kerja delivery valve sangat sederhana. Sesuai dengan namanya, delivery valve beroperasi sebagai katup yang mengatur pelepasan bahan bakar yang telah dipadatkan oleh plunger. Fungsi ini sesuai dengan penjelasan tentang fungsi delivery valve. Untuk lebih memperjelasnya, berikut adalah pembahasan mengenai cara kerja delivery valve.

1. Saat Plunger bergerak dari TMA Ke TMB

Bahan bakar disedot oleh feed pump agar dapat memasuki pompa injeksi. Saat plunger bergerak dari titik mati atas ke titik mati bawah, bahan bakar diserap ke dalam delivery chamber karena terjadi kevakuman. Gerakan ini berlangsung ketika cam menekan tapped roller, sehingga dorongan tersebut akan meneruskan pergerakan plunger dari titik mati bawah ke titik mati atas.

Dorongan dari plunger menyebabkan bahan bakar menjadi terkompres. Tekanan ini digunakan untuk mengangkat delivery valve dan mengatasi tekanan spring atau pegas delivery valve. Akibatnya, bahan bakar akan masuk dan mengalir ke dalam delivery pipe yang selanjutnya akan diinjeksikan melalui injector nozzle.

Ketika plunger bergerak dari titik mati atas ke titik mati bawah, bahan bakar tidak dapat mengangkat dan mengatasi tekanan pegas delivery valve. Sehingga delivery valve akan dipindahkan oleh katup dan kembali menutup ke posisi awal. Sisa bahan bakar yang ada di dalam delivery pipe akan tetap terjaga dan akan digunakan untuk proses penginjeksian berikutnya. Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya aliran balik bahan bakar bertekanan di dalam delivery chamber, sehingga pasokan bahan bakar tidak tertinggal saat diperlukan dalam proses injeksi.

2. Akhir Penekanan

Selain itu, delivery valve akan mengontrol penekanan sisa bahan bakar yang masih ada dalam delivery pipe. Pada akhir proses injeksi, terjadi retraction piston untuk menutup lubang pada valve seat. Tekanan sisa bahan bakar akan menekan kembali delivery valve ke posisi awalnya. Gerakan delivery valve ini akan menarik bahan bakar ke dalamnya untuk mengatur penekanan sisa bahan bakar setelah proses penginjeksian selesai.

Baca Juga :   Pengertian Dial Indicator: Fungsi, Bagian dan Prinsip Kerjanya

Penarikan bahan bakar pada akhir proses injeksi mengakibatkan penurunan tekanan sisa bahan bakar di dalam delivery pipe. Pengurangan tekanan bahan bakar ini akan mencegah terjadinya tetesan pada ujung injector nozzle, yang dapat menyebabkan secondary injection. Secondary injection dapat menimbulkan berbagai masalah dan kerusakan karena ketidaksesuaian timing yang tepat.

BACA JUGA :

Penutup

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa fungsi delivery valve pada mesin diesel memiliki peran yang sangat krusial dalam menjaga kelancaran proses penginjeksian bahan bakar.

Sebagai katup pengatur tekanan, delivery valve memastikan aliran bahan bakar sesuai dengan timing yang tepat, mencegah terjadinya aliran balik, dan mengendalikan tekanan sisa dalam delivery pipe. Keseluruhan mekanisme ini sangat menentukan untuk memastikan efisiensi dan kinerja optimal mesin diesel.

Dengan pemahaman yang baik mengenai cara kerja dan peran delivery valve, pemilik mesin diesel dapat mengoptimalkan performa mesin mereka.

Melalui pengaturan yang baik, dapat dipastikan bahwa pasokan bahan bakar terjaga dengan baik, menghindari kendala seperti tetesan pada injector nozzle dan secondary injection yang dapat menimbulkan masalah serius.

Oleh karena itu, pemahaman mendalam terhadap fungsi delivery valve pada mesin diesel menjadi kunci untuk menjaga kelangsungan operasional dan kekalianlan mesin dalam jangka panjang.

Semua ini menjadikan delivery valve sebagai elemen kritis yang tidak dapat diabaikan dalam perawatan dan pemeliharaan mesin diesel modern.

Demikianlah artikel finoo.id yang membahas tentang √ Fungsi Delivery Valve Pada Mesin Diesel & Cara Kerjanya. Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan terimakasih telah membaca artikel ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *