Penyebab Kompresor Listrik Mati

√ Penyebab Kompresor Listrik Mati Serta Cara Memperbaikinya

Posted on

Finoo.id – √ Penyebab Kompresor Listrik Mati Serta Cara Memperbaikinya. Kompresor listrik adalah jenis kompresor mini yang menggunakan motor dinamo sebagai sumber penggeraknya. Karena kesederhanaannya, kompresor ini umumnya digunakan untuk keperluan pengecatan, pemompaan ban motor, layanan servis, dan penyelaman. Namun, masalah yang sering muncul pada kompresor listrik mini ini adalah mati total. Hal ini membuatnya tidak dapat digunakan untuk melakukan pekerjaan.

Untuk mengatasi masalah kompresor listrik yang mati, ada beberapa tahapan pemeriksaan yang perlu dilakukan untuk menentukan penyebabnya. Setelah menemukan akar penyebabnya, langkah selanjutnya adalah melakukan perbaikan pada kompresor yang mengalami mati total. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini akan dijelaskan beberapa penyebab umum kompresor listrik mati dan cara memperbaikinya.

Penyebab Dan Cara Memperbaiki Kompresor Listrik Mati

Inilah beberapa faktor yang dapat menyebabkan kerusakan pada Kompresor Listrik dan langkah-langkah mudah untuk memperbaikinya, antara lain:

1. Kabel Power Putus

Pada kompresor listrik, kabel power berperan penting dalam menghubungkan kompresor dengan sumber listrik. Apabila kabel power mengalami putus, kompresor tidak dapat dihidupkan. Oleh karena itu, jika mengalami situasi di mana kompresor mati dan tidak dapat dihidupkan, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memeriksa kabel power menggunakan multitester.

Untuk melakukan pemeriksaan, bukalah penutup otomatis dengan obeng. Selanjutnya, atur multitester pada mode hambatan (ohm) dan sambungkan probe ke kedua ujung kabel power. Jika terdapat kabel yang tidak terhubung, segera gantilah dengan kabel yang baru untuk memastikan aliran listrik kembali normal.

2. Otomatis Rusak

Otomatis pada kompresor listrik berperan sebagai saklar otomatis yang mengatur hubungan antara kabel power dan dinamo penggerak secara otomatis. Jika otomatis mengalami kerusakan, aliran listrik tidak akan mencapai dinamo, mengakibatkan kompresor tidak dapat dihidupkan.

Untuk memeriksa apakah otomatis masih berfungsi atau tidak, gunakan multitester dengan cara yang hampir sama seperti pemeriksaan kabel. Atur multitester pada satuan ohm, lalu tempelkan probe pada masing-masing terminal saklar otomatis. Jika ditemukan salah satu terminal yang tidak berfungsi, lakukan perbaikan secepat mungkin. Namun, jika perbaikan tidak memungkinkan, disarankan untuk mengganti otomatis yang rusak dengan yang baru agar kinerja kompresor dapat pulih.

3. Kapasitor Tidak Berfungsi

Kapasitor pada kompresor listrik memiliki peran penting dalam membantu memulai gerakan motoran saat putaran awal. Jika kapasitor mengalami putus atau tidak berfungsi, hasilnya adalah kompresor hanya akan menghasilkan bunyi mendengung tanpa melakukan putaran ketika dihidupkan.

Baca Juga :   √ Mengenal Kunci Pas: Pengertian, Ukuran, dan Jenisnya

Untuk mengatasi masalah ini, yang perlu dilakukan adalah mengganti kapasitor yang rusak dengan kapasitor baru yang memiliki ukuran kapasitas yang sama. Ini akan memastikan kompresor dapat kembali berfungsi dengan optimal dan dapat melakukan putaran dengan baik saat dihidupkan.

4. Auto Reset Putus

Auto reset merupakan bagian kritis dalam kompresor yang berfungsi sebagai pelindung dinamo. Fungsinya adalah secara otomatis memutuskan aliran listrik yang masuk ke dinamo jika terdeteksi adanya hubungan arus pendek.

Jika mengalami situasi di mana kompresor listrik mati, periksalah bagian auto reset. Jika tombol auto reset terpantul keluar, tekan tombol tersebut hingga kembali masuk ke posisinya. Jika langkah tersebut belum berhasil memperbaiki masalah, segera gantilah auto reset tersebut. Karena biasanya, jika auto reset telah terbakar akibat korsleting listrik, fungsi pelindungnya akan hilang dan perlu diganti untuk menjaga keamanan dan kinerja kompresor.

5. Dinamo Terbakar

Dynamo merupakan komponen kunci pada kompresor listrik yang bertanggung jawab sebagai penggerak langkah piston untuk menghasilkan tekanan udara. Jika dynamo mengalami kerusakan atau terbakar (mengeluarkan bau gosong), hal ini akan menyebabkan kehilangan sumber penggerak secara otomatis, dan sebagai akibatnya, kompresor tidak dapat dihidupkan.

Untuk mengatasi permasalahan dynamo yang terbakar, disarankan untuk membawa dynamo tersebut ke ahli servis yang dapat melakukan proses gulung ulang. Proses ini merupakan satu-satunya cara yang efektif untuk memperbaiki dynamo yang mengalami kerusakan akibat terbakar, sehingga kinerja kompresor dapat dipulihkan dengan optimal.

Mengapa Perlu Melakukan Perawatan Kompresor?

Bagian internal pada kompresor menunjukkan banyak kesamaan dengan mesin pembakaran internal. Kepala piston adalah komponen utama dalam struktur kompresor udara yang bergerak naik dan turun seiring putaran poros engkol. Selain itu, terdapat berbagai elemen seperti katup, pelat, batang, dan pengukur yang memastikan kinerja optimal dari mesin kompresor.

Semua bagian yang mengalami gerakan ini memiliki potensi untuk mengalami keausan atau kerusakan akibat penggunaan yang berlebihan. Semakin sering kompresor digunakan, semakin besar kemungkinan timbulnya masalah.

Kompresor udara yang tidak beroperasi dengan efisiensi dapat menghasilkan udara berkualitas rendah, yang mungkin merusak peralatan pneumatik yang terhubung dengan kompresor tersebut.

Namun, kalian dapat mengurangi risiko kerusakan atau meminimalkan biaya perbaikan yang signifikan dengan melakukan pemeliharaan secara teratur dan rutin.

Luangkan waktu sejenak untuk merawat kompresor udara kalian. Tindakan ini tidak hanya akan menghemat waktu dan uang kalian di masa mendatang, tetapi juga akan menjaga agar kompresor berada dalam kondisi yang baik. Dengan merawat kompresor secara rutin, kalian dapat yakin bahwa peralatan tersebut tetap dapat dikalianlkan, sehingga tidak akan ada hambatan dalam pekerjaan kalian akibat masalah kompresor.

Baca Juga :   √ Cara Setting RPM Genset Agar Stabil & Tips Perawatanya

Pemeliharaan rutin ini juga akan memperpanjang masa pakai kompresor kalian, mengurangi kebutuhan untuk sering-sering menggantinya.

Bagaimana Cara Merawat Kompresor ?

Dengan gangguan yang telah disebutkan di atas, tentu akan menghambat kelancaran proses kerja. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk memperhatikan penggunaan dan secara berkala melakukan pengecekan serta perawatan agar dapat memperpanjang umur kompresor dan meningkatkan produktivitas. Berikut adalah beberapa langkah perawatan yang sebaiknya kalian perhatikan. Pastikan untuk melaksanakan langkah-langkah ini setiap kali kalian menggunakan kompresor:

1. Ganti Oli Secara Berkala

Saran untuk merawat kompresor yang pertama adalah mengganti oli kompresor sesuai dengan kondisi pemakaian normal. Penggantian oli pertama sebaiknya dilakukan setiap 500 jam atau sekitar 20-21 hari penggunaan. Selanjutnya, untuk penggantian oli kedua, sebaiknya dilakukan setelah maksimal 1.500 jam pemakaian. Untuk penggantian oli ketiga dan seterusnya, disarankan dilakukan paling lambat setiap 2.000 jam penggunaan.

2. Membersihkan Filter Kompresor

Langkah selanjutnya dalam merawat kompresor adalah dengan secara rutin membersihkan filter pada perangkat tersebut. kalian dapat membuat jadwal pembersihan filter kompresor sesuai kebutuhan guna memastikan bahwa kompresor tetap dalam keadaan bersih dan kualitas udara yang dikeluarkannya tetap optimal.

Filter memiliki peran yang sangat vital dalam menjaga kebersihan udara yang masuk ke dalam tangki kompresor. Adanya kontaminasi dalam udara dapat berdampak signifikan pada umur pakai tangki kompresor. Misalnya, ketika minyak atau air terkontaminasi oleh partikel-partikel tersebut, dapat menyebabkan kerusakan pada bagian dalam tangki kompresor, bahkan berpotensi membuatnya menjadi rapuh. Oleh karena itu, menjaga kebersihan filter adalah langkah penting dalam menjaga kinerja dan umur pakai kompresor.

3. Menggunakan Gemuk (Grease)

Selanjutnya, kalian dapat memilih penggunaan jenis gemuk (grease) yang memiliki tingkat pelumasan tinggi (high-lubricantive) dan efektif (long-effective) untuk suku cadang kompresor yang memerlukan pelumasan dalam pemakaian jangka panjang. Pastikan untuk tidak mengabaikan perawatan gemuk pada kompresor udara kalian agar tetap awet dan terhindar dari risiko karat yang mungkin timbul akibat kurangnya pelumasan yang tepat.

4. Menjaga Kebersihan Motor

Penting untuk menjaga kebersihan motor kompresor udara dengan secara rutin membersihkannya dari debu dan kotoran yang mungkin terakumulasi akibat sirkulasi udara masuk. Sirkulasi udara yang bersih membantu motor beroperasi dengan efisien. Pastikan juga untuk membersihkan filter udara secara teratur, terutama jika terlihat kotor atau terdapat debu yang menempel.

5. Mengecek Kabel Listrik

Lakukan pemeriksaan secara berkala terhadap kabel listrik kompresor. Jika kalian melihat sesuatu yang tidak biasa, segera selidiki lebih lanjut sebelum menghidupkan kompresor. Kabel listrik yang rusak atau terkelupas dapat menyebabkan masalah keamanan dan kinerja kompresor. Pastikan kabel listrik dalam kondisi baik untuk menjaga operasional yang aman dan efisien.

Baca Juga :   √ Perbedaan Mesin Diesel dan Mesin Bensin Yang Perlu Diketahui

6. Memastikan Komponen Terpasang Sempurna

Selalu periksa komponen-komponen pada kompresor untuk memastikan bahwa semuanya terpasang dengan sempurna. Cek apakah ada bagian yang longgar dan pastikan untuk mengencangkan komponen yang mungkin mengalami kelonggaran akibat getaran saat kompresor dihidupkan. Langkah ini penting untuk mencegah potensi masalah dan memastikan kinerja kompresor tetap optimal.

7. Memastikan V-Belt dalam Kondisi Baik

Stkalianr kelenturan V-Belt adalah tingkat yang solid. Oleh karena itu, disarankan untuk tidak memasangnya terlalu kencang, karena hal ini dapat mengakibatkan pecahnya poros rotor atau mengurangi masa pakai bantalan air-end. Di sisi lain, jangan biarkan V-Belt terpasang terlalu kendur, karena kondisi ini dapat menyebabkan V-Belt tergelincir, mengakibatkan kinerja kompresor tidak maksimal. Dengan menjaga tingkat ketegangan V-Belt pada level yang tepat, kalian dapat memastikan operasional kompresor berjalan dengan baik dan memaksimalkan umur pakai komponen-komponen kritis.

8. Memilih Suku Cadang Orisinil

Meskipun suku cadang tiruan atau tanpa merek sudah banyak tersedia di pasar, disarankan untuk selalu memilih suku cadang orisinil yang berasal dari produsen kompresor udara yang kalian gunakan.

Rekomendasi ini didasarkan pada fakta bahwa suku cadang orisinil dirancang sesuai dengan spesifikasi kompresor aslinya, termasuk dalam hal kinerja, daya tahan, dan kecocokan dengan sistem. Dengan menggunakan suku cadang yang asli, kalian dapat memastikan bahwa kompresor kalian akan memiliki masa pakai yang lebih panjang dan kinerja yang tetap optimal sesuai dengan stkalianr yang ditetapkan oleh produsen.

BACA JUGA :

Penutup

Dalam mengatasi tantangan seputar penyebab kompresor listrik mati, pemahaman mendalam terhadap faktor-faktor yang memengaruhinya menjadi kunci.

Dari kabel power putus, otomatis rusak, hingga kapsitor yang tidak berfungsi, pemeliharaan yang tepat dapat menjadi langkah preventif yang efektif.

Selain itu, menjaga kebersihan motor, pemeriksaan kabel listrik, dan pemasangan komponen dengan sempurna turut berperan dalam mencegah matinya kompresor listrik.

Pemilihan suku cadang yang orisinil juga memberikan kontribusi signifikan dalam menjaga kekalianlan dan kinerja optimal kompresor.

Oleh karena itu, dengan pemahaman mendalam tentang penyebab kompresor listrik mati, langkah-langkah preventif dapat diterapkan untuk memastikan kelancaran operasional dan meminimalkan risiko terjadinya masalah.

Demikianlah artikel finoo.id yang membahas tentang √ Penyebab Kompresor Listrik Mati Serta Cara Memperbaikinya. Semoga artikel kami dapat bermanfaat dan terimakasih telah membaca artikel kami.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *