Mengenal Proses Bending

√ Mengenal Proses Bending, Jenis Mesin, Faktor yang Mempengaruhinya

Posted on

Finoo.id – √ Mengenal Proses Bending, Jenis Mesin, Faktor yang Mempengaruhinya. Bengkok telah menjadi salah satu langkah yang memerlukan mesin khusus dan sangat dikenal dalam industri. Mesin ini umumnya digunakan untuk menggulung benda kerja.

Benda kerja yang seringkali dibengkokkan dengan mesin ini meliputi besi, plat, dan logam. Tidak hanya dilengkungkan, seringkali prosesnya juga dapat mencakup pemotongan.

Pada dasarnya, penggunaan mesin ini dapat membuat proses industri menjadi lebih mudah. Namun, kegagalan dalam proses tersebut juga sering terjadi beberapa kali.

Hal ini dikarenakan beberapa faktor seperti perubahan bentuk kembali (springback), retak, dan sobek pada benda kerja. Oleh karena itu, sangat penting untuk berhati-hati ketika menggunakan mesin ini.

Apa itu Bending?

Bending, juga dikenal sebagai “momem lentur,” merupakan fenomena mekanik yang terjadi ketika suatu objek mengalami tekanan atau momen yang menyebabkannya melengkung. Secara sederhana, bending adalah proses di mana benda kerja mengalami tekanan atau momen yang menyebabkannya melengkung atau menekuk.

Dalam konteks konstruksi, bending sering terjadi pada struktur seperti balok, plat, atau tiang yang mendukung beban tertentu. Bending dapat terjadi baik pada struktur beton, baja, atau bahan lain yang digunakan dalam pembangunan.

Apa yang menyebabkan terjadinya bending? Bending terjadi karena distribusi gaya tekanan yang tidak merata di sepanjang struktur. Bagian struktur yang mengalami bending akan mengalami perubahan regangan dan tegangan yang berbeda, sehingga menyebabkan perubahan bentuk menjadi melengkung.

Bagaimana pengaruh bending terhadap kekuatan struktur? Bending dapat mempengaruhi kekuatan struktur dengan meningkatkan risiko kegagalan dan keruntuhan jika tidak diperhitungkan dengan baik dalam desain dan konstruksi.

Jenis Mesin Bending

1. Mesin Bending Plat

Mesin ini termasuk dalam jenis mesin yang melakukan proses penekukan menggunakan plat dengan bantuan alat manual. Seiring berjalannya waktu, mesin ini juga dapat dioperasikan secara otomatis dengan perangkat bernama hydraulic pipe bender.

Mesin ini menjadi yang paling umum digunakan dalam industri. Ada berbagai variasi mesin ini, antara lain:

Plat Mekanikal

Mesin plat mekanikal mengkalianlkan motor listrik sebagai sumber tenaga utamanya. Tentunya, penggunaan sumber tenaga ini akan menghasilkan proses penekukan yang lebih cepat dan efisien. Bahkan, mesin ini dapat dilengkapi dengan perangkat tambahan yang disebut roda gila untuk mendapatkan tambahan tenaga.

Baca Juga :   √ Komponen Sistem Bahan Bakar EFI pada Mobil Yang Perlu Diketahui

Plat Hidrolik

Mesin plat hidrolik menggunakan sistem hidrolik sebagai komponen utama. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa sumber tenaga utama untuk penekukan adalah sistem hidrolik. Ketika pompa hidrolik diaktifkan, penggunaan energi listrik menjadi jauh lebih efisien, sehingga menghemat energi dengan baik.

Plat Manual

Mesin ini mengkalianlkan proses penekukan yang dilakukan secara manual. Prosesnya melibatkan tenaga manusia dengan bantuan semacam bandul pemberat. Karena pengerjaannya masih tergolong manual, mesin ini relatif lebih hemat energi karena sama sekali tidak memerlukan tenaga listrik.

2. Mesin Bending Pipa

Proses penekukan pipa dengan menggunakan mesin ini dilakukan secara manual. Terkadang, dalam pelaksanaannya, Bending juga sering menggunakan sistem otomatis yang dikenal dengan sebutan hydraulic pipe bender.

Bila dibandingkan dengan mesin plat, penggunaan mesin ini relatif kurang umum. Tetapi meskipun begitu, alat ini tetap memiliki permintaan yang signifikan.

Berbagai Macam Proses Bending

1. Angle Bending

Angle bending adalah teknik pembentukan lembaran logam dengan menekuk sebagian dari lembaran logam tersebut untuk menciptakan tekukan sesuai dengan yang diinginkan. Dalam jenis bending ini, kita dapat menciptakan lengkungan dengan sudut hingga ±150°.

2. Bending Gulungan

Bending gulungan adalah jenis bending yang umumnya digunakan untuk membentuk silinder atau bentuk melengkung lainnya dari lembaran logam yang dimasukkan ke dalam gulungan yang berputar. Gulungan tersebut akan terus mendorong dan membentuk lembaran logam yang berputar hingga membentuk silinder.

3. Draw Bending

Draw bending adalah jenis pembengkokan yang menggunakan pressure die dan bend die. Biasanya, teknik ini digunakan untuk membengkokkan pipa. Pressure die digunakan untuk menahan ujung pipa, sementara bend die digunakan untuk membentuk pipa menjadi bentuk yang diinginkan.

4. Roll Forming

Roll forming adalah jenis bending yang bekerja secara progresif untuk lembaran logam. Dalam proses ini, terdapat berbagai roll die dengan bentuk dan ukuran yang berbeda yang berjajar dan secara bertahap membentuk lembaran logam menjadi bentuk yang diinginkan.

5. Press Brake Bending

Press brake bending adalah salah satu jenis bending yang melibatkan penempatan lembaran logam di atas die dan kemudian menekannya dari atas untuk mencapai bentuk yang sesuai dengan die yang digunakan. Die dalam press brake bending umumnya memiliki bentuk seperti huruf V, dan terdapat berbagai jenis die, seperti V 90 dan V 60, yang digunakan sesuai dengan kebutuhan.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Proses Bending

Terdapat beberapa faktor yang memiliki pengaruh signifikan pada proses ini. Beberapa di antaranya adalah:

Baca Juga :   √ Apa Itu Crankcase Motor? Fungsi Beserta Komponenya Lengkap

1. Ukuran Material

Ukuran material memainkan peran penting dalam proses ini. Jika material ditekuk dengan radius yang kecil, maka ada kemungkinan besar bahwa hasil tekukan tersebut akan kurang presisi. Sebaliknya, jika radiusnya terlalu besar, bentukan mungkin akan kehilangan ketegangan atau kekuatan yang diinginkan.

2. Peralatan Pendukung

Peralatan pendukung yang digunakan juga memiliki dampak besar pada hasil akhir. Peralatan pendukung yang diperlukan meliputi mandrel (penyangga dalam), clamp (penjepit), dan cetakan. Kualitas dan kemampuan peralatan ini akan memengaruhi akurasi dan keberhasilan proses bending.

3. Ketebalan Plat

Ketebalan plat juga memiliki pengaruh yang signifikan dalam proses ini. Ketebalan yang berbeda dari plat dapat memengaruhi tingkat ketegangan dan pemotongan yang tidak presisi. Oleh karena itu, penting untuk memilih ketebalan plat yang sesuai dengan kapasitas material dan hasil yang diinginkan.

4. Pelumasan

Pelumasan adalah faktor penting untuk mengurangi gesekan dan meningkatkan efisiensi dalam proses pembentukan. Tanpa pelumasan yang memadai, bisa terjadi keausan berlebihan pada alat-alat yang digunakan, serta potensi kerusakan pada material yang ditekuk. Pelumasan yang baik membantu menjaga kepresisian dan kualitas hasil akhir.

5. Metode Bending

Yang terakhir, kita harus mempertimbangkan metode yang digunakan. Pemilihan metode terbaik akan memiliki dampak yang besar pada kualitas produk yang dapat dihasilkan.

Bending adalah salah satu proses yang sangat penting dalam industri. Proses ini melibatkan penekukan atau pembengkokan objek kerja.

Untuk menjalankan proses ini, diperlukan alat khusus. Kehadiran alat ini akan meningkatkan efisiensi dalam proses industri, sangat cocok bagi mereka yang ingin menghemat waktu dan tenaga.

Cara Mengoperasikan Mesin Bending untuk Pipa

Operasi mesin bending untuk pipa memerlukan keterampilan khusus dan perhatian yang teliti guna menjamin hasil yang akurat dan konsisten.

Berikut adalah tahapan umum dalam pengoperasian mesin bending pipa:

1. Persiapan Pipa

Langkah awal adalah mempersiapkan pipa yang akan dibentuk dengan benar. Ini mencakup membersihkan pipa dan melakukan penkalianan yang tepat. Penkalianan sangat penting karena akan menunjukkan lokasi dan sudut di mana pipa harus dibengkokkan. Proses penkalianan harus dilakukan dengan sangat hati-hati agar hasil akhirnya tetap akurat dan sesuai.

2. Pemasangan Pipa ke Mesin

Setelah pipa diberi tkalian, langkah selanjutnya adalah memasangnya ke dalam mesin bending pipa. Pipa harus diposisikan dengan sangat akurat sesuai dengan tkalian yang telah dibuat. Pastikan pipa pas dengan presisi pada dies atau bagian pembentuk mesin. Kegagalan dalam langkah ini dapat mengakibatkan bentuk yang tidak sesuai atau pipa menjadi miring. Oleh karena itu, perhatian terhadap detail ini sangatlah penting.

Baca Juga :   √ Apa itu Regulator Mobil? Fungsi, Komponen & Cara Kerjanya

3. Pembengkokan Pipa

Setelah pipa terpasang dengan benar, langkah selanjutnya adalah memulai proses bending. Proses ini harus dilakukan secara hati-hati dan dengan perlahan untuk memastikan akurasi. Operator mesin harus terus memantau proses ini dengan teliti untuk memastikan bahwa pipa tetap dalam posisi yang benar dan tidak bergerak selama proses bending berlangsung.

4. Pemeriksaan dan Koreksi

Setelah proses bending selesai, hasilnya harus diperiksa dengan seksama. Jika hasilnya tidak sesuai dengan harapan, maka perlu dilakukan penyesuaian yang diperlukan. Proses bisa diulang untuk memastikan bahwa bentukan pipa mencapai spesifikasi yang diinginkan.

Untuk proyek-proyek yang melibatkan pembengkokan banyak pipa, disarankan untuk menggunakan alat bantu seperti jig.

Jig adalah alat khusus yang dirancang untuk membantu dalam proses bending, dan bisa membantu dalam membengkokkan beberapa pipa secara bersamaan dengan hasil yang konsisten. Penggunaan jig sangat penting untuk memastikan kecepatan dan efisiensi dalam proses produksi.

Penting untuk diingat bahwa pengoperasian mesin bending pipa memerlukan pelatihan dan pengetahuan yang memadai.

Operator harus memahami cara kerja mesin dengan baik dan tahu bagaimana mengendalikannya dengan aman, agar dapat menghindari cedera dan kerusakan pada mesin atau pipa yang sedang dikerjakan.

Baca Juga :

Penutup

Dalam merangkai perjalanan industri manufaktur dan konstruksi, mengenal proses bending adalah sebuah keharusan, mengingat pentingnya proses ini dalam menciptakan komponen-komponen yang memiliki kekuatan dan bentuk yang diinginkan.

Proses bending, yang pada dasarnya adalah metode deformasi elastis untuk mengubah bentuk bahan, telah menunjukkan relevansinya yang luas dalam berbagai aplikasi, mulai dari pembuatan perabotan hingga konstruksi bangunan.

Dengan memahami lebih dalam mengenai proses bending, kita tidak hanya dapat menghasilkan produk dengan kualitas yang lebih baik, tetapi juga dapat mengoptimalkan penggunaan sumber daya, memperluas rentang kreasi, dan berinovasi dalam mendesain serta merancang.

Oleh karena itu, pentingnya mengenal proses bending tidak bisa diremehkan dan harus terus dijaga serta dikembangkan demi masa depan industri yang lebih berkelanjutan dan inovatif.

Demikianlah artikel finoo.id yang membahas tentang √ Mengenal Proses Bending, Jenis Mesin, Faktor yang Mempengaruhinya. Semoga artikel kami dapat bermanfaat dan terimakasih telah membaca artikel kami.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *