Jenis Alat Fiber Optik

√ Jenis Alat Fiber Optik Beserta Fungsinya Lengkap

Posted on

Finoo.id – √ Jenis Alat Fiber Optik Beserta Fungsinya Lengkap. Fiber optik merupakan teknologi transmisi data yang menggunakan serat optik sebagai media penghantar sinyal yang efisien. Ada berbagai macam perangkat fiber optik yang digunakan, bahkan dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat telah aktif menggunakan peralatan ini.

Dalam infrastruktur jaringan telekomunikasi modern, perangkat-perangkat ini memiliki peran kunci sebagai penghubung dan mampu mentransmisikan data dengan kecepatan tinggi serta kualitas yang stabil. Jenis perangkat ini sangat beragam, termasuk fusion splicer, stripper, cleaver, dan banyak lagi.

Selain itu, terdapat juga fiber adapter yang memiliki berbagai jenis. Harga perangkat fiber optik dan fiber adapter juga terjangkau, membuatnya lebih mudah diakses oleh berbagai kalangan.

Jenis-Jenis Alat Fiber Optik

Dalam keseharian, banyak kegiatan yang melibatkan penggunaan fiber optik. Bahkan, Sahabat juga memerlukan alat-alat tersebut untuk menjalankan aktivitas tertentu. Perangkat ini berguna untuk mentransmisikan cahaya dari satu tempat ke tempat lain.

Bagi Sahabat yang membutuhkan, dapat langsung mengunjungi toko alat fiber optik terdekat. Dengan cara ini, seseorang dapat memperoleh komponen fiber optik yang sesuai dengan kebutuhan. Apa saja alat fiber optik beserta fungsinya?

1. Fusion Splicer

Fusion splicer, atau sering disebut sebagai alat penyambung serat optik, adalah perangkat yang digunakan untuk menghubungkan inti serat optik yang terbuat dari atau berbasis kaca dan mengonversi daya listrik menjadi media sinar berbentuk laser.

Sinar laser ini berfungsi untuk memanaskan kaca yang terputus pada inti sehingga dapat tersambung kembali dengan baik. Penting untuk diketahui bahwa fusion splicer harus memiliki tingkat keakuratan yang tinggi agar dapat menghasilkan penyambungan yang sempurna. Hal ini diperlukan karena saat penyambungan, terjadi proses pengelasan dan peleburan kaca yang menghasilkan media yang terhubung tanpa celah, karena media tersebut memiliki senyawa yang seragam.

2. Stripper atau Miller

Seperti halnya kabel-kabel lain, seperti kabel koaksial dan UTP, kabel serat optik juga membutuhkan alat ini. Stripper atau Miller berperan sebagai alat yang digunakan untuk memotong dan mengupas lapisan luar serta pelindung kabel, membuka akses ke inti serat optik. Fungsi utamanya adalah memastikan akses yang tepat dan bersih untuk proses selanjutnya dalam penanganan kabel.

3. Cleaver

Cleaver Tools memiliki peran penting dalam tahap selanjutnya setelah kulit luar kabel optic dikupas. Alat ini digunakan untuk memotong inti serat optic dengan presisi, dan perlu diperhatikan bahwa pemotongan inti ini harus dilakukan dengan menggunakan alat khusus ini. Hal ini diperlukan agar serat kaca dapat terpotong dengan rapi dan presisi. Jika proses ini dilakukan dengan baik, maka selanjutnya dapat dilanjutkan ke tahap Jointing, di mana serat optic yang telah dipersiapkan dapat dihubungkan dengan presisi untuk menjaga kualitas dan kehkalianlan transmisi data.

Baca Juga :   √ Apa Itu ROM? Fungsi, Karakteristik dan Jenisnya Lengkap

4. Optical Power Meter (OPM)

Alat ini berfungsi untuk mengukur kekuatan sinyal cahaya yang telah diterima. Optical Power Meter (OPM) ini juga dilengkapi dengan antarmuka FC yang langsung terhubung dengan pathcore FC. Bagi yang belum familiar dengan rumus yang digunakan dalam proses ini, berikut adalah rumusnya:

(TX – RX =…dB dibagi jarak (Km)

5. Optical Time Domain Reflectometer (RTDR)

OTDR adalah salah satu perangkat yang digunakan untuk mengidentifikasi komunitas atau rangkaian serat optik pada suatu kabel dalam jarak tertentu. Dengan adanya alat ini, diharapkan dapat memberikan informasi tentang panjang kabel dari kedua ujung, yang menjadi parameter ukuran gangguan yang terjadi. Hal ini memungkinkan pelaksanaan troubleshooting dengan efektif, karena dapat dengan mudah menentukan lokasi gangguan yang terjadi.

Alat OTDR ini umumnya digunakan untuk mendeteksi berbagai masalah, seperti retakan pada kabel, pemutusan inti kabel yang lokasinya belum diketahui, pemutusan kabel, atau bahkan untuk mendeteksi pembengkokan serat optik. Dengan kemampuannya dalam memberikan gambaran detail tentang kondisi kabel, OTDR menjadi alat yang sangat berharga dalam pemeliharaan dan penanganan gangguan pada jaringan serat optik.

6. Light Source

Pada prinsipnya, alat ini memiliki fungsi untuk mengirimkan sinyal ke jalur yang akan diuji, seperti untuk mengukur redaman jalur atau end-to-end di mana Light Source bertindak sebagai media yang menyediakan sinyalnya.

7. Optical Fiber Identifier

Optical Fiber Identifier adalah alat yang dirancang untuk mengetahui arah sinyal pada serat optik dengan memberikan indikasi arah dan menunjukkan seberapa besar daya yang melewatinya. Dengan kemampuannya ini, alat ini membantu teknisi atau operator jaringan untuk dengan cepat mengidentifikasi dan memverifikasi jalur transmisi sinyal optik tanpa perlu memutus koneksi fisik pada serat optik yang sedang aktif.

8. Visual Fault Locator

Visual Fault Locator, yang sering disebut juga sebagai Laser Fiber Optic atau senter fiber optic, memiliki fungsi penting dalam melakukan pengujian pada inti serat optik. Alat ini bekerja dengan mengirimkan sinar laser yang mengikuti serat optik pada kabel fiber optic dari pusat pelayanan (POP) hingga ke pengguna (end to end). Jika inti serat dalam kondisi baik, sinar laser akan mencapai tujuan tanpa masalah. Namun, jika terdapat cacat atau gangguan, seperti patah atau lentur yang berlebihan, Visual Fault Locator akan membantu mendeteksinya dengan menunjukkan lokasi tepat dari kesalahan tersebut. Dengan demikian, alat ini menjadi instrumen yang sangat berguna dalam pemeliharaan dan penanganan masalah pada jaringan serat optik.

9. Bit Error Rate Test

Alat ini berperan sebagai pemeriksa koneksi dalam jaringan TDM (Time Division Multiplexing), di mana aplikasi jaringan TDM tersebut mencakup layanan Clear Channel yang sedang diuraikan oleh penulis. Secara khusus, alat ini berfungsi sebagai BER TES untuk memeriksa dan mengidentifikasi kesalahan pada pengirim (TX) atau penerima (RX) melalui pengiriman paket dan iterasi.

Baca Juga :   Pengertian Fiber Optik, Fungsi, Jenis dan Prinsip Kerjanya

10. Fiber Optic Adapter

Adapter Fiber Optik adalah komponen yang digunakan untuk menghubungkan atau menyambungkan dua kabel serat optik. Jika penyambungan ini melibatkan kabel serat optik dengan konektor yang berbeda, maka adapter serat optik tersebut disebut sebagai adapter serat optik hibrida atau Special Adapter.

Jenis-Jenis Fiber Optik Adapter

ada beberapa jenis dari Optic Adapter, antara lain :

  • FC Fiber Optik Adapter
    FC Fiber Optik Adapter hadir dalam dua jenis, yaitu single mode dan multimode. Terdapat tiga tipe bentuk atau jenis FC adapter, yakni tipe persegi, tipe tunggal, dan tipe gkalian D. Semua FC Fiber Optik Adapter dilengkapi dengan rumah (housing) logam dan lengan (sleeves) dari keramik.
  • SC Adapter Fiber Optik
    SC Adapter Fiber Optik juga tersedia dalam dua jenis, single mode dan multimode, serta Simplex dan duplex. Adapun SC Adapter Fiber Optik memiliki perumahan (housing) plastik dengan beberapa varian warna, seperti biru untuk PC single mode, hijau untuk APC single mode, dan beige untuk PC multimode. Semua SC Fiber Optik Adapter memiliki jenis flange, dan untuk lengan ada yang menggunakan zirkonia untuk single mode dan perunggu untuk multimode.
  • LC Fiber Optik Adapter
    LC Fiber Optik Adapter memiliki rumah (housing) plastik dengan dua tipe, yakni simpleks dan duplex. Warna LC Fiber Optik Adapter serupa dengan SC Fiber Optik Adapter, dengan biru untuk PC single mode, beige untuk PC multimode, dan hijau untuk APC single mode. LC Fiber Optik Adapter menggunakan lengan perunggu untuk multimode dan lengan zirkonia untuk single mode.
  • ST Fiber Optik Adapter
    Fiber Optik ST Adapter memiliki jenis ulir dengan rumah (housing) logam. Adapun yang single mode menggunakan lengan zirkonia, sedangkan yang multimode menggunakan lengan perunggu. Fiber Optik ST Adapter menyediakan berbagai jenis koneksi untuk memenuhi kebutuhan dalam jaringan serat optik.

11. Splitter Optic

Splitter adalah suatu komponen pasif yang mampu memisahkan daya optik dari satu input serat menjadi dua atau lebih output serat. Pada Passive Optical Network (PON), splitter dianggap sebagai komponen pasif karena tidak ada optimasi daya yang dilakukan terhadap pelanggan yang berada pada jarak yang berbeda dari node splitter. Oleh karena itu, splitter bersifat idle dan cara kerjanya adalah membagi daya optik secara merata.

Berikut adalah beberapa jenis splitter:

  • 1 : 2 (tanpa back up)
  • 1 : 4 (tanpa back up)
  • 1 : 8 (tanpa back up)
  • 1 : 16 (tanpa back up)
  • 1 : 32 (tanpa back up)
  • 2 : 2 (dengan back up)
  • 2 : 4 (dengan back up)
  • 2 : 8 (dengan back up)
  • 2 : 16 (dengan back up)
  • 2 : 32 (dengan back up)

12. Fiber Node

Fiber node adalah titik terminasi yang menghubungkan jaringan optik dengan jaringan koaksial. Fiber node merupakan perangkat opto-elektronik yang berfungsi untuk mengubah sinyal optik dari distribution hub menjadi sinyal elektrik. Sinyal tersebut kemudian dapat diteruskan melalui kabel koaksial menuju rumah-rumah pelanggan, dan sebaliknya.

Fiber node menjadi salah satu perangkat yang terkait dengan teknologi HFC (Hibrid Fiber Coaxial) dan seringkali diterapkan dalam sistem jaringan TV Kabel. Peran utamanya adalah menyediakan antarmuka antara infrastruktur serat optik dan kabel koaksial, memungkinkan transmisi sinyal optik dan elektrik untuk berlangsung secara efisien dalam konteks jaringan hibrida tersebut.

Baca Juga :   √ Apa itu VGA? Pengertian, Fungsi, Jenis dan Tips Memilihnya

13. Pigtail Fiber Optic

Pigtail serat optik adalah sehelai kabel yang hanya dilengkapi dengan satu konektor di salah satu ujungnya. Pigtail ini akan dihubungkan dengan kabel serat optik yang belum memiliki konektor. Umumnya, kabel pigtail dipasang di dalam OTB (Optical Distribution Box) dan dihubungkan atau dilas dengan ujung kabel serat optik yang masih terpasang dalam glondongan (Loose tube cable / Tight buffered cable).

14. Optical Termination Box (OTB)

Optical Termination Box berperan sebagai pusat distribusi serat optik, serupa dengan FDF, yang dapat menampung hingga maksimal 72 core. Optical Termination Box digunakan untuk menghubungkan kabel serat optik baik yang digunakan di dalam ruangan maupun di luar ruangan, serta patchcord. OTB dapat dipasang baik di dinding maupun di tiang sesuai dengan kebutuhan instalasi.

15. Joint Closure Optic

Joint Closure adalah sebuah kotak atau wadah yang digunakan untuk menyimpan hasil penyambungan dari serat optik. Sebagai ilustrasi, jika terjadi pemutusan atau kerusakan pada kabel serat optik, kabel tersebut dapat dihubungkan kembali melalui proses penyambungan atau splicing, dan hasil penyambungan tersebut ditempatkan dalam Joint Closure.

Kapasitas Joint Closure bervariasi, mulai dari Joint Closure 6 core, Joint Closure 12 core, Joint Closure 24 core, Joint Closure 48 core, hingga Joint Closure 256 core, sesuai dengan kebutuhan penyimpanan dan proteksi hasil penyambungan serat optik.

BACA JUGA :

Penutup

Dengan semakin berkembangnya teknologi komunikasi, peran Alat Fiber Optik semakin menjadi kunci dalam menjaga kehkalianlan dan efisiensi transmisi data.

Kekalianlan tersebut tidak hanya terletak pada kemampuannya dalam mentransmisikan informasi dengan kecepatan tinggi, tetapi juga pada beragam perangkat pendukungnya, seperti fusion splicer, stripper, cleaver, dan lainnya.

Alat Fiber Optik tidak hanya menjadi fondasi infrastruktur jaringan telekomunikasi modern, tetapi juga semakin memudahkan penggunaan serat optik dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan berbagai jenis dan fungsi yang dimilikinya, Alat Fiber Optik tidak hanya sekadar teknologi, melainkan solusi terkini untuk mendukung konektivitas yang hkalianl dan efisien di era digital ini.

Dengan demikian, dapat diakui bahwa Alat Fiber Optik bukan hanya menjadi bagian integral dari perkembangan teknologi, melainkan pula pendorong utama dalam menghadirkan kemajuan di dunia komunikasi modern.

Demikianlah artikel finoo.id yang memabhas tentang √ Jenis Alat Fiber Optik Beserta Fungsinya Lengkap. Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan terimakasih telah membaca artikel ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *