Jenis-Jenis Kapasitor Bank

Jenis-Jenis Kapasitor Bank Beserta Pengertian & Fungsinya

Posted on

Finoo.id – Jenis-Jenis Kapasitor Bank Beserta Pengertian & Fungsinya. Apakah kamu tahu apa saja jenis-jenis kapasitor bank? Ya, dalam artikel ini kita akan membahas secara lengkap tentang jenis-jenis kapasitor bank yang umum untuk kamu ketahui.

Jenis-jenis kapasitor bank dapat dibagi berdasarkan karakteristik dan fungsi penggunaannya. Mari kita simak penjelasan lengkapnya di bawah ini:

Pengertian Kapasitor Bank

Kapasitor bank adalah perangkat yang digunakan untuk meningkatkan kualitas pasokan energi listrik, termasuk memperbaiki tegangan di sisi beban, meningkatkan faktor daya (cos f), dan mengurangi rugi-rugi transmisi.

Kapasitor bank terdiri dari beberapa kapasitor yang disambungkan secara paralel untuk mencapai kapasitas tertentu.

Satuan yang sering digunakan untuk mengukur kapasitas kapasitor adalah KVAR (Kilovolt Ampere Reaktif), meskipun kapasitor sendiri memiliki nilai kapasitansi dalam Farad atau Microfarad.

Kapasitor bank memiliki kapasitas mulai dari 5 KVAR hingga 60 KVAR, dengan tegangan kerja antara 230 Volt hingga 525 Volt. Kapasitor ini memiliki sifat listrik yang kapasitif (leading), sehingga dapat mengurangi atau menghilangkan sifat induktif (lagging).

Fungsi Kapasitor Bank

Pada dasarnya, kapasitor bank berfungsi sebagai penyeimbang beban induktif.

Seperti yang kita pelajari di sekolah, beban listrik terdiri dari beban reaktif (R), induktif (L), dan kapasitif (C).

Banyak peralatan listrik yang memiliki sifat induktif, sehingga untuk mencapai keseimbangan beban, diperlukan kapasitor yang berperan sebagai beban kapasitif.

Berikut adalah beberapa fungsi dan manfaat kapasitor bank:

  1. Menghemat daya/efisiensi.
  2. Menyediakan daya tambahan yang tersedia.
  3. Memperbaiki faktor daya (power factor).
  4. Memperpanjang umur instalasi dan peralatan listrik.
  5. Mencegah beban berlebih pada transformator.
  6. Mengurangi penurunan tegangan listrik (voltage drop).
  7. Mencegah kenaikan arus atau suhu pada kabel.
  8. Menyuplai daya reaktif untuk memaksimalkan penggunaan daya kompleks (KVA).
  9. Mengurangi kerugian daya lainnya pada instalasi listrik.

Fungsi Pada Mobil

Pada mobil, kapasitor memiliki beberapa fungsi, antara lain:

  1. Menyimpan arus listrik: Kapasitor digunakan untuk menyimpan sementara arus listrik dan memberikannya saat diperlukan, sehingga membantu menjaga stabilitas pasokan daya.
  2. Menyeimbangkan daya listrik: Kapasitor dapat membantu menyeimbangkan beban listrik di dalam mobil, terutama pada sistem audio yang membutuhkan daya yang lebih tinggi.
  3. Menyalurkan arus listrik lebih cepat: Kapasitor dapat menyediakan pasokan arus listrik yang lebih cepat daripada sumber daya utama mobil, memastikan ketersediaan daya yang stabil untuk komponen-komponen yang membutuhkannya.
  4. Mengurangi penurunan daya listrik: Kapasitor dapat mengatasi penurunan daya listrik yang terjadi saat komponen yang membutuhkan daya tinggi diaktifkan, menjaga kualitas pasokan daya dan mencegah kemungkinan terjadinya penurunan performa.
  5. Mempertahankan suara audio mobil agar tetap stabil: Kapasitor membantu menjaga stabilitas daya yang diperlukan oleh sistem audio mobil, sehingga suara tetap jernih, bebas dari distorsi, dan menghindari kemungkinan terjadinya penurunan performa audio.
  6. Merawat komponen audio: Dengan menyediakan daya yang stabil dan beban listrik yang seimbang, kapasitor membantu melindungi dan merawat komponen audio mobil dari gangguan atau kerusakan yang dapat disebabkan oleh fluktuasi daya listrik.
Baca Juga :   Pengertian Konektor BNC: Fungsi, Jenis dan Cara Pasang

Jenis Kapasitor Bank Berdasarkan Karakteristiknya

Ternyata, kapasitor bank dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa jenis berdasarkan karakteristik dan fungsinya. Berikut adalah penjelasan lengkap tentang jenis-jenis kapasitor bank yang umum ditemui:

1. Kapasitor Bank Filter Harmonik (Harmonic Filter Capacitor Bank)

Kapasitor bank filter harmonik adalah jenis kapasitor yang dihubungkan secara seri dengan reaktor. Artinya, kedua komponen tersebut saling terhubung secara sejajar.

Selain itu, kapasitor ini memiliki ruang yang dapat digunakan untuk membentuk rangkaian resonansi seri sesuai dengan frekuensi yang dibutuhkan.

Berikut adalah manfaat dari kapasitor bank filter harmonik:

  • Meningkatkan stabilitas tegangan (faktor daya): Kapasitor bank filter harmonik membantu meningkatkan faktor daya pada sistem listrik dan menjaga stabilitas tegangan. Ini membantu dalam koreksi faktor daya dan meminimalkan gangguan pada sistem.
  • Mengurangi kerugian jalur (line loss): Dengan membantu menghilangkan harmonik dari sistem, kapasitor bank filter harmonik dapat mengurangi kerugian daya yang terjadi pada jalur transmisi. Hal ini dapat meningkatkan efisiensi sistem secara keseluruhan.
  • Menciptakan filter harmonik dalam sistem: Kapasitor bank ini dapat digunakan sebagai filter harmonik, yang membantu menyaring harmonik yang tidak diinginkan dari sinyal listrik. Ini membantu menjaga kualitas daya dan mengurangi gangguan pada peralatan listrik.
  • Mencegah masalah instalasi listrik: Kapasitor bank filter harmonik membantu mencegah masalah yang mungkin terjadi dalam instalasi listrik. Mereka dapat mengurangi risiko resonansi dan amplifikasi yang dapat merusak peralatan atau menyebabkan gangguan pada sistem.

2. Kapasitor Bank Bilik (Cubicle Capacitor Bank)

Pada gambar di atas, terlihat contoh kapasitor bank bilik. Kapasitor bank bilik adalah jenis kapasitor bank yang menggunakan sistem kompensasi reaktif tetap untuk melakukan kompensasi daya reaktif.

Baca Juga :   Pengertian Ohmmeter: Fungsi, Jenis dan Cara Menggunakan

3. Kapasitor Bank Open Rack

Kapasitor open rack umumnya digunakan untuk meningkatkan stabilitas jaringan listrik. Dengan meningkatnya stabilitas daya, kapasitor open rack juga dapat meningkatkan kemampuan dalam peningkatan transmisi dan mengendalikan aliran daya.

Selain itu, kapasitor bank open rack memiliki beberapa fungsi lainnya, antara lain:

  • Mengurangi kehilangan jaringan (network loss): Kapasitor open rack membantu mengurangi kehilangan daya pada jaringan listrik, sehingga meningkatkan efisiensi dalam transmisi daya.
  • Meningkatkan stabilitas dan kualitas daya: Dengan memberikan kompensasi daya reaktif yang tepat, kapasitor open rack membantu meningkatkan stabilitas dan kualitas daya pada jaringan listrik.
  • Mengurangi konsumsi daya listrik reaktif yang berlebihan: Kapasitor open rack membantu mengurangi konsumsi daya reaktif yang berlebihan, sehingga meningkatkan efisiensi penggunaan energi listrik.
  • Membuat kemungkinan beban pada saluran transmisi: Dengan mengkompensasi daya reaktif, kapasitor open rack dapat meningkatkan kemampuan saluran transmisi untuk menampung beban daya yang lebih tinggi.
  • Meningkatkan performa transformator: Dengan menyediakan kompensasi daya reaktif yang optimal, kapasitor open rack dapat meningkatkan performa transformator dalam mentransmisikan daya listrik.

4. Kapasitor Bank Pole Mounted

Kapasitor bank pole mounted umumnya dipasang pada tiang listrik. Kapasitor bank jenis ini memiliki beberapa fungsi, antara lain:

  • Memberikan dukungan pada tegangan: Kapasitor bank pole mounted membantu menjaga stabilitas tegangan dalam jaringan listrik. Mereka dapat menyediakan penyeimbangan tegangan yang diperlukan untuk menjaga kualitas dan kekalianlan pasokan listrik.
  • Mengurangi risiko kehilangan sistem (losses system): Dengan memberikan kompensasi daya reaktif yang tepat, kapasitor bank pole mounted membantu mengurangi kehilangan daya pada sistem distribusi. Hal ini dapat meningkatkan efisiensi jaringan dan mengurangi kerugian energi listrik.
  • Meningkatkan faktor daya dan sistem distribusi: Kapasitor bank pole mounted berkontribusi dalam meningkatkan faktor daya sistem distribusi. Dengan meningkatkan faktor daya, kapasitor bank membantu mengurangi perpindahan daya reaktif dan meningkatkan efisiensi dalam mentransmisikan daya listrik.

Jenis Kapasitor Bank Berdasarkan Penggunaannya

Dalam penggunaannya, terdapat berbagai jenis kapasitor bank yang umum ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Berikut ini adalah beberapa contoh kapasitor bank yang perlu kalian ketahui:

1. Kapasitor Bank Dengan Frekuensi Daya 50 dan 60 Hz

Untuk kapasitor bank dengan frekuensi daya 50 dan 60 Hz, mereka diklasifikasikan ke dalam tiga kelas yang berbeda. Berikut ini adalah jenis dan pengertian umum dari ketiga kelas tersebut:

  • Kapasitor Shunt: Kapasitor shunt digunakan untuk mengatur tegangan ujung transmisi dalam sistem kelistrikan. Fungsi utamanya adalah untuk kompensasi terhadap beban induktif dalam rangkaian listrik. Kapasitor shunt membantu menjaga stabilitas tegangan dan meningkatkan efisiensi sistem.
  • Kapasitor Seri: Kapasitor seri memiliki peran penting dalam transmisi daya jarak jauh. Mereka digunakan untuk mengkompensasi reaktansi induktif pada setiap segmen transmisi. Kapasitor seri membantu mengimbangi efek induksi dan meningkatkan efisiensi transmisi daya, terutama dalam transmisi dengan jarak yang lebih panjang.
  • Kapasitor Penyadap: Kapasitor penyadap (coupling capacitor) digunakan untuk menyadap daya dari jaringan dengan tegangan tinggi. Daya yang disadap kemudian digunakan untuk berbagai keperluan, seperti pengujian, pengukuran, atau pengoperasian peralatan. Kapasitor penyadap memungkinkan transfer daya yang aman dan efisien dari jaringan tegangan tinggi ke peralatan yang membutuhkannya.
Baca Juga :   Pengertian IC Regulator, Fungsi dan Prinsip Kerjanya Lengkap

2. Kapasitor Bank Gandeng

Kapasitor bank gandeng umumnya memiliki fungsi sebagai penghantar sinyal komunikasi. Contohnya, mereka digunakan untuk alat komunikasi antara gardu induk atau digunakan di pusat komunikasi.

3. Kapasitor Bank Pembagi Tegangan

Kapasitor bank gandeng umumnya difungsikan untuk mengukur tegangan transmisi dan juga digunakan untuk relay daya.

4. Kapasitor Bank Filter

Kapasitor bank filter umumnya digunakan sebagai konverter, terutama pada jaringan yang menggunakan sistem transmisi arus searah.

5. Kapasitor Perata

Kapasitor bank smoothing (perata) berfungsi untuk meratakan distribusi tegangan pada peralatan listrik. Alat ini juga sering digunakan sebagai pemutus daya dalam rangkaian listrik.

Baca Juga :

Penutup

Kesimpulannya, jenis-jenis Kapasitor Bank seperti Kapasitor Bank Tunggal, Kapasitor Bank Seri, dan Kapasitor Bank Paralel mempunyai peranan penting dalam sistem tenaga listrik.

Kapasitas dan jenis kapasitor bank yang dipilih berdampak langsung pada performa sistem listrik, baik dalam stabilitas, efisiensi, serta pengendalian harmonisa.

Oleh karena itu, pemahaman yang mendalam tentang karakteristik dan fungsi dari masing-masing jenis kapasitor bank sangat penting bagi insinyur dan teknisi dalam merancang dan memelihara sistem tenaga listrik yang efisien dan hkalianl.

Di era digital ini, dimana kebutuhan akan energi listrik yang stabil dan efisien semakin meningkat, Kapasitor Bank dengan segala jenis dan variasinya menjadi semakin relevan.

Mari kita terus belajar dan berinovasi dalam teknologi ini untuk masa depan yang lebih baik dan berkelanjutan.

Semoga artikel finoo.id ini membantu kalian dalam memahami lebih jauh tentang jenis-jenis Kapasitor Bank. Terima kasih telah membaca.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *