Pengertian Generator

Pengertian Generator: Fungsi, Jenis dan Cara Kerjanya

Posted on

Finoo.id – Pengertian Generator: Fungsi, Jenis dan Cara Kerjanya. Sebagian dari kita pasti sudah mengenal generator. Generator, atau yang juga dikenal dengan istilah genset, adalah alat yang sering digunakan untuk menghasilkan listrik cadangan, terutama saat terjadi pemadaman listrik dari PLN.

Oleh karena itu, alat ini sangat dibutuhkan baik untuk penggunaan pribadi maupun oleh berbagai instansi tertentu, terutama di tempat yang membutuhkan sumber listrik yang stabil.

Contohnya, rumah sakit, mal, pabrik, bkalianra, dan sebagainya. Hal ini berarti arus listrik harus tetap tersedia agar proses pelayanan dan produksi tetap berjalan.

Pada artikel ini, kita akan membahas secara rinci mengenai apa itu generator, fungsi-fungsinya, jenis-jenisnya, dan cara kerjanya. Mari kita simak pembahasan selengkapnya di bawah ini.

Sejarah Generator

Generator pertama kali ditemukan oleh Michael Faraday pada tahun 1831. Pada saat itu, generator terbuat dari kawat besi yang membentuk huruf U dan kawat tersebut dililitkan pada gulungan.

Generator sederhana ini bekerja dengan memutar kumparan di medan magnet. Hal ini menghasilkan arus induksi dan menghasilkan energi listrik.

Generator pertama yang ditemukan ini dikenal sebagai Generator Cakram Faraday. Alat inilah yang menjadi awal mula dari pengembangan alat pembangkit listrik modern seperti yang kita kenal sekarang.

Pengertian Generator Listrik

Genset, singkatan dari generator set, adalah istilah yang lebih umum untuk menyebut generator. Generator merupakan mesin yang berfungsi untuk menghasilkan arus listrik.

Generator adalah mesin penggerak yang dirancang sedemikian rupa agar dapat mengubah energi gerak menjadi sumber energi listrik.

Untuk menghasilkan energi listrik, genset menggunakan energi mekanik dengan cara memutar kumparan di dalam medan magnet. Energi dari kumparan tersebut kemudian diubah menjadi gaya gerak listrik (GGL).

Umumnya, genset memiliki mesin berbentuk rotor yang menggunakan pembakaran internal dan bahan bakar solar.

Penggunaan genset sangat penting, terutama di tempat-tempat yang membutuhkan aliran listrik yang stabil. Hal ini berlaku untuk layanan publik dan juga pabrik-pabrik tertentu.

Dengan adanya pasokan listrik yang terjaga, layanan publik dapat berjalan seperti biasa, sedangkan pabrik dapat mempertahankan proses produksi sesuai target. Selain itu, mesin produksi juga tetap berfungsi dengan baik dan kualitasnya terjaga.

Saat ini, genset juga banyak digunakan di rumah pribadi sebagai sumber energi cadangan ketika terjadi pemadaman listrik dari PLN.

Baca Juga :   √ Apa itu Sumur Artesis? Jenis Serta Kelebiahn dan Kekuranganya

Fungsi Generator

Secara umum, generator memiliki fungsi utama sebagai penghasil energi listrik. Namun, terdapat beberapa kegunaan lain dari generator yang lebih luas. Berikut adalah penjelasan lebih detail mengenai masing-masing fungsi generator:

1. Sebagai Pembangkit Tenaga Listrik

Fungsi utama dari genset adalah sebagai pembangkit tenaga listrik. Dengan menggunakan energi mekanik, generator memanfaatkan induksi elektromagnetik untuk mengubahnya menjadi sumber energi listrik.

Meskipun disebut sebagai pembangkit tenaga listrik, sebenarnya genset tidak menghasilkan listrik secara langsung. Secara lebih tepat, genset menggunakan energi mekanik yang dimilikinya untuk membantu menggerakkan muatan listrik.

2. Sebagai Alat Untuk Mengukur Pergerakan

Selain berfungsi sebagai pembangkit tenaga listrik, generator juga dapat digunakan sebagai alat untuk mengukur pergerakan. Dalam kondisi-kondisi tertentu, generator dapat digunakan untuk mendeteksi gerakan kinetik.

3. Sebagai Sumber Listrik Cadangan

Fungsi lain dari generator adalah sebagai sumber listrik cadangan. Genset sering digunakan untuk menghasilkan listrik saat terjadi pemadaman dari PLN.

Sebagai sumber listrik cadangan, generator dapat diatur untuk menyala secara otomatis. Jadi, ketika sumber listrik utama tidak tersedia, genset akan menyala secara otomatis.

Karena keunggulannya ini, tak heran jika generator menjadi salah satu kebutuhan penting. Terutama di tempat-tempat tertentu yang membutuhkan pasokan listrik yang kontinu.

Cara Kerja Generator

Generator adalah alat yang bekerja dengan mengkonversi energi kinetik menjadi energi listrik.

Berikut adalah cara kerja generator:

  1. Induksi Elektromagnetik: Generator membutuhkan induksi elektromagnetik agar rotor dapat bergerak.
  2. Gerakan Rotor: Ketika rotor bergerak, ujung kumparan juga ikut bergerak.
  3. Pembentukan Medan Magnet: Gerakan rotor menyebabkan kutub-kutub pada generator berputar dan menciptakan medan magnet.
  4. Perbedaan Tegangan: Pergerakan medan magnet menciptakan perbedaan tegangan pada penghantar listrik dan kedua ujung kabel.
  5. Energi Listrik: Efek dari perbedaan tegangan tersebut menghasilkan energi listrik.

Bagian-Bagian Generator

Untuk memahami lebih lanjut tentang generator, kita perlu memahami komponen-komponen atau bagian-bagian yang ada dalam mesin generator beserta fungsinya.

Berikut ini adalah penjelasan tentang komponen-komponen yang ada dalam generator dan fungsinya:

1. Rangka Stator

Bagian utama dari generator adalah rangka stator. Rangka stator adalah badan atau struktur utama yang menjadi komponen dasar dari generator. Rangka ini biasanya terbuat dari logam baja.

Rangka baja digunakan pada genset karena memiliki kekuatan yang tinggi, tahan karat, dan tahan korosi. Selain itu, rangka baja juga memiliki bobot yang relatif ringan, sehingga memudahkan dalam proses pengangkatan atau pemindahan genset.

2. Stator

Selanjutnya, terdapat komponen yang disebut stator. Stator adalah komponen yang terletak menempel pada rangka generator.

Stator terbuat dari bahan ferromagnetik dan dipasang melilit pada rangka generator. Fungsinya adalah menghasilkan gaya gerak listrik (GGL) melalui perubahan medan magnet yang dihasilkan oleh rotor.

3. Rotor

Rotor adalah komponen pada genset yang berputar. Pada bagian rotor, terdapat lilitan tembaga yang berfungsi sebagai kutub magnet. Di komponen ini, arus listrik akan dihasilkan.

Baca Juga :   Penyebab Listrik Mati Tapi Meteran Nyala & Solusinya

4. Slip Ring

Generator juga dilengkapi dengan slip ring. Slip ring umumnya terbuat dari tembaga atau kuningan. Fungsinya adalah untuk memindahkan arus listrik yang dihasilkan oleh rotor.

Slip ring memiliki bentuk seperti cincin dan biasanya terdiri dari dua buah. Komponen ini dipasang pada bagian rotor. Ketika rotor berputar, slip ring juga akan bergerak secara otomatis.

Komponen Utama Generator Set

Sebuah generator set terdiri dari 9 komponen utama yang bekerja bersama-sama untuk menghasilkan listrik. Berikut ini adalah komponen-komponen generator:

  1. Regulator Tegangan: Komponen ini bertanggung jawab untuk mengatur tegangan keluaran generator agar tetap stabil dan sesuai dengan kebutuhan. Regulator tegangan memastikan bahwa aliran listrik yang dihasilkan memiliki tegangan yang konstan.
  2. Mesin: Mesin merupakan komponen yang menggerakkan generator dan bertugas untuk mengubah energi mekanik menjadi energi listrik. Biasanya, mesin pada generator menggunakan mesin pembakaran dalam seperti mesin bensin atau mesin diesel.
  3. Alternator: Alternator adalah komponen utama yang menghasilkan listrik pada generator. Alternator bekerja dengan memanfaatkan prinsip induksi elektromagnetik, di mana perputaran rotor dalam medan magnet menghasilkan arus listrik.
  4. Sistem Bahan Bakar: Komponen ini menyediakan bahan bakar yang diperlukan untuk mesin generator. Sistem bahan bakar biasanya terdiri dari tangki bahan bakar, pompa bahan bakar, dan filter bahan bakar.
  5. Sistem Pelumas: Sistem pelumas pada generator berfungsi untuk melumasi dan melindungi komponen mesin dari keausan. Minyak pelumas yang tepat harus digunakan untuk menjaga kinerja optimal dan masa pakai yang panjang.
  6. Charger Baterai: Charger baterai merupakan komponen yang digunakan untuk mengisi daya baterai pada generator. Baterai biasanya digunakan untuk memulai mesin dan menjaga aliran listrik yang stabil selama generator beroperasi.
  7. Sistem Pendingin dan Pembuangan Panas: Komponen ini bertugas untuk menjaga suhu mesin generator agar tetap dalam kisaran yang aman. Sistem pendingin dapat menggunakan pendingin udara atau pendingin cair, seperti radiator atau kipas angin, sementara sistem pembuangan panas mengeluarkan panas yang dihasilkan oleh mesin.
  8. Panel Kontrol: Panel kontrol adalah komponen yang digunakan untuk mengendalikan dan memonitor kinerja generator. Panel kontrol biasanya dilengkapi dengan tombol, sakelar, dan indikator yang memungkinkan pengguna untuk mengoperasikan generator dengan mudah.
  9. Ruangan atau Bingkai: Ruangan atau bingkai merupakan struktur fisik yang melindungi dan mendukung komponen-komponen generator. Ruangan atau bingkai juga berfungsi untuk meredam suara dan getaran yang dihasilkan oleh generator saat beroperasi.

Jenis-Jenis Generator

Generator-generator dapat diklasifikasikan berdasarkan beberapa kategori sebagai berikut.

A. Berdasarkan Medan Magnetnya

Generator dapat dibedakan menjadi dua jenis berdasarkan medan magnetnya:

1. Generator Kutub Luar

Pada jenis generator ini, medan magnet terletak di luar komponen rotor. Dengan kata lain, medan magnet mengelilingi bagian luar dari rotor generator tersebut.

2. Generator Kutub Dalam

Pada generator ini, medan magnet terdapat di kutub bagian dalam, lebih tepatnya terletak di bagian rotor.

B. Berdasarkan Jenis Arusnya

Generator dapat dibedakan menjadi dua jenis berdasarkan jenis arus yang dibangkitkan:

Baca Juga :   MCB Bunyi saat AC Nyala? Apakah Berbahaya? Simak Artikel Kami

1. Generator AC (Generator Arus Bolak-Balik)

Generator AC adalah sebuah perangkat yang bekerja dengan menggunakan arus AC (arus bolak-balik). Pada perangkat ini, terdapat dua slip ring yang terhubung dengan ujung-ujung kumparan.

Dengan desain ini, salah satu ujung kumparan berfungsi sebagai kutub negatif, sementara ujung lainnya menjadi kutub positif. Namun, kedua ujung kumparan tidak bersentuhan satu sama lain. Ketika kumparan bergerak, akan terjadi arus bolak-balik di dalam generator.

2. Generator DC (Generator Arus Searah)

Pada generator DC, tipe rangkaian tidak terlalu berbeda dengan tipe AC. Generator ini juga memiliki kumparan dengan kedua ujungnya memiliki kutub positif dan negatif.

Namun, ujung kumparan pada generator DC tidak dilengkapi slip ring. Sebagai penggantinya, kedua ujungnya didesain dengan dua brush.

Cara kerja generator DC adalah dengan menggunakan arus searah. Ketika kumparan berputar, brush akan menyentuh kumparan secara bergantian.

Cara Menggunakan Genset yang Benar

Genset tidak hanya digunakan di bangunan komersial, tetapi juga sering digunakan di rumah pribadi untuk berbagai keperluan. Salah satu kegunaan utamanya adalah saat terjadi pemadaman listrik dari PLN, genset dapat digunakan untuk memasok kebutuhan listrik secara terus-menerus.

Bagaimana cara menggunakan generator? Berikut adalah langkah-langkah penggunaan genset agar dapat memperpanjang masa pakainya:

  1. Matikan sumber listrik utama sebelum menghidupkan genset.
  2. Periksa bahan bakar genset untuk memastikan bahwa bahan bakar tersedia dan mencukupi.
  3. Nyalakan genset sesuai dengan prosedur yang ditentukan. Ada jenis genset yang dihidupkan dengan menarik tuas, sementara ada yang cukup dinyalakan dengan menekan tombol start.
  4. Setelah genset berhasil dinyalakan, alat tersebut siap digunakan dan dioperasikan.

Baca Juga :

Penutup

Kesimpulannya, generator memegang peran penting dalam memasok tenaga listrik yang kita gunakan setiap hari. Sebagai alat yang mengubah energi mekanik menjadi energi listrik, pengertian generator tidak hanya berhenti pada definisi teknisnya.

Jauh di luar itu, generator adalah lambang kemajuan teknologi dan inovasi yang telah memberi kemudahan pada hidup kita, memungkinkan berbagai aspek kehidupan modern kita berjalan dengan lancar.

Dengan pemahaman yang lebih baik tentang apa itu generator, kita diharapkan dapat lebih menghargai dan menggunakan teknologi ini secara bijaksana untuk keberlanjutan hidup di masa depan. Selanjutnya, pengetahuan ini diharapkan dapat memicu inovasi-inovasi baru di bidang teknologi dan energi.

Demikianlah artikel finoo.id yang membahas tentang Pengertian Generator: Fungsi, Jenis dan Cara Kerjanya. Semoga artikel kami dapat bermanfaat dan terimakasih telah membaca!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *