Pengertian Pengecoran Logam

Pengertian Pengecoran Logam: Proses, Metode dan Hasil Produk

Posted on

Finoo.id – Pengertian Pengecoran Logam: Proses, Metode dan Hasil Produk. Dari objek-objek di sekitar kita yang terbuat dari bahan logam, tak bisa diabaikan bahwa proses pengecoran logam selalu berperan. Melalui tahapan pengecoran inilah logam diolah hingga menjadi peralatan yang terdefinisi.

Namun, perlu ditekankan bahwa pengecoran bahan logam bukanlah tugas yang dapat dikerjakan oleh siapa saja. Proses ini melibatkan stkalianr keamanan yang ketat serta peralatan khusus guna mendukung jalannya proses dengan baik.

Pengertian Pengecoran Logam

Pengecoran logam merupakan aksi menuangkan logam cair ke dalam cetakan dengan tujuan menghasilkan bentuk atau desain tertentu sesuai keinginan.

Proses tersebut dapat dianggap sebagai hal yang kompleks dan rumit, mengingat perlu dilakukan campuran bahan kimia yang rumit dan kompleks agar bentuk yang berkualitas bisa terbentuk.

Dalam tahap pengecoran, dua hasil utama yang dihasilkan adalah bentuk (shapes) dan ingot. Ingot adalah produk pengecoran dengan bentuk yang sederhana dan memerlukan proses lanjutan.

Sementara itu, shapes adalah hasil dari pengecoran dengan bentuk yang mendekati geometri kompleks atau bahkan sudah mendekati bentuk akhir yang diinginkan.

Dalam konteks ideal industri pengecoran, terdapat beberapa faktor yang menjadi kriteria utama, termasuk keberadaan tenaga ahli, peralatan pendukung yang memadai, serta sistem keamanan kerja yang terintegrasi.

Sejarah Proses Pengecoran Logam

Hasil dari tahap pengecoran bahan logam yang tertua yang pernah tercatat adalah sebuah patung katak tembaga, diciptakan sekitar tahun 3200 SM di wilayah Mesopotamia (Irak).

Pada sekitar tahun 2800 SM, proses pengecoran paling umum dilakukan dengan menggunakan perunggu, karena sifatnya yang lebih kokoh jika dibandingkan dengan emas.

Baca Juga :   √ Apa itu Pressure Safety Valve (PSV)? Fungsi & Cara Kerjanya

Perunggu diformat menjadi berbagai alat dan senjata yang turut mendukung kemajuan peradaban Mesir pada masa itu. Dalam konteks ini, cetakan yang digunakan umumnya terbuat dari batu yang memiliki ketahanan yang tahan lama.

Kemudian, sekitar tahun 1300 SM, masyarakat di Tiongkok mulai menggunakan cetakan pasir untuk melakukan proses pengecoran logam. Lebih dari 800 tahun kemudian, pada masa itu, besi cor mulai diperkenalkan dalam skala global untuk tujuan pertanian.

Penggunaan besi cor kemudian mengalami pergeseran fungsional menjadi sarana militer selama Dinasti Qin, yang berlangsung selama 300 tahun. Setelah lebih dari 1000 tahun, teknik pengecoran memainkan peran penting dalam pembangunan katedral dan gereja.

Konsep teori dan praktik pengecoran secara formal baru diperkenalkan oleh Vannocio Biringuccio, yang juga diakui sebagai Bapak Industri Pengecoran.

Metode Pengecoran Logam

Beberapa teknik yang diterapkan dalam proses pengecoran bahan logam antara lain sebagai berikut.

1. Pembuatan Pola (Pattern Making)

Teknik awal dalam pembuatan pola melibatkan pembuatan salinan dari bagian yang akan dihasilkan dalam pengecoran. Salinan ini disusun dari berbagai bahan seperti kayu, logam, plastik, atau bahkan plester.

2. Pembuatan Cetakan (Mould Making)

Setelah pola siap, langkah selanjutnya adalah menciptakan cetakan. Jenis cetakan yang digunakan bervariasi tergantung pada jenis proses pengecoran logam yang akan dilakukan.

Sebagai contoh, dalam pengecoran menggunakan pasir, cetakan dibentuk di dalam suatu wadah agar bentuk cetakan dapat terbentuk.

3. Peleburan dan Penuangan Logam (Metal Melting and Pouring)

Bahan baku logam akan dilebur pada suhu tertentu hingga mencapai bentuk cair. Setelah mencapai tahap cair, logam cair tersebut akan dituangkan ke dalam cetakan menggunakan gaya gravitasi atau dengan menerapkan tekanan tinggi.

Cairan logam yang sudah dituangkan kemudian dibiarkan untuk mengeras dalam cetakan sebelum akhirnya dilepaskan dari cetakan tersebut.

4. Pascaproses (Post Processing)

Setelah mencapai tahap pengerasan, benda logam akan dikeluarkan dari cetakan dan dibiarkan mendingin. Proses selanjutnya dalam pascaproses melibatkan fettling, yaitu membersihkan logam dari bagian kasar yang mungkin muncul selama proses pengecoran.

Baca Juga :   √ Apa itu Dinamo Sepeda Listrik? Fungsi, dan Jenisnya

Dalam tahap ini, detail-detail halus dan akhir benda logam dapat dihasilkan melalui berbagai metode, termasuk penggunaan alat-alat khusus dan proses lainnya.

Bahan Pengecoran Logam

Beberapa jenis bahan yang umumnya dimanfaatkan dalam industri pengecoran meliputi:

  • Besi Kelabu / Gray Iron
  • Aluminium
  • Besi Cor Ulet / Ductile Iron
  • Besi / Steel
  • Tembaga / Copper
  • Seng / Zinc

Sebelum memilih bahan yang akan digunakan dalam proses pengecoran, terdapat beberapa faktor yang perlu diperhatikan, di antaranya:

  • Titik Leleh
  • Ketahanan Aus
  • Kebutuhan Volume
  • Kemampuan Redaman
  • Efektivitas Biaya
  • Kecepatan Pendinginan
  • Bobot

Dengan mempertimbangkan faktor-faktor di atas, pemilihan bahan yang tepat dapat memastikan hasil pengecoran yang berkualitas sesuai dengan kebutuhan dan spesifikasi yang diinginkan.

Jenis-Jenis Pengecoran Logam

Berdasarkan ragam jenis cetakan yang diterapkan dalam proses pengecoran, terdapat beberapa metode pengecoran bahan logam yang dapat digunakan, yaitu:

1. Pengecoran dengan Cetakan Sementara

Metode ini melibatkan pembuatan cetakan yang hanya dapat digunakan sekali, karena setelah benda cor selesai dibuat, cetakan akan rusak dan tidak bisa digunakan lagi.

Bahan yang umum digunakan untuk pembuatan cetakan sementara meliputi pasir, plester, dan keramik. Meskipun hanya digunakan sekali, metode ini masih mampu mencetak bentuk dengan kompleksitas geometri yang tinggi.

2. Pengecoran dengan Cetakan Permanen

Berbeda dengan cetakan sementara, pengecoran logam dengan cetakan permanen memungkinkan cetakan untuk digunakan berulang kali. Namun, kendala yang dihadapi adalah bentuk yang dicetak cenderung lebih sederhana karena cetakan perlu dibuka untuk digunakan kembali.

3. Pengecoran dengan Cetakan Komposit

Cetakan komposit adalah jenis cetakan yang bisa digunakan kembali atau dihilangkan setelah proses pengecoran selesai.

Beberapa bahan yang umum digunakan untuk cetakan komposit antara lain kayu, pasir, logam, dan grafit. Dengan metode ini, fleksibilitas dalam pemilihan bahan cetakan menghadirkan lebih banyak pilihan dalam proses pengecoran.

Kelebihan dan Kekurangan Teknik Casting

Kelebihan

Metode pengecoran memiliki sejumlah keunggulan, termasuk:

  • Mempermudah Pembentukan Bentuk Sulit
  • Fleksibilitas Proses
  • Kemudahan Pembentukan Objek
  • Kebebasan Desain yang Luas
  • Pemrosesan Logam Sulit dengan Mesin
  • Kontrol yang Dapat Dikelola
  • Cocok untuk Produksi Massal
Baca Juga :   √ Apa Itu Asphalt Sprayer? Fungsi, Jenis dan Cara Kerjanya

Kekurangan

Namun, teknik pengecoran juga memiliki beberapa keterbatasan, di antaranya:

  • Proses yang Rumit
  • Memerlukan Infrastruktur yang Besar
  • Investasi yang Tinggi
  • Tidak Ekonomis untuk Skala Operasi Kecil
  • Kebutuhan akan Tenaga Kerja yang Banyak
  • Perlu Fokus Tinggi
  • Memerlukan Perawatan Khusus untuk Mengatur Laju Pendinginan
  • Tantangan dalam Melakukan Penipisan (Thinning)

Perbedaan Antara Pengelasan dan Pengecoran Logam

Perbedaan antara proses pengecoran dan pengelasan adalah seperti berikut.

PengecoranPengelasan
Tidak adanya zona terpengaruh panas menciptakan mikrostruktur homogenPanas lokalnya membuat tekanan dan distorsi lebih banyak
Proses dilakukan dengan cara menuang logam cair ke dalam cetakanProses dilakukan dengan cara menggabungkan dua bagian logam padat dengan lelehan beberapa bagiannya
Menghasilkan satu bagian dari yang awalnya merupakan potongan terpisahMenghasilkan bagian-bagian yang terpisah atau satu kesatuan berbentuk padat dari yang awalnya berbentuk cair.

Baca Juga :

Penutup

Pengecoran logam adalah salah satu teknik tertua dalam pembuatan komponen mesin dan berbagai alat. Melalui proses ini, logam cair dituang ke dalam cetakan yang telah dirancang sesuai bentuk yang diinginkan.

Sepanjang sejarah, teknik ini telah mengalami banyak evolusi dan penyempurnaan, namun prinsip dasarnya tetap sama.

Dalam dunia industri modern, pengecoran logam tetap menjadi salah satu metode yang paling esensial dalam produksi massal.

Semakin kita memahami dan menghargai arti penting dari pengertian pengecoran logam, semakin kita dapat memanfaatkan teknologi ini untuk menciptakan inovasi dan produk berkualitas tinggi di masa depan.

Demikianlah artikel finoo.id yang membahas tentang Pengertian Pengecoran Logam: Proses, Metode dan Hasil Produk. Semoga artikel kami dapat bermanfaat dan terimakasih telah membaca artikel kami.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *