Simbol Besaran Arus Listrik

Simbol Besaran Arus Listrik Dan Penjelasan Lengkapnya

Posted on

Finoo.id – Simbol Besaran Arus Listrik Dan Penjelasan Lengkapnya. Simbol dari besaran arus listrik merupakan konsep pokok yang sangat penting untuk dipelajari, terutama jika kalian ingin mendalami pengetahuan tentang bidang elektronika dan kelistrikan.

Terdapat beragam simbol dalam domain kelistrikan yang dapat memberikan bantuan signifikan dalam melakukan perhitungan, perancangan, dan analisis rangkaian listrik. Dengan pemahaman tentang besaran-besaran listrik, kalian dapat memperoleh wawasan yang mendalam.

Pemahaman mengenai besaran arus listrik akan membantu kalian dalam menentukan nilai-nilai pengukuran seperti tegangan, arus, resistansi, daya listrik, dan aspek lainnya.

Dalam dunia kelistrikan dan elektronika, terdapat beragam simbol dan satuan yang sering digunakan. Merupakan hal yang bijak untuk menguasai konsep-konsep ini dengan baik.

Daftar Simbol Besaran Arus Listrik

1. Tegangan: Volt (V)

Volt adalah unit turunan yang digunakan untuk mengukur perbedaan tegangan dalam rangkaian listrik. Satuan Volt diberi nama berdasarkan penemunya, Alessandro Volta, yang menciptakan baterai elemen cair.

Satu volt mengindikasikan bahwa perbedaan tegangan listrik yang diperlukan agar arus listrik sebesar 1 ampere mengalir melalui suatu rangkaian listrik dengan resistansi sebesar 1 ohm.

2. Arus Listrik: Ampere (A)

Ampere, yang simbolnya adalah huruf A, merupakan satuan yang digunakan untuk mengukur arus listrik dan sering disingkat sebagai amp.

Satu ampere mewakili aliran arus listrik yang mengalir dari kutub negatif ke kutub positif. Nama “Ampere” diambil dari Andre Marie Ampere, ilmuwan yang menemukan konsep elektromagnetisme.

Baca Juga :   Perbedaan Kapasitor Running dan Kapasitor Starting Yang Tepat

3. Hambatan/Resistansi: Ohm (Ω)

Ohm adalah satuan yang digunakan untuk mengukur impedansi listrik. Dalam konteks arus searah, satuan ini juga digunakan untuk mengukur hambatan atau resistansi listrik. Nama satuan ini diambil dari seorang ilmuwan.

Ilmuwan yang memberi inspirasi untuk nama satuan ini adalah Georg Ohm. Satu ohm menggambarkan hambatan listrik yang mengizinkan aliran arus sehingga menciptakan perbedaan tegangan saat arus sebesar 1 ampere mengalir melaluinya.

4. Konduktansi: Siemens (S)

S atau Siemens adalah satuan yang digunakan untuk mengukur susceptance listrik, konduktansi listrik, dan admittance listrik. Ketiga komponen ini merupakan kebalikan dari reaktansi, hambatan, dan impedansi.

Artinya, satu siemens merupakan kebalikan dari satu ohm, sehingga tak heran jika sering disebut sebagai “mho”. Nama Siemens diambil dari Ernst Werner von Siemens.

Harap diperhatikan bahwa simbol satuan ini ditulis dengan huruf S kapital atau huruf besar. Simbol s kecil merupakan representasi untuk satuan sekon atau detik.

5. Kapasitansi: Farad (F)

Simbol satuan Farad adalah F, yang diambil dari nama seorang fisikawan asal Inggris, yaitu Michael Faraday. Satuan ini digunakan untuk mengukur kapasitansi listrik.

Kapasitansi listrik mengacu pada kemampuan suatu benda dalam menyimpan muatan listrik. Pada awalnya, tepatnya pada tahun 1861, satuan farad digunakan untuk mengukur kuantitas muatan.

Istilah “farad” pertama kali diperkenalkan oleh Josiah Latimer Clark dan masih digunakan hingga saat ini.

6. Muatan Listrik: Coulomb (C)

Simbol untuk besaran arus listrik, yaitu C dengan huruf kapital, digunakan sebagai representasi satuan Coulomb. Satuan ini digunakan untuk mengukur muatan listrik dan dinamai sesuai dengan Charles Augustin de Coulomb.

Coulomb merupakan salah satu dari satuan turunan dalam Sistem Internasional (SI). Satuan-satuan turunan meliputi coulomb, farad, hertz, joule, ohm, siemens, volt, watt, dan lain-lain. Ini berbeda dari satuan pokok.

Baca Juga :   Rekomendasi Kabel Antena TV Yang Bagus & Fungsinya

Satuan pokok terdiri dari tujuh satuan, yaitu kelvin, candela, ampere, meter, kilogram, detik, dan mol.

7. Induktansi: Henry (H)

Sama seperti coulomb, henry juga termasuk dalam satuan turunan Sistem Internasional (SI) dan dipergunakan untuk mengukur induktansi. Nama “henry” diambil dari Joseph Henry, seorang ilmuwan.

Jika arus listrik dalam suatu rangkaian berubah pada tingkat satu ampere per detiknya dan menghasilkan tegangan elektromotif sebesar satu volt, maka induktansi rangkaian tersebut memiliki nilai satu henry.

8. Daya Listrik: Watt (W)

Watt adalah salah satu satuan turunan yang dilambangkan dengan simbol W besar, yang berhubungan dengan besaran arus listrik. Nama satuan ini diambil dari James Watt.

Watt digunakan untuk mengukur daya listrik. Satu watt setara dengan satu joule per satu detik. Dalam konteks kelistrikan, ini juga sama dengan satu volt ampere atau 1 VA.

Watt merupakan tingkat atau peringkat dari joule per detik ketika energi diubah, digunakan, atau habis.

9. Frekuensi: Hertz (Hz)

Nama satuan ini diambil dari seorang ilmuwan yang memberikan kontribusi di bidang elektromagnetisme, yakni Heinrich Hertz. Satuan hertz atau Hz digunakan untuk mengukur frekuensi.

Hertz digunakan untuk mengindikasikan berapa kali gelombang terjadi dalam satu detik, sehingga 1 Hertz sama dengan 1 gelombang.

Satuan hertz bisa diterapkan untuk mengukur gelombang apapun selama bersifat periodik.

Penggunaan kelipatan satuan Hertz mengikuti sistem metrik. Ini berarti terdapat kelipatan ribuan seperti kilohertz, megahertz, dan gigahertz untuk satuan yang lebih besar. Sementara itu, terdapat satuan yang lebih kecil untuk kelipatan yang lebih rendah.

Contohnya, satuan-satuan untuk kelipatan yang lebih rendah adalah centihertz, decihertz, millihertz, mikrohertz, nanohertz, pikohertz, femtohertz, attohertz, zeptohertz, dan yoctohertz.

10. Energi: Joule (J)

Simbol J digunakan untuk menggambarkan satuan Joule, yang secara khusus digunakan untuk mengukur energi. Satuan ini dinamai sesuai dengan James Prescott Joule.

Baca Juga :   Kode Meteran Listrik ITRON & Cara Penggunaanya

Istilah “joule” pertama kali dipergunakan oleh seorang ilmuwan bernama Dr. Mayer of Heilbronn. “Joule” sendiri diambil dari sebuah satuan yang mengartikan besaran energi.

Besaran energi ini didefinisikan sebagai jumlah yang diperlukan untuk melakukan kerja dengan gaya sebesar satu newton dalam jarak satu meter. Inilah alasan mengapa 1 joule setara dengan 1 newton meter.

Satu joule juga merupakan besaran terkecil mutlak yang diperlukan di permukaan bumi untuk mengangkat objek seberat 1 kilogram hingga ketinggian 10 cm.

Terdapat setidaknya sepuluh simbol besaran arus listrik yang penting untuk dipahami, yang meliputi satuan yang diwakili oleh masing-masing simbol serta asal penggunaan simbol-simbol tersebut.

Baca Juga :

Penutup

Dalam setiap diskusi mengenai elektrik dan elektronik, kita tak dapat lepas dari konsep arus listrik. Simbol besaran arus listrik bukan hanya sekadar notasi, melainkan representasi dari konsep dasar yang mendasari seluruh dunia elektronik.

Dengan memahami dan menghargai makna di balik simbol tersebut, kita dapat lebih mendalam dalam memahami ilmu kelistrikan serta aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari.

Karena itu, mari kita terus berupaya meningkatkan pemahaman kita akan dasar-dasar kelistrikan agar dapat memanfaatkannya dengan lebih optimal.

Demikianlah artikel finoo.id yang membahas tentang Simbol Besaran Arus Listrik Dan Penjelasan Lengkapnya
. Semoga artikel kami dapat bermanfaat dan terimakasih telah membaca artikel kami.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *