Apa Itu DED

√ Apa Itu DED (Detail Engineering Design)? Berikut Penjelasanya!

Posted on

Finoo.id – √ Apa Itu DED (Detail Engineering Design)? Berikut Penjelasanya!. Rancangan teknik detail (RTD) merupakan ilustrasi rinci yang disusun oleh konsultan untuk kebutuhan proyek konstruksi bangunan sipil. Proyek ini melibatkan pembangunan gedung, perencanaan kolam renang, pembuatan jalan, gedung, jembatan, dan sejumlah pekerjaan lainnya. Perhatikan detailnya di bawah ini!

Proses pelaksanaan proyek tentu memerlukan pertimbangan menyeluruh. Untuk memastikan kelancaran pelaksanaan, memiliki desain yang solid merupakan kunci awal menuju kesuksesan.

Rancangan teknik detail memastikan bahwa proyek dapat dilaksanakan sesuai target dan sesuai dengan perencanaan. Waktu yang diperlukan pun dapat tercapai dengan tepat pada waktunya.

Oleh karena itu, rancangan teknik detail menjadi suatu keharusan. Ilustrasi RTD harus sangat terperinci, jelas, dan mudah dipahami. Seiring dengan keseluruhan dan kedalaman ilustrasinya, umumnya pembangunan fisik proyek dapat dipercepat.

Apa Itu DED?

DED merupakan singkatan dari Rancangan Teknik Detail. Dokumen ini disusun sebagai bagian dari perencanaan (dalam bentuk gambar kerja) oleh tim sipil dan arsitek dalam proyek konstruksi bangunan sipil, seperti pembangunan jalan, jembatan, gedung, kolam renang, bendungan, dan konstruksi lainnya.

Selain berfungsi sebagai dokumen perencanaan gambar kerja, DED juga dapat menjadi pedoman saat melakukan perawatan dan perbaikan pada suatu gedung atau bangunan.

DED sering kali disebut sebagai bestek, yang merupakan gambar bangunan yang lengkap dan terperinci, digunakan sebagai dokumen utama dalam perencanaan proyek pembangunan bangunan.

Berdasarkan riset dari Universitas Lampung, asal-usul istilah DED berasal dari bahasa Belkalian, yang diterjemahkan menjadi sejumlah syarat dan peraturan terperinci, jelas, mudah dipahami, dan mengikat dalam pelaksanaan proyek pembangunan.

Menurut Penataan Ruang Provinsi Jogja, DED diartikan sebagai Rancang Bangun Rinci, yang merupakan dokumen desain teknis bangunan yang melibatkan gambar teknis, spesifikasi teknis, spesifikasi umum, volume, dan biaya pekerjaan.

Fungsi DED

DED memiliki sejumlah fungsi penting dalam proyek konstruksi. Beberapa fungsi utamanya meliputi:

1. Menentukan Bahan Bangunan

DED berperan penting dalam menentukan jenis, jumlah, dan kualitas bahan bangunan yang diperlukan untuk proyek konstruksi. Dengan merinci persyaratan material, dokumen ini membantu dalam pengadaan bahan secara efisien, mengarahkan pembelian dengan tepat, dan memastikan penggunaan material sesuai dengan stkalianr yang telah ditetapkan.

2. Identitas Proyek

Dalam setiap DED, terdapat informasi identitas proyek yang melibatkan aspek-aspek seperti nama proyek, klien yang terlibat, dan nama arsitek yang terlibat dalam perancangan. Adanya identifikasi ini sangat membantu dalam administrasi proyek, memudahkan pelacakan dan pengarsipan dokumen, serta memberikan kejelasan terkait kepemilikan dan pihak yang terlibat dalam pelaksanaan proyek.

3. Rincian Gambaran Bangunan dan Pekerjaan

DED mengandung gambar teknis yang memberikan rincian mendalam tentang struktur dan karakteristik bangunan yang akan dibangun. Ini mencakup informasi seperti dimensi, struktur, serta spesifikasi teknis lainnya. Rincian ini penting agar kontraktor dan pihak terlibat dapat memahami dengan jelas apa yang diinginkan dalam pelaksanaan proyek. Dengan adanya gambaran yang terperinci, risiko kesalahan dalam pelaksanaan dapat dikurangi, sehingga memastikan hasil akhir sesuai dengan rencana dan stkalianr yang telah ditetapkan.

Baca Juga :   Harga Borongan Pasang Turap Batu Kali Per Meter Yang Paling Tepat

4. Menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB)

DED merupakan dasar penting dalam penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) proyek. Dengan merinci segala aspek material, pekerjaan, dan detail lainnya, DED memberikan lkaliansan yang kuat untuk menghitung estimasi biaya secara akurat. RAB yang disusun berdasarkan DED membantu pihak terkait dalam perencanaan anggaran, mengelola sumber daya finansial dengan efisien, dan memastikan bahwa proyek dapat dijalankan sesuai dengan alokasi biaya yang telah ditetapkan.

5. Administrasi Pelaksanaan Pembangunan

DED berperan dalam administrasi pelaksanaan proyek konstruksi. Dokumen ini terintegrasi dalam proses pelelangan dan kontrak kerja konstruksi. Dengan adanya DED, pihak terlibat dapat dengan jelas memahami ruang lingkup pekerjaan, jadwal pelaksanaan, dan persyaratan lainnya. Hal ini mendukung pengelolaan proyek secara terstruktur, membantu dalam pemantauan kemajuan, serta memberikan dasar untuk evaluasi kinerja kontraktor.

6. Membantu Kontraktor atau Pemborong

DED memberikan panduan yang sangat jelas kepada kontraktor atau pemborong tentang jenis dan bentuk bangunan yang harus dibangun. Dokumen ini menyediakan informasi teknis yang terperinci, termasuk spesifikasi material dan metode konstruksi yang harus diikuti. Dengan demikian, DED membantu kontraktor atau pemborong dalam menjalankan pekerjaan sesuai dengan harapan, meminimalkan risiko kesalahan, dan menghasilkan hasil akhir yang sesuai dengan stkalianr dan persyaratan yang telah ditetapkan dalam dokumen perencanaan.

Ruang Lingkup

Ruang lingkup DED mencakup sejumlah aspek penting dalam perencanaan bangunan. Pada tahap ini, konsep dasar perencanaan pembangunan akan disusun secara cermat, termasuk analisis terhadap kebutuhan dan keinginan pemilik bangunan. Signifikansi ruang lingkup DED sangat besar karena menjadi dasar dalam pengembangan rincian teknis bangunan dan memberikan panduan yang jelas selama proses pelaksanaan konstruksi. Berikut adalah penjelasan lengkapnya.

1. Merumuskan Konsep Dasar Perencanaan Pembangunan

Ruang lingkup DED diawali dengan merumuskan konsep dasar perencanaan pembangunan. Pada tahap ini, dilakukan analisis terhadap kebutuhan, tujuan, dan keinginan pemilik bangunan. Konsep perancangan, seperti tata letak bangunan, gaya arsitektur, dan fungsi ruang akan diidentifikasi dan diperinci. Konsep ini menjadi dasar utama dalam perumusan DED yang lebih rinci dan terperinci.

2. Menyusun Preliminary Design dalam Bentuk Gambar Denah Bangunan

Setelah konsep dasar perencanaan pembangunan terbentuk, langkah berikutnya dalam ruang lingkup DED adalah menyusun preliminary design dalam bentuk gambar denah bangunan. Gambar denah ini menggambarkan dengan jelas tata letak ruangan, ukuran ruangan, serta hubungan antar-ruangan. Preliminary design menjadi lkaliansan yang kuat untuk pengembangan DED yang lebih rinci dan mendalam, memastikan setiap aspek konstruksi terperinci dengan baik.

Bagian-bagian DED

DED merupakan fase krusial dalam proses perencanaan dan perancangan konstruksi. Tahap ini melibatkan berbagai bagian yang mencakup gambar dan dokumen teknis yang sangat terperinci. Beberapa bagian utama yang terdapat dalam DED akan diuraikan sebagai berikut.

1. Gambar Denah

Denah bangunan adalah representasi visual dari tata letak ruangan dalam sebuah bangunan. Gambar ini menampilkan ukuran dan bentuk ruangan, termasuk pintu, jendela, dan elemen struktural lainnya.

Umumnya, gambar denah ini muncul setelah bagian bangunan dipotong sekitar 1 meter di atas permukaan lantai. Saat memeriksa gambar denah, kalian dapat dengan jelas melihat informasi mengenai ukuran, batas, bentuk, dan perlengkapan dari setiap ruangan dalam bangunan.

Baca Juga :   Harga Borongan Pasang Talang Seng Dan Penjelasanya Lengkap

Perlengkapan yang dimaksud di sini mencakup elemen-elemen yang tetap, seperti bak mandi, pintu, jendela, dan dinding pembatas antar ruangan. Ini tidak termasuk perabotan yang dapat dipindah dan diatur ulang.

Gambar denah dengan pemotongan sekitar 1 meter ini membantu memperjelas ukuran jendela dan pintu dalam bangunan, sementara bentuk atap dan lubang pencahayaan diilustrasikan dengan menggunakan garis putus-putus.

2. Gambar Situasi

Gambar peta lokasi merupakan representasi visual dari posisi atau letak suatu bangunan di area tertentu di mana pembangunan akan dilakukan. Dalam gambar peta lokasi, berbagai elemen di sekitar bangunan, seperti pagar, halaman, jalan masuk, batas bangunan, saluran pembuangan air, dan lainnya, dapat divisualisasikan dengan jelas.

Umumnya, gambar peta lokasi ini menggunakan skala 1:500 atau 1:200 agar memberikan representasi yang proporsional terhadap lokasi sebenarnya. Saat memeriksa gambar peta lokasi, kalian dapat memperoleh informasi yang jelas mengenai konteks lingkungan sekitar dan bagaimana bangunan tersebut akan berinteraksi dengan elemen-elemen lain di sekitarnya.

3. Gambar Potongan

Gambar potongan digunakan untuk mengilustrasikan struktur dan kondisi konstruksi suatu bangunan, memberikan informasi rinci mengenai fondasi, ketinggian atap, lantai, posisi dan elevasi jendela serta pintu, ketinggian balok keliling, dan elemen-elemen terkait lainnya. Gambar potongan umumnya terbagi menjadi dua jenis, yakni potongan melintang dan potongan memanjang.

Skala umum yang diterapkan dalam gambar potongan adalah 1:100. Dengan melihat gambar potongan ini, kalian dapat memperoleh pemahaman mendalam tentang struktur bangunan, sehingga mempermudah proses konstruksi dan menjamin bahwa seluruh elemen bangunan dibangun sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan.

4. Gambar Rencana/Struktur Atap

Gambar denah atap memperlihatkan tata letak dan bentuk atap suatu bangunan. Detail gambar ini mencakup jenis bahan atap, kemiringan atap, serta unsur-unsur lain yang terkait dengan sistem atap.

Pembuatan gambar denah atap dilakukan dengan maksud untuk memberikan informasi yang sangat jelas mengenai posisi, bentuk, dan komponen-komponen yang ada dalam struktur atap. Gambar denah/struktur atap ini digunakan untuk melengkapi dan memberikan klarifikasi tambahan terhadap informasi yang telah disajikan dalam gambar potongan sebelumnya.

5. Gambar Detail

Gambar detail memberikan penjelasan terperinci mengenai bagian-bagian tertentu dalam suatu bangunan. Gambar ini mencakup rincian struktural, rincian fasad, dan rincian lain yang berhubungan dengan konstruksi bangunan.

Pada gambar detail, setiap bagian diberikan ukuran dan penamaan untuk memberikan panduan yang jelas kepada para pelaksana di lapangan. Skala yang diterapkan dalam gambar detail bervariasi, mulai dari 1:5 hingga 1:20, tergantung pada kebutuhan dan kompleksitas masing-masing komponen.

6. Gambar Tampak

Gambar pemkalianngan bertujuan untuk memberikan pkalianngan komprehensif mengenai luas dan bentuk suatu bangunan. Gambar ini dibuat dengan menggunakan sistem proyeksi ortogonal, di mana setiap bidang proyeksi menggambarkan satu sisi bangunan secara terpisah.

Gambar pemkalianngan terdiri dari empat bagian, meliputi pemkalianngan dari sisi kanan, kiri, depan, dan belakang. Berbeda dengan lima jenis gambar sebelumnya, gambar pemkalianngan tidak harus memiliki skala ukuran yang spesifik. Namun, gambar tersebut harus dirancang menarik dan diberi dekorasi yang sesuai dengan rencana.

Melalui gambar pemkalianngan, kalian dapat memperoleh gambaran yang jelas tentang penampilan visual secara keseluruhan dari bangunan. Hal ini memudahkan kalian untuk mengevaluasi bentuk, proporsi, dan estetika dari bangunan tersebut.

Baca Juga :   √ Cara Menghitung Kebutuhan Besi Untuk Cor Jalan Paling Tepat

Selain itu, gambar pemkalianngan juga berperan dalam memfasilitasi komunikasi antara arsitek, klien, dan pihak terkait lainnya, karena mampu memberikan representasi yang lebih nyata tentang penampilan bangunan ketika sudah selesai dibangun.

Cara Pembuatan

Mengingat pentingnya Detail Engineering Design (DED), sangat krusial untuk memahami proses pembuatannya dengan benar. Proses ini tidak hanya membutuhkan gambaran umum, tetapi juga detail yang dikonversi menjadi satu dokumen yang sangat terperinci. Beberapa langkah perlu diambil untuk memastikan keberhasilan pembuatan DED, di antaranya:

  1. Survey Lokasi:
    Langkah awal yang sangat kritis adalah melakukan survei lokasi. Ini mencakup pemeriksaan secara menyeluruh terhadap kondisi lapangan, termasuk analisis tanah, pemetaan lokasi, pengukuran lahan, hingga dokumentasi visual. Informasi yang dikumpulkan dari survei ini akan menjadi dasar yang kuat untuk pengembangan DED, memastikan bahwa setiap aspek dari lingkungan konstruksi dipertimbangkan dengan baik.
  2. Gambar Pra Desain:
    Setelah survei lokasi selesai, langkah berikutnya adalah menyusun gambar pra desain. Ini mencakup tahap awal dalam mengembangkan ide-ide awal untuk bangunan tersebut. Pada tahap ini, aspek-aspek kritis seperti tata letak umum, fungsi ruangan, dan karakteristik desain awal diperkenalkan.
  3. Gambar Kerja dengan Bagian-Bagian:
    Tahap selanjutnya adalah menyusun gambar kerja yang mencakup setiap detail bangunan. Ini melibatkan penjelasan yang sangat rinci tentang struktur, material, dan teknis lainnya. Setiap bagian dari bangunan direpresentasikan secara terperinci, termasuk dinding, lantai, langit-langit, dan elemen-elemen lainnya.
  4. Denah Rencana Utama dan Alternatif:
    Pada tahap ini, disusun denah rencana utama yang menampilkan tata letak keseluruhan bangunan. Selain itu, alternatif denah juga dapat dibuat untuk memberikan opsi yang dapat dipertimbangkan. Ini memungkinkan pemilihan denah terbaik yang sesuai dengan kebutuhan dan preferensi.

Dengan memastikan semua langkah ini diambil dengan cermat, pembuatan DED dapat memastikan bahwa konstruksi berlangsung sesuai dengan rencana dan spesifikasi yang telah ditetapkan.

BACA JUGA :

Penutup

Dalam mengakhiri perjalanan penjelasan seputar Detail Engineering Design (DED), kita dapat menegaskan bahwa DED merupakan fondasi kritis dalam setiap proyek konstruksi.

DED bukan sekadar kumpulan gambar, melainkan sebuah dokumen rinci yang mencakup survei lokasi, pra desain, gambar kerja, hingga denah rencana utama dan alternatif.

Apa Itu DED (Detail Engineering Design)? DED adalah panduan terinci yang menjadi lkaliansan pelaksanaan proyek konstruksi.

Melalui langkah-langkah yang teliti dalam pembuatannya, DED memastikan bahwa setiap elemen bangunan dipertimbangkan dengan matang, sehingga meminimalkan risiko dan memastikan kesuksesan pelaksanaan proyek.

Dengan memahami esensi DED, diharapkan pemangku kepentingan dalam industri konstruksi dapat menjalankan setiap proyek dengan efisiensi, akurasi, dan keberlanjutan yang optimal.

Demikianlah artikel finoo.id yang membahas tentang √ Apa Itu DED (Detail Engineering Design)? Berikut Penjelasanya!. Semoga artikel kami dapat bermanfaat dan terimakasih telah membaca artikel kami.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *