Apa Itu Gording

√ Apa Itu Gording? Berikut Penjelasanya Secara Lengkap

Posted on

Finoo.id – √ Apa Itu Gording? Berikut Penjelasanya Secara Lengkap. Sebelum kalian mulai membangun rumah impian, penting untuk mengetahui jenis material yang diperlukan untuk membuat atap rumah. Seperti yang diketahui, atap rumah memiliki peran yang sangat vital dalam setiap konstruksi. Namun, apakah kalian sudah tahu material apa saja yang digunakan dalam pembuatan atap rumah?

Material atap rumah dapat dibagi menjadi tiga bagian, yaitu struktur penutup atap, gording, dan rangka kuda-kuda. Semua ini berperan dalam membentuk rangka atap yang kokoh untuk melindungi penghuni dari berbagai perubahan cuaca di luar.

Apa itu gording?

Kehadiran atap memiliki peran sangat penting dalam suatu bangunan. Bagian ini berfungsi sebagai perlindungan utama untuk bagian teratas bangunan, mampu menghalangi sinar matahari, angin, hujan, dan mencegah masuknya hewan ke dalam bangunan.

Struktur atap menjadi faktor kunci dalam mendukung kinerjanya dalam menghadapi kondisi cuaca. Salah satu bagian dari struktur atap yang tak kalah pentingnya adalah gording.

Gording adalah bagian dari struktur atap yang berbentuk memanjang dan dipasang secara horizontal di bagian sisi miring atap. Dalam bahasa Inggris, bagian ini sering disebut purlin.

Struktur ini akan terhubung dengan struktur usuk yang dipasang secara vertikal di bagian struktur sisi miring atap. Dalam bahasa Inggris, usuk dikenal sebagai rafter.

Kemudian, gording dan usuk akan membentuk struktur yang memikul material penutup atap (beban mati) dan menanggung beban lainnya seperti angin, air hujan, dan beban hidup lainnya. Beban-beban ini kemudian dialirkan dari kedua bagian struktur ini ke elemen struktural yang mendukung seluruh bagian atap.

Biasanya, untuk pembangunan rumah, gording dan usuk menggunakan kayu sebagai bahan utamanya. Namun, ada juga penggunaan material lain seperti baja ringan.

Jenis Material untuk Gording

Gording merupakan elemen yang tak dapat dipisahkan dalam struktur atap sebuah bangunan. Ketika memilih jenis bahan gording, sangat penting untuk mempertimbangkan faktor ketahanan, mengingat peran pentingnya dalam menopang beban berat atap dan beban tambahan lainnya.

Di Indonesia, struktur gording umumnya menggunakan dua jenis bahan, yakni kayu dan baja ringan. Setiap bahan memiliki karakteristik khusus yang membedakannya dari yang lain. Berikut adalah penjelasan mengenai masing-masing material:

Baca Juga :   √ Pengertian Bouwplank: Tujuan dan Cara Memasang Bouwplank

1. Material Kayu

Kayu merupakan bahan yang sering digunakan dalam pembuatan struktur gording untuk rumah di Indonesia. Penggunaan kayu juga umum dalam pembuatan struktur atap lainnya. Pemilihan material struktur atap biasanya akan konsisten dengan jenis bahan yang dipilih; jika memilih kayu, seluruh struktur akan menggunakan kayu.

Namun, seringkali kayu yang digunakan dapat rentan terhadap serangan rayap, yang dapat menyebabkan rangka menjadi mudah lapuk dan keropos. Untuk memastikan sirkulasi udara tetap lancar, ventilasi diperlukan.

Penting juga untuk menjaga kayu agar tetap kering, karena kelembaban dapat menyebabkan struktur melorot. Ini disebabkan oleh peningkatan beban pada kayu akibat kandungan air. Selain itu, perlu diperhatikan bahwa kayu dapat membusuk.

2. Material Baja Ringan

Selain kayu, baja ringan juga bisa menjadi opsi alternatif sebagai bahan untuk membuat gording. Baja ringan memiliki bobot yang ringan, kekokohan, dan dimensi yang relatif seragam antar unit. Baja ringan dapat mengalami perluasan pada suhu tinggi dan kontraksi pada suhu rendah, namun fluktuasi ini biasanya berada dalam batas yang wajar.

Meskipun terbuat dari baja ringan, gording yang menggunakan bahan ini memiliki lapisan tipis, memungkinkan pemasangan paku atau baut dengan relatif mudah tanpa perlu usaha berlebihan. Fleksibilitas bahan ini memungkinkan bentuk penekukan, penggulungan, atau penekanan sesuai kebutuhan.

Untuk meningkatkan ketahanan terhadap korosi, penggunaan cat pelapis pada gording baja ringan dapat memperpanjang umur pakainya, terutama jika ditempatkan di area terbuka atau yang cenderung lembab. Baja ringan yang mengandung aluminium dan seng diklaim memiliki kekuatan tinggi untuk menahan beban di atasnya. Beberapa jenis baja ringan umum yang digunakan untuk gording meliputi Reng, Truss, dan variasi lainnya.

Jarak Antar Gording

Penting untuk memberikan perhatian khusus pada jarak optimal saat melakukan instalasi gording di struktur rumah kalian. Secara ideal, jarak antar gording sebaiknya berada dalam kisaran sekitar 150 cm. Namun, jika kalian menggunakan genteng metal, disarankan untuk meningkatkan jarak antar purlin untuk mencapai efisiensi yang lebih baik. Adapun ukuran purlin dapat bervariasi, dan setiap rumah memiliki kebutuhan yang unik. Oleh karena itu, pastikan untuk memilih ukuran purlin yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan spesifik rumah kalian.

Keberhasilan instalasi gording dengan jarak yang tepat tidak hanya memastikan kekuatan dan kestabilan struktur atap, tetapi juga berpengaruh pada kinerja atap secara keseluruhan. Jarak yang tepat dapat mendukung distribusi beban dengan lebih efisien, menjaga kekokohan atap terhadap beban angin, hujan, dan faktor cuaca lainnya.

Baca Juga :   √ Biaya Bangun Kamar 4x4 Per meter Terbaru: Bahan & Tenaga

Apabila genteng metal digunakan, penyesuaian jarak antar purlin perlu dipertimbangkan dengan cermat. Genteng metal memiliki karakteristik dan bobot yang berbeda dibandingkan dengan bahan atap lainnya, sehingga penyesuaian ini dapat meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan struktur atap. Pemilihan ukuran purlin yang sesuai juga akan memberikan dukungan yang optimal terhadap beban atap, menjaga keamanan dan kenyamanan di dalam rumah kalian.

Ukuran Gording

Menurut sumber ilmutekniksipil.com, ukuran purlin kayu umumnya memiliki lebar sekitar 10 cm, tinggi sekitar 12 cm, dan panjang sekitar 4 cm. Sebaliknya, untuk purlin baja ringan, ukurannya biasanya mencakup ketebalan sekitar 2,5 mm, tinggi sekitar 12 cm, dan panjang sekitar 12 cm. Penting untuk dicatat bahwa bahan yang digunakan untuk membuat purlin juga dapat mempengaruhi dimensi yang disarankan.

Dengan memahami pedoman ini, kalian dapat memastikan pemasangan gording yang stabil dan sesuai dengan struktur rumah kalian. Perbedaan dalam ukuran antara purlin kayu dan baja ringan menunjukkan adaptasi terhadap karakteristik material masing-masing. Pemilihan ukuran yang sesuai tidak hanya mempertimbangkan kebutuhan struktural, tetapi juga memperhitungkan faktor-faktor seperti beban atap, jenis bahan atap yang digunakan, serta kondisi iklim di lokasi bangunan.

Selain itu, pahami bahwa informasi tentang ukuran purlin tersebut dapat berubah tergantung pada perkembangan teknologi dan penemuan baru dalam industri konstruksi. Oleh karena itu, selalu disarankan untuk merujuk pada sumber daya terkini dan berkualitas tinggi untuk memastikan keakuratan dan ketepatan informasi dalam memilih dan menginstal gording yang tepat untuk rumah kalian.

Jenis-Jenis Tipe Gording Kayu

Gording kayu memiliki beberapa jenis yang dapat dikategorikan berdasarkan posisinya dalam rangka atap. Tiga jenis utama yang dimaksud adalah plate, principal, dan common.

1. Principal atau Gording Utama

Gording utama, atau yang sering disebut sebagai gording principal, merupakan tipe pertama yang ditempatkan sebagai gording samping dalam struktur atap. Gording ini dipasang dengan dukungan dari kasau utama, memberikan fondasi kokoh untuk seluruh konstruksi atap. Fungsi utamanya adalah menopang kasau-kasau umum yang lebih kecil, terjepit di antara kasau utama di bagian bawah, dan ditindih oleh kasau-kasau umum di bagian atas. Keberadaan gording principal sangat penting dalam menciptakan struktur atap yang stabil dan tahan terhadap beban.

2. Plate

Tipe kedua, yang dikenal sebagai plate atau under purlin, memiliki karakteristik berupa permukaan kayu yang lebar dan diletakkan secara horizontal di struktur sisi miring atap. Plate berfungsi sebagai penopang untuk menopang bentang tengah kasau, membantu mendistribusikan beban dengan efisien. Ukuran struktur ini cenderung lebih panjang daripada struktur kasaunya. Pemasangan plate yang tepat memastikan kestabilan dan daya tahan atap terhadap tekanan dan beban, sehingga memperkuat integritas struktur atap secara keseluruhan.

Baca Juga :   Cara Meningkat Rumah Tanpa Menambah Pondasi Yang Paling Tepat

3. Common

Tipe ketiga, yang juga dikenal sebagai sistem major rafter minor purlin atau gording common, ditempatkan di atas kasau utama dan memiliki fungsi sebagai struktur penopang untuk lapisan selubung atap yang dipasang secara vertikal. Sistem struktur ini biasanya digunakan di Amerika Utara sebagai alternatif untuk genteng atau atap lainnya. Oleh karena itu, ringkasan di atas mencakup gambaran dari berbagai jenis gording, yaitu struktur atap yang panjang dan ditempatkan secara horizontal pada sisi miring bersama dengan struktur usuk (rafter).

BACA JUGA :

Penutup

Dalam dunia konstruksi, istilah “gording” memiliki peran sentral yang mendasar dalam membentuk kekokohan dan kestabilan atap sebuah bangunan. Namun, seberapa familiar kita dengan konsep ini? “Apa Itu Gording?” menjadi pertanyaan yang sering terlontar.

Gording, pada dasarnya, adalah elemen struktural yang ditempatkan dalam rangka atap. Dalam pemaparan ini, kita telah menjelajahi tiga tipe gording utama: principal, plate, dan common.

Principal sebagai gording samping yang menopang struktur utama, plate sebagai penopang bentang tengah kasau, dan common sebagai sistem major rafter minor purlin yang mendukung lapisan selubung atap secara vertikal.

Dalam dunia konstruksi, pengetahuan tentang gording tidak hanya relevan bagi para profesional di bidang ini tetapi juga bagi pemilik rumah yang ingin memahami fondasi dan kekalianlan atap mereka.

Dengan menggali lebih dalam tentang gording, kita dapat lebih memahami kompleksitas dan kekuatan yang menyusun atap rumah kita.

Demikianlah artikel finoo.id yang membahas tentang √ Apa Itu Gording? Berikut Penjelasanya Secara Lengkap. Semoga artikel kami dapat bermanfaat dan terimakasih telah membaca artikel kami.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *