Pengertian Arde Grounding Listrik

Pengertian Arde Grounding Listrik Beserta Fungsi dan Jenisnya

Posted on

Finoo.id – Pengertian Arde Grounding Listrik Beserta Fungsi dan Jenisnya. Seperti yang kita ketahui, Arde juga dikenal dengan istilah sistem pentanahan. Arde atau sistem pentanahan ini merupakan komponen penting dalam setiap instalasi kelistrikan. Fungsinya adalah untuk memberikan perlindungan terhadap gangguan dan bahaya pada instalasi listrik rumah.

Pemasangan Arde memiliki manfaat yang sangat penting, karena dapat melindungi instalasi listrik rumah dari risiko kebakaran, lonjakan tegangan, serta melindungi pengguna dari kejutan listrik. Dengan adanya Arde, gangguan arus pendek dan lonjakan tegangan dapat dialirkan dengan aman ke tanah.

Pada artikel ini, kita akan menjelaskan secara komprehensif mengenai Arde atau sistem pentanahan. Kita akan membahas pengertian Arde, fungsi-fungsinya, cara kerjanya, serta simbol-simbol yang terkait. Selain itu, kita juga akan membahas tentang pemasangan Arde dan cara membuat ground sederhana. Terakhir, kita akan membahas apakah Arde dapat membantu menghemat energi listrik.

Jadi, jika kalian tertarik untuk mengetahui lebih banyak tentang Arde atau sistem pentanahan, artikel ini akan memberikan informasi yang lengkap dan mendalam.

Pengertian Arde / Grounding Listrik

Jika dilihat dari fungsinya, dapat dikatakan bahwa Arde atau grounding adalah sistem pentanahan yang menggunakan jalur kabel tersendiri yang tidak terhubung dengan instalasi listrik lainnya. Sistem ini dipasang pada instalasi listrik rumah dan menuju titik pertanahan atau bumi.

Tujuan utama dari sistem ini adalah untuk menghilangkan perbedaan potensial yang terjadi dalam rangkaian listrik. Selain itu, sistem ini juga berfungsi untuk melepaskan muatan listrik berlebih yang mungkin timbul.

Dengan adanya pemasangan grounding, ketika terjadi muatan berlebih dalam instalasi listrik, muatan tersebut akan dialirkan secara otomatis ke dalam tanah.

Karena tanah memiliki massa dan volume yang besar, gangguan atau masalah yang terkait dengan muatan listrik dapat dengan cepat dinetralkan. Inilah tujuan utama pemasangan Arde atau sistem pentanahan.

Apa Fungsi Arde / Grounding Listrik ?

Melihat dari fungsinya, jelas bahwa pemasangan Arde atau Grounding diperlukan dalam setiap instalasi listrik, baik untuk kebutuhan pribadi seperti area rumah maupun untuk keperluan industri seperti pabrik. Arde menjadi sangat penting sebagai langkah keamanan.

Pemasangan Arde memiliki beberapa fungsi yang meliputi perlindungan dari risiko-risiko berikut:

  1. Mencegah kebocoran listrik yang besar, seperti korsleting listrik, kebocoran isolasi, dan melindungi orang dari kejutan listrik.
  2. Mencegah induksi tegangan aliran listrik yang tidak diinginkan.
  3. Melindungi dari ancaman listrik statis, terutama dalam kasus tegangan yang sangat tinggi seperti sambaran petir.
  4. Menjadi referensi untuk pengukuran tegangan aliran listrik dalam instalasi.
  5. Mencegah kerusakan yang disebabkan oleh kebocoran tegangan.
  6. Menetralisir noise yang dihasilkan oleh berbagai faktor, seperti komponen yang tidak memenuhi stkalianr atau kualitas daya yang kurang baik.

Simbol Arde

Pada umumnya, grounding atau arde direpresentasikan oleh beberapa simbol khusus yang digunakan saat menggambar rangkaian elektronik. Mari kita pelajari beberapa simbol Arde yang paling umum berikut ini, dan gunakan simbol-simbol ini untuk menjelaskan makna dari masing-masing Arde atau Grounding.

Baca Juga :   Cara Memasang Penguat Mic 7 Potensio di Ampli Paling Tepat

Ukuran Kabel Untuk Arde

Pemasangan kabel arde untuk sistem pentanahan dilakukan dengan cara menanam pipa di dalam tanah. Pipa ini nantinya akan terhubung dengan bagian terminal stop kontak.

Penting untuk memasang grounding pada stop kontak dengan memenuhi stkalianr ukuran yang berlaku agar fungsinya dapat optimal.

Perlu diketahui bahwa cara pemasangan akan berpengaruh pada tingkat keamanan dan kualitas grounding tersebut. Oleh karena itu, ukuran dan spesifikasi kabel juga menjadi hal yang tidak boleh diabaikan ketika melakukan pemasangan grounding di rumah.

Berikut adalah stkalianr ukuran kabel listrik yang perlu diperhatikan untuk memasang Arde di area rumah:

  1. Penggunaan kabel untuk grounding umumnya menggunakan kabel berwarna kuning-hijau.
  2. Diameter minimal kabel grounding harus memiliki penampang 50 mm. Namun, penggunaan kabel dengan diameter yang lebih besar juga diperbolehkan.
  3. Untuk pemasangan grounding pada lokasi yang sensitif, disarankan untuk menggunakan jenis kabel HVSC (High Voltage Single Core).
  4. Untuk instalasi di luar bangunan, pemasangan grounding dapat menggunakan kabel NYA dengan penampang 50 mm.

Warna Kabel Untuk Arde

Sebelum memasang sistem pentanahan, penting untuk mengetahui stkalianr ukuran kabel instalasi listrik rumah. Kabel ini merupakan komponen utama yang diperlukan untuk pembuatan arde atau grounding.

Kabel yang digunakan untuk arde umumnya berwarna hijau atau kuning dengan strip hijau. Warna hijau kuning ini sering digunakan untuk konduktor dalam berbagai jenis penggunaan. Misalnya, konduktor pembumian dan konduktor proteksi. Selain itu, kabel hijau kuning ini juga digunakan untuk menghubungkan ikatan ekuipotensial dengan tanah.

Cara Kerja Arde Listrik

Jika diamati, area pemasangan Arde umumnya ditempatkan dekat dengan kWh meter dengan sengaja. Dalam hal ini, kabel netral dan grounding dihubungkan bersama dengan kabel fase dari kWh meter. Kabel ini kemudian terhubung dengan seluruh jaringan listrik dan stop kontak.

Dari stop kontak tersebut, grounding akan terhubung dan terkoneksi dengan berbagai peralatan listrik. Misalnya, peralatan rumah tangga seperti kulkas, TV, radio, komputer, dan sebagainya.

Macam-macam Sistem Grounding

Ketika membuat instalasi listrik, keamanan sistem menjadi prioritas utama yang harus diperhatikan. Oleh karena itu, penting untuk melaksanakan sistem pentanahan atau arde.

Sebelum membahas lebih lanjut mengenai cara pemasangan kabel arde, penting untuk mengetahui berbagai jenis sistem grounding yang ada. Berikut ini pembahasan tentang berbagai jenis sistem grounding yang perlu diketahui.

1. Safety Grounding

Safety grounding adalah salah satu sistem yang sering digunakan dalam pemasangan arde. Fungsi dari safety grounding adalah untuk menetralkan dampak dari arus listrik yang berbahaya.

Contohnya, ketika terjadi fluktuasi tegangan atau arus listrik yang tinggi atau rendah, baik disebabkan oleh gelombang elektromagnetik dari sambaran petir atau penyebab lainnya.

Pemasangan safety grounding digunakan sebagai solusi untuk mengatasi masalah tersebut. Oleh karena itu, sistem safety grounding sering digunakan dalam berbagai jalur kelistrikan. Dengan kata lain, grounding ini berperan sebagai sistem penangkal petir.

2. RF Grounding

RF grounding adalah sistem pemasangan arde yang umumnya digunakan pada perangkat komunikasi, contohnya radio. Pemasangan RF grounding ini biasanya diterapkan pada perangkat dengan kebutuhan daya yang besar.

Tujuan utama dari pemasangan sistem ini adalah untuk mengurangi dampak radiasi dan melindungi dari risiko radiasi. Seperti yang kita ketahui, radiasi dapat muncul dari pancaran gelombang komunikasi radio.

Baca Juga :   Pengertian Kabel VGA : Fungsi, Jenis, Ukuran & Cara Memilihnya

Cara Memasang Arde yang Baik dan Sesuai Stkalianr

Ukuran dan kekuatan kabel listrik memiliki spesifikasi yang berbeda. Semakin besar diameter kabel yang digunakan untuk grounding, semakin baik aliran arus listrik dalam rangkaian tersebut.

Dengan aliran arus listrik yang baik, beban yang ditimbulkan pun tidak semakin besar. Hal ini juga membantu menghindari pemborosan listrik. Jadi, apakah arde dapat menghemat listrik?

Jawabannya adalah ya, mungkin. Secara logika, Arde atau Grounding dapat meningkatkan kualitas aliran listrik dalam rangkaian. Hal ini dapat mengoptimalkan penggunaan listrik dan potensialnya untuk menghemat energi. Tentu saja, hal ini sangat menarik karena dapat membantu kalian menghemat biaya listrik. Selain itu, keamanan instalasi listrik juga lebih terjamin dengan adanya Arde atau Grounding.

Mari kita simak bagaimana cara pemasangan kabel arde yang baik dan sesuai stkalianr di bawah ini:

1. Melakukan Pemasangan Rod Grounding

Melakukan pemasangan rod grounding atau arde merupakan langkah penting yang tidak boleh diabaikan. Semakin banyak ground rod yang dipasang, semakin baik bagi instalasi tersebut.

Berikut adalah syarat-syarat pemasangan rod grounding yang perlu diperhatikan:

  • Pasanglah lebih dari satu ground rod dan jaga jarak minimal 5 meter antara satu dengan yang lainnya.
  • Susun ground rod secara paralel untuk mendapatkan efek yang optimal.
  • Hindari menanam ground rod pada jenis tanah yang berpasir atau berbatu, karena tanah tersebut kurang ideal sebagai media grounding.
  • Untuk memaksimalkan sistem pembumian, ground rod sebaiknya ditanam dengan jarak yang tidak terlalu jauh dari rumah.

2. Pemilihan Material Untuk Arde

Untuk memasang grounding yang baik, pemilihan material yang digunakan sangat penting untuk diperhatikan. Berikut adalah poin-poin yang perlu dipertimbangkan saat memilih material untuk arde:

  • Kabel: Pastikan memilih kabel yang sesuai dengan stkalianr, termasuk ukuran, warna, jenis, dan bahannya.
  • Stick Rod: Pilihlah stick rod yang terbuat dari bahan tembaga padat. Tembaga memiliki sifat yang baik untuk grounding dan memiliki daya tahan yang tinggi.
  • Hindari Besi: Karena besi mudah berkarat dan tidak tahan lama dalam kondisi pemasangan arde, sebaiknya hindari penggunaan material besi untuk arde.

3. Penanaman Grounding Rod

Tahap selanjutnya dalam pemasangan kabel arde adalah proses penanaman grounding rod. kalian perlu melakukan penggalian di lokasi yang akan dipasangi Arde atau Grounding.

Berikut adalah beberapa tahapan yang perlu dilakukan:

  • Mulailah dengan menggali lubang secara vertikal dengan kedalaman sekitar 50 cm.
  • Tancapkan batang stik rod dengan kuat ke dalam lubang yang telah digali.
  • Tuangkan air secukupnya ke dalam lubang galian atau bisa juga mengisi air hingga lubang terisi penuh.
  • Tekan stik rod ke bawah dan angkat beberapa saat agar air dapat meresap ke dalam tanah.
  • Selanjutnya, tancapkan kembali stik rod sesuai dengan kedalaman yang diinginkan.

4. Menyambung Arde Pada Kabel

Setelah pemasangan rod grounding, langkah selanjutnya adalah menyambungkan arde pada kabel. Untuk menyambungkan arde ke kabel, metode pengelasan exothermic dapat digunakan sebagai pilihan yang lebih mudah.

Metode pengelasan exothermic dilakukan dengan mencampurkan bahan tembaga yang telah dicairkan pada suhu tinggi. Cairan tembaga tersebut digunakan untuk menggabungkan konduktor secara permanen.

Baca Juga :   Macam-Macam Perangkat Jaringan Komputer Beserta Penjelasanya

Setelah proses pengelasan selesai, penting untuk membersihkan permukaan sambungan dari kotoran. Hal ini bertujuan untuk memastikan sambungan yang kuat dan tidak mudah terlepas.

5. Menanam Kabel Arde

Langkah terakhir dalam memasang arde adalah melakukan penanaman kabel arde. Berikut beberapa cara yang dapat kalian terapkan:

  • Sebelum menanam kabel arde, lakukan pengukuran tahanan grounding terlebih dahulu. Gunakan alat khusus seperti ohm meter atau tester grounding.
  • Gali tanah menuju titik grounding yang telah ditentukan sebelumnya.
  • Lakukan penggalian pada jalur menuju terminal grounding dengan kedalaman antara 40 cm hingga 50 cm.
  • Tarik kabel melalui jalur yang telah digali. Pastikan kabel listrik yang digunakan memiliki panjang yang cukup.
  • Setelah semua sambungan terhubung, letakkan pipa marking sebagai penkalian pada lokasi tersebut.
  • Selanjutnya, timbun kembali tanah dengan ketinggian minimal 20 cm.
  • Beri tkalian pada bekas galian sebagai penkalian bahwa area tersebut telah dipasangi arde.

Syarat-syarat Pemasangan Arde yang Paling Benar

Untuk memastikan pemasangan arde dapat berfungsi secara optimal, penting untuk mengikuti stkalianr pemasangan yang baik dan benar. Berikut adalah hal-hal yang perlu diperhatikan saat melakukan pemasangan arde:

  1. Sediakan pipa dengan ukuran minimal 75 cm.
  2. Hindari penanaman pipa arde di tempat-tempat yang rentan tergenang air saat hujan.
  3. Pastikan jarak antara pipa arde dan kotak kWh meter tidak terlalu dekat. Disarankan untuk memiliki jarak minimal 180 cm antara keduanya, untuk mencegah kWh meter terkena sambaran petir saat cuaca buruk.
  4. Perluas luas penampang grounding dan tingkatkan kedalaman penghantar.
  5. Buat sistem grounding dengan sistem paralel untuk instalasi baru.

Dengan memperhatikan hal-hal ini, kalian dapat melakukan pemasangan arde dengan baik dan sesuai stkalianr, yang akan membantu memastikan keamanan dan kekalianlan sistem grounding secara maksimal.

Baca Juga :

Penutup

Dalam penutupan artikel finoo.id ini, kita dapat menekankan betapa pentingnya memahami pengertian Arde Grounding dalam sistem listrik. Pengetahuan tentang Arde Grounding tidak hanya penting bagi para profesional di bidang ini, tetapi juga bagi setiap orang yang menggunakan listrik dalam kehidupan sehari-harinya.

Melalui pemahaman yang baik tentang Arde Grounding, kita bisa menjaga keamanan dan efisiensi peralatan listrik, serta mencegah risiko kebakaran atau kerusakan peralatan yang diakibatkan oleh arus listrik yang tidak stabil.

Secara khusus, Arde Grounding berperan sebagai jalur pengaman, memungkinkan arus listrik berlebih mengalir ke bumi, sehingga meminimalkan risiko luka listrik. Oleh karena itu, Arde Grounding adalah elemen yang sangat vital dalam setiap instalasi listrik.

Akhirnya, mari kita ambil satu langkah lebih jauh dalam memahami dan menerapkan Arde Grounding dalam instalasi listrik kita. Dengan melakukan ini, kita tidak hanya memastikan keamanan kita dan orang-orang di sekitar kita, tetapi juga memastikan bahwa kita dapat menggunakan energi listrik secara efisien dan aman. Mari kita jadikan pengetahuan tentang Arde Grounding sebagai bagian penting dari keseharian kita dalam menggunakan listrik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *