Pilihan Jenis dan Bahan Atap Rumah

Pilihan Jenis dan Bahan Atap Rumah Yang Paling Tepat

Posted on

Finoo.id – Pilihan Jenis dan Bahan Atap Rumah Yang Paling Tepat. Saat memilih model dan jenis atap untuk rumah, kalian perlu berhati-hati karena sangat penting untuk memastikan kesesuaian ukuran dan modelnya.

Terdapat beragam jenis dan desain atap rumah yang tersedia dengan variasi yang cukup besar, dan kalian dapat menyesuaikannya dengan konsep dan ukuran rumah yang kalian miliki.

Fungsi Atap Rumah

Sudah banyak yang mengetahui bahwa atap rumah merupakan salah satu elemen paling penting dalam sebuah bangunan hunian. Oleh karena itu, atap rumah memiliki sejumlah fungsi vital, di antaranya:

  1. Melindungi dari Paparan Langsung Matahari
  2. Menahan Debu dan Kotoran dari Luar
  3. Memberikan Perlindungan bagi Penghuni dan Barang di Dalam Rumah dari Berbagai Faktor, Seperti Hujan dan Panas Matahari

Dari berbagai fungsi atap rumah yang telah disebutkan, dapat diambil kesimpulan bahwa peran utama atap rumah adalah memberikan perlindungan kepada semua penghuni dan barang di dalam rumah dari paparan sinar matahari dan guyuran hujan. Oleh karena itu, atap rumah dapat diumpamakan seperti payung yang melindungi seseorang dari panasnya cahaya matahari dan derasnya hujan.

Bagian-Bagian Atap Rumah

Atap rumah, yang telah menjadi komponen krusial dalam struktur bangunan, terdiri dari beberapa elemen. Secara prinsipil, bagian-bagian atap dapat dibagi menjadi tiga bagian, yakni penutup atap, rangka atap, dan plafon di dalam ruangan.

1. Penutup Atap

Bagian paling luar dari atap adalah penutup atap. Di bagian ini, keahlian tukang bangunan diperlukan untuk memastikan bahwa penutup atap terpasang dengan rapat, sehingga hujan tidak dapat merembes masuk. Beberapa jenis penutup atap yang umum digunakan meliputi genteng tanah liat, asbes, genteng metal, beton, dan lain sebagainya.

2. Rangka Atap

Rangka atap berperan sebagai struktur penyangga bagi penutup atap pada rumah. Secara sederhana, tanpa rangka atap, penutup atap tidak dapat dipasang dengan baik. Rangka atap dapat dibuat dari berbagai bahan seperti kayu, baja ringan, besi, dan bahkan beton.

Baca Juga :   √ Cara Menghitung Kemiringan Atap Rumah Paling Tepat & Mudah

3. Plafon

Plafon berperan sebagai elemen langit-langit dalam ruangan rumah yang dapat menghiasi tampilan ruang. Plafon ini saling terhubung dengan kerangka atap dan penutup atap. Keberadaan plafon juga membantu mengatur intensitas cahaya matahari yang masuk ke dalam ruangan, mencegah panas berlebih di dalamnya. Dalam pemasangannya, plafon memerlukan rangka pendukung, bisa terbuat dari kayu atau baja ringan. Beberapa material yang umum digunakan untuk plafon adalah gypsum dan PVC.

Terkadang, ada jenis atap rumah di mana rangka atap dan penutup atap digabung menjadi satu, biasanya disebut sebagai atap beton karena terbuat dari bahan beton. Sementara itu, beberapa rumah tidak menggunakan plafon, sehingga plafon bukanlah elemen yang wajib ada dalam struktur bangunan rumah.

Jenis-Jenis Atap Rumah Berdasarkan Bahannya

Atap rumah yang umum dijumpai memiliki variasi bahan yang berbeda-beda. Dalam pembahasan ini, akan diuraikan beberapa jenis atap rumah berdasarkan material pembuatannya.

1. Atap Genteng Tanah Liat

Genteng tanah liat merupakan salah satu jenis penutup atap yang telah digunakan secara luas oleh masyarakat baik di perkotaan maupun di desa dalam jangka waktu yang lama. Karena popularitasnya yang tinggi, banyak orang sudah mengenal genteng ini.

Selain itu, genteng tanah liat memiliki harga yang terjangkau, mudah ditemukan, memiliki kekuatan struktur yang baik, tersedia dalam berbagai model, dan tentunya memiliki daya tahan yang cukup baik. Namun, terdapat beberapa kelemahan, seperti kebutuhan akan kerangka atap yang lebih banyak, rentan terhadap pertumbuhan jamur, dan memerlukan kemiringan yang signifikan agar tidak bergeser.

2. Atap Genteng Kaca

Komponen utama dari genteng kaca adalah bahan kaca itu sendiri. Dikarenakan kemampuannya dalam memfasilitasi pencahayaan matahari, genteng kaca umumnya dipakai sebagai sarana ventilasi di dalam bangunan rumah.

Keunggulan genteng kaca mencakup sifatnya yang mampu menerangi ruangan dan mencegah kelembapan karena sinar matahari yang mudah masuk, sehingga mereduksi pertumbuhan jamur. Namun, genteng kaca juga memiliki beberapa kelemahan, seperti mudah retak atau pecah, potensi ruangan menjadi lebih panas karena sinar matahari langsung, dan variasi model yang terbatas.

3. Atap Genteng Metal

Genteng metal ini dapat dianggap sebagai jenis genteng yang tahan terhadap karat karena terbuat dari material logam yang anti karat. Material anti karat ini terdiri dari campuran alumunium, besi, tembaga, dan seng. Oleh karena itu, bentuk atap genteng metal hampir serupa dengan genteng seng.

Baca Juga :   √ Apa Itu Dinding Penahan Tanah (Retaining Walls)? Berikut Ulasanya

Atap genteng metal memiliki beberapa keunggulan, seperti tahan terhadap lumut, lebih ringan, tidak mudah terbakar, pemasangannya sederhana, dan memerlukan sedikit perawatan. Namun, genteng metal memiliki harga yang relatif mahal dan membutuhkan ketelitian saat pemasangan.

4. Atap Genteng Keramik

Sesuai dengan namanya, genteng ini terbuat dari keramik yang dihasilkan dari tanah liat. Oleh karena itu, proses pembuatan genteng ini mirip dengan pembuatan genteng tanah liat, hanya ditambahkan lapisan pewarna glazur. Biasanya, genteng keramik digunakan pada bangunan-bangunan mewah.

Keunggulan genteng keramik termasuk keawetan warna genteng yang tahan luntur, ketahanan terhadap api, beragam pilihan warna, dan resistensi terhadap lumut. Namun, ada beberapa kelemahan, seperti pemasangan yang lebih kompleks, harga yang relatif mahal, dan persyaratan kemiringan minimal 30 derajat pada atap rumah.

5. Atap Genteng Beton

Apabila kalian ingin menerapkan atap untuk rumah minimalis, maka atap genteng beton adalah pilihan yang cocok. Secara dasar, atap genteng beton mirip dengan genteng tanah liat, tetapi memiliki pilihan warna yang lebih beragam dan variasi bentuk yang lebih berbeda.

Keunggulan atap genteng beton termasuk tampilan yang lebih modern dan estetis, kemampuan menahan berbagai jenis cuaca, serta kekuatan dan ketahanan yang tinggi karena bahan dasarnya adalah beton cor. Meski demikian, ada beberapa kelemahan, seperti harga yang relatif tinggi, proses pemasangan yang memerlukan waktu lebih lama, dan bobot yang lebih berat.

6. Atap Beton Cor

Atap beton cor ini memiliki struktur yang datar dan tidak menggunakan penutup. Secara sederhana, atap beton cor memiliki permukaan yang rata, sehingga sering digunakan sebagai tempat menjemur pakaian. Selain itu, jenis atap beton cor ini umumnya dipakai pada bangunan-bangunan bertingkat.

Keunggulan dari atap beton cor mencakup ketahanannya yang lama, keamanan terhadap bahaya kebakaran, konstruksi yang kokoh, dan daya tahan terhadap degradasi. Namun, ada beberapa kelemahan, seperti rentan terhadap pertumbuhan lumut, mudah retak yang dapat menyebabkan kebocoran, serta kebutuhan akan pondasi yang kuat untuk mendukung berat atap beton cor.

7. Atap Seng

Atap seng adalah pilihan bahan atap rumah dengan harga yang terjangkau. Oleh karena itu, atap seng tidak hanya digunakan dalam konstruksi rumah, tetapi juga sering diterapkan pada pembangunan warung di pinggir jalan dan garasi rumah.

Baca Juga :   √ Apa Itu Ukuran Sekrup Gypsum, Ciri Serta Jenisnya Paling Lengkap

Selain keunggulan biaya yang ekonomis, penggunaan atap seng juga membutuhkan lebih sedikit rangka atap, memiliki bobot yang ringan, dan memiliki beberapa keunggulan lainnya. Namun, di balik keunggulan tersebut, terdapat beberapa kelemahan atap seng, seperti kemampuan untuk berkarat yang tinggi sehingga dapat menunjukkan tkalian-tkalian kerusakan seiring berjalannya waktu, menghasilkan suara berisik ketika hujan turun, dan meningkatkan suhu dalam ruangan karena kecenderungannya untuk menyerap panas.

8. Atap Asbes

Atap asbes memiliki kesamaan yang mencolok dengan atap seng. Hampir semua ciri yang terdapat pada atap seng juga ada pada atap asbes. Dalam hal biaya, atap asbes masuk dalam kategori atap yang terjangkau secara harga.

Beberapa kelebihan atap asbes termasuk bobotnya yang ringan dan daya tahan yang lama, ditambah dengan harga yang bersahabat. Akan tetapi, atap asbes memiliki beberapa kelemahan, seperti kerap kali rentan terhadap kerusakan dan retak, sehingga pemasangannya memerlukan kewaspadaan yang lebih, serta mengandung serat karbon yang bisa mengganggu kesehatan sistem pernapasan.

Baca Juga :

Penutup

Dalam merancang sebuah rumah, memilih jenis dan bahan atap merupakan salah satu aspek krusial yang menentukan estetika dan fungsionalitas bangunan.

Seiring perkembangan zaman, pilihan bahan atap telah berkembang pesat, memberikan konsumen beragam opsi yang sesuai dengan kebutuhan, selera, dan budget mereka.

Baik kalian memilih atap dari seng, genteng keramik, atau bahan alami lainnya, pastikan bahwa pilihan kalian tidak hanya menambah keindahan estetika, tetapi juga tahan lama dan mampu melindungi rumah dari berbagai kondisi cuaca.

Ingatlah selalu, keputusan kalian hari ini akan menentukan kenyamanan dan keamanan hunian kalian di masa mendatang.

Demikianlah artikel finoo.id yang membahas tentang Pilihan Jenis dan Bahan Atap Rumah Yang Paling Tepat. Semoga artikel kami dapat bermanfaat dan terimakasih telah membaca artikel kami.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *