Pengertian Atap Bitumen

Pengertian Atap Bitumen: Jenis, Kelebihan, dan Kekurangan

Posted on

Finoo.id – Pengertian Atap Bitumen: Jenis, Kelebihan, dan Kekurangan. Atap adalah salah satu bagian dasar yang sangat penting dalam sebuah bangunan, termasuk rumah. Salah satu jenis atap yang semakin diminati oleh banyak orang adalah atap bitumen. Atap bitumen memiliki tampilan yang terlihat mewah dan modern, sehingga banyak digunakan di kota-kota besar.

Meskipun komposisinya mirip, namun atap bitumen berbeda dari atap genteng tanah liat. Hal ini dikarenakan atap bitumen dibuat dari berbagai bahan alami yang memiliki kekuatan penting untuk menjadikan bangunan kokoh.

Pengertian Atap Bitumen

Bitumen adalah cairan aspal yang dihasilkan dari reaksi antara hidrogen dan hidrokarbon dengan sedikit campuran sulfur, klorin, dan oksigen. Meskipun pada suhu ruangan bitumen terlihat padat, sebenarnya ia memiliki konsistensi yang sangat kental. Salah satu penggunaannya yang beragam adalah dalam pembuatan genteng bitumen.

Atap bitumen adalah jenis atap yang terbuat dari komposisi utama berupa aspal atau bitumen yang telah diperkaya dengan bahan-bahan kuat seperti lapisan alga, serat fiberglass, alga coating, dan pasir batu.

Proses pengolahan bahan dasar bitumen melibatkan tekanan tinggi dan pemanasan, sehingga jenis atap ini menjadi lebih fleksibel, kuat, dan tahan terhadap kerusakan. Atap bitumen juga dikenal dengan sebutan genteng aspal atau atap aspal.

Jenis Atap Bitumen

Ada beberapa jenis dan bentuk atap bitumen yang dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan bangunan. Berikut adalah beberapa di antaranya:

Atap Bitumen Gelombang

Atap bitumen gelombang memiliki pola yang mengombang, dan biasanya cocok digunakan untuk atap rumah. Bahan utama yang digunakan dalam jenis atap ini adalah serat selulosa, sehingga atap ini tahan terhadap korosi dan karat. Kelebihan lainnya adalah tampilannya yang estetis dengan pola gelombang yang khas.

Genteng Bitumen Tile

Genteng bitumen tile memiliki bentuk kotak mirip ubin. Material pembuatan genteng ini terdiri dari campuran berbagai bahan seperti aspal, granulat, pasir batu, fiberglass, dan lapisan alga coating. Atap ini sangat cocok digunakan untuk bangunan yang memiliki desain atap sederhana, namun tetap kuat dan tahan lama. Genteng bitumen tile juga memiliki beragam pilihan warna dan tekstur untuk memenuhi preferensi desain.

Atap Shingles Flat

Atap shingles flat memiliki bentuk datar dan terbuat dari material seperti fiberglass, aspal, pasir batu, dan lapisan alga coating. Atap ini juga memiliki kekuatan yang terjamin dan tahan terhadap kerusakan. Bentuk datarnya memberikan tampilan yang modern dan serbaguna, sehingga cocok untuk berbagai jenis bangunan, termasuk rumah tinggal dan komersial.

Tipe-Tipe Atap Bitumen di Pasaran

Beberapa jenis yang dapat ditemui di pasar meliputi:

1. Tipe Shingles GAF

Tipe ini dinamakan sesuai dengan nama perusahaan manufaktur atap terbesar di Amerika Serikat. Atap jenis ini memiliki keunggulan dalam menahan perubahan musim dan cocok digunakan untuk segala bentuk atap, baik yang datar maupun yang bergelombang.

Atap shingles GAF sangat sesuai untuk berbagai bentuk atap, baik yang berbentuk perisai maupun pelana. Jika kalian ingin membuat atap berbentuk dome atau kerucut, tidak ada alternatif lain selain menggunakan genteng yang memiliki elastisitas dan kemampuan untuk mencegah kebocoran, sehingga dapat menciptakan desain atap yang maksimal.

2. Tipe Shingles Cana

Tipe shingles Cana memiliki keunggulan dalam presisi dan mampu memberikan hasil pemasangan yang lebih rapi dibandingkan dengan jenis atap lainnya. Atap jenis ini memiliki sifat self-adhesive pada seluruh bagian atap, sehingga memiliki tingkat ketahanan yang lebih baik.

Selain itu, atap ini menawarkan berbagai pilihan model atap aspal yang dapat disesuaikan dengan berbagai jenis atap rumah dan dapat bertahan dalam berbagai kondisi cuaca. Atap shingles Cana ini memiliki ukuran yang sangat presisi, sehingga hasil pemasangannya akan tampak jauh lebih rapi, dan tersedia dalam beragam pilihan warna yang menarik.

Baca Juga :   √ Apa itu Handrail? Jenis dan Material Yang Digunakan

3. Tipe Ondura

Atap Ondura adalah lembaran atap bitumen dengan bentuk bergelombang yang dirancang khusus untuk memberikan ketahanan terhadap berbagai kondisi cuaca. Atap ini terbuat dari lapisan tunggal serat organik yang dicampur dengan bitumen, melalui proses pemanasan dan penekanan yang tinggi.

Bentuk bergelombang pada Atap Ondura dirancang agar dapat tetap kuat dan tahan terhadap berbagai cuaca. Selain itu, sistem pewarnaan atap ini menggunakan pigmen yang berkualitas, sehingga atap ini mampu menahan sinar ultraviolet dengan baik, menjadikannya pilihan yang ideal untuk perlindungan atap yang tahan lama.

4. Tipe Shingles CTI

Shingles CTI memproduksi atap aspal sesuai dengan stkalianr Eropa EN544. Atap ini akan terus melakukan penelitian dan pengembangan untuk menghasilkan produk Shingles yang akan memberikan kontribusi besar bagi dunia, termasuk Korea, dalam bidang produk atap.

Atap ini memiliki kekuatan yang luar biasa dan tahan terhadap sobekan serta kerusakan. Ini disebabkan oleh kandungan bahan aspal dan serat selulosa dalam atap bitumen CTI, yang memberikan jaminan atas kekuatannya.

Tidak hanya itu, atap ini memiliki desain bergelombang yang tidak hanya memastikan ketahanan terhadap air tetapi juga dilengkapi dengan saluran udara yang berfungsi untuk mengurangi pengembunan. Oleh karena itu, kalian dapat menggunakan atap bitumen CTI ini tanpa khawatir, karena selain melindungi rumah dari cuaca buruk, juga akan menambahkan sentuhan elegan pada penampilan rumah kalian.

5. Tipe Onduline

Atap Onduline adalah produk atap bergelombang dan material penutup dinding yang menarik, kuat, dan ringan. Jenis genteng bitumen ini memiliki sepuluh gelombang dan sangat populer di kalangan masyarakat umum. Bahan dasarnya terbuat dari serat organik yang dicampur dengan bitumen.

Melalui proses pemanasan dan pengepresan yang intensif, genteng bitumen jenis ini menghasilkan atap yang ringan namun tetap kokoh. Pewarnaan pada atap ini sangat baik, sehingga atap ini memiliki ketahanan terhadap sinar ultraviolet yang tinggi.

Pengembangan produk Atap Onduline memakan waktu lebih dari 50 tahun, yang menghasilkan produk genteng bitumen yang tahan terhadap berbagai jenis cuaca. Dalam proses pewarnaannya, atap ini menggunakan sistem terbaik sehingga menghasilkan lembaran atap bitumen yang dapat menahan sinar UV dengan baik.

Atap Onduline merupakan produk yang unik dengan bobot yang kuat dan ringan, sehingga sangat cocok untuk digunakan pada berbagai jenis atap rumah.

6. Tipe Onduvilla

Onduvilla adalah material atap yang ringan dan memiliki tekstur yang mirip dengan atap Onduline. Bahan pembuatannya terdiri dari serat selulosa, bitumen, dan resin yang tahan terhadap tekanan dan panas.

Tekstur jenis atap ini menyerupai genteng yang terbuat dari tanah liat. Keunggulan utama genteng Onduvilla adalah ketangguhannya dalam menghadapi air, cuaca panas, bahkan kondisi cuaca ekstrem. Komposisi atap Onduvilla identik dengan atap Onduline dan mematuhi stkalianr European Norm EN 534 berkat teknologi tinggi yang digunakan dalam produksinya.

Karena itu, atap Onduvilla memiliki ketahanan terhadap air dan mampu melindungi bangunan dari suhu tinggi, panas, serta cuaca yang sangat ekstrem, sehingga merupakan pilihan yang sangat baik untuk perlindungan atap yang kalianl.

7. Tipe Guttapral

Atap Guttapral adalah jenis atap bergelombang yang terbuat dari bahan seperti bitumen selulosa atau aspal, resin, dan mineral aditif lainnya. Kombinasi bahan-bahan ini memberikan produk ini stabilitas dimensional yang tinggi, memudahkan dalam pembentukan dan pemasangan, serta menjadikannya lentur dan tahan terhadap pecah.

Atap Guttapral sering dikenal sebagai “atap gutta” dengan lembaran yang memiliki sepuluh gelombang, yang ideal untuk digunakan sebagai penutup atap yang ringan, tahan lama, kuat, dan ramah lingkungan.

Bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan atap ini bersifat alami dan ramah lingkungan. Atap Guttapral tersedia dalam berbagai pilihan warna alami seperti merah, cokelat, hijau, biru, dan hitam. Jenis atap ini juga sangat fleksibel, sehingga dapat diaplikasikan pada atap yang memiliki bentuk melengkung tanpa masalah.

Ukuran Standar Atap Bitumen

Sama seperti harga borongan pemasangan atap genteng, harga jasa pemasangan atap bitumen juga cenderung dipengaruhi oleh ukuran atau dimensi materialnya. Atap bitumen jenis tile, sebagai contoh, memiliki ukuran stkalianr yang biasanya berkisar antara 28 cm x 100 cm dan 30 cm x 100 cm, dengan ketebalan sekitar 2 hingga 3 mm.

Baca Juga :   √ Harga Borongan Pasang Pagar Panel Beton Per Meter Terbaru

Selain itu, di pasar Indonesia, atap bitumen tersedia dalam berbagai bentuk, baik itu bentuk bergelombang (seperti Onduline) maupun bentuk datar (seperti CTI). Untuk memberikan gambaran lebih jelas, berikut adalah stkalianr ukuran atap bitumen untuk kedua jenis bentuk tersebut.

Atap Bitumen Gelombang

  • Ukuran:
  1. Lebar: 95 cm
  2. Panjang: 200 cm
  • Luas Efektif: 1.53 m2/lembar
  • Tebal: 0.3 cm
  • Berat: 6.5 kg (3.42 kg/m2)
  • Tinggi Gelombang: 4 cm
  • Jumlah Gelombang: 10

Atap Bitumen Datar

  • Ukuran:
  1. Lebar: 1.000 mm
  2. Panjang: 333 mm
  • Exposure: 143 mm
  • Headlap: 50 mm
  • Jumlah per Bundle: 21
  • Coverage per Bundle: 3 m2
  • Berat: 11 kg/m2

Harga Jasa Pasang Atap Bitumen Per Meter

Setelah memahami kelebihan, kekurangan, dan ukuran stkalianr atap bitumen, langkah selanjutnya adalah mengetahui seberapa besar biaya jasa pemasangannya. Perlu diingat, jika dibandingkan dengan biaya pasang atap spandek secara keseluruhan, biaya pemasangan atap bitumen cenderung lebih terjangkau.

Namun, penting untuk diingat bahwa biaya jasa pemasangan atap bitumen dapat bervariasi tergantung pada berbagai faktor, seperti tingkat kompleksitas proyek, kondisi atap yang ada, dan risiko pemasangannya. Secara umum, kontraktor atau tukang biasanya menentukan harga jasa pemasangan atap bitumen mulai dari Rp 50.000 hingga Rp 70.000 per meter persegi.

Harap dicatat bahwa harga ini hanya mencakup biaya upah tenaga kerja untuk pemasangan atap saja. Biaya total pemasangan atap bitumen dapat lebih tinggi jika kalian memerlukan tambahan material seperti dek atap, underlayment, nok, jurai dalam, rangka atap, atau aksesoris lainnya.

Sebelum kalian memutuskan untuk memasang atap bitumen, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan kontraktor atau tukang terkait untuk mendapatkan perhitungan harga jasa pemasangannya. Hal ini akan membantu kalian menghindari kendala anggaran selama proses pemasangan atap bitumen berlangsung.

Cara Menghitung Upah Jasa Pasang Atap Bitumen

Di atas, telah dijelaskan secara detail mengenai berapa besar biaya jasa pemasangan atap bitumen per meter persegi untuk berbagai jenis dan ukuran. Selanjutnya, penting juga untuk memahami bagaimana menghitung upah atau ongkos jasa pemasangan atap bitumen menggunakan sistem pekerja borongan.

Perhitungan upah jasa pemasangan atap bitumen sebagian besar mirip dengan saat kalian menghitung kebutuhan pemasangan atap seng bergelombang. Pertama-tama, kalian perlu menentukan luas area pekerjaan atap rumah sebelum kalian dapat menghitung biaya upah jasa pemasangannya.

Untuk lebih jelasnya, berikut adalah panduan cara menghitung upah atau ongkos jasa pemasangan atap bitumen menggunakan sistem pekerja borongan:

Volume Pekerjaan Atap

Langkah pertama, mulailah dengan menentukan luas atau volume area pekerjaan atap yang akan menggunakan material bitumen. Sebagai contoh, kita akan menghitung pemasangan genteng bitumen pada atap rumah dengan bentuk pelana, yang memiliki panjang 15 meter, lebar 9 meter, overstek 1.5 meter, dan tingkat kemiringan 10 derajat. Berikut adalah langkah-langkah perhitungannya:

Diketahui:

  • Panjang atap: 15 m.
  • Lebar atap: 9 m.
  • Overstek: 1.5 m.
  • Tingkat kemiringan atap: 10 derajat (0.984).

Perhitungan:

  • Hitung volume atap rumah: ((Panjang atap + Overstek) x (Lebar atap + Overstek)) ÷ Cos (kemiringan atap).
  • Volume atap rumah: ((15 m + 1.5 m) x (9 m + 1.5 m)) ÷ 0.984.
  • Volume atap rumah: (16.5 m x 10.5 m) ÷ 0.984.
  • Volume atap rumah: 173.25 m2 ÷ 0.984 = 176.067 m2 (dibulatkan menjadi 177 m2).

Dengan demikian, luas atau volume area pekerjaan atap yang akan menggunakan genteng bitumen adalah sekitar 177 meter persegi.

Ongkos Pasang Atap Bitumen

Langkah selanjutnya adalah menghitung biaya atau ongkos jasa pemasangan genteng bitumen pada atap rumah dengan model pelana yang memiliki luas sekitar 177 meter persegi menggunakan pekerja borongan. Cara perhitungannya adalah dengan mengalikan luas atap rumah model pelana dengan harga jasa pemasangan atap bitumen per meter persegi.

  • Ongkos pemasangan: Luas atap rumah x Harga jasa pemasangan atap bitumen.
  • Ongkos pemasangan: 177 m2 x Rp 50.000 = Rp 8.850.000.

Dari hasil perhitungan di atas, total anggaran yang perlu disiapkan untuk ongkos jasa pemasangan genteng bitumen pada atap model pelana seluas 177 meter persegi adalah sekitar Rp 8.850.000. Kami ingin mengingatkan sekali lagi bahwa biaya tersebut hanya mencakup upah tenaga kerja untuk pemasangan atap bitumen dan belum termasuk biaya pembelian materialnya.

Kelebihan dan Kekurangan Atap Bitumen

Atap bitumen adalah jenis atap rumah yang terbuat dari bahan utama yaitu aspal. Kemudian, bahan tersebut diperbaiki dengan mencampurkan beberapa bahan lain seperti fiberglass, alga coating, dan pasir batu. Oleh karena itu, atap rumah jenis ini sering disebut juga sebagai atap aspal atau genteng aspal.

Baca Juga :   Pengertian Abutment: Fungsi dan Jenisnya Lengkap

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, banyak orang memilih menggunakan atap bitumen karena memiliki sejumlah keunggulan. Meskipun begitu, bukan berarti atap bitumen tidak memiliki kelemahan sama sekali. Sebelum kita menjelaskan lebih lanjut tentang harga jasa pemasangan atap bitumen, berikut adalah beberapa kelebihan dan kekurangan atap bitumen.

Kelebihan

Atap bitumen memiliki sejumlah kelebihan yang membuatnya menjadi pilihan yang populer dalam dunia konstruksi dan renovasi. Berikut adalah beberapa kelebihan utama dari atap bitumen:

  1. Tahan Terhadap Rayap dan Jamur: Atap bitumen memiliki ketahanan terhadap serangan rayap dan pertumbuhan jamur, sehingga mengurangi risiko kerusakan pada atap.
  2. Anti Korosi: Material bitumen yang digunakan dalam atap ini memiliki sifat anti-korosi, menjadikannya tahan terhadap korosi atau karat akibat paparan lingkungan.
  3. Daya Tahan Tinggi: Atap bitumen memiliki daya tahan yang tinggi terhadap berbagai kondisi cuaca ekstrem, seperti hujan deras, angin kencang, dan sinar matahari intens.
  4. Bobot Ringan: Dibandingkan dengan beberapa jenis atap lainnya, atap bitumen memiliki bobot yang cenderung lebih ringan. Ini membuatnya lebih mudah dipasang dan mengurangi beban struktural pada bangunan.
  5. Umur Panjang: Atap bitumen memiliki umur pemakaian yang relatif panjang, sehingga tidak perlu sering diganti dan memerlukan sedikit perawatan.
  6. Beragam Pilihan Warna: Atap bitumen tersedia dalam beragam pilihan warna dan desain, sehingga memungkinkan pemilik rumah untuk memilih atap yang sesuai dengan estetika bangunan.
  7. Pemasangan Mudah: Proses pemasangan atap bitumen relatif mudah dan cepat, sehingga menghemat waktu dan biaya tenaga kerja.
  8. Kedap Suara: Atap bitumen memiliki sifat kedap suara, yang dapat mengurangi kebisingan dari hujan atau hujan es, menciptakan lingkungan yang lebih tenang di dalam rumah.
  9. Sifat Lentur: Atap bitumen memiliki sifat lentur, memungkinkan untuk dibentuk sesuai dengan berbagai bentuk atap yang mungkin memiliki desain khusus.
  10. Dengan sejumlah keunggulan ini, atap bitumen menjadi pilihan yang menarik bagi banyak orang dalam menjaga dan melindungi rumah mereka.

Kekurangan

Meskipun memiliki sejumlah kelebihan, atap bitumen juga memiliki beberapa kekurangan yang perlu diperhatikan sebelum memutuskan untuk menggunakannya:

  1. Harga yang Cukup Mahal: Harga atap bitumen dapat relatif mahal, terutama jika dibandingkan dengan beberapa jenis atap lainnya. Hal ini bisa menjadi faktor pertimbangan bagi mereka yang memiliki anggaran terbatas.
  2. Proses Perawatan yang Tidak Murah: Meskipun atap bitumen memiliki umur pemakaian yang panjang, proses perawatannya bisa menjadi mahal. Pengecatan ulang atau perbaikan mungkin diperlukan dari waktu ke waktu, dan biaya ini dapat menambah beban finansial.
  3. Proses Pemasangan Membutuhkan Tenaga Ahli Berpengalaman: Proses pemasangan atap bitumen memerlukan keterampilan dan pengalaman yang cukup. Membentuk dan memasang atap bitumen dengan benar agar tahan lama dan tahan terhadap cuaca memerlukan tenaga ahli yang berpengalaman. Kesalahan selama proses pemasangan dapat mengakibatkan masalah serius pada atap.

Meskipun ada kekurangan yang perlu diperhatikan, banyak orang masih memilih atap bitumen karena manfaatnya yang besar dalam melindungi rumah dari elemen-elemen alam dan keindahan estetika yang ditawarkannya. Dengan perencanaan yang tepat, kekurangan-kekurangan ini dapat dikelola dengan baik.

Baca Juga :

Penutup

Dalam artikel finoo.id ini, kita telah menjelaskan secara rinci mengenai pengertian atap bitumen.

Dapat disimpulkan bahwa atap bitumen adalah jenis atap yang terbuat dari bahan bitumen, yang merupakan material yang tahan terhadap cuaca ekstrem dan memiliki daya tahan yang baik terhadap kerusakan.

Atap bitumen juga memiliki berbagai keunggulan seperti kemudahan pemasangan, biaya yang terjangkau, dan tampilan yang estetis.

Dengan pengetahuan tentang pengertian atap bitumen yang telah kami bagikan, kalian dapat membuat keputusan yang lebih informatif untuk proyek atap kalian.

Semoga artikel ini bermanfaat dan membantu kalian dalam memahami lebih lanjut tentang atap bitumen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *