Apa Itu Pipa PPR

√ Apa Itu Pipa PPR? Manfaat, Kelebihan dan Kekurangan

Posted on

Finoo.id – √ Apa Itu Pipa PPR? Manfaat, Kelebihan dan Kekurangan. Pipa PPR atau pipa polypropylene random mungkin saat ini belum banyak dikenal oleh masyarakat umum. Namun, PPR ini sebenarnya memiliki berbagai fungsi yang sangat berguna untuk saluran air panas maupun dingin. Kelebihannya terletak pada sifatnya yang fleksibel. Oleh karena itu, mari kita kenali lebih lanjut tentang pipa polypropylene random ini.

Apa Itu PPR ?

PPR merupakan salah satu jenis pipa yang sering digunakan dalam instalasi bangunan dan industri. Pipa ini terbuat dari thermoplastik polypropylene random type 3, dirancang untuk sistem perpipaan lengkap yang cocok untuk saluran air panas dan dingin bertekanan.

Perlu dicatat bahwa thermoplastik adalah jenis material plastik yang dapat didaur ulang, membuatnya lebih ramah lingkungan. Ini adalah keunggulan dari bahan PPR. Selain itu, thermoplastik juga lebih tahan terhadap suhu tinggi dibandingkan dengan plastik konvensional.

Secara umum, pipa PPR hadir dalam berbagai diameter, mulai dari ½ hingga 6 inci, dengan panjang maksimal mencapai 4 meter per batang. Pipa PPR umumnya berwarna hijau di Indonesia, meskipun beberapa merek juga menawarkannya dalam warna lain seperti abu-abu dan putih.

Manfaat Pipa PPR

Produk pipa PPR pada umumnya sangat serbaguna dan dapat digunakan untuk berbagai keperluan selain saluran air bersih bertekanan tinggi dan suhu tinggi. Beberapa di antara kegunaan lainnya meliputi:

  1. Perumahan, Industri, Rumah Sakit, Hotel, dan Apartemen:
    Pipa PPR dapat diaplikasikan secara luas dalam berbagai bangunan, termasuk perumahan, industri, rumah sakit, hotel, dan apartemen. Penggunaannya mencakup sistem saluran air panas dan dingin.
  2. Sistem Udara Bertekanan:
    Pipa PPR juga dapat digunakan dalam sistem udara bertekanan, seperti pada instalasi ventilasi dan distribusi udara dalam bangunan.
  3. Sistem Air Minum dan Makanan Cair:
    Kualitas material yang aman dan tahan terhadap suhu tinggi membuat pipa PPR cocok untuk digunakan dalam sistem air minum dan transportasi makanan cair.
  4. Agrikultur (Rumah Kaca dan Taman):
    Dalam konteks agrikultur, pipa PPR dapat diterapkan dalam sistem irigasi di rumah kaca dan taman, memberikan ketahanan terhadap suhu dan tekanan yang tinggi.
  5. Sistem Transportasi Cairan Kimia:
    Pipa PPR dapat digunakan dalam sistem transportasi cairan kimia, memastikan keamanan dan kehkalianlan dalam penyaluran bahan kimia.
  6. Sistem Pendingin Ruangan (AC):
    Pipa PPR dapat menjadi pilihan yang baik dalam sistem pendingin ruangan (AC) karena tahan terhadap suhu tinggi, memastikan distribusi air pendingin dengan efisien.
Baca Juga :   √ Apa Itu Cat Akrilik? Fungsi dan Cara Menggunakanya

Dengan karakteristik fleksibilitas dan ketahanan suhu yang dimilikinya, pipa PPR menjadi solusi yang dapat dikalianlkan untuk berbagai keperluan aplikasi teknis dan industri.

Jenis Pipa PPR

Jenis pipa PPR pada dasarnya diklasifikasikan berdasarkan kebutuhan saluran air bersih, termasuk untuk saluran air dingin, air panas, atau air panas dengan tekanan tinggi. Berikut adalah beberapa varian produk pipa yang terbuat dari bahan polypropylene random tipe 3 ini.

1. Pipa Dingin (PN-10)

Pipa jenis PN-10 merupakan varian pipa PPR yang memiliki ketebalan paling tipis di antara jenis yang akan kita bahas. Produk ini umumnya cocok digunakan untuk saluran air bersih tanpa tekanan, seperti yang ditemui di perhotelan, rumah, dan sejenisnya. Tersedia dalam ukuran 1/2″ hingga 6″, pipa ini dapat dikombinasikan dengan produk atau aksesoris pipa lainnya. Keunggulan utamanya terletak pada kemampuannya untuk diaplikasikan dalam instalasi saluran air dalam ruangan atau gedung.

2. Pipa Air Dingin Bertekanan / Air Panas (PN-16)

Pipa jenis PN-16 adalah produk pipa PPR yang dapat digunakan untuk saluran air dingin bertekanan di dalam ruangan, khususnya gedung. Dibandingkan dengan produk PN-10, pipa ini memiliki dinding yang lebih tebal. Meskipun dirancang untuk saluran air dingin bertekanan, pipa ini juga dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan saluran air panas sederhana, menjadikannya cocok untuk saluran air di rumah dan sejenisnya. Produk ini dapat memenuhi kebutuhan dengan skala menengah ke bawah.

3. Pipa Air Panas Bertekanan (PN-20)

Untuk memenuhi kebutuhan saluran air panas, pipa PN-20 menjadi pilihan yang sesuai. Dibandingkan dengan dua produk sebelumnya, pipa ini memiliki tebal dinding yang lebih besar, memberikan kemampuan optimal dalam menghantarkan fluida panas ke tempatnya. Pipa jenis ini sering digunakan untuk menjawab tuntutan saluran air panas di berbagai bisnis, seperti perhotelan dan fasilitas umum, termasuk rumah sakit dan restoran. Kelebihannya terletak pada kemampuannya mengalirkan fluida bersuhu tinggi secara intens.

4. Pipa Air Panas Bertekanan Tinggi (PN-22)

Untuk kebutuhan saluran air panas dengan tekanan tinggi, diperlukan produk yang sangat tangguh. Tidak banyak pipa PPR yang memiliki karakteristik ini di pasaran Indonesia, namun salah satu produk yang memenuhi stkalianr tersebut adalah pipa PPR Rucika Kelen Green. Produk ini menawarkan pipa dengan kemampuan menghantarkan air panas pada tekanan tinggi, dengan label PN-22. Artinya, pipa ini dapat menahan tekanan hingga 22 bar atau 22 Kg/cm2, menjadikannya solusi yang hkalianl untuk aplikasi saluran air panas bertekanan tinggi.

Baca Juga :   √ Harga Borongan Konstruksi Baja WF Terbaru Per KG & Per Meter

Kelebihan dan Kekurangan Pipa PPR

Pipa PPR merupakan kopolimer yang terbuat dari monomer propilena dan monomer etilena, menjadikannya salah satu produk pipa plastik yang sangat efisien energi dan bersahabat lingkungan. Sebagai bahan yang terus berkembang, pipa PPR tentunya memiliki kelebihan dan kelemahan. Berikut ini adalah ulasan lengkapnya:

Keunggulan Pipa PPR:

  1. Aman dan Ramah Lingkungan:
    Pipa PPR tidak menghasilkan komponen berbahaya bagi tubuh manusia. Bahan PPR tidak bereaksi dengan ion dalam air dan tidak terkorosi oleh bahan kimia di dalam bangunan. Hal ini menghindarkan risiko korosi pada antarmuka dengan pipa logam.
  2. Ketahanan Terhadap Korosi:
    Dibandingkan dengan pipa logam, pipa PPR tidak akan berkarat atau mengalami korosi seiring waktu. Pipa ini memiliki ketahanan terhadap asam, alkali, dan klorida yang lebih tinggi, menjadikannya pilihan yang tahan lama.
  3. Bebas Perawatan:
    Pipa PPR tidak memerlukan perawatan khusus setelah konstruksi selesai. Tidak ada reaksi lelehan panas yang homogen dengan pipa dari bahan yang sama, dan tingkat kebocoran sambungan hampir nol, mengurangi kebutuhan perawatan manual.
  4. Efisiensi Konstruksi:
    Karena terbuat dari plastik, pipa PPR memiliki berat yang lebih ringan dibandingkan dengan pipa logam, mengurangi intensitas tenaga kerja selama konstruksi. Ini mempercepat proses konstruksi dan meningkatkan efisiensi keseluruhan.
  5. Konduktivitas Termal Rendah:
    Konduktivitas termal pipa PPR rendah, menjadikannya pilihan ideal untuk sistem air panas rumah tangga. Pada suhu 20°C, konduktivitas termal pipa PPR jauh lebih kecil dibandingkan dengan pipa logam.
  6. Resistansi Dinding yang Berkurang:
    Dinding bagian dalam pipa PPR sangat halus, mengurangi risiko pembentukan kerak atau pembekuan. Gesekan yang rendah juga mengurangi tekanan air, menghasilkan penghematan energi dan memberikan dampak positif pada lingkungan.

Kekurangan Pipa PPR:

  1. Biaya Relatif Tinggi:
    Biaya pipa PPR cenderung tinggi karena terdapat kesenjangan besar antara pasokan dan permintaan pasar, serta persyaratan teknis yang relatif tinggi, yang berkontribusi pada harga yang lebih tinggi.
  2. Spesifikasi dan Model Terbatas:
    Spesifikasi pipa PPR relatif tunggal, dengan model yang tidak selengkap pipa sejenis. Jenis fitting dan katupnya juga terbatas, dan terkadang spesifikasi tidak konsisten saat disambungkan dengan logam.
  3. Kerapuhan dan Risiko Pecah:
    Pipa PPR memiliki tingkat kerapuhan yang tinggi dan dapat mudah pecah jika terkena benturan yang besar. Kelemahan ini menjadi signifikan jika dibandingkan dengan kekuatan pipa logam.
  4. Koefisien Muai yang Besar:
    Koefisien muai pipa PPR lebih besar daripada pipa sejenis, menyebabkan kebutuhan akan dukungan pipa tambahan saat dipasang di beberapa area atau di atas tanah. Hal ini dapat membuat proyek menjadi lebih rumit dan mempengaruhi estetika pipa.
  5. Kompleksitas Pemasangan:
    Peralatan konstruksi yang canggih diperlukan untuk pemasangan pipa PPR. Operasionalnya lebih rumit, memerlukan persyaratan konstruksi yang tinggi, dan membutuhkan tenaga profesional untuk memasang dan menyambungkannya. Kontrol ketat terhadap sambungan juga diperlukan selama peleburan dan penyambungan.
  6. Kemampuan Anti-UV yang Buruk:
    Pipa PPR memiliki kemampuan anti-UV yang buruk, sehingga rentan terhadap penuaan jika terpapar sinar matahari dalam jangka waktu lama. Hal ini dapat mengurangi masa pakai pipa dan kekuatannya.
  7. Tidak Cocok untuk Suplai Air Kebakaran:
    Karena sifat mudah terbakar, pipa PPR tidak dapat digunakan untuk suplai air kebakaran, menjadi pembatasan tambahan pada penggunaannya.
Baca Juga :   √ Apa itu Sealant ? Fungsi dan Jenisnya Paling Lengkap

BACA JUGA :

Kesimpulan

Dalam kesimpulan, dapat dijelaskan bahwa Pipa PPR, atau Polypropylene Random, adalah solusi modern dan inovatif untuk kebutuhan saluran air panas maupun dingin.

Meskipun memiliki keunggulan seperti ketahanan terhadap korosi, keamanan bagi kesehatan manusia, dan efisiensi konstruksi, pipa PPR juga memiliki beberapa kelemahan yang perlu diperhatikan.

Oleh karena itu, sebelum mengadopsi penggunaan pipa PPR, penting bagi para pemangku kepentingan untuk memahami karakteristik dan aplikasi yang sesuai dengan kebutuhan spesifik mereka.

Apakah dalam proyek perumahan, industri, atau fasilitas umum, pemahaman mendalam terkait “Apa Itu Pipa PPR” menjadi kunci untuk memastikan penggunaan yang efektif dan berkelanjutan.

Demikianlah artikel finoo.id yang memabhas tentang √ Apa Itu Pipa PPR? Manfaat, Kelebihan dan Kekurangan. Semoga artikel kami dapat bermanfaat dan terimakasih telah membaca artikel ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *