Apa Itu Waterproofing

Apa Itu Waterproofing? Serta Harga Borongan Per Meter Terbaru

Posted on

Finoo.id – Apa Itu Waterproofing? Serta Harga Borongan Per Meter Terbaru. Tumpahan atau kebocoran pada struktur dasar, lantai, dinding, bahkan atap sebuah bangunan dapat merusak kualitas dan daya tahan bangunan tersebut. Salah satu solusi yang efektif adalah dengan menerapkan teknik waterproofing, yaitu menggunakan bahan pelapis tahan air.

Penerapan teknik waterproofing dapat menjadikan suatu objek atau area tahan terhadap air. Secara umum, material ini sering digunakan untuk mengatasi masalah kebocoran di area seperti ruang bawah tanah, atap, balkon, kolam renang, dan area-area lain yang rentan terkena air.

Di Indonesia, teknik waterproofing semakin populer di kalangan masyarakat karena memiliki banyak keunggulan. Yang menarik, saat ini tersedia banyak pekerja borongan atau kontraktor yang menawarkan jasa waterproofing dengan harga per meter persegi.

Jadi, jika kalian berencana menggunakan jasa pekerja borongan untuk proyek waterproofing, sebaiknya kalian memahami terlebih dahulu besaran tarif atau harga borongan yang mereka tawarkan. Untuk membantu kalian, dalam artikel ini kami akan memberikan perkiraan harga borongan waterproofing per meter persegi untuk berbagai jenisnya.

Apa Itu Waterproofing?

Mungkin ada beberapa orang yang masih bingung tentang apa yang dimaksud dengan waterproofing. Secara sederhana, waterproofing adalah suatu proses di mana bahan pelapis anti bocor digunakan untuk mencegah kebocoran yang mungkin terjadi pada dinding, atap, atau plafon.

Tujuan utama dari penggunaan bahan pelapis anti bocor ini adalah untuk menutupi pori-pori pada permukaan dinding, atap, atau benda yang dilapisi sehingga air tidak dapat merembes atau menembus melalui permukaan tersebut.

Jenis-Jenis Waterproofing

Sebelum kita membahas lebih lanjut tentang harga borongan waterproofing per meter, penting untuk memahami beberapa jenisnya terlebih dahulu. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, waterproofing adalah proses pengaplikasian bahan pelapis anti bocor pada berbagai objek atau media, seperti dinding, atap, atau plafon.

Dalam proses waterproofing, bahan pelapis ini digunakan untuk menutupi pori-pori pada permukaan objek tersebut sehingga air tidak dapat merembes atau menembus ke dalamnya. Di Indonesia, saat ini terdapat lima jenis waterproofing yang umum digunakan, dan berikut adalah beberapa di antaranya.

1. Waterproofing Coating

Menerapkan lapisan waterproofing pada bangunan dapat menghasilkan daya lekat yang kuat pada permukaan bangunan, terutama jika bangunan tersebut terbuat dari bahan dasar semen. Dalam klasifikasi berdasarkan bahan penyusunnya, teknik waterproofing jenis ini dapat dibagi menjadi tiga jenis aplikasi, yaitu berdasarkan air, semen, dan pelarut.

2. Waterproofing Membrane

Selanjutnya, terdapat jenis waterproofing yang disebut Membrane, di mana jenis waterproofing ini menggunakan membran dalam bentuk gulungan yang kemudian diaplikasikan ke permukaan bangunan. Dalam kategori jenis waterproofing ini, terdapat dua varian, yaitu yang terbuat dari serat (fiber) dan yang terbuat dari polyester.

Baca Juga :   √ Apa Itu Fasad? Komponen, Fungsi, Serta Jenis Materialnya

Dari segi harga, membran polyester cenderung lebih mahal dibandingkan dengan yang terbuat dari serat, namun memiliki daya tahan yang lebih kuat. Oleh karena itu, pilihan yang tepat adalah menggunakan membran polyester pada area yang memiliki tingkat paparan air tinggi, seperti kolam renang, atap beton, kamar mandi, dan area lain yang sering bersentuhan langsung dengan air.

3. Waterproofing Flashband Self Adhesive

Selanjutnya, mari kita bahas mengenai waterproofing dengan nama Flashband Self Adhesive. Ini adalah jenis waterproofing yang menggunakan lembaran dengan dua lapisan. Lapisan pertama berfungsi sebagai perekat, sementara lapisan kedua bertujuan untuk mencegah kebocoran, sehingga air tidak akan merembes ke permukaan bangunan meskipun bangunan tersebut terkena hujan dengan debit air yang besar. Dari segi jenis bahan, waterproofing ini dibagi menjadi dua varian, yaitu membran polyester dan aluminium foil.

4. Waterproofing Integral

Untuk jenis waterproofing ini, biasanya digunakan sebagai bahan campuran dalam adukan beton. Oleh karena itu, pelapisan integral ini dilakukan bersamaan saat beton diaplikasikan. Keunggulan dari penggunaan jenis waterproofing ini adalah kemampuannya untuk membuat permukaan menjadi kedap air dan mampu menghemat penggunaan air hingga 30%.

Selain itu, penggunaan waterproofing integral ini juga membantu mencegah retak atau kerusakan pada permukaan bangunan karena mudah dicampur dengan beton. Biasanya, jenis waterproofing integral ini digunakan pada area seperti basement dan kolam renang.

5. Waterproofing Crystallizing

Jenis waterproofing ini dapat diaplikasikan langsung pada permukaan beton atau dicampur ke dalam campuran beton sebelum pengecoran. Dengan demikian, lantai dan dinding beton akan memiliki ketahanan terhadap air.

Karakteristik unik dari waterproofing Crystallising ini adalah bahwa komponen aktifnya diyakini akan bereaksi dan meresap ke dalam pori-pori beton. Ini mengubah beton menjadi kristal permanen, sehingga beton memiliki ketahanan yang tinggi terhadap rembesan air dan kebocoran.

Jenis waterproofing ini sangat sesuai digunakan untuk lantai dan dinding beton yang berada di bawah tekanan air tinggi, seperti di ruang bawah tanah, terowongan, tangki tanah, kolam renang, dan sejenisnya.

Bagaimana Cara Kerja Waterproofing?

Setelah memahami apa itu waterproofing dan beberapa jenisnya, penting untuk mengetahui bagaimana teknik waterproofing bekerja. Secara umum, waterproofing diterapkan sebelum bangunan menerima lapisan finishing.

Cara kerja waterproofing bervariasi tergantung pada jenisnya. Pada waterproofing coating, aplikasi dilakukan dengan menggunakan bahan dasar seperti air, semen, atau solven. Bahan-bahan ini memiliki kemampuan untuk membuat permukaan menjadi tahan terhadap rembesan air, dan ketebalannya bisa disesuaikan sesuai kebutuhan.

Berbeda dengan itu, waterproofing membrane diterapkan dengan cara menempelkan membran di atas permukaan bangunan. Tujuan utamanya adalah membuat permukaan bangunan tahan terhadap air, dengan menggunakan berbagai jenis bahan aplikasi.

Bagian permukaan bangunan yang sering dan penting untuk diberikan perlindungan waterproofing adalah daerah yang umumnya terpapar air, seperti atap, lantai, kolam, dan kamar mandi.

Manfaat Pemakaian Waterproofing untuk Bangunan

Setelah kalian mulai memahami apa yang dimaksud dengan waterproofing, sekarang kalian mungkin penasaran dengan manfaat yang dapat diperoleh dari penggunaan waterproofing selain mencegah kebocoran. Ketika diterapkan dengan benar, ada beberapa keuntungan yang dapat diperoleh dari pelaksanaan waterproofing, di antaranya:

Baca Juga :   √ Jenis Genteng Baja Ringan Serta Kelebihan dan Kekuranganya

  1. Mencegah Kerusakan dan Pertumbuhan Jamur: Waterproofing mencegah dinding bangunan dari lapuk dan pertumbuhan jamur akibat paparan air dan rembesan. Ini sangat penting untuk menjaga kesehatan struktur bangunan rumah.
  2. Perlindungan Terhadap Polusi dan Cuaca: Dengan lapisan waterproofing, dinding lebih terlindungi dari polusi dan perubahan cuaca. Ini membuat cat yang diterapkan pada bangunan dapat melekat dengan lebih baik, sehingga eksterior bangunan tetap terlihat cantik.
  3. Mengurangi Risiko dan Biaya Renovasi: Waterproofing membantu mengurangi risiko kerusakan bangunan dan biaya renovasi yang mungkin timbul. Ini berarti bangunan kalian akan bertahan lebih lama dan mengurangi risiko kerusakan berbahaya yang dapat menghabiskan banyak biaya.
  4. Meningkatkan Nilai Properti: Memiliki waterproofing pada bangunan kalian dapat meningkatkan nilai properti kalian. Ketika kalian memutuskan untuk menjual properti atau bangunan yang telah dilengkapi dengan waterproofing, nilai jualnya akan lebih tinggi. Orang tidak akan tertarik membeli bangunan yang berpotensi bermasalah dengan kebocoran air.
  5. Tidak Membuat Lantai Beton Licin: Penggunaan waterproofing tidak hanya melindungi beton dari kerusakan akibat air, tetapi juga mencegah permukaan menjadi licin. Lapisan waterproofing yang telah diaplikasikan dan mengering tidak akan membuat lantai beton licin. Hal ini karena terdapat kandungan anti jamur dalam bahan waterproofing, yang menghambat pertumbuhan jamur pada beton. Sehingga, bahkan jika sering terkena hujan, lantai beton tetap aman untuk dilalui tanpa risiko licin.

Harga Borongan Waterproofing Per Meter

Sama seperti tarif borongan untuk melukis dinding, besaran tarif atau biaya pekerja borongan waterproofing per meter persegi juga dapat bervariasi di berbagai daerah. Perbedaan dalam tarif borongan ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk tingkat risiko pekerjaan, tingkat kompleksitas pekerjaan, dan lokasi proyek.

Secara umum, kontraktor umumnya membagi sistem borongan menjadi dua jenis, yaitu borongan tanpa material (non material) dan borongan dengan material (plus material). Harga borongan waterproofing non material per meter persegi biasanya berkisar antara Rp 15.000 hingga Rp 20.000, sementara harga borongan dengan material berkisar antara Rp 30.000 hingga Rp 50.000.

Penting untuk diingat bahwa penggunaan material waterproofing juga dapat mempengaruhi besaran biaya borongan per meter persegi. Oleh karena itu, kami merekomendasikan untuk mencari produk waterproofing berkualitas agar hasil akhir proyek sesuai dengan harapan.

Cara Menghitung Biaya Waterproofing

Di atas telah dijelaskan dengan detail tentang rincian biaya borongan waterproofing per meter, termasuk biaya tenaga kerja dan bahan material. Selanjutnya, kalian perlu memahami cara menghitung total biaya untuk pekerjaan waterproofing dengan menggunakan pekerja borongan.

Proses penghitungan biaya pengerjaan waterproofing hampir mirip dengan menghitung kebutuhan cat genteng. kalian perlu menentukan luas atau volume area yang akan dilapisi dengan bahan material waterproofing sebagai langkah pertama.

Volume Pekerjaan

Cara pertama adalah dengan menentukan luas atau volume area pekerjaan waterproofing. Sebagai contoh, jika kalian ingin melapis genteng pada atap model pelana dengan panjang 15 meter, lebar 7 meter, overstek 1 meter, dan kemiringan atap 10 derajat menggunakan pekerja borongan beserta material, kalian dapat menghitungnya sebagai berikut:

Baca Juga :   Pengertian Bekisting: Fungsi dan Jenisnya Lengkap

Diketahui:

  • Panjang: 15 meter.
  • Lebar: 7 meter.
  • Overstek: 1 meter.
  • Tingkat kemiringan: cos 10 derajat = 0.984

Perhitungan:

  • Volume atap: ((Panjang + overstek) x (Lebar + overstek)) ÷ Cos (kemiringan atap)
  • Volume atap: ((15 m + 1 m) x (7 m + 1 m)) ÷ 0.984
  • Volume atap: (16 m x 8 m) ÷ 0.984
  • Volume atap: 128 m2 ÷ 0.984 = 125.952 m2 (dibulatkan menjadi 126 m2).

Biaya Waterproofing

Langkah berikutnya adalah menghitung biaya pelaksanaan waterproofing pada atap genteng seluas 126 meter persegi dengan menggunakan pekerja borongan. Cara menghitungnya adalah dengan mengalikan volume pekerjaan waterproofing dengan tarif borongan beserta material per meter persegi.

  • Biaya waterproofing: Volume pekerjaan x Harga borongan.
  • Biaya waterproofing: 126 m2 x Rp 30.000 = Rp 3.780.000.

Jadi, total biaya untuk melapis atap genteng seluas 126 meter persegi dengan waterproofing menggunakan pekerja borongan beserta material adalah sekitar Rp 3.780.000. Dalam jumlah biaya tersebut, sudah termasuk upah tenaga kerja borongan, pembelian material waterproofing, serta penyewaan peralatan yang dibutuhkan untuk pengerjaan.

Kelebihan dan Kekurangan Waterproofing

Walaupun waterproofing memiliki sejumlah keunggulan, bukan berarti bahan material bangunan ini tidak memiliki kelemahan sama sekali. Sebagai bahan pertimbangan sebelum memutuskan untuk melakukan waterproofing, berikut beberapa kelebihan dan kekurangannya yang akan kami jelaskan.

Kelebihan

  1. Proses pemasangannya mudah sehingga dapat menghemat waktu.
  2. Memiliki sifat tahan lama, terutama jika material tersebut tidak terpapar langsung sinar matahari.
  3. Lapisan waterproofing tahan terhadap bahan kimia, sehingga memiliki umur pakai yang lebih panjang.
  4. Memiliki sifat kekuatan yang baik.

Kekurangan

  1. Harganya relatif tinggi, terutama untuk jenis waterproofing membrane.
  2. Kekuatan waterproofing dapat berkurang jika terus-menerus terpapar sinar matahari secara langsung.
  3. Jika terjadi kebocoran, sulit untuk mendeteksinya karena seluruh permukaan sudah tertutup oleh lapisan waterproofing.

Baca Juga :

Penutup

Dalam dunia konstruksi dan perawatan bangunan, istilah “waterproofing” menjadi semakin penting. Tetapi apa sebenarnya yang dimaksud dengan waterproofing?

Waterproofing adalah suatu teknik atau tindakan yang dirancang untuk mencegah air atau kelembapan masuk ke dalam struktur bangunan.

Ini menjadi sangat krusial untuk melindungi bangunan dari kerusakan akibat kebocoran air, korosi, serta pertumbuhan jamur dan kapang.

Oleh karena itu, ketika kalian berencana untuk membangun atau merenovasi bangunan, penting untuk mempertimbangkan waterproofing sebagai investasi jangka panjang dalam melindungi dan mempertahankan nilai bangunan kalian.

Dengan memahami apa itu waterproofing dan mengambil langkah-langkah yang tepat untuk menerapkannya, kalian dapat menjaga bangunan kalian tetap kering, aman, dan tahan lama.

Demikianlah artikel finoo.id yang membahas tentang Apa Itu Waterproofing Serta Harga Borongan Per Meter Terbaru. Semoga artikel kami dapat bermanfaat dan terimakasih telah membaca aartikel kami.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *