Mengenal Jenis Colokan Listrik

√ Mengenal Jenis Colokan Listrik di Dunia Lengkap

Posted on

Finoo.id – √ Mengenal Jenis Colokan Listrik di Dunia Lengkap. Memahami variasi jenis colokan listrik di berbagai belahan dunia memiliki peran penting agar kalian tidak mengalami kesulitan dan kepanikan saat bepergian.

Ternyata, tidak semua negara menggunakan colokan dan stop kontak listrik yang sama. Di Indonesia, kita menggunakan Tipe C dan Tipe F sebagai jenis colokan listrik.

Di sisi lain, di Malaysia, tetangga kita, mereka menggunakan colokan Tipe A, Tipe C, Tipe G, dan Tipe M.

Sebelum melakukan perjalanan ke suatu negara, disarankan untuk mengetahui jenis stop kontak atau soket yang digunakan dan mempersiapkan adaptor listrik yang sesuai. Jika lupa, kalian mungkin akan menghadapi kesulitan dalam mengisi daya perangkat elektronik favorit kalian.

Pengertian Colokan Listrik

Seperti namanya, steker listrik adalah perangkat yang digunakan untuk menghubungkan kabel listrik ke stop kontak. Tujuannya adalah agar aliran listrik dari stop kontak yang sudah terpasang dapat mengalir ke perangkat elektronik melalui kabel listrik.

Umumnya, steker listrik dipasang pada ujung kabel dan berfungsi sebagai penghubung arus listrik dari perangkat seperti televisi, radio, lampu, atau charger ke stop kontak. Dengan fungsi utamanya, steker listrik mengalirkan listrik dari sumbernya ke perangkat elektronik yang diinginkan.

Perlu dicatat bahwa terdapat beberapa jenis steker listrik, seperti adapter, bengkok, steker T, dan arde. Pemilihan jenis steker ini perlu disesuaikan dengan kabel elektronik dan stop kontak yang digunakan, karena bentuknya yang berbeda-beda dapat disesuaikan dengan kebutuhan.

Ketika memasang stop kontak, disarankan untuk mengundang profesional agar pemasangan berjalan dengan baik dan menghindari risiko korsleting listrik. Beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum pemasangan melibatkan pengecekan kekencangan baut pada steker listrik, kesesuaian lubang dengan kabel elektronik, serta kelengkapan baut untuk memastikan instalasi yang aman.

Jenis Colokan Listrik di Dunia

Pada kesempatan ini, kita akan menjelaskan beberapa jenis colokan listrik yang digunakan di berbagai belahan dunia, di antaranya:

1. Colokan Tipe A

Steker pada colokan Tipe A memiliki dua ujung pipih dengan ketebalan 1,5 mm dan panjang sekitar 15,9 – 18,3 mm, dengan jarak antar ujung sekitar 12,7 mm. Colokan ini membutuhkan daya 15A dan memiliki tegangan antara 100 – 127 V.

Colokan tipe ini mudah dikenali dengan melihat stop kontak dan ujung stekernya. Ujung steker satu dan lainnya memiliki perbedaan lebar, memungkinkan pemasangan hanya dalam satu arah.

Harvey Hubbel II menciptakan jenis colokan kabel tanpa grounding NEMA 1-15 ini pada tahun 1904. Negara-negara yang mengadopsi tipe ini antara lain Amerika Serikat, Kanada, Meksiko, dan Jepang.

Baca Juga :   √ Penyebab MCB On Tapi Listrik Mati Serta Cara Mengatasinya

Pada tahun 1965, stop kontak Tipe A tidak lagi diizinkan untuk dipasang pada bangunan baru di Amerika Serikat. Meskipun demikian, masih mungkin menemui stop kontak Tipe A di gedung-gedung tua.

2. Colokan Tipe B

Colokan Tipe B atau NEMA 5 – 15 grounded memiliki dua ujung steker pipih dengan ukuran yang sama seperti Tipe A.

Perbedaan utama antara Tipe B dan Tipe A terletak pada adanya ujung ketiga yang berbentuk U dengan diameter 4,8 mm. Ujung konektor listrik ketiga ini memiliki panjang yang 3,2 mm lebih besar daripada dua ujung steker yang pipih. Dengan adanya fitur ini, kepala colokan listrik ini sudah menjalani proses grounding sebelum arus listrik mengalir.

Colokan ini membutuhkan daya 15A dan memiliki tegangan antara 100 – 127 V. Stop kontak Tipe B dapat digunakan untuk steker Tipe A dan B. Negara-negara yang menggunakan colokan Tipe B antara lain Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

3. Colokan Tipe C

Inilah jenis colokan yang umum ditemukan di banyak negara di seluruh dunia. Dengan desain jack listrik tanpa grounding, Tipe C terdiri dari 2 ujung steker bundar yang identik.

Ujung-ujung steker Tipe C memiliki diameter sekitar 4 mm, panjang sekitar 19 mm, dan jarak antar ujung sekitar 17,5 – 18,6 mm. Steker Tipe C biasanya digunakan pada peralatan dengan kebutuhan daya 2,5 A, 10 A, & 16 A, dengan tegangan sekitar 220 – 240 V.

Colokan Tipe C umumnya digunakan di hampir semua negara di Eropa, kecuali Malta, Irlandia, Britania Raya, dan Siprus. Oleh karena itu, colokan ini dikenal sebagai Europlug (colokan EU).

Saat ini, stop kontak Tipe C sudah dinyatakan ilegal di beberapa wilayah di Eropa dan telah digantikan oleh Tipe E, F, H, J, K, L, N, dan O (tergantung negaranya). Meskipun demikian, jenis colokan listrik EU (steker) masih banyak digunakan.

4. Colokan Tipe D

Colokan Tipe D ditkaliani dengan tiga ujung steker bundar. Ujung steker tengah memiliki diameter 7,1 mm dan panjang 20,6 mm, sementara kedua ujung steker lainnya memiliki diameter 5,1 mm, panjang 14,9 mm, dengan jarak antar ujung sekitar 19,1 mm.

Stop kontak Tipe D paling umum ditemui di gedung-gedung di India. Meskipun jenis stop kontak ini mungkin sesuai dengan tipe C, E, dan F, namun cenderung dianggap kurang aman.

5. Colokan Tipe E

Steker Tipe E merupakan jenis yang dilengkapi dengan grounding dan memiliki 2 ujung steker berdiameter 4,8 mm, dengan panjang 19 mm, serta jarak antar ujung sekitar 19 mm. Stiker ini biasanya digunakan pada perangkat dengan kebutuhan daya 16A dan tegangan antara 220 – 240 V.

Negara-negara seperti Belgia, Slowakia, Perancis, Polandia, Maroko, dan Republik Ceko adalah contoh-contoh yang menggunakan colokan Tipe E.

Pada masa lampau, stop kontak Tipe E tidak dapat menerima steker Tipe F yang umum digunakan pada perangkat dari Jerman dan negara lainnya. Namun, kini telah dilakukan penyesuaian sehingga stop kontak Tipe E juga dapat cocok untuk steker Tipe C dan F.

Baca Juga :   √ Genset 15 KVA Berapa Watt Berikut Cara Meghitungnya

6. Colokan Tipe F

Tipe F memiliki beberapa kesamaan dengan colokan Tipe C, tetapi memiliki bentuk bundar dengan lekukan di bagian atas dan bawah yang berisi klip konduktif untuk grounding.

Klip ini berfungsi sebagai bagian dari proses grounding. Seperti halnya dengan Tipe E, kepala colokan ini digunakan pada perangkat yang membutuhkan daya 16A dengan tegangan antara 220 – 240V. Selain dapat digunakan dengan steker Tipe F, stop kontak Tipe F juga kompatibel dengan steker Tipe C dan F.

Secara keseluruhan, colokan ini lebih stabil karena desainnya yang menggunakan takik plastik di kedua sisi. Hampir semua negara di wilayah Rusia dan Eropa menggunakan colokan Tipe F, kecuali di United Kingdom dan Irlandia.

7. Colokan Tipe G

Tipe G menonjolkan perbedaan dari jenis colokan sebelumnya dengan menggunakan 3 ujung steker berbentuk balok. Ujung steker tengah memiliki dimensi 4 x 8 x 22,7 mm, sementara dua ujung steker lainnya berukuran 4 x 6,35 x 17,7 mm.

Colokan ini, dengan daya 13 A dan tegangan antara 220 – 240 V, hanya kompatibel dengan steker Tipe G. Wilayah-wilayah yang menggunakan colokan Tipe G termasuk Semenanjung Arab, Malaysia, Singapura, Malta, Irlandia, dan United Kingdom.

8. Colokan Tipe H

Steker Tipe H mempunyai 3 ujung bundar dengan diameter 4,5 mm dan panjang 19 mm. Steker ini memiliki daya 16A dengan tegangan antara 220 hingga 240V, dan keunikannya terletak pada eksklusivitas penggunaannya di Israel, West Bank, dan daerah Gaza.

Stop kontak Tipe H dapat digunakan untuk steker Tipe C. Meskipun dalam beberapa kasus, mungkin memungkinkan untuk memaksa penggunaan steker Tipe E atau F pada stop kontak Tipe H, namun hal ini dianggap tidak aman.

9. Colokan Tipe I

Steker dengan daya 10A dan tegangan 220 – 240V ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu grounded dan ungrounded. Berikut adalah gambar colokan listrik Tipe I.

Jenis ungrounded memiliki 2 ujung pipih dengan ketebalan 1,6 mm dan panjang 17,3 mm yang disusun menyerupai huruf V terbalik. Sementara jenis grounded memiliki tambahan 1 ujung dengan ketebalan yang sama, namun lebih panjang (20 mm).

Beberapa negara yang menggunakan colokan Tipe I antara lain Selandia Baru, Australia, Cina, dan Argentina. Stop kontak Tipe I hanya dapat cocok dengan steker Tipe I.

10. Colokan Tipe J

Steker Tipe J hampir identik dengan Tipe C, perbedaannya terletak pada adanya satu ujung bundar tambahan pada Tipe J sebagai alat grounding. Masing-masing ujung steker memiliki diameter 4 mm dengan panjang 19 mm.

Meskipun secara sekilas steker Tipe J mirip dengan Tipe N, namun kenyataannya stop kontak dari kedua tipe tersebut tidak dapat saling cocok. Stop kontak Tipe J hanya kompatibel dengan steker Tipe J dan C. Tipe ini eksklusif digunakan di Swiss dan Liechtenstein.

11. Colokan Tipe K

Tipe K mengadopsi stkalianr Denmark. Berbeda dengan stop kontak Tipe E yang umumnya digunakan di Eropa, stop kontak Tipe K tidak memiliki pin grounding yang menonjol secara terpisah. Sebaliknya, pin grounding pada Tipe K melekat pada steker, menjadi salah satu ujungnya.

Colokan Tipe K digunakan secara eksklusif di Denmark dan Greenland. Stop kontaknya kompatibel dengan steker Tipe C dan K.

Baca Juga :   √ Cara Pasang Pipa Listrik Yang Paling Tepat & Aman

12. Colokan Tipe L

Digunakan hampir secara eksklusif di Italia dan Chili, colokan Tipe L memiliki 3 ujung steker dengan ukuran yang sama. Tipe L terdiri dari 2 varian, yaitu 10A dan 16A.

Varian 10A memiliki tiga ujung steker berdiameter 4 mm dengan panjang 19 mm. Stop kontak Tipe L 10A dapat menerima steker Tipe L 10A dan Tipe C. Sementara itu, varian 16A memiliki tiga ujung steker berdiameter 5 mm, dengan panjang 19 mm.

Saat ini, terdapat dua jenis stop kontak universal yang dapat menerima lebih dari satu jenis steker:

  • Stop Kontak Bipasso – Menerima kedua jenis steker Tipe L dan Tipe C.
  • Stop Kontak Schuko-bipasso – Menerima steker Tipe L, C, E, dan F.

13. Colokan Tipe M

Colokan Tipe M menjadi stkalianr penggunaan di Afrika Selatan, Swaziland, dan Lesotho. Meskipun mirip dengan Tipe D, ujung steker Tipe M memiliki diameter yang sedikit lebih lebar. Stop kontak Tipe M dirancang eksklusif untuk steker Tipe M dan tidak dapat digunakan untuk jenis steker lainnya.

14. Colokan Tipe N

Colokan Tipe N hadir dalam tiga varian, yaitu versi 10A dan 20A yang umum digunakan di Brasil, dan varian 16A yang sering digunakan di Afrika Selatan. Steker dengan diameter 4mm digunakan pada Tipe 10A, 4,5mm pada Tipe 16A, dan 4,8mm pada Tipe 20A. Stop kontak Tipe N kompatibel dengan steker Tipe C dan Tipe N.

15. Colokan Tipe O

Colokan Tipe O, dengan daya 16A dan tegangan 220 – 240V, secara spesifik digunakan di Thailand. Stop kontaknya dapat menerima steker Tipe C dan Tipe O. Meskipun steker Tipe E dan F mungkin bisa dicolokkan, namun penggunaannya dianggap tidak aman. Oleh karena itu, sebaiknya hindari penggunaan steker Tipe E dan F pada stop kontak Tipe O.

BACA JUGA :

Penutup

Dengan mengenal lebih dalam tentang beragam jenis colokan listrik yang digunakan di seluruh dunia, kita dapat memahami betapa pentingnya kesiapan dan pengetahuan saat bepergian atau menggunakan perangkat elektronik. Dari Tipe A hingga Tipe O, masing-masing memiliki karakteristik unik dan kegunaan tersendiri.

Semoga artikel ini dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang mengenal jenis colokan listrik, sehingga setiap perjalanan atau penggunaan perangkat elektronik dapat berlangsung lebih lancar dan aman.

Tetaplah up-to-date dengan informasi tentang colokan listrik, karena pengetahuan ini akan sangat bermanfaat dalam era konektivitas global saat ini.

Demikianlah artikel finoo.id yang membahas tentang √ Mengenal Jenis Colokan Listrik di Dunia Lengkap. Semoga artikel kami dapat bermanfaat dan terimakasih telah membaca artikel ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *