Pengertian Maintenance

Pengertian Maintenance: Jenis, Manfaat dan Penejelasanya Lengkap

Posted on

Finoo.id – Pengertian Maintenance: Jenis, Manfaat dan Penejelasanya Lengkap. Dalam artikel komprehensif ini, kita akan menggali konsep Pengertian Maintenance dan signifikansinya di berbagai bidang. Perawatan merupakan aspek penting dalam setiap industri, memastikan kelancaran operasi, keselamatan, dan efisiensi peralatan, mesin, dan sistem.

Mulai dari lingkungan industri hingga perangkat rumah tangga sehari-hari, perawatan memainkan peran kunci dalam memperpanjang umur dan kekalianlan aset. Bergabunglah bersama kami untuk memahami lebih dalam tentang perawatan dan mengapa ini adalah praktik penting bagi organisasi maupun individu.

Pengertian Maintenance

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, maintenance adalah proses perawatan atau pemeliharaan terhadap barang, individu, atau hal lainnya. Dalam konteks bisnis, maintenance merujuk pada rangkaian proses untuk memastikan bahwa peralatan, mesin, atau aset lainnya berfungsi dengan baik. Tujuannya adalah agar peralatan tersebut dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama.

Implementasi maintenance yang efektif akan memiliki dampak positif pada kinerja dari setiap peralatan yang ada. Dalam kegiatan maintenance, terdapat dua jenis, yaitu maintenance terencana dan tidak terencana. Maintenance terencana dilakukan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan dan diatur dengan baik. Sementara itu, maintenance tidak terencana terjadi akibat situasi yang tak terduga.

Dengan adanya proses maintenance yang tepat, diharapkan kinerja peralatan dapat selalu optimal dan risiko kerusakan serta gangguan dapat diminimalkan.

Fungsi Maintenance

Menurut Agus Ahyari (2002), Fungsi Pemeliharaan adalah untuk memperpanjang nilai guna dan nilai ekonomis suatu mesin, serta memastikan agar mesin dan peralatan produksi lainnya selalu dapat beroperasi seoptimal mungkin sesuai dengan kebutuhan.

Beberapa fungsi maintenance bagi perusahaan lainnya antara lain:

  1. Memungkinkan penggunaan peralatan dalam jangka waktu yang panjang.
  2. Memastikan kelancaran proses produksi dalam perusahaan.
  3. Menghindari atau meminimalkan kemungkinan terjadinya kerusakan berat pada mesin selama proses produksi berlangsung.
  4. Menjaga agar peralatan produksi berjalan secara stabil dan efisien.
  5. Mencegah terjadinya kerusakan total pada mesin dan peralatan produksi yang digunakan.
  6. Dengan mesin dan peralatan produksi yang berfungsi dengan baik, proses penyerapan bahan baku dapat berjalan normal.
Baca Juga :   √ Apa Itu Dosing pump? Jenis, Cara Kerja, dan Aplikasinya

Manfaat Maintenance

Setelah memahami tentang maintenance sebagai kegiatan pemeliharaan, tentu terdapat berbagai manfaat yang dihasilkan dari penerapan maintenance. Terutama, maintenance memiliki dampak signifikan pada peningkatan kinerja. Berikut adalah manfaat atau tujuan dari maintenance:

  1. Meningkatkan dan memaksimalkan kinerja aset. Dengan menerapkan maintenance pada aset yang ada, kinerja aset dapat dioptimalkan sehingga berfungsi dengan lebih baik.
  2. Meningkatkan keawetan aset. Melalui maintenance yang teratur, aset dapat dijaga agar tidak mudah rusak dan memiliki masa pakai yang lebih panjang.
  3. Mengurangi biaya perbaikan. Dengan melakukan pemeliharaan yang baik, risiko kerusakan besar pada aset dapat diminimalisasi, sehingga biaya perbaikan menjadi lebih hemat.
  4. Mencegah kerusakan yang fatal. Penerapan maintenance yang terencana dan teratur dapat mencegah terjadinya kerusakan tiba-tiba dan parah pada aset, yang dapat menyebabkan kerugian besar bagi perusahaan.
  5. Menjamin kesiapan operasional peralatan dan fasilitas produksi. Dengan melakukan maintenance secara konsisten, kesiapan seluruh peralatan dan fasilitas dalam proses produksi dapat dipastikan.
  6. Menjaga keselamatan kerja dan keamanan penggunaan. Maintenance yang tepat dapat membantu menjaga keselamatan kerja bagi para pekerja dan mengamankan penggunaan aset dalam lingkungan produksi.

Jenis Maintenance

Secara keseluruhan, maintenance adalah suatu kegiatan untuk melakukan pemeliharaan, baik pada individu maupun benda lainnya. Tentu saja, jenis kegiatan pemeliharaan ini berbeda-beda tergantung pada hal yang sedang dipelihara. Oleh karena itu, dalam maintenance terdapat berbagai jenis yang berbeda. Berikut ini penjelasannya:

1. Breakdown Maintenance

Jenis pertama adalah Breakdown maintenance, yang merupakan pengecekan, pemeriksaan, dan penggantian suku cadang pada peralatan. Dalam jenis maintenance ini, jika terjadi kerusakan pada peralatan, akan segera diperbaiki atau diganti sesuai dengan kondisinya. Umumnya, penerapan metode maintenance ini memerlukan beberapa pertimbangan.

Salah satu pertimbangan yang harus dipertimbangkan adalah apakah peralatan tersebut bersifat opsional. Artinya, apakah perbaikan pada peralatan tersebut akan mengganggu proses produksi atau tidak. Selain itu, metode maintenance ini juga memerlukan biaya yang tidak sedikit. Oleh karena itu, diperlukan pertimbangan yang matang agar aset tetap berfungsi secara efisien.

2. Preventive Maintenance

Berikutnya, ada metode atau kebijakan preventive maintenance. Kebijakan ini bertujuan untuk mencegah terjadinya kerusakan yang berlebihan. Dengan menerapkan preventive maintenance, kerusakan dapat dideteksi lebih dini, sehingga lebih efektif dalam menjaga keselamatan para pekerja.

Selain itu, melakukan pengecekan secara preventif akan memperpanjang umur aset dan mencegah kerusakan yang berlebihan. Namun, metode preventive maintenance ini juga memiliki beberapa kerugian, seperti potensi terjadinya human error yang dapat menghabiskan waktu operasional. Preventive maintenance terbagi menjadi dua jenis, yaitu routine maintenance dan periodic maintenance. Berikut penjelasan mengenai kedua jenis tersebut:

Baca Juga :   √ Apa itu Pressure Safety Valve (PSV)? Fungsi & Cara Kerjanya

  1. Routine Maintenance: Merupakan perawatan atau pemeliharaan yang dilakukan secara rutin, bahkan bisa setiap hari.
  2. Periodic Maintenance: Merupakan perawatan atau pemeliharaan yang dilakukan sesuai dengan jadwal tertentu, misalnya sekali sebulan, dua minggu sekali, atau lainnya.

3. Predictive Maintenance

Maintenance merupakan usaha untuk melakukan pemeliharaan. Salah satu jenis maintenance adalah predictive maintenance. Jenis ini bertujuan untuk melakukan tindakan pencegahan sebelum aset mengalami kerusakan. Yang membedakan predictive maintenance dengan jenis lainnya adalah pendekatannya, di mana terdapat penjadwalan dalam pelaksanaan kegiatan maintenance.

Tujuan dari predictive maintenance adalah untuk melakukan prediksi melalui metode tertentu agar dapat menentukan waktu pelaksanaan maintenance. Dengan demikian, dihasilkan jadwal pemeliharaan yang dapat direncanakan dengan baik tanpa mengganggu proses produksi. Selain itu, predictive maintenance juga mampu mencegah terjadinya kerusakan fatal.

Dengan penerapan jenis maintenance ini, perusahaan dapat melakukan pemeliharaan tepat waktu, mengurangi risiko kerusakan yang tidak terduga, dan memastikan kinerja aset tetap optimal untuk mendukung kelancaran proses produksi.

4. Corrective Maintenance

Selanjutnya, terdapat jenis maintenance yang disebut corrective maintenance. Jenis atau metode ini dilakukan untuk meningkatkan ketahanan aset yang ada dan berfungsi sebagai tindakan korektif untuk mengembalikan aktivitas aset tersebut. Untuk melaksanakannya, terdapat proses tertentu. Pertama, persiapan pekerja yang akan melakukan maintenance dilakukan. Kemudian, dilanjutkan dengan kegiatan maintenance yang rutin, terutama jika terjadi kerusakan pada aset.

5. Scheduled Maintenance

Maintenance merupakan usaha pemeliharaan yang bertujuan mencegah terjadinya kerusakan berat. Selain keempat jenis maintenance yang telah dijelaskan sebelumnya, terdapat satu jenis lagi yang perlu diketahui, yaitu schedule maintenance. Dari namanya saja, sudah terlihat bahwa maintenance ini dilakukan melalui penjadwalan atau schedule yang telah ditentukan. Biasanya, schedule maintenance dilakukan secara rutin sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan oleh produsen atau pihak terkait.

Proses atau Alur Maintenance

Untuk melakukan maintenance, diperlukan proses yang tidak bisa dilakukan secara sembarangan agar alat/mesin tetap berjalan dengan baik. Berdasarkan informasi dari situs Upkeep, berikut adalah alur atau proses maintenance yang perlu diikuti:

1. Identifikasi Masalah

Langkah pertama adalah mengidentifikasi masalah yang dialami oleh alat/mesin. Penting untuk memahami dengan jelas masalah yang terjadi agar tidak salah mengidentifikasi kerusakan yang dapat menyebabkan kerusakan lebih lanjut.

Baca Juga :   Pengertian Mesin Bor: Fungsi, Bagian dan Jenisnya Lengkap

2. Periksa Alat

Setelah masalah teridentifikasi, periksa alat/mesin yang mengalami kerusakan. Jika kerusakan kecil, kamu harus tahu cara memperbaikinya. Namun, jika kerusakan cukup parah, sebaiknya serahkan perbaikan pada orang yang ahli atau gantikan dengan suku cadang yang baru.

3. Tentukan Cara Perbaikan

Pahami bagaimana cara memperbaikinya. Jika merasa tidak mampu atau tidak yakin dapat memperbaiki dengan benar, sebaiknya serahkan pada ahlinya.

4. Pastikan Suku Cadang Tersedia

Pastikan suku cadang yang dibutuhkan tersedia sebelum melakukan pemeliharaan. Hal ini akan memastikan proses pemeliharaan berjalan lancar tanpa kendala suku cadang yang kurang.

5. Tentukan Waktu Selesai

Tentukan waktu pasti kapan pemeliharaan akan selesai. Pastikan pemeliharaan selesai tepat waktu agar alat/mesin dapat kembali digunakan untuk pekerjaan tanpa terganggu.

6. Kumpulkan Data dari Maintenance

Catat kapan dan alat apa saja yang harus dilakukan pemeliharaan secara berkala agar tidak terlupa. Hal ini akan membantu dalam perencanaan pemeliharaan pada waktu yang akan datang.

Baca Juga :

Penutup

Sebagai penutup, kita dapat mengambil beberapa poin penting dari ulasan kita tentang pengertian maintenance. Maintenance atau pemeliharaan adalah kegiatan yang tidak hanya vital dalam industri atau organisasi, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.

Perawatan yang tepat dan teratur dari mesin, alat, perangkat, atau sistem apa pun dapat memperpanjang umur mereka, menjaga kinerja optimal, dan mengurangi risiko kerusakan atau kegagalan yang bisa menimbulkan kerugian.

Sekarang setelah kita memahami arti dan pentingnya maintenance, mari kita terapkan pengetahuan ini dalam setiap aspek kehidupan dan pekerjaan kita. Selalu ingat, pemeliharaan yang baik adalah investasi jangka panjang untuk keberlanjutan dan efisiensi.

Demikianlah artikel finoo.id yang membahas tentang Pengertian Maintenance: Jenis, Manfaat dan Penejelasanya Lengkap. Semoga artikel kami dapat bermanfaat dan teriamaksih telah membaca artikel kami.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *