Pengertian Pondasi Telapak

Pengertian Pondasi Telapak: Fungsi dan Jenisnya Lengkap

Posted on

Finoo.id – Pengertian Pondasi Telapak: Fungsi dan Jenisnya Lengkap. Untuk membangun struktur yang kuat dan stabil di atas tanah yang lunak, Anda tentu membutuhkan fondasi. Fondasi biasanya digunakan untuk bangunan yang berada di permukaan tanah atau bangunan bertingkat.

Selain menjadikan struktur lebih kuat, terdapat berbagai manfaat dari penggunaan fondasi. Salah satu jenis fondasi yang bisa Anda aplikasikan pada konstruksi yang akan Anda bangun adalah fondasi tapak. Lantas, apa definisi fondasi tapak dan apa saja keunggulan yang dimilikinya?

Pengertian Pondasi Tapak

Pondasi tapak adalah salah satu jenis pondasi yang umumnya digunakan pada struktur bertingkat untuk menahan beban dan meningkatkan stabilitas bangunan.

Jenis pondasi ini terbuat dari beton bertulang yang memiliki bentuk seperti telapak atau papan. Lebih lanjut, pondasi tapak sering kali diaplikasikan sebagai penopang struktur kolom, khususnya pada bangunan bertingkat.

Pada pondasi tapak, dimensinya disengaja dirancang lebih besar dibandingkan dengan ukuran kolom yang berada di atasnya.

Hal tersebut bertujuan agar pondasi mampu mentransfer beban ke lapisan tanah yang keras di bagian bawah dengan efektif. Selain itu, kedalaman pondasi bisa disesuaikan dengan posisi tanah keras tersebut.

Bahan-bahan yang dibutuhkan dalam pembuatan pondasi tapak meliputi pasir beton, besi beton, semen PC, batu pecah dengan ukuran antara 2 sampai 3 cm, serta papan kayu yang digunakan sebagai cetakan.

Fungsi Pondasi Tapak Bagi Bangunan Rumah

Memiliki fungsi yang sangat vital, pondasi berperan sebagai penyangga beban bangunan di atasnya dan mentransfernya ke tanah di bawah struktur tersebut. Untuk menciptakan bangunan yang baik dan kokoh, pembuatan pondasi harus dilakukan secara teliti dan tidak tergesa-gesa.

Sebelum menentukan jenis pondasi yang akan digunakan, penting juga untuk memerhatikan situasi dan kondisi tanah di bawah bangunan. Tanah yang labil membutuhkan fondasi yang kuat dan mampu menjaga stabilitas bangunan di atasnya. Berikut ini adalah fungsi-fungsi dari pondasi tapak yang perlu Anda ketahui:

Baca Juga :   √ Biaya Bangun Rumah Minimalis 3 Kamar: Tips & Cara Menghitung

  1. Mampu menahan beban bangunan secara horizontal untuk memastikan tidak ada pergerakan bangunan secara lateral.
  2. Fungsi lainnya adalah untuk menahan beban mati, yaitu berat total bangunan yang akan dibangun.
  3. Mampu menahan beban hidup atau live load, yang sesuai dengan fungsi bangunan yang sedang dibangun.
  4. Berguna untuk menahan beban bangunan dan melindungi bangunan dari potensi bencana alam di masa mendatang seperti gempa bumi.
  5. Membantu bangunan untuk tetap stabil jika terjadi perubahan bentuk tanah, khususnya pada tanah yang labil, sehingga mencegah bangunan menjadi tidak stabil atau bahkan runtuh.

Bahan Pondasi Telapak

Pondasi ini menjadi opsi terbaik karena bisa disesuaikan dengan kondisi tanah yang ada. Ada beberapa bahan yang diperlukan untuk membangun pondasi ini, antara lain:

  1. Pasir beton
  2. Besi beton
  3. Papan kayu yang dapat digunakan sebagai cetakan
  4. Kerikil atau batu pecah dengan ukuran 2-3 cm
  5. Semen PC

Jenis Pondasi Tapak

Untuk menopang pembangunan struktur bertingkat yang kuat dan stabil, pemilihan pondasi tapak yang tepat sangat diperlukan.

Beberapa aspek yang perlu diperhatikan meliputi daya dukung tanah, kedalaman pondasi, uniformitas komposisi tanah, jenis bangunan, serta dimensi pondasi. Berikut ini adalah beberapa jenis pondasi tapak:

1. Pondasi Tapak Setempat

Pondasi tapak setempat atau pondasi telapak kolom memiliki bentuk persegi. Dimensi ini sangat efisien karena tidak membutuhkan banyak ruang untuk memastikan stabilitas, kekuatan, dan keseimbangan bangunan.

Namun, jika dibangun di atas tanah dengan ruang terbatas, Anda juga bisa membentuknya dalam bentuk persegi panjang.

2. Pondasi Tapak Dinding

Jenis pondasi ini sangat cocok untuk bangunan yang berlokasi di sekitar lereng. Pondasi ini berfungsi untuk memastikan beban dinding terdistribusi secara merata dan mampu menahan beban tersebut.

Bukan hanya bagian dinding yang bertumpu langsung pada pondasi yang mampu menahan beban, tetapi bagian dinding lainnya juga berkontribusi dalam menjaga stabilitas dan ketahanan beban dinding.

Baca Juga :   √ Biaya Cor Dak Manual Per Meter Kubik: Material & Upah

3. Pondasi Tapak Gabungan

Pondasi tapak gabungan memiliki bentuk persegi panjang atau trapesium. Keunggulan dari jenis pondasi ini adalah kemampuannya untuk menggabungkan dan mengikat dua kolom atau lebih dengan balok pengikat. Biasanya, pondasi jenis ini lebih dikenal dengan sebutan pondasi tapak kantilever.

4. Pondasi Tapak Pelat

Pondasi tapak pelat memiliki ukuran tapak yang lebih besar dibandingkan dengan jenis pondasi tapak lainnya untuk mendukung luas penopangan struktur bangunan.

Pondasi jenis ini bertugas untuk menahan beban secara keseluruhan, termasuk beban kolom dan beban dinding bangunan. Pondasi tapak pelat biasanya digunakan pada bangunan dengan struktur tanah yang kurang stabil.

5. Pondasi Tapak Tiang Pancang

Pondasi tapak tiang pancang berfungsi untuk mentransfer beban konstruksi dari atas bangunan yang diterima oleh tiang-tiang yang telah dipancangkan, untuk selanjutnya diteruskan ke tanah pendukung melalui tumpuan ujung tiang.

Kelebihan Pondasi Tapak

Dibandingkan dengan jenis pondasi lainnya, pondasi tapak memiliki sejumlah keunggulan, antara lain:

  1. Anda mungkin akan menghabiskan biaya yang relatif lebih rendah dibandingkan dengan pondasi bangunan lainnya, karena harganya yang jauh lebih terjangkau.
  2. Pondasi ini adalah solusi ideal untuk konstruksi tanah yang dangkal, sehingga tidak perlu melakukan penggalian pada lapisan tanah yang lebih keras.
  3. Alat-alat yang diperlukan untuk proses pembuatannya tidak terlalu kompleks dan tidak membutuhkan peralatan khusus.
  4. Pondasi tapak dapat digunakan dalam pembangunan bangunan berlantai satu hingga empat.
  5. Meskipun biaya pembuatannya relatif terjangkau, hasil dari pembangunan pondasi ini sangat memuaskan karena daya tahannya yang lama dan keamanannya untuk bangunan bertingkat.

Kekurangan Pondasi Tapak

Meskipun Anda akan mendapatkan banyak manfaat dengan menggunakan pondasi tapak sebagai pondasi bangunan bertingkat, Anda juga perlu mengetahui beberapa kelemahan dari pondasi tapak, yaitu:

  1. Durasi pembangunan pondasi tapak cukup panjang, yakni minimal 28 hari, dengan catatan proses pengeringan harus dilakukan secara sempurna sebelum tahap pembangunan berikutnya dapat dilanjutkan.
  2. Biaya pembangunan bisa meningkat karena beberapa jenis pondasi tapak memerlukan cetakan pondasi khusus.
  3. Sisa beton yang berada di luar pondasi yang telah dicetak harus dikeringkan terlebih dahulu agar dapat dilepaskan dari cetakan dan dipindahkan ke lubang penggalian.
  4. Pengerjaannya harus dilakukan oleh pekerja atau ahli bangunan khusus yang berpengalaman. Karena, jika sedikit saja terjadi kesalahan, pondasi tersebut dapat menimbulkan bahaya bagi Anda dan seluruh penghuni rumah.
  5. Harus cermat dalam pengelolaan waktu agar proses pembangunan menjadi lebih efisien.
Baca Juga :   √ Biaya Buat Rumah Ukuran 5x7 Terbaru : Material & Tenaga

Biaya yang diperlukan untuk pondasi tapak

Meski memiliki kelebihan dan kekurangan, pembangunan pondasi tapak memerlukan biaya yang cukup signifikan, meskipun bukan jumlah yang besar. Berikut ini adalah perkiraan biaya yang perlu Anda siapkan untuk membangun pondasi jenis ini.

  1. Kawat pengikat besi: Rp20.000 per kilogram.
  2. Pasir hitam: Rp300.000 per meter kubik.
  3. Batu kerikil dengan ukuran seragam: Rp93.000 per 0,4 meter kubik.
  4. Semen: Rp65.000 per kantong.
  5. Papan kayu untuk cetakan: Rp25.000 per lembar.
  6. Besi beton untuk rangka: Rp20.000 per batang.

Baca Juga :

Penutup

Sebagai penutup, penting untuk memahami bahwa pondasi telapak merupakan bagian integral dari setiap struktur bangunan.

Pondasi ini bertindak sebagai penyangga utama yang mendistribusikan beban bangunan ke tanah di bawahnya.

Dengan pemahaman yang tepat tentang pengertian pondasi telapak, kita dapat merencanakan dan membangun struktur yang lebih aman, stabil, dan tahan lama.

Akhirnya, ketahanan dan stabilitas bangunan sangat bergantung pada pondasi yang kuat dan baik, dan dalam hal ini, pondasi telapak memegang peranan yang sangat penting.

Jadi, ketika merencanakan pembangunan apapun, jangan pernah meremehkan pentingnya pondasi telapak yang kokoh dan baik.

Demikianlah artikel finoo.id yang membahas tentang Pengertian Pondasi Telapak: Fungsi dan Jenisnya Lengkap. Semoga artikel kami dapat bermanfaat dan terimakasih telah membaca artikel kami.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *