Pengertian Media Transmisi

Pengertian Media Transmisi, Karakteristik dan Jenisnya

Posted on

Finoo.id – Pengertian Media Transmisi, Karakteristik dan Jenisnya. Saat kalian menggunakan smartphone dan ponsel untuk berkomunikasi, terjadi koneksi antara pengirim dan penerima pesan melalui media frekuensi seluler.

Contoh lainnya adalah saat menonton siaran televisi yang menerima sinyal. Kedua sistem tersebut bekerja dengan menggunakan media transmisi.

Pengertian Media Transmisi

Ketika ingin mengirimkan data atau informasi dari satu tempat ke tempat lain, diperlukan media atau jalur untuk mengantarkannya hingga mencapai tujuan yang diinginkan.

Dalam hal ini, media yang bertugas membawa data disebut media transmisi.

Jadi, media transmisi adalah jalur atau media yang digunakan untuk mengirimkan informasi dari pengirim ke penerima.

Setiap perangkat elektronik yang digunakan sebagai alat komunikasi memiliki media transmisi yang berbeda-beda.

Sebagai contoh, telepon kabel menggunakan kabel sebagai media transmisi, telepon seluler (ponsel), siaran televisi, dan radio FM menggunakan frekuensi radio sebagai media transmisi, dan masih banyak lagi.

Dalam bidang elektronika, informasi yang ditransmisikan dapat berupa sinyal listrik atau elektromagnetik. Kualitas dan kemampuan media transmisi umumnya tergantung pada beberapa faktor.

Beberapa faktor yang mempengaruhi kualitas media transmisi antara lain:

  1. Noise (Gangguan): Gangguan yang terjadi saat transmisi data melalui media transmisi tertentu. Noise merupakan sinyal yang tidak diinginkan oleh pengirim maupun penerima.
  2. Radiasi: Kebocoran sinyal dari media karena adanya karakteristik listrik yang tidak diinginkan pada media tersebut.
  3. Attenuation (Pelemahan): Tingkat kehilangan energi saat sinyal merambat atau pelemahan sinyal selama perjalanan.
  4. Bandwidth (Lebar Pita): Lebar cakupan frekuensi yang digunakan oleh sinyal dalam media transmisi. Satuan untuk bandwidth adalah Hertz.

Kegunaan Media Transmisi

Media transmisi digunakan pada berbagai perangkat elektronik. Fungsinya adalah untuk menghubungkan pengirim dan penerima data, serta memungkinkan pertukaran data antara keduanya.

Media transmisi ada pada perangkat elektronik yang sering kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari, seperti TV, komputer, smartphone, radio, dan banyak lagi.

Baca Juga :   Pengertian PLC (Programmable Logic Controller) & Cara Kerjanya

Karakteristik Media Transmisi

Adapun beberapa karakteristik yang dimiliki oleh media transmisi, diantaranya:

  1. Jenis alat elektronik: Media transmisi dapat berbeda dalam jenis alat elektronik yang digunakan untuk mengirim dan menerima data. Misalnya, media transmisi dapat menggunakan kabel tembaga, serat optik, atau gelombang radio. Setiap jenis media memiliki keunggulan dan kelemahan sendiri, seperti kecepatan transfer data, jangkauan, dan kekalianlan.
  2. Tingkat efektivitas dalam proses pengiriman data: Media transmisi memiliki tingkat efektivitas yang berbeda dalam proses pengiriman data. Faktor-faktor seperti kecepatan transfer, ketepatan pengiriman, dan ketahanan terhadap gangguan menjadi pertimbangan penting. Media transmisi yang efektif akan mampu mengirimkan data dengan kecepatan tinggi, akurasi yang tinggi, dan minim gangguan.
  3. Jenis data yang dipakai oleh sebuah peralatan elektronik: Media transmisi juga harus sesuai dengan jenis data yang akan dikirimkan oleh peralatan elektronik. Misalnya, data suara dapat dikirim melalui media transmisi yang mendukung komunikasi suara, seperti jaringan telepon atau VoIP. Data video dapat dikirim melalui media transmisi yang memiliki kecepatan transfer yang cukup tinggi dan bandwidth yang mencukupi. Pemilihan media transmisi yang tepat akan memastikan bahwa jenis data yang dikirimkan dapat ditransmisikan secara efisien.
  4. Besar kecilnya ukuran data yang dikirimkan dari pihak pengirim kepada penerima: Media transmisi juga mempengaruhi besar kecilnya ukuran data yang dapat dikirimkan dari pihak pengirim kepada penerima. Beberapa media transmisi memiliki batasan terhadap kapasitas dan kecepatan transfer data. Misalnya, media transmisi dengan bandwidth yang rendah mungkin membatasi ukuran data yang dapat dikirim dalam waktu yang singkat, sedangkan media transmisi dengan bandwidth yang tinggi dapat mengirimkan data yang lebih besar dengan lebih cepat.

Jenis-Jenis Media Transmisi

Secara umum, media transmisi dapat dibagi menjadi dua jenis utama, yaitu media terkabel (wired atau guided media) dan media nirkabel (wireless atau unguided media).

Wired atau Guided Media (Media yang Dituntun)

Guided Media merujuk pada jenis media transmisi yang memiliki bentuk fisik seperti kabel pasangan berpilin (twisted pair), kabel serat optik (fiber optic cable), dan kabel koaksial (coaxial cable).

Setiap media transmisi memiliki karakteristik khas, seperti kecepatan transmisi, biaya, efek suara, dan penampilan fisik.

Baca Juga :   Cara Cek Frekuensi Jaringan Dengan Cara Simpel

Guided Media disebut demikian karena sinyal listrik atau gelombang yang digunakan untuk transmisi data diarahkan melalui media fisik tersebut. Beberapa juga menyebut Guided Media sebagai media transmisi terkabel atau terikat.

1. Kabel Koaksial (Coaxial Cable)

Kabel koaksial adalah kabel yang terdiri dari dua konduktor, dimana satu konduktor berada di lapisan luar yang melingkupi konduktor tunggal lainnya yang dipisahkan oleh bahan isolator.

Kabel jenis ini memiliki impedansi transmisi yang konstan dan tidak menghasilkan medan magnet, sehingga cocok untuk mentransmisikan sinyal frekuensi tinggi.

2. Kabel Serat Optik (Fiber Optic Cable)

Kabel serat optik adalah saluran transmisi atau kabel yang terbuat dari serat kaca atau plastik halus yang dapat mentransmisikan sinyal cahaya dari satu tempat ke tempat lainnya.

Sumber cahayanya dapat berupa sinar laser atau sinar LED. Diameter kabel serat optik sekitar 120 mikrometer.

3. Kabel Pasangan Berpilin (Twisted Pair Cable)

Kabel pasangan berpilin adalah kabel tembaga yang dililit bersama-sama membentuk spiral dan dilapisi dengan lapisan plastik.

Kabel pasangan berpilin ini dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu kabel UTP (Unshielded Twisted Pair) dan STP (Shielded Twisted Pair). Diameter kabel pasangan berpilin berkisar antara 0,4 mm hingga 0,8 mm.

Wireless atau Unguided Media (Media yang Tidak Dituntun)

Unguided media adalah media yang menggunakan sistem gelombang elektromagnetik untuk mentransmisikan informasi dari pengirim ke penerima tanpa adanya perangkat fisik yang menuntunnya.

Unguided media, atau yang sering disebut wireless, adalah media transmisi tanpa kabel.

Unguided media (media yang tidak dituntun) ini meliputi gelombang mikro (microwave), frekuensi radio, inframerah, dan satelit. Unguided media juga dikenal sebagai unbounded transmission media.

1. Satelit

Satelit adalah media transmisi yang menggunakan satelit sebagai penerima sinyal dari stasiun bumi dan memancarkannya ke stasiun bumi lainnya.

Satelit umumnya mengorbit pada ketinggian 36.000 km dari permukaan bumi. Setiap satelit yang mengorbit akan beroperasi pada sejumlah band frekuensi yang disebut channel transponder.

Media transmisi ini sering digunakan untuk telepon jarak jauh, siaran televisi, dan jaringan bisnis pribadi (private business network).

2. Inframerah

Inframerah adalah media transmisi yang menggunakan radiasi elektromagnetik dengan panjang gelombang yang lebih panjang dari cahaya tampak, tetapi lebih pendek dari radiasi gelombang radio.

Baca Juga :   Persamaan Transistor C945 Yang Paling Baik & Sesuai

Inframerah biasanya digunakan dalam komunikasi jarak dekat seperti remote control pada televisi atau perangkat elektronik lainnya.

3. Gelombang Mikro (Microwave)

Gelombang mikro adalah media transmisi yang menggunakan gelombang elektromagnetik dengan frekuensi sangat tinggi (super high frequency).

Frekuensi gelombang mikro berada dalam kisaran 3 GHz hingga 30 GHz, dengan panjang gelombang sekitar 1 mm hingga 1 m, untuk mentransmisikan sinyal dari pengirim ke penerima.

4. Frekuensi Radio

Frekuensi radio adalah media transmisi yang menggunakan gelombang elektromagnetik dalam kisaran frekuensi antara 3 kHz hingga 300 GHz.

Frekuensi radio umumnya menggunakan antena untuk menyebarkan gelombang elektromagnetiknya. Media transmisi frekuensi radio banyak digunakan dalam radio FM dan televisi.

Baca Juga :

Penutup

Sebagai penutup, penting untuk mengingat kembali bahwa media transmisi memegang peran penting dalam sistem komunikasi digital kita saat ini. Media transmisi adalah saluran yang menghubungkan pengirim dan penerima dalam suatu sistem komunikasi.

Fungsi utamanya adalah mengirimkan informasi dalam bentuk sinyal dari satu tempat ke tempat lain. Baik itu melalui media kabel seperti kabel koaksial, kabel serat optik, dan kabel tembaga, atau melalui media nirkabel seperti radio, gelombang mikro, atau satelit.

Seiring dengan kemajuan teknologi, media transmisi terus berkembang dan berinovasi untuk menyediakan konektivitas yang lebih baik, lebih cepat, dan lebih efisien. Karena itu, memahami pengertian dan fungsi dari media transmisi sangat penting dalam dunia teknologi informasi dan komunikasi yang terus berkembang.

Tetaplah belajar dan eksplorasi lebih dalam mengenai media transmisi dan teknologi terkait lainnya, karena pemahaman ini bukan hanya akan memungkinkan kita untuk tetap terhubung, tetapi juga akan membuka pintu ke peluang baru di era digital ini.

Demikianlah artikel finoo.id yang membahas tentang Pengertian Media Transmisi, Karakteristik dan Jenisnya. Semoga artikel kami dapat bermanfaat dan terimakasih telah membaca artikel kami.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *