Pengertian Milestone

Pengertian Milestone: Tujuan, Tahapan, dan Kriterianya

Posted on

Finoo.id – Pengertian Milestone: Tujuan, Tahapan, dan Kriterianya. Titik pencapaian atau garis waktu sering digunakan dalam pengelolaan proyek dan dapat sangat membantu dalam memperkirakan waktu penyelesaian proyek atau tugas.

Titik pencapaian itu sendiri adalah acuan waktu yang terdiri dari tindakan atau kegiatan kerja dan terkadang tidak memiliki durasi waktu yang spesifik. Oleh karena itu, titik pencapaian bisa dianggap sebagai proyeksi waktu pelaksanaan.

Dalam konteks suatu proyek, titik pencapaian memiliki peran penting karena menyajikan jadwal kerja yang biasanya termasuk dalam dokumen kontrak. Ini sangat berguna untuk keperluan perkiraan penyelesaian dan pengawasan proyek.

Pengertian Milestone

Milestone merupakan bagian dari pekerjaan yang umumnya digunakan untuk merinci titik-titik spesifik dalam jadwal suatu proyek.

Titik-titik yang dimaksud dalam konteks pekerjaan ini akan menjadi poin krusial dalam setiap tahap pekerjaan sebelum melangkah ke langkah berikutnya.

Sebagai ilustrasi, pertimbangkanlah pengerjaan sebuah gedung yang dimulai dari persiapan lahan, konstruksi struktur bawah dan atas tanah, tahap finishing, dan akhirnya pengembangan area sekitar.

Apabila perhatian pada milestone difokuskan pada kemajuan suatu proyek, dari sana akan tampak sejauh mana peran penting milestone dalam proses penjadwalan.

Mengapa membuat beberapa milestone secara bersamaan? Alasannya adalah dari situ dapat ditarik kesimpulan kapan perkiraan tanggal penyelesaian yang sebenarnya.

Hal yang serupa berlaku saat memecah proyek besar menjadi bagian yang lebih terkelola. Milestone juga dapat dibagi menjadi beberapa segmen untuk membuatnya lebih sederhana dan efisien.

Jika ingin menerapkan konsep ini dalam perencanaan proyek, masukkan milestone dalam jadwal untuk mengatur harapan para pemangku kepentingan.

Tentu saja, pendekatan ini akan membantu menetapkan dasar untuk seluruh proses penyelesaian proyek dan mengidentifikasi titik pencapaian yang telah tercapai.

Baca Juga :   √ Resiko Proyek Konstruksi: Jenis, Contoh, Manajemen

Yang terakhir, yang perlu dilakukan adalah mengelola ide atau saran dari pihak yang terlibat dalam proyek tersebut.

Manfaat Milestone

Milestone memiliki peran yang sangat berarti sebagai indikator waktu dalam suatu proyek atau tugas. Di setiap titik pencapaian ini, tim yang terlibat memiliki peluang untuk melaporkan dan mengevaluasi kemajuan pekerjaan.

Pada setiap titik pencapaian tersebut, seringkali ditetapkan batas waktu, yang bermanfaat untuk mengelola risiko jika menghadapi kendala pada tahap tertentu. Kesimpulannya, milestone berfungsi sebagai alat bantu dalam pengelolaan proyek, memastikan kelancaran dan ketepatan waktu pelaksanaan.

Tujuan Milestone

Milestone merupakan alat manajemen yang sangat penting dan dapat digunakan untuk menkaliani tahapan yang telah dimulai atau diselesaikan.

Secara khusus, milestone berfungsi sebagai perangkat perencanaan, penjadwalan, dan pelaporan. Cara penggunaannya pun cukup sederhana.

Terapkanlah konsep milestone ini dalam proyek yang sedang berjalan. Kemudian, buatlah kesimpulan yang akurat tentang sejauh mana pencapaian target milestone telah tercapai dalam pengaturan proyek.

Biasanya, milestone digunakan dalam penjadwalan proyek dengan beberapa tujuan, seperti:

  • Menkaliankan dimulainya tahapan penting dalam pekerjaan.
  • Menkaliani akhir dari tahapan penting tersebut.
  • Berfungsi sebagai pengingat batas waktu pekerjaan.
  • Menjadi indikator pengambilan keputusan penting dalam pekerjaan.

Tahapan Milestone

Milestone merujuk pada titik-titik waktu khusus yang terjadi selama fase pelaksanaan suatu proyek. Umumnya, milestone digunakan untuk mengukur kemajuan proyek menuju tahap penyelesaian.

Dalam manajemen proyek, milestone berfungsi sebagai titik peringatan untuk setiap awal dan akhir proses atau tahapan dalam suatu proyek. Selain itu, juga diperlukan untuk tujuan pengawasan anggaran dan sejenisnya. Nah, apa saja tahapan-tahapan milestone yang terdapat dalam proyek?

Di bawah ini adalah contoh tahapan-tahapan milestone secara umum:

  1. Pemberian Kontrak
  2. Survey Lokasi
  3. Persetujuan P&ID (Piping and Instrumentation Diagram)
  4. Penerimaan Disiplin
  5. Penyelesaian Mekanikal
  6. Siap untuk Memulai Operasi
  7. Penyerahan Fasilitas Awal
  8. Penerimaan Akhir
Baca Juga :   √ Masalah Pengecoran Beton dan Cara Mengatasinya Paling Tepat

Sangat dianjurkan untuk mempertimbangkan dengan cermat jarak antara setiap tahapan milestone dalam proses pembuatan.

Hal ini memerlukan pengamatan yang teliti, untuk menentukan apakah langkah berikutnya telah layak menjadi sebuah tahapan milestone atau belum.

Dengan pemahaman yang jelas mengenai makna milestone dalam proyek, setiap tim akan lebih mampu berkomunikasi secara efektif dalam setiap laporan.

Tahapan milestone harus dimasukkan dalam laporan mingguan atau bulanan proyek, yang akan menjadi ukuran kemajuan keseluruhan proyek.

Jika terdapat kemungkinan perubahan tanggal milestone ketika proyek sedang berjalan, biasanya perlu disesuaikan dengan prosedur pengendalian perubahan.

Selanjutnya, hal ini akan digunakan sebagai panduan untuk melakukan perubahan pada jadwal yang telah disepakati sebelumnya.

Kriteria Milestone

Secara umum, sebuah milestone yang efektif harus memenuhi sejumlah kriteria berikut:

  1. Spesifik, yakni memiliki cakupan yang jelas.
  2. Terukur, telah dapat diukur untuk menentukan kelengkapan setiap tahapan.
  3. Dapat Dicapai, bisa diselesaikan dalam batas waktu yang telah ditetapkan.
  4. Relevan, berhubungan erat dengan lingkup pekerjaan.
  5. Tepat Waktu, memiliki tanggal awal dan akhir penyelesaian yang terdefinisi.
  6. Terbuka, mudah dimengerti oleh semua pihak terlibat.
  7. Sederhana, tidak terlalu rumit.

Dapat Diberikan, dapat ditentukan dengan mudah oleh semua pihak yang terlibat dalam pencapaian milestone tersebut.
Progresif, mencakup pencapaian yang menjadi titik awal bagi milestone berikutnya dalam rangkaian pelaksanaan.

Selain itu, dalam terminologi yang telah dikenal, milestone adalah tahap atau fase untuk mencapai hasil tertentu. Pendekatan milestone ini dapat diilustrasikan dengan contoh-contoh berikut:

  • Pengadaan barang, termasuk titik pencapaian dalam pengiriman dan penerimaan barang yang berlokasi di gudang, serta tahapan pengujian.
  • Pekerjaan konstruksi untuk bangunan gedung, melibatkan pencapaian seperti pemadatan tanah sebagai persiapan lahan, pengerjaan pile cap sebagai struktur bagian bawah, pembuatan lantai atas sebagai bagian struktur atas, dan seterusnya.
  • Pekerjaan konstruksi dalam bentuk lain, seperti perinciannya desain, pelaksanaan konstruksi, proses pengujian, dan penerbitan sertifikasi.
Baca Juga :   √ Apa Itu Tes Sondir? Manfaat dan Cara Melakukan Tesnya

Milestone juga sangat berguna ketika diterapkan dalam proyek yang berskala besar dan melibatkan berbagai kegiatan yang kompleks.

Penerapan milestone ini telah terbukti mendukung dalam proses pelaporan yang berkualitas.

Hal ini terutama karena kemajuan proyek dapat dipantau dengan lebih lancar dan menghindari kebingungan, terutama dalam menghadapi beragam tugas yang perlu diperiksa.

Secara keseluruhan, milestone merupakan alat yang efektif untuk mengukur pencapaian proyek, memastikan apakah pencapaian tersebut sesuai dengan target yang telah ditetapkan.

Baca Juga :

Penutup

Sebagai simpulan, memahami pengertian milestone adalah langkah krusial dalam merencanakan dan mengelola proyek apa pun, baik skala kecil maupun besar.

Milestone bukan hanya sekedar penkalian dalam timeline proyek, tetapi juga sebagai alat untuk mengukur keberhasilan, menilai risiko, dan memastikan seluruh tim bergerak sejalan menuju tujuan yang sama.

Dengan menetapkan dan memantau milestone secara efektif, kita bisa lebih terorganisir, terfokus, dan, yang terpenting, lebih efisien dalam mencapai hasil yang diinginkan. Oleh karena itu, jangan meremehkan pentingnya milestone dalam menjaga keberhasilan proyek kalian.

Demikianlah artikel finoo.id yang membahas tentang Pengertian Milestone: Tujuan, Tahapan, dan Kriterianya. Semoga aartikel kami dapat bermanfaat dan terimakasih telah membaca artikel kami.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *