Skema Rangkaian Soft Start

√ Skema Rangkaian Soft Start Anti Jeglek Yang Sederhana

Posted on

Finoo.id – √ Skema Rangkaian Soft Start Anti Jeglek Yang Sederhana. kalian pasti pernah mengalami masalah listrik di rumah, seperti lonjakan atau penurunan tegangan, bahkan ketika menggunakan daya listrik yang cukup besar. Tanpa disadari, ketika kalian menghidupkan peralatan listrik seperti lampu, setrika, komputer, atau perangkat elektronik lainnya, penggunaan daya listrik bisa melonjak secara signifikan.

Dampaknya terasa pada peningkatan pemakaian listrik dan kenaikan biaya tagihan listrik. Masalah semakin memburuk jika sering terjadi lonjakan atau penurunan tegangan yang menyebabkan penggunaan daya melonjak tiba-tiba saat perangkat dinyalakan kembali.

Bagaimana cara mengatasi masalah listrik yang sering jeglek ketika pertama kali menyalakan perangkat elektronik? Solusinya adalah dengan membuat Soft Start, yang dapat membuat tarikan daya listrik saat pertama kali dinyalakan menjadi lebih halus dan terkontrol. Ini dapat mengatasi masalah listrik sering jeglek karena tidak ada lagi lonjakan arus listrik yang tiba-tiba. Simak pembahasan selengkapnya di solderpanas ini.

Apa Itu Soft Start?

Soft Start merupakan perangkat sederhana yang bertujuan untuk mengurangi atau bahkan menghilangkan lonjakan arus listrik yang tiba-tiba terjadi saat pertama kali menghidupkan peralatan listrik atau elektronik.

Dengan menggunakan perangkat sederhana ini, potensi kerusakan pada perangkat elektronik akibat arus listrik yang tidak stabil dapat diminimalkan. Penting untuk dicatat bahwa ketika peralatan elektronik pertama kali dinyalakan, terjadi lonjakan arus listrik yang sering kali menyebabkan MCB (Miniature Circuit Breaker) terpicu. Namun, begitu peralatan elektronik telah menyala, arus listrik akan kembali menjadi stabil.

Skema Rangkaian Soft Start Anti Jeglek

Membuat soft start dengan menggunakan rangkaian di atas sebaiknya dilakukan oleh mereka yang memiliki pemahaman dan keahlian dalam bidang elektronik.

Beberapa jenis perangkat soft start yang sering digunakan antara lain:

1. Membuat soft start menggunakan trafo

Jika kalian memiliki bekas trafo kotak, dapat digunakan sebagai tahanan untuk mencegah MCB dari terpicu secara tiba-tiba.

Baca Juga :   √ Perbedaan Komponen Aktif dan Pasif Pada Elektronika

Caranya cukup sederhana, yaitu menggunakan lilitan primer trafo sebagai resistor. Ini menjadi pilihan utama ketika hendak menyalakan gerinda namun daya yang tersedia terbatas.

Namun, perlu diingat bahwa tahanan semacam ini tidak sesuai untuk power amplifier karena dapat mengurangi arus dan menambah beban. Metode ini lebih cocok digunakan untuk mesin dinamo seperti pompa air, gerinda, planar, dan sejenisnya.

Adapun kelemahan dari penggunaan trafo sebagai tahanan untuk dinamo adalah dapat mengurangi tenaga sebenarnya dari dinamo atau membuat putaran menjadi kurang kencang. Oleh karena itu, metode ini hanya dianjurkan bagi mereka yang menggunakan daya listrik sekitar 450kV dan ingin tetap dapat menyalakan mesin dinamo.

Semakin besar ampere pada trafo, semakin ringan kerja trafo ketika digunakan. Penting untuk menggunakan tespen saat menerapkan skema ini untuk mendeteksi ground dan positif, karena jika terbalik, tahanan mungkin tidak bekerja maksimal. Pastikan bahwa aliran listrik melewati trafo dan bukan melalui ground.

Cara ini telah terbukti efektif dalam menahan lonjakan arus saat menyalakan berbagai jenis mesin, mulai dari mesin jahit hingga mesin gerinda.

2. Menggunakan resistor kapur sebagai soft start

Ini sangat sesuai untuk perangkat TV dan berbagai jenis perangkat elektronik rumah tangga lainnya. Namun, ketika kalian ingin menggunakan resistor jenis kapur, perlu diperhatikan dalam proses perakitan.

Banyak orang cenderung mengisolasi resistor dengan kabel streker sehingga ketika perangkat digunakan dalam jangka waktu yang lama, dapat menyebabkan kabel yang melekat pada tubuh resistor mengelupas. Hal ini dapat menjadi sangat berbahaya.

Hal yang paling penting saat menggunakan resistor kapur adalah menggunakan pendingin khusus atau menyediakan kotak khusus agar panas dari kapur dapat tersebar dengan baik. Jika kalian memiliki inverter bekas, kalian juga dapat menggunakannya untuk melindungi tubuh dan kawat resistor.

kalian dapat menggabungkan dua resistor 20 ohm 20 watt, hanya dengan menggunakan 2 buah, untuk membuat resistansi bekerja lebih ringan, dan pastikan memberikan pendinginan pada tubuh resistor kapur. Perhatikan bahwa kawat resistor tidak menyentuh bagian tubuh besi.

Baca Juga :   √ Apa Itu IGBT? Karakteristik dan Cara Kerjanya

Metode ini sangat efektif untuk perangkat TV tabung. Namun, penggunaannya untuk dinamo sangat tidak disarankan karena dapat menghasilkan panas berlebih, yang berpotensi merusak resistor kapur dengan mudah.

3. Menggunakan bohlamp

Menggunakan lampu bohlam 100 watt sebagai soft start adalah praktek umum di kalangan para teknisi. Biasanya, teknisi menggunakan bohlam 100 watt sebagai alat uji tegangan, tetapi bohlam juga dapat digunakan sebagai soft start.

Teknisi sering kali memanfaatkan bohlam untuk mengindikasikan adanya kerusakan pada sumber daya atau perangkat elektronik. Pada kasus tertentu, jika perangkat mengalami kerusakan parah, bohlam akan menyala terang secara terus-menerus. Namun, ketika sumber daya atau perangkat elektronik berfungsi normal, bohlam akan meredup, menkaliankan bahwa power supply telah bekerja dengan baik.

Metode ini juga dapat digunakan untuk menyalakan power amplifier dengan daya besar. Biasanya, saat power amplifier pertama kali dinyalakan, trafo besar dapat menyebabkan MCB (Miniature Circuit Breaker) terpicu atau jeglek.

Fungsi MCB dalam rangkaian ini hanya sebagai saklar. Ketika power supply berfungsi normal atau bohlam sudah menyala redup, MCB dapat langsung diaktifkan sehingga arus dari PLN tidak berkurang, karena bohlam telah mengurangi beban daya listrik yang digunakan.

Cara penggunaannya adalah dengan mematikan MCB saat pertama kali perangkat akan dinyalakan. Setelah bohlam meredup, MCB dapat diaktifkan untuk mencapai kondisi soft start.

4. Menggunakan rangkaian Soft star

Rangkaian soft start yang menggunakan sistem elektronik sedikit rumit jika diaplikasikan pada perangkat lain atau jika ingin digunakan untuk beberapa perangkat sekaligus. Ini disebabkan oleh penggunaan sistem relay dan jenis lainnya yang melibatkan resistor dan kapasitor.

Jika digunakan untuk dua perangkat, misalnya, relay tidak akan berfungsi setelah menghidupkan satu power supply. Oleh karena itu, umumnya sistem menggunakan komponen elektronik yang ditanam langsung pada bagian power supply perangkat elektronik tertentu. Rangkaian ini lebih sesuai untuk perangkat elektronik yang menggunakan power supply, seperti amplifier, TV, speaker aktif, dan sebagainya.

5. Menggunakan sistem ground

Sistem ini dapat menjadi solusi efektif bagi pengguna mesin las inverter, karena hanya menggunakan tahanan mungkin tidak cukup efisien. Metode ini juga umum digunakan oleh tukang kayu rumahan yang mengkalianlkan listrik 450kVA untuk mengatasi masalah jeglek.

Baca Juga :   √ Apa itu Tang Crimping? Fungsi, Jenis & Cara Menggunakanya

Alat yang diperlukan meliputi tespen, MCB, kabel, dan besi.

Caranya adalah dengan menanam besi ke dalam tanah dengan kedalaman setengah meter. Saat membuat ground, pastikan jalur api dan ground telah diidentifikasi dengan menggunakan tespen dan perhatikan agar tidak keliru.

Ground dari spedo kwh tidak digunakan, sebaliknya kita menggunakan ground sendiri dari besi yang tertanam di tanah. Dengan cara ini, kabel tunggal dari spedo hanya digunakan sebagai referensi yang menyala saat diuji dengan tespen.

Jangan lupa untuk menggunakan MCB 2 ampere sebagai pengaman pada jalur positif. Langkah ini bertujuan untuk menjaga keamanan, terutama saat terjadi konsleting.

Baca Juga :

Penutup

Dengan demikian, Skema Rangkaian Soft Start menjadi solusi inovatif untuk mengatasi masalah lonjakan arus saat menyalakan perangkat elektronik.

Melalui penerapan metode ini, perangkat seperti amplifier, TV, dan speaker aktif dapat diaktifkan secara lebih halus dan efisien.

Penggunaan komponen elektronik seperti relay, resistor, dan kapasitor memberikan kemudahan dalam mengimplementasikan soft start ini.

Selain itu, pemahaman terhadap perangkat elektronik dan kelistrikan menjadi kunci utama untuk mengoptimalkan kinerja skema rangkaian ini.

Dengan demikian, Skema Rangkaian Soft Start bukan hanya sebagai solusi teknis, tetapi juga sebagai langkah proaktif dalam menjaga keberlangsungan dan daya tahan perangkat elektronik.

Demikianlah artikel finoo.id yang membahas tentang √ Skema Rangkaian Soft Start Anti Jeglek Yang Sederhana. Semoga artikel kami dapat bermanfaat dan terimakasih telah membaca artikel kami.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *