Apa Itu Bangunan Komersial

Apa Itu Bangunan Komersial: Pengertian dan Jenisnya Lengkap

Posted on

Finoo.id – Apa Itu Bangunan Komersial: Pengertian dan Jenisnya Lengkap. Properti bisnis merupakan elemen vital dalam dunia usaha, bermanfaat baik bagi pemiliknya maupun pihak yang menyewanya. Properti bisnis dapat mencakup satu ataupun berbagai jenis usaha, termasuk tetapi tidak terbatas pada toko ritel, restoran, kantor, atau fasilitas manufaktur. Apabila kalian merencanakan untuk mendirikan usaha dengan basis fisik atau berniat mengelola properti komersial, memahami hal-hal yang terlibat di dalamnya memiliki peranan yang sangat penting.

Dalam tulisan ini, kami akan menjelaskan tentang pengertian properti bisnis, variasi jenis properti bisnis yang ada, alasan mengapa memahami properti bisnis begitu krusial, definisi penyewaan properti komersial, serta panduan dalam melakukan negosiasi sewa properti komersial.

Apa itu bangunan komersial?

Bangunan komersial ialah struktur yang digunakan untuk pelaksanaan kegiatan komersial. Bangunan jenis ini meliputi gedung kantor, ruang ritel, gudang, dan sebagainya. Terdapat sedikit perbedaan antara bangunan komersial dengan properti komersial, yang juga mencakup kompleks perumahan berupa gedung apartemen. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa bangunan komersial digunakan untuk transaksi jual-beli, sedangkan properti komersial menghasilkan pendapatan bagi pemiliknya tanpa syarat adanya transaksi jual-beli di dalamnya. Bangunan serbaguna yang mencakup beragam ruang seperti area ritel dan unit apartemen masih dapat dikategorikan sebagai komersial dalam situasi tertentu.

Standar Bangunan Komersial

Bangunan komersial merujuk pada struktur yang didesain dan direncanakan dengan mempertimbangkan kepentingan pemiliknya dan penggunanya. Berdasarkan definisi ini, terdapat sembilan aspek yang perlu dipertimbangkan dalam perencanaan bangunan komersial:

1. Identitas Merek atau Citra Brand

Bangunan komersial yang dirancang dengan citra merek atau identitas yang kuat akan menarik minat konsumen untuk berkunjung.

Baca Juga :   √ Harga Borongan Pasang Lisplang Per Meter: Tenaga & Bahan

2. Nilai Ekonomi Bangunan

Efisiensi menjadi syarat utama dalam bangunan komersial, karena efisiensi erat kaitannya dengan aspek ekonomi.

3. Lokasi Strategis

Bangunan komersial umumnya bertujuan untuk menarik konsumen, sehingga pemilihan lokasi menjadi faktor penting untuk mencapai tujuan tersebut.

4. Prinsip Keamanan Gedung

Keamanan gedung sebagai tempat publik harus diutamakan. Bangunan komersial harus dilengkapi dengan fasilitas keamanan dan proteksi.

5. Prinsip Kenyamanan Bangunan

Untuk mencapai tujuan ini, bangunan komersial harus dirancang dengan fasilitas seperti:

  • Kenyamanan termal
  • Pencahayaan yang baik
  • Sistem audio yang nyaman
  • Pergerakan yang lancar di dalam gedung.

6. Kebutuhan Jangka Panjang

Desain bangunan harus dapat disesuaikan dengan kebutuhan jangka panjang, mengantisipasi perubahan tuntutan masyarakat.

7. Kondisi, Potensi, dan Karakter Kawasan

Pemilihan kawasan untuk bangunan komersial harus mempertimbangkan kesesuaian dengan kegiatan yang akan dilakukan di dalam bangunan, dengan memperhatikan kondisi, potensi, dan karakteristik kawasan yang akan dikembangkan.

8. Konteks Sosial-Budaya Masyarakat

Penting untuk mempertimbangkan apakah keberadaan bangunan komersial dapat diterima secara sosial, budaya, dan psikologis oleh masyarakat sekitar.

9. Pemanfaatan Teknologi

Perkembangan teknologi dapat diaplikasikan dalam merancang bangunan komersial yang modern.

Jenis bangunan komersial

Di bawah ini adalah beberapa jenis bangunan komersial:

1. Gedung Kantor

Gedung perkantoran adalah jenis bangunan komersial yang sering ditemui di berbagai kota, dari yang berukuran kecil hingga yang menjulang tinggi. Tergantung pada lokasi dan investasi pengembang, gedung kantor bisa saja memiliki satu lantai atau menjadi pencakar langit. Pemilik gedung kantor mungkin memiliki kantor di dalamnya atau menyewakan keseluruhan bangunan. Di dalam gedung kantor, bisa saja terdapat satu perusahaan penyewa atau beberapa perusahaan di lantai yang sama.

2. Restoran

Restoran merupakan jenis bangunan komersial umum lainnya. Bangunan ini bisa dikuasai oleh pemilik restoran itu sendiri atau disewakan kepada pemilik restoran. Hal ini berlaku untuk restoran independen, waralaba, maupun rantai restoran. Desain bangunan restoran dapat didasarkan pada stkalianr merek atau fleksibel untuk beragam jenis restoran. Biasanya, bangunan restoran memiliki persyaratan lebih lanjut dibandingkan bisnis komersial lainnya karena adanya dapur.

3. Ruang Ritel

Ruang ritel adalah jenis bangunan komersial yang sering kali terpikirkan ketika berbicara tentang properti komersial. Ini mencakup beragam jenis toko, mulai dari toko besar hingga usaha ritel kecil yang berada dalam satu bangunan. Oleh karena itu, bangunan ritel bisa terdiri dari satu ruang usaha atau beragam ruang seperti mal. Biasanya, bangunan ritel dilengkapi dengan jendela toko untuk memudahkan pelanggan masuk, meskipun dalam beberapa kasus, aksesnya berada di dalam gedung, seperti pada mal.

Baca Juga :   Apa Itu Atap Multiroof? Serta Cara Menghitung Kebutuhanya Lengkap

4. Hotel

Meskipun hotel secara fisik tampak seperti tempat tinggal, sebenarnya mereka masuk dalam kategori bangunan komersial karena sifat bisnis mereka yang lebih fokus pada penyediaan layanan daripada tempat tinggal semata. Jenis hotel bervariasi, dari motel satu lantai hingga bangunan pencakar langit dengan beragam fasilitas seperti restoran dan toko ritel. Pemilik hotel bisa saja memiliki bangunan atau menyewakannya, tergantung pada berbagai faktor.

5. Gudang

Gudang adalah jenis bangunan komersial yang umum di berbagai tempat, dari kota besar hingga pedesaan. Gudang digunakan sebagai tempat penyimpanan untuk berbagai jenis bisnis, seperti perusahaan logistik dan ritel. Gudang bisa digunakan sebagai tempat penyimpanan jangka pendek atau panjang, tergantung pada jenis barang yang disimpan. Beberapa gudang mungkin memerlukan kontrol iklim tertentu tergantung pada jenis barangnya.

6. Industri

Bangunan industri mencakup fasilitas manufaktur, bengkel, dan jenis gudang tertentu yang dianggap sebagai fasilitas industri. Meskipun beragam jenis bisnis mungkin berada dalam bangunan industri, mereka sering dikelompokkan bersama karena masalah potensial seperti kebisingan atau risiko. Hal ini menjadikan bangunan industri lebih jauh dari lingkungan perumahan.

7. Fasilitas Kesehatan

Meskipun perawatan kesehatan bukan terlihat sebagai bisnis komersial, banyak rumah sakit dan klinik dijalankan sebagai perusahaan komersial untuk melayani pasien dan mendapatkan keuntungan. Fasilitas kesehatan mencakup beragam skala, mulai dari rumah sakit besar hingga klinik kecil. Rumah sakit yang lebih besar umumnya dimiliki oleh rumah sakit itu sendiri dan dibangun sesuai kebutuhan mereka, sementara klinik kecil bisa saja berada dalam bangunan kecil atau berbagi bangunan dengan usaha lain.

8. Multi Guna

Bangunan komersial multi guna adalah bangunan yang memiliki beberapa penyewa, termasuk restoran, toko ritel, kantor, dan fasilitas kesehatan. Bangunan ini juga bisa mencakup penyewaan tempat tinggal, asalkan 51% penyewa adalah bisnis komersial. Bangunan multi guna dapat menjadi investasi yang menjanjikan karena tidak tergantung pada satu jenis bisnis saja, sehingga lebih aman.

Baca Juga :   √ Cara Menghitung Biaya Pasang Pagar Seng Yang Paling Tepat

Mengapa penting untuk memahami bangunan komersial?

Memahami bangunan komersial memiliki tingkat kepentingan yang tinggi bagi berbagai kalangan profesional. Jika kalian bermaksud memulai usaha sendiri dan memerlukan lokasi fisik, memahami jenis-jenis bangunan komersial yang dapat digunakan dan dampak undang-undang zonasi setempat terhadap usaha kalian adalah hal yang sangat penting. Bagi para profesional di bidang real estat, memahami perbedaan antara bangunan tempat tinggal dan bangunan komersial menjadi krusial dalam membantu klien dengan efektif.

Bagi pengembang, ahli konstruksi, arsitek, insinyur, atau siapa pun yang terlibat dalam pembuatan bangunan komersial, pemahaman bukan hanya tentang sifat komersial bangunan tetapi juga aturan dan peraturan yang berlaku untuk berbagai jenis fasilitas komersial sangatlah penting. Kebutuhan infrastruktur dalam bangunan komersial bisa memiliki perbedaan yang signifikan jika dibandingkan dengan bangunan tempat tinggal.

Baca Juga :

Penutup

Dalam tajuk pembicaraan mengenai infrastruktur dan properti, istilah “Bangunan Komersial” seringkali muncul. Namun, tidak semua orang paham dengan jelas mengenai apa itu bangunan komersial.

Secara sederhana, bangunan komersial adalah struktur yang didesain untuk mendukung aktivitas bisnis dan perdagangan, yang berkisar dari toko ritel, hotel, hingga gedung perkantoran.

Fungsi utamanya adalah sebagai tempat untuk menjalankan kegiatan usaha yang menghasilkan keuntungan. Di era modern ini, keberadaan bangunan komersial tidak hanya penting dari sisi ekonomi, namun juga memberikan kontribusi dalam pembentukan karakter sebuah kota.

Sebagai warga, memahami apa itu bangunan komersial membantu kita dalam mengapresiasi peran serta potensi yang dimilikinya dalam perkembangan ekonomi dan sosial masyarakat.

Demikianlah artikel finoo.id yang membahas tentang Apa Itu Bangunan Komersial: Pengertian dan Jenisnya Lengkap. Semoga artikel kami dapat bermnafaat dan terimakasih telah membaca artikel kami.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *