Apa Itu Beton Bertulang?

√ Apa Itu Beton Bertulang? Struktur, Kelebihan & Keuranganya

Posted on

Finoo.id – √ Apa Itu Beton Bertulang? Struktur, Kelebihan & Keuranganya. Beton bertulang merupakan bahan yang umum digunakan dalam berbagai proyek konstruksi, baik yang berskala besar maupun kecil seperti gedung, bendungan, jembatan, perkerasan jalan, dan bangunan teknik sipil lainnya.

Keunggulan struktur beton bertulang sering kali menjadi pilihan utama dalam proses konstruksi, karena bahan ini mampu bekerja secara efektif dalam menanggung gaya tarik, khususnya dalam sistem struktur tertentu.

Apa Itu Beton Bertulang?

Sebelum menjelaskan apa itu beton bertulang, penting untuk memahami definisi beton.

Beton adalah campuran bahan agregat halus dan kasar seperti pasir, kerikil, batu pecah, atau bahan serupa yang dicampur dengan semen dan air untuk membentuk massa yang mirip batuan.

Sementara itu, beton bertulang (reinforced concrete) adalah beton yang diperkuat dengan tulangan baja. Tulangan ini memiliki luas dan jumlah yang tidak kurang dari nilai minimum yang ditentukan, baik dengan atau tanpa prategang. Konstruksi beton bertulang direncanakan dengan asumsi bahwa batang-batang baja yang ditanam dalam beton mampu memberikan kekuatan tarik yang diperlukan.

Struktur Beton Bertulang

Pemasangan struktur beton bertulang dapat dibagi menjadi dua metode, yaitu precast (pracetak) dan pengecoran langsung di tempat.

Jika metode pengecoran digunakan dalam pemasangan struktur gedung, maka struktur beton bertulang tersebut menjadi monolitik, yang memiliki keunggulan dalam menahan beban gempa.

Struktur beton bertulang pada bangunan gedung terdiri dari beberapa elemen, seperti balok, kolom, dan pelat lantai, dengan penjelasan sebagai berikut.

1. Balok

Balok beton bertulang adalah bagian penting dari struktur yang bertugas mengalirkan beban dari pelat ke kolom, yang kemudian dialirkan oleh kolom ke pondasi.

Biasanya, balok beton bertulang dicor bersama dengan pelat secara monolitik dan diperkuat dengan tulangan tunggal atau gkalian secara struktural. Karena dicor bersama dengan pelat, bentuk balok dapat berupa persegi, T, atau L.

2. Kolom

Kolom adalah salah satu elemen utama dalam struktur bangunan gedung yang memiliki peran penting sebagai penyalur beban. Fungsi utamanya adalah menyalurkan beban yang berasal dari beban yang diterima oleh pelat di atasnya, termasuk berat sendiri pelat, serta beban dari balok yang kemudian dialirkan ke pondasi. Kolom berperan sebagai penyangga vertikal yang menopang seluruh struktur bangunan gedung, sehingga memastikan distribusi beban secara efisien ke dalam fondasi untuk menjaga stabilitas dan kekuatan struktur secara keseluruhan. Kekalianlan dan kekuatan kolom sangatlah vital dalam memastikan keselamatan dan keberlangsungan bangunan gedung.

Baca Juga :   √ Perbedaan Skim Coat dan Acian Yang Perlu Diketahui

3. Pelat

Pelat beton bertulang merupakan struktur yang dirancang untuk keperluan seperti lantai bangunan, atap, dan sebagainya, dengan permukaannya yang berorientasi horizontal.

Dalam struktur pelat ini, beban bekerja secara tegak lurus dan dialirkan ke dinding, balok, kolom, atau tanah karena posisinya yang bisa ditopang oleh elemen-elemen tersebut, atau bahkan dapat langsung diletakkan di atas tanah (slab on ground).

Ketebalan bidang (h) dari pelat beton bertulang ini relatif sangat kecil jika dibandingkan dengan panjang atau lebarnya.

Pelat beton bertulang dapat dibagi menjadi dua kategori berdasarkan perbandingan antara panjang (lx) dan lebar (ly) bidang tersebut.

Jika nilai perbandingan antara panjang dan lebar lebih besar atau sama dengan dua, pelat tersebut diklasifikasikan sebagai pelat satu arah. Sedangkan jika nilai perbandingannya kurang dari dua, pelat tersebut dianggap sebagai pelat dua arah.

Kelebihan dan Kekurangan Beton Bertulang

Di bawah ini terdapat beberapa keunggulan dan kelemahan dari beton bertulang yang penting untuk diketahui, antara lain:

Kelebihan Beton Bertulang

1. Kekuatan

Beton bertulang dikenal memiliki kekuatan tarik dan tekan yang luar biasa. Inilah yang menjadikan beton bertulang sangat diminati sebagai bahan konstruksi utama.

Kekuatan beton ini sendiri dapat diklasifikasikan berdasarkan mutunya. Mutu beton menjadi penkalian seberapa besar kemampuan beton dalam menahan gaya yang diterapkannya.

2. Ekonomis

Salah satu keunggulan utama beton bertulang adalah harganya yang terjangkau. Proses produksinya juga membutuhkan biaya yang relatif rendah. Dari segi ekonomi, hal ini memberikan keuntungan finansial yang signifikan.

Tidak hanya itu, beton bertulang juga memiliki daya tahan yang luar biasa. Kombinasi antara biaya produksi yang murah dan kekuatan yang tahan lama membuatnya sangat diminati di industri konstruksi.

Kekuatan yang tahan lama dari beton bertulang juga menghasilkan kebutuhan perawatan yang minim, yang pada akhirnya mengurangi biaya operasional secara keseluruhan. Hal ini menjadikan beton bertulang sebagai pilihan yang efisien secara ekonomi dalam jangka panjang.

3. Serbaguna

Keunggulan beton bertulang terletak pada kemampuannya untuk diatur dalam berbagai bentuk dan konfigurasi bekisting. Ini memungkinkan pembuatan beragam bentuk, tampilan, permukaan, tekstur, dan ukuran. Kemampuan ini berasal dari sifat beton yang cair saat proses pengecoran, yang memungkinkannya mengalir dan mengisi bekisting dengan sempurna. Karena fleksibilitas ini, beton bertulang menjadi pilihan yang sangat diminati oleh para arsitek.

4. Daya Tahan

Struktur dari beton bertulang akan memiliki umur yang panjang jika direncanakan dan dibangun dengan benar. Bahan ini tidak rentan terhadap perubahan cuaca dan mampu bertahan hingga puluhan bahkan ratusan tahun.

Beton bertulang juga memiliki permeabilitas yang rendah, sehingga mampu menahan bahan kimia yang larut dalam air seperti sulfat, klorida, dan karbon dioksida. Ketahanan terhadap jenis larutan ini menjadikan beton bertulang sangat cocok untuk aplikasi di bawah air. Hal ini menjadikannya pilihan ideal untuk pembangunan struktur di laut, terutama di daerah lepas pantai.

Baca Juga :   √ Apa Itu Atap Go Green? Serta Kelebihan dan Kekuranganya

5. Tahan Api

Salah satu keunggulan beton bertulang adalah ketahanannya terhadap api. Beton bertulang tidak mudah terbakar dan mampu menahan panas selama 2 hingga 6 jam. Durasi ini biasanya cukup untuk memberikan waktu penyelamatan saat terjadi kebakaran.

Bangunan yang menggunakan beton bertulang memiliki ketahanan terhadap api yang sangat baik. Hal ini membuatnya cocok untuk digunakan dalam bangunan yang membutuhkan perlindungan terhadap api dan suhu tinggi agar tidak mudah rusak.

6. Elastisitas

Baja tulangan yang digunakan dalam struktur beton bertulang memiliki sifat elastisitas yang penting. Keuletan baja memungkinkan beton bertulang untuk menunjukkan tkalian-tkalian kerusakan seperti retakan dan defleksi jika terkena beban berlebihan.

Keuletan ini memungkinkan insinyur untuk merencanakan mitigasi risiko yang tepat guna mencegah kerusakan yang lebih parah pada struktur beton bertulang. Dengan demikian, elastisitas baja tulangan menjadi faktor kunci dalam memastikan kekalianlan dan keselamatan struktur beton bertulang dalam jangka panjang.

7. Ketahanan Seismik

Salah satu keunggulan utama dari struktur beton bertulang adalah kemampuannya untuk menahan gempa bumi. Struktur beton bertulang dirancang khusus agar dapat bertahan dan meredam dampak yang diakibatkan oleh guncangan gempa bumi. Hal ini menjadikan beton bertulang sebagai pilihan yang ideal untuk bangunan di daerah rawan gempa.

8. Mudah dalam Konstruksi

Proses konstruksi beton bertulang relatif lebih mudah dibandingkan dengan penggunaan material baja lainnya. Beton bertulang tidak memerlukan tenaga ahli khusus yang sangat berpengalaman untuk mendirikan strukturnya. Sehingga, proses pembangunan bangunan dengan menggunakan beton bertulang menjadi lebih efisien dan dapat dilakukan dengan tim yang terlatih secara umum dalam industri konstruksi. Hal ini membantu dalam mengurangi biaya dan waktu yang dibutuhkan dalam proses konstruksi.

9. Dapat Didaur Ulang

Salah satu keuntungan dari beton adalah kemampuannya untuk didaur ulang. Beton bekas dapat digunakan kembali sebagai agregat untuk bahan sub-base jalan atau sebagai riprap untuk melindungi garis pantai. Dengan memanfaatkan beton daur ulang, jumlah material baru yang dibutuhkan dapat dikurangi, serta mengurangi dampak lingkungan dari pembuangan beton bekas.

10. Multifungsi

Beton bertulang memiliki keunggulan dalam berbagai aplikasi yang berbeda. Beton dapat diaplikasikan dalam berbagai cara, seperti dituang, dipompa, disemprot, dipasang, dan dalam aplikasi lanjutan seperti shotcrete dan konstruksi terowongan. Kemampuan ini menjadikan beton bertulang sangat serbaguna dan dapat digunakan dalam berbagai jenis proyek konstruksi, mulai dari bangunan gedung hingga infrastruktur transportasi dan perlindungan lingkungan.

Kekurangan beton bertulang

Struktur beton bertulang memiliki bobot yang jauh lebih besar daripada struktur baja, kayu, dan kaca. Ketika melakukan perbaikan, diperlukan bekisting dalam skala besar. Akibatnya, proses ini dapat memakan waktu, tenaga, dan ruang kerja yang cukup besar.

Baca Juga :   √ Ukuran Ring Balok Rumah 1 Lantai Paling Ideal dan Tepat

Beton bertulang membutuhkan waktu tertentu untuk mencapai kekuatan penuhnya, yang tidak dapat terjadi dengan cepat. Oleh karena itu, setelah konstruksi selesai, beton bertulang tidak bisa langsung digunakan.

Kekuatan beton bertulang sangat dipengaruhi oleh proses pencampuran, pengecoran, dan pengawetan. Jika terjadi masalah pada salah satu dari ketiga variabel ini, maka kekuatan beton bertulang yang dihasilkan akan terpengaruh. Salah satu masalah yang mungkin muncul adalah keretakan akibat penyusutan.

Pelaksanaan Pekerjaan Beton

  1. Pekerjaan pengecoran harus dilakukan dalam satu waktu dan dihindari penghentian, kecuali jika sudah direncanakan di tempat-tempat yang aman.
  2. Untuk mendapatkan campuran beton yang baik dan merata, diperlukan penggunaan mesin pengaduk beton atau concrete mixer (untuk pembuatan beton praktis dengan perbandingan 1 bagian semen : 2 bagian pasir : 3 bagian kerikil) dan penggunaan ready mix (untuk pembuatan beton struktur dengan mutu beton fc’ 22 Mpa).
  3. Setelah beton dituangkan ke dalam bekisting, adukan harus dipadatkan dengan menggunakan concrete vibrator.
  4. Selama proses pengerasan, beton harus dihindarkan dari pengeringan yang terlalu cepat dan harus dilindungi dengan cara menggenangi air di atas permukaannya secara terus-menerus selama minimal 10 hari setelah pengecoran plat lantai. Sedangkan untuk melindungi kolom struktur, dapat menggunakan karung goni yang dibasahi.
  5. Pembongkaran bekisting tidak boleh dilakukan sebelum waktu pengerasan yang ditentukan terpenuhi, dan pembongkarannya harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak merusak beton yang sudah mengeras.
  6. Jika konstruksi beton bertulang langsung berada di atas tanah, maka sebelumnya harus dibuat lantai kerja yang rata dengan campuran 1 bagian semen : 3 bagian pasir : 6 bagian kerikil, dengan ketebalan minimal 5 cm.

BACA JUGA :

Penutup

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa beton bertulang bukanlah sekadar sebuah bahan konstruksi biasa, melainkan sebuah inovasi yang mengubah cara kita membangun.

Kekuatan, ketahanan, dan fleksibilitasnya menjadikannya sebagai tulang punggung dalam pembangunan infrastruktur modern.

Jadi, jika kalian masih bertanya-tanya, “Apa Itu Beton Bertulang?” Jawabannya sederhana: ini adalah fondasi yang kokoh untuk masa depan pembangunan yang berkelanjutan dan aman.

Demikianlah artikel finoo.id yang membahas tentang √ Apa Itu Beton Bertulang? Struktur, Kelebihan & Keuranganya. Semoga artikel kami dapat bermanfaat dan terimakasih telah membaca artikel ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *