Apa Itu Skirting

√ Apa Itu Skirting? Fungsi, Jenis dan Aplikasinya

Posted on

Finoo.id – √ Apa Itu Skirting? Fungsi, Jenis dan Aplikasinya. Banyak orang sering lupa akan bagian interior ini, padahal bagian kecil yang menghubungkan dinding dan lantai memiliki dampak besar pada tampilan ruangan.

Biasanya, perhatian orang lebih tertuju pada warna dinding dan material lantai daripada pada bagian ini. Namun, dengan memadukan skirting atau plint dengan baik, kalian dapat menambah nilai estetik keseluruhan ruangan.

Selain berperan dalam estetika ruangan, skirting lantai juga memiliki banyak fungsi lain yang mungkin baru kalian sadari setelah membaca artikel ini.

Apa Itu Skirting?

Dalam interior bangunan, seringkali kita akan menemukan sejenis lis yang diletakkan di bagian bawah dinding yang bertemu dengan lantai. Bagian itu sering disebut sebagai skirting atau plint.

Skirting merupakan papan lis yang dipasang sebagai pembatas antara lantai dan dinding interior. Biasanya terbuat dari kayu atau papan vinyl, namun juga bisa menggunakan berbagai material lain seperti keramik, marmer/granit, plastik, foam, hingga plat stainless/aluminium.

Selain disebut skirting, bagian ini juga memiliki beberapa nama lain seperti plint, wainscoting, mopboard, floor molding, atau base molding.

Setelah dipasang, bagian ini berfungsi sebagai penutup bagian tembok yang tidak rata, melindungi tembok dari benturan dengan furnitur, serta menambah estetika ruangan. Fungsi-fungsi lain dari bagian ini akan dijelaskan lebih detail pada bagian pembahasan selanjutnya.

Fungsi Pemasangan Skirting

Sudah ada sedikit pemahaman tentang bagaimana skirting lantai bisa memberikan berbagai manfaat atau fungsi. Sekarang, mari kita tinjau fungsi dan manfaat yang beragam dari penggunaan skirting lantai:

1. Melindungi Dinding dari Furnitur

Dalam banyak kasus, tembok atau dinding sering mengalami kerusakan karena terbentur oleh furnitur yang ditempatkan tepat di sampingnya. Benturan yang terjadi secara terus-menerus dapat menyebabkan retakan, goresan, atau bahkan pecahnya lapisan cat pada dinding.

Untuk mengurangi risiko kerusakan pada tembok tersebut, penggunaan skirting lantai menjadi solusi yang sangat baik. Skirting memberikan ruang atau jarak antara dinding dengan furnitur yang ditempatkan di dekatnya. Dengan adanya jarak ini, benturan langsung antara furnitur dan tembok dapat diminimalkan, sehingga risiko kerusakan pada dinding dapat berkurang secara signifikan. Ini memperpanjang umur dinding dan menjaga penampilan ruangan tetap terjaga tanpa kerusakan yang tidak diinginkan.

2. Menambahkan nilai Estetika pada Ruangan

Skirting atau plint tidak hanya berperan dalam membuat pertemuan antara dinding dan lantai terlihat lebih rapi, tetapi juga mampu memberikan sentuhan estetika yang menarik pada ruangan. Hal ini disebabkan oleh variasi warna dan material yang tersedia dalam skirting.

Baca Juga :   Apa itu Epoxy Lantai? Kelebiah dan Kekuranganya Serta Harga Boronganya

Dengan beragam pilihan warna dan material, skirting mampu disesuaikan dengan tema atau gaya desain interior ruangan. Misalnya, untuk ruangan dengan desain minimalis, skirting dengan warna netral dan material yang halus dapat dipilih untuk memberikan kesan bersih dan modern. Sementara itu, untuk ruangan dengan desain klasik atau vintage, skirting dengan warna yang lebih hangat dan material yang lebih berdetail bisa menjadi pilihan yang cocok.

3. Sebagai Jalur Kabel

Selain sebagai elemen dekoratif, skirting juga sering dimanfaatkan sebagai jalur kabel yang praktis dan estetis. Dengan memanfaatkan ruang di balik skirting, kabel-kabel listrik atau kabel lainnya dapat disusun dengan rapi dan tersembunyi dari pkalianngan langsung.

Penggunaan skirting sebagai jalur kabel juga memiliki keuntungan praktis. kalian tidak perlu lagi merusak tembok atau lantai hanya untuk membuat jalur kabel yang tersembunyi atau tidak terlihat. Dengan skirting yang dirancang khusus dengan ruang tambahan di bagian belakangnya, kabel-kabel dapat dengan mudah disusun di dalamnya tanpa perlu penanganan konstruksi tambahan yang rumit. Hal ini menjadikan proses instalasi kabel lebih cepat, lebih mudah, dan lebih hemat biaya.

4. Melindungi Dinding dari Kotoran Saat Mengepel

Salah satu masalah umum yang sering dihadapi adalah dinding yang kotor setelah melakukan proses pembersihan lantai seperti mengepel. Tetesan air, debu, atau kotoran lainnya seringkali dapat melambai dan menempel pada dinding, menyebabkan noda yang sulit untuk dibersihkan.

Untuk menghindari masalah tersebut, penggunaan skirting lantai dengan material plastik atau vinyl bisa menjadi solusi yang efektif. Material ini cenderung lebih tahan terhadap air dan kotoran, sehingga kotoran yang terbawa saat mengepel tidak akan langsung menempel pada dinding. Sebagai hasilnya, dinding akan tetap terjaga kebersihannya dan tidak akan terkena noda atau bekas yang sulit untuk dibersihkan.

5. Membuat Ruangan Lebih Bersih

Keberadaan skirting lantai tidak hanya bertujuan untuk melindungi tembok dari berbagai risiko kerusakan, tetapi juga dapat memberikan dampak positif terhadap kebersihan ruangan secara keseluruhan.

Dengan skirting yang mampu menjaga tembok dari benturan furnitur, kotoran saat mengepel, serta sebagai jalur kabel yang terorganisir, ruangan akan terlihat lebih rapi dan terawat. Noda, goresan, atau pecahnya lapisan cat pada tembok dapat diminimalkan, sehingga tampilan ruangan akan terjaga dengan baik.

Jenis Skirting Lantai Berdasarkan Materialnya

Sebelumnya, papan skirting hanya terbuat dari kayu, namun saat ini ada beragam variasi material skirting lantai yang dapat ditemui. Berikut adalah jenis-jenis skirting berdasarkan materialnya:

1. Skirting Kayu

Skirting kayu merupakan salah satu pilihan yang sangat populer di pasaran, terutama bagi mereka yang telah menggunakan lantai kayu sebelumnya. Kehadiran skirting kayu memberikan kesan yang klasik, sederhana, dan minimalis, yang cocok dengan berbagai gaya desain interior.

Kelebihan utama dari skirting kayu adalah keindahannya yang alami dan daya tahan yang baik. Kayu memiliki keunikan dalam warna, pola, dan tekstur yang memberikan sentuhan hangat dan alami pada ruangan. Selain itu, pemasangan skirting kayu juga relatif mudah dan bisa disesuaikan dengan berbagai ukuran dan bentuk ruangan.

2. Skirting Keramik

Skirting keramik adalah salah satu jenis plint lantai yang paling umum digunakan saat ini. Kehadirannya sangat populer karena keramik sering kali menjadi pilihan utama untuk lantai, sehingga wajar jika skirting keramik banyak ditemui di pasaran.

Baca Juga :   √ Apa Itu Sketsel? Fungsi Serta Jenis-Jenisnya Lengkap

Salah satu keunggulan utama skirting keramik adalah kesesuaiannya dengan material lantai yang sama. Hal ini membuatnya cocok digunakan untuk melengkapi lantai keramik, memberikan kesan kesatuan yang harmonis dalam desain ruangan. Selain itu, penggunaan sisa material lantai untuk membuat skirting keramik juga sering dilakukan oleh banyak orang. Dengan demikian, skirting keramik tidak hanya dapat memberikan tampilan yang seragam, tetapi juga hemat biaya karena menggunakan material yang sama dengan lantai.

3. Skirting Vinyl

Skirting vinyl terbuat dari bahan PVC (Polyvinyl Chloride), yang dikenal memiliki sifat yang kuat, elastis, dan tahan lama. Kualitas ini menjadikan skirting vinyl sangat diunggulkan, terutama karena keunggulannya dalam menahan air dan rayap.

Kelebihan utama dari skirting vinyl adalah ketahanannya terhadap kelembapan dan kelembaban. Sebagai material yang anti air, skirting vinyl sangat cocok digunakan di area-area yang rentan terkena air, seperti dapur, kamar mandi, atau ruang basah lainnya. Selain itu, keunggulan dalam menahan rayap membuat skirting vinyl menjadi pilihan yang aman dan tahan lama untuk melengkapi interior rumah.

4. Skirting Plastik

Skirting atau plint plastik populer karena harganya yang relatif terjangkau dan ketersediaan berbagai variasi yang menarik.

Kelebihan utama dari skirting plastik adalah harganya yang lebih terjangkau dibandingkan dengan jenis skirting lainnya. Dengan harga yang lebih murah, kalian dapat dengan mudah menemukan skirting plastik dengan desain dan warna yang sesuai dengan preferensi kalian.

Penggunaan skirting plastik juga memberikan kesan yang rapi dan sederhana pada ruangan. Desain yang simpel dan polos membuatnya cocok untuk berbagai gaya desain interior, mulai dari yang minimalis hingga yang kontemporer. Selain itu, pemasangannya pun relatif mudah dan cepat, sehingga dapat memberikan sentuhan akhir yang cepat dan efisien pada ruangan kalian.

5. Skirting Foam

Skirting foam merupakan jenis lis lantai yang terbuat dari bahan foam yang sangat fleksibel, membuatnya mudah untuk diaplikasikan pada dinding. Selain memiliki sifat lentur yang memudahkan penyesuaian dengan bentuk dinding, skirting jenis ini juga sering dilengkapi dengan lem yang sudah terpasang, sehingga memudahkan proses pemasangannya.

Kelebihan utama dari skirting foam adalah karakteristiknya yang empuk. Bahan foam yang digunakan membuat skirting ini menjadi pilihan yang aman, terutama bagi keluarga dengan anak-anak kecil. Dengan tekstur yang lembut, skirting foam mengurangi risiko cedera jika terjadi benturan atau tumbukan pada dinding, sehingga memberikan perlindungan tambahan bagi penghuni rumah.

6. Skirting Plat Stainless atau Alumunium

Skirting yang terbuat dari plat stainless atau aluminium sering dipilih oleh mereka yang khawatir akan risiko kerusakan akibat rayap atau air.

Kedua material ini memiliki keunggulan yang jelas dalam menahan air dan kelembaban, serta kebal terhadap serangan rayap yang merusak. Keberadaan skirting jenis ini memberikan ketenangan pikiran tambahan bagi pemilik rumah, terutama di area-area yang rentan terkena kelembaban atau di daerah dengan masalah rayap yang sering muncul.

Baca Juga :   √ Apa Itu Bathtub? Serta Jenis dan Materialnya Lengkap

Beberapa Contoh Pengaplikasian Skirting

Minimal ada empat metode yang bisa dijadikan pedoman dalam mengaplikasikan plint. Pertama, plint disesuaikan dengan tinggi lantai. Kedua, plint memiliki warna serupa dengan dinding. Ketiga, prinsip dual tone diterapkan pada plint. Dan terakhir, menggunakan plint dengan warna-warna netral.

1. Menyamakan warna plint dengan lantai

Menyamakan warna plint dengan lantai akan memberikan kesan rapi pada ruangan. Jika kalian menggunakan keramik untuk lantai, kalian cukup memasang sebagian dari material tersebut sebagai plint. Untuk lantai berbahan kayu, kalian dapat memilih warna plint kayu yang serupa atau bahkan memilih plint dengan pola alur kayu yang serupa untuk menciptakan kesan kesatuan yang harmonis.

2. Memakai warna senada dengan warna dinding

Penggunaan plint dengan warna senada dengan warna dinding juga dapat dilakukan. Namun, jika warnanya persis sama dengan warna dinding, plint mungkin tidak terlihat mencolok secara estetis dalam ruangan. kalian dapat memilih warna-warna gradasi yang cocok dengan warna dinding untuk lebih memperkuat aksen warna dalam ruangan.

3. Menerapkan prinsip dual tone

Kombinasi dua warna yang berbeda antara warna plint dan dinding dapat menjadi pilihan menarik untuk diterapkan. kalian dapat bereksperimen atau mencari referensi warna yang cocok untuk menciptakan tampilan yang sesuai dengan ruangan. Penggunaan dual tone akan memberikan kesan ruangan yang lebih dinamis dan estetis.

4. Memakai plint dengan warna netral

Menggunakan warna-warna netral seperti putih, krem, dan sejenisnya dapat menjadi pilihan yang aman. Warna-warna netral cenderung lebih mudah untuk dikombinasikan dengan warna-warna lain dalam ruangan. Namun, kalian tetap perlu mempertimbangkan apakah keberadaan warna netral akan menguatkan konsep ruangan yang kalian inginkan.

BACA JUGA :

Penutup

Dalam menyelesaikan dekorasi interior, seringkali kita melupakan detail-detail kecil yang sebenarnya memiliki dampak besar pada penampilan keseluruhan ruangan.

Salah satu elemen ini adalah skirting atau plint lantai. Meskipun seringkali terlupakan, skirting memiliki peran penting dalam melindungi dinding, menambah estetika ruangan, dan menyamarkan kekurangan pada pertemuan antara dinding dan lantai.

Dengan memahami peran dan fungsi skirting, kalian dapat mengambil keputusan yang lebih baik dalam merancang dan menghias ruang kalian sesuai dengan kebutuhan dan gaya desain yang diinginkan.

Jadi, apa sebenarnya skirting itu? Skirting adalah papan lis yang dipasang sebagai pembatas antara lantai dan dinding interior.

Dengan demikian, pemahaman akan skirting tidak hanya akan meningkatkan pengetahuan kalian tentang desain interior, tetapi juga membantu kalian menciptakan ruangan yang lebih indah dan berfungsi dengan baik.

Demikianlah artikel finoo.id yang membahas tentang √ Apa Itu Skirting? Fungsi, Jenis dan Aplikasinya. Semoga artikel kami dapat bermanfaat dan terimakasih telah membaca artikel ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *