Biaya Atap Baja Ringan Rumah Type 36

√ Biaya Atap Baja Ringan Rumah Type 36: Volume & Material

Posted on

Finoo.id – √ Biaya Atap Baja Ringan Rumah Type 36: Volume & Material. Saat ini, hampir semua konstruksi rangka atap pada rumah minimalis modern menggunakan bahan baja ringan. Keputusan ini tidak diambil secara sembarangan, karena material baja ringan dianggap lebih praktis dan efisien, mempermudah proses pemasangan.

Salah satu tipe rumah minimalis yang umum dibangun di Indonesia adalah rumah tipe 36. Sesuai dengan namanya, rumah tipe ini memiliki luas bangunan total 36 meter persegi, dan biasanya dibangun dalam satu lantai.

Bagi yang berencana membangun rumah tipe 36 dengan rangka atap baja ringan, disarankan untuk menghitung kebutuhan material terlebih dahulu. Selain itu, perlu juga menghitung BIAYA TOTAL PEMBANGUNAN RUMAH Tipe 36, terutama untuk pembelian material baja ringan.

Pada kesempatan ini, kami akan menjelaskan secara detail cara menghitung biaya atap baja ringan untuk rumah tipe 36. Tanpa membuang waktu, mari langsung perhatikan pembahasan perhitungan total biayanya di bawah ini.

Kelebihan dan Kekurangan Atap Baja Ringan

Walaupun mempunyai beberapa keunggulan, bukan berarti material baja ringan tidak memiliki kelemahan. Sebagai pertimbangan sebelum menghitung biaya atap baja ringan untuk rumah tipe 36, berikut adalah beberapa kelebihan dan kekurangannya yang akan kami sampaikan.

Kelebihan:

  1. Bobot Ringan dan Mudah Dipasang:
    Material baja ringan memiliki bobot yang ringan, memudahkan proses pemasangan karena tidak memerlukan peralatan berat.
  2. Kuat dan Tahan Lama:
    Baja ringan dikenal karena kekuatannya yang tinggi, sehingga atap yang terbuat dari material ini mampu menahan beban dengan baik dan memiliki umur pakai yang lama.
  3. Mudah Dibentuk Sesuai Keinginan:
    Material ini dapat dengan mudah dibentuk sesuai dengan desain atap yang diinginkan, memberikan fleksibilitas dalam merancang tata letak dan bentuk atap.
  4. Tegangan Tarik Tinggi:
    Baja ringan memiliki sifat tegangan tarik tinggi, membuatnya sangat tahan terhadap beban tarik dan memberikan keamanan ekstra.
  5. Daur Ulang dan Ramah Lingkungan:
    Kemampuan daur ulang material baja ringan membuatnya ramah lingkungan, membantu mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.
  6. Anti Karat dan Anti Rayap:
    Sifat anti karat dan anti rayap menjadikan material ini tahan terhadap kerusakan akibat korosi atau serangan hama kayu.
Baca Juga :   Pengertian Rangkaian RLC: Fungsi, Karakteristik dan Jenisnya

Kekurangan:

  1. Harga Relatif Mahal:
    Salah satu kelemahan utama adalah harganya yang relatif mahal dibandingkan dengan beberapa material atap lainnya.
  2. Rentan Terbawa Angin Kencang:
    Meskipun kuat, baja ringan bisa lebih rentan terbawa oleh angin kencang, memerlukan instalasi yang cermat dan kokoh.
  3. Tampilan Acak-acakan:
    Beberapa orang mungkin menganggap tampilannya kurang rapi karena ciri khasnya yang terkadang terkesan acak-acakan.
  4. Rentan Roboh Jika Pemasangan Asal-asalan:
    Pemasangan yang kurang hati-hati atau asal-asalan dapat membuat atap baja ringan rentan roboh, menekankan pentingnya profesionalisme dalam proses instalasi.

Biaya Atap Baja Ringan Rumah Type 36

Selain sering digunakan sebagai bahan atap rumah, baja ringan juga kerap dimanfaatkan untuk keperluan atap pabrik, gudang, dan bangunan besar lainnya. Oleh karena itu, sebelum memulai proses pembuatan atap baja ringan, disarankan untuk menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB) sejak awal dengan teliti.

Ketika akan menghitung anggaran biaya, terdapat beberapa faktor penting yang perlu diperhatikan. Agar tidak bingung, mari kita perhatikan rincian biaya untuk atap baja ringan rumah tipe 36 di bawah ini.

Ukuran Rumah Type 36

Tahap awal melibatkan perhitungan dimensi rumah, yang mencakup panjang dan lebar rumah, overhang atau overstek, dan derajat kemiringan atap. Sebagai contoh, rumah tipe 36 umumnya memiliki panjang 6 meter, lebar 6 meter, overstek 1 meter, dan kemiringan atap sekitar 35 derajat. Dengan data tersebut, rumus perhitungannya dapat dijabarkan sebagai berikut.

  • Panjang bangunan : Panjang rumah + (2 x Panjang overstek) = 6 + (2 x 1) = 8 meter.
  • Lebar bangunan : Lebar rumah + (2 x Panjang overstek) = 6 + (2 x 1) = 6 meter.
  • Derajat kemiringan : Cos 35 = 0.819.
  • Volume Rangka Atap Baja Ringan

Setelah memperoleh data ukuran dari rumah tipe 36, langkah berikutnya adalah menghitung volume atap dengan menggunakan rumus berikut.

  • Volume : (Panjang rumah + Panjang overstek kedua sisi) x (Lebar rumah + Panjang overstek kedua sisi) / derajat kemiringan atap
  • Volume : (8 x 8) / 0,819 = 78 meter kubik (m3).

Jadi, hasil perhitungan di atas menunjukkan bahwa total volume atap baja ringan pada rumah tipe 36 adalah sekitar 78 meter kubik.

Baca Juga :   √ Apa Itu Water Heater? Pengertian, Fungsi dan Jenisnya

Kebutuhan material

Dalam konstruksi atap baja ringan, terdapat beberapa bahan seperti kaso dan reng. Kedua bahan ini memegang peran krusial dan karenanya perlu hadir dalam pembuatan rangka atap baja ringan. Dengan mengetahui kebutuhan akan kedua bahan tersebut, akan lebih mudah untuk memperkirakan biaya pembuatan rangka atap.

Jumlah Kaso

  • Kebutuhan kaso baja ringan : (Volume rangka atap x 4) / 6
  • Kebutuhan kaso baja ringan : (78 m3 x 4) / 6 = 52 batang

Jumlah Reng

  • Kebutuhan reng baja ringan : Jumlah kaso x 1.2
  • Kebutuhan reng baja ringan : 52 x 1.2 = 62 batang

Oleh karena itu, untuk atap rumah tipe 36 dengan panjang 6 meter dan lebar 6 meter, diperlukan sekitar 52 batang material kaso dan sekitar 62 batang reng.

Biaya Atap Baja Ringan

Tahap berikutnya yaitu menghitung kebutuhan total biaya atap baja ringan rumah type 36. Sebagai contoh HARGA BAJA RINGAN kaso ketebalan 0.70 mm sekitar Rp 75.000 per batang dan reng ketebalan 0.45 mm Rp 40.000, maka perhitungannya yaitu seperti di bawah ini.

  • Biaya baja ringan kaso : 52 x Rp 75.000 = Rp 3.900.000
  • Biaya baja ringan reng : 62 x Rp 40.000 = Rp 2.480.000

Dari perhitungan di atas, dapat disimpulkan bahwa total biaya untuk kebutuhan atap baja ringan pada rumah tipe 36 adalah Rp 3.900.000 + Rp 2.480.000 = Rp 6.380.000. Penting untuk diingat bahwa jumlah biaya ini belum mencakup ongkos tukang atau biaya pekerjaan untuk proses pemasangannya.

Tips Memilih Atap Baja Ringan

Di atas, kami telah menjelaskan secara rinci cara menghitung biaya kebutuhan atap baja ringan untuk rumah tipe 36. Untuk memastikan konstruksi hunian tersebut kuat dan tahan lama, berikut adalah beberapa tips dalam memilih atap baja ringan:

  1. Sesuaikan Rangka Baja Ringan dengan Model Atap Rumah:
    Pastikan rangka baja ringan yang dipilih sesuai dengan model atap rumah kalian. Setiap model atap memerlukan kekuatan dan penahan beban yang berbeda, jadi pilihlah rangka yang sesuai dengan desain atap yang diinginkan.
  2. Sesuaikan Rangka Baja Ringan dengan Jenis Penutup Atap:
    Rangka baja ringan harus disesuaikan dengan jenis penutup atap yang akan digunakan. Penutup atap yang berbeda memiliki berat dan karakteristik yang berbeda, oleh karena itu, penting untuk memilih rangka yang dapat mendukung jenis penutup atap yang dipilih.
  3. Pilih Material Baja Ringan Berkualitas:
    Pastikan untuk memilih material baja ringan berkualitas tinggi. Material yang berkualitas akan menjamin kekuatan dan ketahanan atap terhadap cuaca ekstrem dan beban yang mungkin terjadi.
  4. Perhatikan Sistem Penguat atau Pengunci Baja Ringan:
    Sistem penguat atau pengunci pada baja ringan memainkan peran kunci dalam menjaga kestabilan konstruksi. Pastikan bahwa sistem ini dirancang dan dipasang dengan baik untuk menjamin kekuatan struktural.
  5. Gunakan Material Baja Ringan Pre-fabrikasi:
    Material baja ringan yang sudah diproduksi secara pre-fabrikasi dapat memastikan keakuratan dimensi dan kualitas konstruksi. Ini juga dapat mempercepat proses pemasangan.
  6. Beli Material Baja Ringan dengan Dukungan Garansi:
    Pilihlah material baja ringan yang didukung oleh garansi. Garansi memberikan kepercayaan tambahan terhadap kualitas dan kinerja material yang dibeli.
Baca Juga :   Ukuran Baja Ringan Berdasarkan Jenisnya Paling Lengkap

Dengan memperhatikan tips-tips di atas, kalian dapat memastikan bahwa atap baja ringan yang dipilih tidak hanya memenuhi kebutuhan konstruksi, tetapi juga memberikan ketahanan dan daya tahan yang optimal.

BACA JUGA :

Penutup

Dalam merencanakan pembangunan rumah tipe 36, salah satu aspek yang perlu diperhitungkan secara cermat adalah biaya atap baja ringan.

Sebagai struktur penopang utama, atap baja ringan memainkan peran penting dalam kekokohan dan keamanan rumah. Dari perhitungan yang telah dijabarkan, dapat disimpulkan bahwa estimasi biaya atap baja ringan untuk rumah tipe 36 menjadi suatu pertimbangan yang krusial.

Dengan memahami dan menghitung biaya atap baja ringan rumah tipe 36 dengan seksama, kalian dapat mengambil keputusan yang terinformasi, sehingga proyek konstruksi rumah kalian berjalan dengan lancar dan memenuhi stkalianr kualitas yang diinginkan.

Demikianlah artikel finoo.id yang membahas tentang √ Biaya Atap Baja Ringan Rumah Type 36: Volume & Material. Semoga artikel kami dapat bermanfaat dan terimakasih telah membaca artikel kami.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *