Pengertian Mesin Bubut

√ Pengertian Mesin Bubut: Fungsi, Jenis, Prinsip Kerja dan Bagian

Posted on

Finoo.id – √ Pengertian Mesin Bubut: Fungsi, Jenis, Prinsip Kerja dan Bagian. Jika kita pernah mengikuti mata kuliah atau pelajaran tentang proses produksi, maka beberapa topik yang diajarkan berkaitan dengan mesin-mesin industri, seperti misalnya mesin bubut, mesin frais, mesin sekrap, mesin bor, dan lain sebagainya.

Kami tidak akan mencakup semuanya di sini karena akan terlalu panjang. Dalam artikel ini, kami akan fokus pada pembahasan mengenai mesin bubut, termasuk definisinya, cara kerjanya, komponen-komponen utamanya, teknik-teknik yang sering digunakan dalam proses bubut, dan aspek-aspek keselamatan yang perlu diperhatikan saat menggunakan mesin bubut.

Mari kita mulai…

Pengertian Mesin Bubut

Mesin bubut adalah perangkat mesin yang memiliki peran penting dalam proses manufaktur. Fungsinya adalah menghilangkan material yang tidak diinginkan dari benda kerja yang sedang berputar, menghasilkan serpihan-serpihan kecil yang disebut chips. Proses ini dilakukan dengan bantuan alat pemotong yang menembus benda kerja dan dapat digerakkan dengan presisi ke dalam benda kerja. Dalam dunia industri, mesin bubut dianggap sebagai salah satu peralatan mesin yang paling serbaguna dan sering digunakan secara luas di seluruh dunia.

Mesin bubut memiliki beberapa komponen utama, termasuk spindle yang berputar untuk memutar benda kerja, alat pemotong yang dipasang pada holder atau pahat, serta carriage yang memungkinkan pemotong bergerak secara horizontal. Selain itu, mesin bubut sering dilengkapi dengan berbagai fitur tambahan, seperti sistem pendingin untuk menghindari overheating alat pemotong dan perangkat pengaman untuk menjaga keamanan operator.

Proses bubut dapat dilakukan untuk berbagai jenis material, termasuk logam, plastik, dan bahkan kayu. Mesin bubut digunakan dalam pembuatan berbagai produk, mulai dari komponen mesin kecil hingga bagian-bagian besar pesawat terbang. Keunggulan mesin bubut terletak pada kemampuannya untuk menghasilkan komponen dengan presisi yang tinggi, baik dalam hal ukuran maupun bentuk.

Dengan kata lain, mesin bubut adalah salah satu pilar dalam industri manufaktur yang memungkinkan pembuatan produk yang presisi dan berkualitas tinggi. Hal ini menjadikan mesin bubut sangat penting dalam berbagai sektor industri dan menjadi alat yang tak tergantikan dalam proses produksi modern.

Fungsi Mesin Bubut

Fungsi utama dari mesin bubut adalah menghilangkan bahan logam dari sebuah benda kerja sehingga memberikan bentuk dan ukuran yang sesuai dengan yang diinginkan. Mesin bubut memiliki beragam fungsi yang sangat penting dalam berbagai sektor, termasuk:

  1. Pengerjaan Logam: Mesin bubut digunakan secara luas dalam industri pengerjaan logam untuk menciptakan komponen dengan presisi tinggi. Ini termasuk pembuatan komponen mesin, poros engkol di industri otomotif, dan berbagai bagian lainnya.
  2. Pemintalan Logam: Dalam proses ini, mesin bubut digunakan untuk membuat benang atau ulir pada benda kerja logam. Ini sangat penting dalam pembuatan sekrup, baut, dan alat-alat lain yang memerlukan ulir.
  3. Thermal Spraying: Mesin bubut juga digunakan dalam proses thermal spraying, di mana lapisan tipis material seperti logam atau keramik disemprotkan pada permukaan benda kerja untuk meningkatkan ketahanannya terhadap korosi atau aus.
  4. Pembubutan Kayu: Selain logam, mesin bubut juga digunakan untuk membubut kayu. Ini digunakan dalam pembuatan furnitur, perhiasan kayu, dan berbagai produk kayu lainnya.
  5. Pembubutan Kaca: Dalam industri kaca, mesin bubut digunakan untuk membentuk dan menghaluskan produk kaca seperti lensa, botol, dan barang-barang kaca lainnya.
  6. Pembentukan Ulir Sekrup: Mesin bubut digunakan untuk membuat ulir sekrup dengan presisi tinggi, yang diperlukan dalam berbagai aplikasi konstruksi dan perakitan.
  7. Pemulihan Suku Cadang: Mesin bubut sering digunakan untuk memperbaiki atau memulihkan suku cadang yang rusak atau aus, yang dapat menghemat biaya dalam penggantian suku cadang baru.

Selain sektor-sektor di atas, mesin bubut juga memiliki peran penting dalam berbagai bidang industri lainnya, termasuk tekstil, pembangkit energi, pertahanan, medis, industri plastik, kedirgantaraan, otomotif, dan banyak lagi. Keberagaman fungsi mesin bubut menjadikannya salah satu alat yang sangat vital dalam proses produksi di berbagai industri.

Baca Juga :   √ Mengenal Kunci Pas: Pengertian, Ukuran, dan Jenisnya

Prinsip Kerja Mesin Bubut

Mesin bubut beroperasi berdasarkan prinsip dasar yang melibatkan rotasi benda kerja dan kestabilan alat pemotong. Benda kerja yang akan dikerjakan ditempatkan di antara dua penyangga yang kokoh dan kuat yang dikenal sebagai pusat, chuck, atau pelat muka yang dapat berputar.

Dalam prosesnya, mesin bubut menghilangkan materi yang tidak diinginkan dari benda kerja yang berputar, menghasilkan serpihan-serpihan yang disebut chips. Alat pemotong, yang ditempatkan secara lateral pada benda kerja, dapat diumpankan ke dalam benda kerja, membentuk serpihan-serpihan ini.

Operasi pemotongan yang umum dilakukan melibatkan pemakaian pahat potong yang diumpankan secara sejajar atau pada sudut yang tepat terhadap sumbu benda kerja. Pahat potong juga dapat diatur pada sudut tertentu yang relatif terhadap sumbu benda kerja untuk menciptakan kemiringan dan sudut pemotongan yang diperlukan.

Secara sederhana, prinsip kerja mesin bubut adalah menghilangkan sebagian dari benda kerja untuk membentuk bentuk yang diinginkan, sementara benda kerja tersebut berputar dengan kecepatan tertentu. Proses ini dikendalikan melalui gerakan alat pemotong yang sejajar dengan sumbu rotasi benda kerja.

Bagian Bagian Utama Mesin Bubut

Secara umum, mesin bubut terdiri dari beberapa komponen utama yang memiliki peran kunci dalam prosesnya. Berikut adalah beberapa bagian utama dari mesin bubut:

1. Headstock / Kepala Tetap

Headstock adalah bagian yang mengatur transmisi gerakan dan mengontrol putaran yang diperlukan selama proses pembubutan. Fungsinya mencakup penempatan chuck dan spindle, pengaturan kecepatan putaran spindle, serta menyediakan tempat untuk gearbox dan elemen-elemen lainnya.

2. Tailstock / Kepala Lepas

Tailstock digunakan untuk menyangga benda kerja yang panjang, seperti saat menggunakan bor atau reamer. Ini juga digunakan dalam proses pembubutan tirus pada mesin bubut.

3. Toolpost / Tempat Pahat

Toolpost adalah tempat di mana pahat bubut ditempatkan dan dipasang. Ini merupakan tempat yang penting untuk menjaga pahat dengan aman dan presisi.

4. Spindle

Spindle adalah komponen yang digunakan untuk memasang benda kerja yang akan diolah. Terdapat dua jenis spindle, yakni spindle rahang tiga dan spindle rahang empat, yang digunakan sesuai kebutuhan.

5. Lead crew / Ulir Pembawa

Lead crew adalah poros berulir yang terletak di bawah tepian mesin dan sejajar dengan tepian tersebut. Ini menghubungkan kepala tetap dengan elemen-elemen lainnya dan memungkinkan pergerakan yang diatur. Lead crew ini dapat dibalik arah rotasinya dan digunakan sebagai panduan saat membuat benang.

6. Feedrod / Poros Penjalan

Feedrod berada di bawah ulir pengarah dan bertanggung jawab untuk mengirimkan daya dari gearbox cepat ke mekanisme geladak, memungkinkan pergerakan melintang atau membujur.

7. Carriage / Eretan

Carriage terdiri dari eretan, tempat pahat, dan apron. Eretan harus memiliki struktur yang kuat untuk menahan beban dan mengarahkan pahat potong. Dua cross slide di dalamnya berfungsi untuk mengarahkan pahat dalam arah yang berbeda. Spindle bagian atas mengendalikan pergerakan dudukan pahat, dan spindle atas digunakan untuk menggerakkan dudukan di sepanjang lkaliansan.

8. Bed / Alas Mesin

Alas mesin adalah kerangka utama mesin bubut yang menopang eretan atau carriage. Ini adalah fondasi yang memungkinkan eretan dan headstock untuk bergerak. Alas mesin sering memiliki alur berbentuk V, rata, atau datar.

9. Gear Box / Lemari Roda Gigi

Gear box atau lemari roda gigi berfungsi untuk mentransmisikan daya dari spindle ke sekrup utama dengan berbagai tingkat kecepatan yang berbeda.

10. Chuck

Chuck digunakan untuk menjepit benda kerja, terutama yang memiliki panjang pendek, diameter besar, atau bentuk tidak beraturan yang sulit dipasang di antara pusat. Chuck dapat dipasang pada mesin bubut dengan mengencangkan di ujung spindle.

Dengan kerjasama semua komponen ini, mesin bubut dapat melakukan proses pembubutan dengan presisi dan akurasi yang diperlukan untuk berbagai jenis pekerjaan dan bahan.

Jenis Jenis Mesin Bubut

Menurut Daryanto (1992), mesin bubut memiliki berbagai jenis yang berbeda, masing-masing dengan karakteristik dan kegunaan yang khusus. Berikut adalah beberapa jenis mesin bubut yang dapat diidentifikasi:

  1. Mesin Bubut Horisontal / Standar: Jenis mesin bubut yang paling umum, di mana benda kerja diputar secara horizontal. Mesin ini sering digunakan untuk pekerjaan pembubutan yang umum dan dapat menangani berbagai macam bahan.
  2. Mesin Bubut Senter: Mesin ini dirancang khusus untuk pekerjaan yang memerlukan kepresisian tinggi. Senter atau pusat yang terletak di antara ujung benda kerja membantu memastikan akurasi yang maksimal selama proses bubut.
  3. Mesin Bubut Tugas Berat: Jenis mesin bubut ini memiliki kapasitas dan daya tahan yang lebih besar daripada mesin stkalianr. Mereka cocok untuk pekerjaan yang melibatkan benda kerja yang lebih besar atau material yang lebih keras.
  4. Mesin Bubut Turet Horisontal Otomatis: Mesin ini dilengkapi dengan turret otomatis yang dapat mengganti alat pemotong dengan cepat. Hal ini memungkinkan proses bubut yang lebih efisien dan cepat.
  5. Mesin Bubut Turet Vertikal: Mesin ini memiliki turret yang bergerak secara vertikal, memungkinkan perubahan alat pemotong yang lebih fleksibel. Mesin ini sering digunakan dalam produksi massal untuk berbagai komponen.
  6. Mesin Bubut Kepala: Mesin ini memiliki kepala bubut yang dapat diposisikan dalam berbagai sudut, memungkinkan pengerjaan yang lebih kompleks dan berbagai bentuk yang berbeda pada benda kerja.
  7. Mesin Bubut Korsel: Mesin ini dirancang untuk menghasilkan ulir sekrup dengan presisi tinggi. Mereka sering digunakan dalam industri konstruksi dan manufaktur ulir yang akurat.
  8. Mesin Bubut Penyalin: Mesin ini digunakan untuk menghasilkan bentuk yang sama pada beberapa benda kerja. Mereka sering digunakan dalam produksi berulang dengan detail yang sama.
  9. Mesin Bubut Pencekam Vertikal Stasiun Majemuk: Mesin ini memiliki kemampuan menggantikan alat pemotong secara otomatis dan dapat mengatasi beberapa benda kerja sekaligus, meningkatkan produktivitas.
  10. Mesin Bubut Revolver / Pistol: Jenis mesin ini memiliki turret yang berputar dan berisi berbagai alat pemotong. Ini memungkinkan perubahan alat pemotong secara cepat dan efisien selama proses bubut.
  11. Mesin Bubut Otomat: Mesin ini dirancang untuk operasi otomatis dengan sedikit intervensi manusia. Mereka cocok untuk produksi besar dengan tingkat kecepatan yang tinggi.
Baca Juga :   √ Perlengkapan Mesin Bubut: Perkakas, Alat Ukur dan Fungsinya

Setiap jenis mesin bubut memiliki keunggulan dan aplikasi khususnya sendiri, yang memungkinkan produsen untuk memilih mesin yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka dalam berbagai proyek dan industri.

Alat Perlengkapan Mesin Bubut

1. Pahat Bubut

Pahat bubut berfungsi sebagai alat pemotong atau penyayat benda kerja. Pahat ini dijepit dan dipasang pada tool post. Penting untuk memasang pahat bubut pada tinggi senter yang sesuai, dan jenis pahat yang digunakan biasanya terbuat dari logam keras atau baja yang dipasangkan pada tangkainya.

2. Alat Pencekam Benda Kerja

Alat pencekam benda kerja memiliki peran sebagai penjepit berbagai jenis benda kerja, termasuk drive plat, plat pembawa rata, pencekam tiga rahang, dan pencekam empat rahang. Ini memungkinkan benda kerja untuk dipegang dengan aman selama proses bubut.

3. Senter

Senter berfungsi untuk menjepit titik tertentu pada poros benda kerja, biasanya pada kedua ujung benda kerja. Kedua ujung benda kerja tersebut akan sedikit dibor untuk menempatkan ujung senter. Prinsip ini memungkinkan mesin bubut untuk melakukan proses pembubutan dengan bentuk yang tirus atau lurus.

4. Eretan

Eretan dipasang bersama-sama dengan plat pembawa dengan tujuan membawa benda kerja agar dapat berputar seiring dengan sumbu mesin. Ini sangat penting untuk menjaga stabilitas benda kerja selama proses pembubutan.

5. Penyangga

Penyangga memiliki peran penting dalam pembubutan batang bulat yang panjang. Fungsi utamanya adalah untuk menyangga benda kerja sehingga tidak melengkung ke bawah, sehingga tetap menjaga ke lurusan sejajar dengan sumbu mesin.

6. Kartel

Kartel adalah alat yang digunakan untuk membuat lekukan-lekukan kecil pada benda kerja. Ini membantu mencegah benda kerja agar tidak licin saat dipegang dengan tangan, sehingga memudahkan penanganan dan pengerjaan lebih lanjut.

Semua komponen ini memiliki peran yang krusial dalam mesin bubut, memastikan bahwa proses pembubutan dapat dilakukan dengan akurat dan aman.

Macam macam Pekerjaan Mesin Bubut

Berikut adalah berbagai jenis pekerjaan yang dapat dilakukan dengan mesin bubut:

  1. Pembubutan Lurus: Proses pembubutan untuk menghasilkan permukaan yang datar dan lurus pada benda kerja.
  2. Pembubutan Tirus: Proses pembubutan yang menghasilkan bentuk tirus atau meruncing pada benda kerja.
  3. Pembubutan Eksentris: Proses pembubutan yang menghasilkan bentuk eksentris atau tidak sejajar dengan sumbu benda kerja.
  4. Pembubutan Alur: Proses pembubutan yang menciptakan alur atau grooving pada benda kerja.
  5. Pemotongan Benda Kerja: Proses pemotongan material yang tidak diinginkan dari benda kerja untuk membentuk bentuk atau ukuran yang diinginkan.
  6. Pengeboran Pada Mesin Bubut: Penggunaan mesin bubut untuk melakukan operasi pengeboran pada benda kerja.
  7. Pembubutan Dalam: Proses pembubutan yang berfokus pada pengerjaan permukaan dalam benda kerja.
  8. Pembubutan Profil: Proses pembubutan yang bertujuan untuk menciptakan profil khusus atau bentuk yang rumit pada benda kerja.
  9. Mengkartel: Proses penggunaan kartel atau alat khusus untuk membuat lekukan-lekukan kecil pada benda kerja.
  10. Pembubutan Ulir Sekrup: Proses pembubutan yang menghasilkan ulir atau sekerup pada benda kerja, yang umumnya digunakan dalam konstruksi dan perakitan.
Baca Juga :   √ Apa Itu Fastener? Fungsi, Jenis, dan Cara Memilihnya

Setiap jenis pekerjaan mesin bubut memiliki kegunaan dan aplikasi yang berbeda, dan mesin bubut memungkinkan produsen untuk menciptakan berbagai bentuk, ukuran, dan detail pada benda kerja sesuai dengan kebutuhan spesifik.

Produk Hasil dari Mesin Bubut

Mesin bubut memiliki kemampuan untuk menghasilkan beragam produk, termasuk namun tidak terbatas pada:

  1. Mur dan Baut: Untuk berbagai aplikasi konstruksi dan perakitan.
  2. Piston: Komponen kunci dalam mesin pembakaran dalam.
  3. Ram: Digunakan dalam berbagai mesin dan peralatan industri.
  4. Suku Cadang Pompa: Untuk menjaga kinerja pompa yang efisien.
  5. Suku Cadang Motor Listrik: Memastikan fungsi optimal motor listrik.
  6. Selongsong: Untuk berbagai keperluan mekanis.
  7. Suku Cadang Pesawat Terbang: Bagian penting dalam industri penerbangan.
  8. Laras Senapan: Untuk senjata api dan olahraga menembak.
  9. Tempat Lilin: Untuk keperluan hiasan dan penggunaan lainnya.
  10. Suku Cadang Kereta Api: Dalam industri transportasi kereta api.
  11. Tongkat Biliar: Untuk permainan biliar dan snooker.
  12. Mangkuk Kayu: Digunakan sebagai wadah atau hiasan.
  13. Pemukul Bisbol: Untuk olahraga bisbol.
  14. Poros Engkol: Komponen penting dalam mesin pembakaran dalam dan kendaraan.
  15. Dan banyak produk lainnya: Terdapat berbagai komponen dan barang lain yang dapat diproduksi dengan mesin bubut sesuai dengan kebutuhan dan spesifikasi.

Dengan kemampuannya yang serbaguna, mesin bubut memiliki peran yang penting dalam berbagai industri dan aplikasi yang beragam, membantu menciptakan produk-produk berkualitas tinggi dengan presisi yang tinggi.

Kelebihan dan Kekurangan Mesin Bubut

Kelebihan

Kelebihan Mesin Bubut:

  1. Produk Berkualitas Tinggi: Mesin bubut adalah alat produksi berkualitas tinggi yang mampu menghasilkan produk akhir dengan tingkat akurasi dan kualitas yang tinggi.
  2. Kecepatan Tinggi: Proses pembubutan pada mesin bubut dapat dilakukan dengan kecepatan yang sangat tinggi, terutama pada mesin bubut otomatis dan CNC (Computer Numerical Control).
  3. Efisiensi Waktu: Penggunaan mesin bubut yang cepat dan presisi tinggi dapat menghemat waktu produksi secara signifikan. Ini berarti produksi yang lebih cepat dan pemenuhan pesanan yang lebih efisien.
  4. Penghematan Biaya: Penggunaan mesin bubut dapat mengurangi biaya pemesinan secara keseluruhan. Mesin ini membutuhkan lebih sedikit tenaga kerja manusia, mengurangi biaya tenaga kerja, dan juga menghindari kesalahan manusia yang dapat mempengaruhi kualitas produk.
  5. Dengan keunggulan-keunggulan ini, mesin bubut telah menjadi komponen integral dalam berbagai industri dan membantu perusahaan meningkatkan efisiensi, kualitas, dan produktivitas dalam proses produksi mereka.

Kekurangan

Mesin Bubut juga memiliki beberapa kekurangan, termasuk:

  1. Biaya Awal yang Tinggi: Investasi awal dalam mesin bubut bisa sangat mahal. Hal ini dapat menjadi hambatan bagi bisnis kecil yang mungkin sulit untuk mengalokasikan dana besar untuk mesin ini.
  2. Keterampilan Operator yang Tinggi: Untuk mengoperasikan mesin bubut dengan efektif, diperlukan pekerja yang sangat terampil. Persiapan pengoperasian awal memerlukan pengetahuan dan keterampilan yang mendalam dalam pengaturan dan penggunaan mesin.
  3. Tidak Cocok untuk Produksi Kecil: Mesin CNC, yang sering digunakan dalam proses produksi dengan mesin bubut, mungkin tidak efisien untuk produksi dalam skala kecil. Pengaturan awal yang rumit dan waktu yang dibutuhkan untuk menyiapkan mesin dapat membuatnya tidak praktis untuk produksi yang terbatas dalam jumlah kecil.

Baca Juga :

Penutup

Dalam kesimpulan artikel finoo.id ini, pengertian mesin bubut tak sekadar berkisar pada perangkat mekanik yang memutar benda kerja dan membentuknya sesuai keinginan.

Lebih dari itu, mesin bubut adalah representasi dari kemajuan teknologi industri yang memfasilitasi proses produksi menjadi lebih efisien dan presisi.

Mengenal dan memahami mesin bubut dengan baik bukan hanya penting bagi para praktisi di bidang manufaktur, namun juga bagi siapa saja yang ingin mengapresiasi perjalanan evolusi teknologi dalam dunia industri.

Seiring dengan perkembangan zaman, mesin bubut terus mengalami inovasi, mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pilar utama dalam dunia manufaktur modern.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *