Pengertian Neraca Analitik

Pengertian Neraca Analitik: Fungsi dan Cara Kerjanya

Posted on

Finoo.id – Pengertian Neraca Analitik: Fungsi dan Cara Kerjanya. Timbangan analitik merupakan perangkat laboratorium yang dipergunakan guna menghitung atau menilai bobot zat cair dan padat dengan akurasi yang sangat tinggi. Alat ini umumnya digunakan luas dalam berbagai laboratorium. Bagi individu yang beraktivitas di lingkungan laboratorium, memahami makna dan peran timbangan analitik sangatlah penting.

Peranti-peranti laboratorium untuk mengukur bobot materi ini sangatlah mudah ditemui di lingkungan laboratorium, lantaran memiliki peran dan manfaat yang amat esensial. Buat mereka yang ingin mengetahui lebih mendalam mengenai konsep timbangan analitik dan seluruh fiturnya, bisa merujuk kepada artikel berikut ini:

Pengertian Neraca Analitik

Timbangan analitik adalah perangkat pengukur presisi yang digunakan untuk menilai massa benda padat, cair, serbuk, dan zat berbutir. Timbangan analitik dibuat khusus untuk mengukur massa yang sangat kecil, mulai dari sekitar 320 g hingga kurang dari satu miligram.

Timbangan analitik dilengkapi dengan perisai pelindung atau ruang penimbangan guna menghindari pengaruh udara terhadap sampel yang sangat kecil.

Perangkat ini didesain untuk mendeteksi perubahan yang amat halus, sehingga getaran sekecil apa pun atau hembusan angin ringan bisa berdampak pada hasil pengukuran.

Mengingat hal tersebut, timbangan analitik sebaiknya digunakan di lingkungan khusus yang meminimalkan gangguan seminimal mungkin. Selain itu, pemantauan yang teliti serta kalibrasi yang rutin diperlukan untuk memastikan kinerja yang optimal.

Fungsi Neraca Analitik

Timbangan analitik memiliki peran sebagai perangkat pengukur massa dengan tingkat presisi yang tinggi, yang umumnya digunakan dalam beragam sektor industri.

Timbangan ini hadir dalam berbagai variasi bentuk dan dimensi, serta memiliki kemampuan untuk menampilkan hasil dalam berbagai unit pengukuran, sehingga cocok untuk berbagai aplikasi di berbagai industri.

Salah satu contoh penerapan timbangan analitik adalah dalam sektor farmasi, industri makanan dan minuman, produksi plastik, manufaktur kimia, pengendalian kualitas, laboratorium kalibrasi, dan berbagai bidang lainnya.

Jenis Neraca Analitik

1. Neraca Analitik Analog

Jenis timbangan analitik ini masih mengkalianlkan operasi manual. Pengoperasian dilakukan dengan menggeser penggeser.

Untuk membaca massa zat dengan skala analisis analog, diperlukan pergerakan slider yang tepat.

2. Neraca Analitik Digital

Beda dengan neraca analitik analog, neraca analitik digital sangat sederhana dalam penggunaannya. Untuk mengukur massa suatu zat, tinggal meletakkan zat yang hendak diukur di dalam wadah khusus yang disebut Dampak Keseimbangan.

Karena kemudahannya, neraca analitik digital populer di kalangan teknisi dan peneliti laboratorium, memungkinkan kerja yang lebih praktis dan efisien.

Baca Juga :   √ Apa Itu Earth Tester? Fungsi, Komponen dan Cara Kerjanya

Bagian Bagian Neraca Analitik

Berikut adalah penjelasan lebih lanjut mengenai bagian-bagian dari neraca analitik:

  1. Draft Shield (Perisai Pelindung): Draft Shield adalah bagian yang berfungsi sebagai pelindung dari arus udara atau gangguan luar yang dapat memengaruhi akurasi pengukuran. Perisai ini berbentuk transparan dengan pintu masuk yang dapat dibuka saat memasukkan atau mengambil sampel.
  2. Indikator Level (Penunjuk Level): Indikator level biasanya berupa penunjuk visual atau cairan yang membantu memastikan bahwa neraca diletakkan pada permukaan yang datar dan sejajar. Ini sangat penting untuk memastikan hasil pengukuran yang akurat.
  3. Kaki Penyesuaian Level (Kaki Penyesuaian Level): Kaki penyesuaian level adalah bagian yang dapat diatur untuk memastikan bahwa neraca diletakkan pada posisi yang benar dan sejajar. Ini membantu dalam menghindari gangguan yang dapat memengaruhi hasil pengukuran.
  4. Tombol Daya (Power Button): Tombol daya digunakan untuk menghidupkan atau mematikan neraca analitik. Ini adalah bagian penting dalam mengendalikan operasi neraca.
  5. Tombol Tara (Tare Button): Tombol tara memungkinkan kalian untuk mengatur tara atau mengembalikan skala ke titik nol, terlepas dari benda apa pun yang ada di atas Balance Pan. Ini bermanfaat saat ingin mengukur hanya selisih bobot dari sampel yang ditempatkan di atas wadah tertentu.
  6. Balance Pan (Dampak Keseimbangan): Balance Pan adalah wadah tempat kalian meletakkan sampel yang akan diukur. Wadah ini harus bersih dan bebas dari debu atau zat asing yang dapat memengaruhi hasil pengukuran.
  7. Pengambilan Pintu (Door Handle): Pegangan pintu adalah bagian yang memungkinkan kalian membuka dan menutup pintu perisai pelindung (Draft Shield) dengan mudah saat memasukkan atau mengambil sampel.

Prinsip Kerja Neraca Analitik

Kini kita akan menggali lebih dalam tentang cara kerja neraca analitik setelah memahami fungsi dan komponennya.

Proses kerja dimulai dengan meletakkan benda di atas piringan timbangan, di mana massa benda tersebar secara merata di seluruh permukaan piringan timbangan.

Gaya beban dari benda tersebut lalu diteruskan ke sel beban neraca. Penambahan massa benda menyebabkan sel beban membungkuk ke bawah.

Selain itu, gaya beban ini juga menyebabkan perubahan bentuk pada strain gauge, yang terdiri dari jalur logam atau pola logam yang terhubung ke sirkuit elektronik. Ketika jalur logam ini mengalami tegangan, sirkuit elektronik akan mengalami perubahan dimensi.

Strain gauge kemudian mengubah perubahan dimensi tersebut menjadi sinyal listrik. Ketika sel beban membungkuk, juga terdapat perubahan dalam hambatan listrik. Hal ini menghasilkan sinyal listrik selama proses penimbangan.

Sinyal listrik yang dihasilkan kemudian dikirim melalui transduser, melalui mikrochip, yang menerjemahkan data dari skala, dan angka massa objek ditampilkan pada layar panel skala. Inilah dasar prinsip kerja dari neraca analitik digital.

Cara Menggunakan Neraca Analitik

Langkah awal yang perlu dilakukan adalah menyiapkan neraca untuk melakukan penimbangan pada sampel yang akan diukur. Pastikan sampel tersusun rata dan kemudian timbanglah. Perhatikan apakah gelembung penunjuk level berada di tengah area lantai tempat neraca ditempatkan, atau sesuaikan posisinya dengan memutar sekrup penyetel pada bagian bawah neraca. Selanjutnya, tutuplah pintu ruang penimbangan dan tekan tombol pengatur beberapa kali hingga serangkaian angka nol ditampilkan pada layar.

Baca Juga :   √ Apa Itu Cable Detector? Manfaat dan Panduan Penggunaanya

Untuk menimbang benda padat, kalian dapat meletakkannya langsung di atas neraca dengan membuka pintu ruang penimbangan dan menempatkan benda di atas Balance Pan. Setelah itu, tampilan berat akan muncul saat kalian menutup pintu ruang penimbangan.

Apabila kalian hendak menimbang cairan, bubuk, atau zat berbutir, gunakan wadah yang sesuai. Tempatkan wadah tersebut di atas Balance Pan dan pusatkan neraca. Secara hati-hati tambahkan sampel ke dalam wadah (baik dengan menaruhnya langsung atau dengan mengeluarkan wadah tersebut, pastikan tidak ada sentuhan pada bilah pengendali), lalu tutuplah pintu ruang penimbangan dan periksa tampilan berat yang ditampilkan.

Jika terjadi tumpahan bahan kimia di atas neraca, pastikan untuk membersihkannya secara menyeluruh. Setelah kalian selesai melakukan penimbangan untuk hari tersebut, matikan neraca dengan mengangkat perlahan bilah pengendali.

Cara Kalibrasi Neraca Analitik

Berikut ini adalah langkah-langkah dasar dalam menggunakan neraca analitik. Sebelum memulai penggunaan timbangan, disarankan untuk melakukan kalibrasi dengan menggunakan timbangan kontrol.

  1. Lakukan pengecekan terhadap keseimbangan neraca dengan memperhatikan penunjuk level. Jika gelembung tidak berada di tengah, lakukan penyesuaian dengan memutar kaki penyesuaian hingga gelembung berada di posisi tengah dalam lingkaran indikator.
  2. Pastikan bahwa timbangan dalam kondisi hidup dan pintu penutup tertutup. Tekan tombol “Tare” dan tunggu selama 5-10 detik hingga tkalian “*” atau simbol serupa muncul di sudut kiri atas atau kanan layar, dan nilai massa ditampilkan sebagai 0,0000 g.
  3. Buka pintu timbangan dan letakkan wadah yang akan digunakan di tengah Balance Pan (sebaiknya dengan menggunakan pinset atau alat serupa).
  4. Tutup pintu timbangan dan tunggu hingga tampilan digital menunjukkan nilai yang stabil dengan tkalian “*”.
  5. Jika kalian tidak ingin memasukkan massa dari wadah dalam pengukuran kalian, tekan tombol “TARE” untuk mengatur ulang massa ke nilai nol.
  6. Keluarkan wadah dari timbangan dan tambahkan zat yang hendak ditimbang. Pastikan untuk tidak meletakkan zat secara langsung ke dalam Balance Pan, karena hal ini dapat mengkontaminasi timbangan.
  7. Tempatkan kembali wadah pada timbangan dan tunggu selama 5-10 detik (proses ini bisa memakan waktu hingga satu menit) agar nilai massa yang terukur menjadi stabil.
  8. Jika pembacaan massa terus berubah-ubah atau tidak stabil, hal ini mungkin disebabkan oleh listrik statis atau masalah lainnya.

Faktor Yang Mempengaruhi Neraca Analitik

Akurasi dan ketelitian neraca analitik perlu diawasi dan diperiksa secara berkala. Berbagai faktor mempengaruhi performa neraca analitik:

Baca Juga :   Pengertian Meteran Gulung: Fungsi, Jenis dan Ketelitianya

  1. Percepatan Gravitasi: Perbedaan percepatan gravitasi di berbagai lokasi di dunia bisa memerlukan penyesuaian pada skala kalibrasi.
  2. Suhu: Neraca membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan perubahan suhu di laboratorium. Objek yang panas atau dingin dapat menciptakan aliran konveksi udara, yang pada gilirannya memengaruhi fluktuasi massa yang diukur. Oleh karena itu, penting untuk memastikan bahwa skala dan objek yang ditimbang memiliki suhu yang sama.
  3. Kelembaban: Objek atau materi yang menyerap kelembaban bisa tampak memiliki berat yang berubah. Hal ini sering terjadi dengan objek yang baru saja diambil dari desikator. Beberapa bahan juga bisa menguap atau mengalami sublimasi selama proses pengukuran.
  4. Arus Udara: Gerakan udara di atas Balance Pan di dalam laboratorium dapat menyebabkan fluktuasi dalam pengukuran. Penggunaan perisai angin bisa mengurangi efek ini, tetapi diperlukan waktu untuk udara di dalam perisai angin menjadi stabil setelah pintu ditutup. Perubahan suhu udara di dalam perisai angin juga dapat menyebabkan pergerakan udara. Fluktuasi ini mungkin disebabkan oleh perbedaan suhu massa, pergerakan tangan, dan faktor lainnya.
  5. Listrik Statis: Ini bisa menjadi salah satu faktor utama yang mempengaruhi penggunaan timbangan. Jika nilai berat yang ditampilkan tidak stabil dan bergerak naik-turun, kemungkinan besar ada masalah listrik statis. Medan listrik statis dapat mengganggu keseimbangan medan elektromagnetik di timbangan.

Baca Juga :

Penutup

Dalam merangkum, pengertian neraca analitik tidak hanya penting bagi perusahaan besar tetapi juga esensial bagi bisnis skala kecil dan menengah. Neraca analitik memberikan gambaran komprehensif tentang kondisi keuangan sebuah entitas, memungkinkan pemangku kepentingan untuk membuat keputusan yang lebih tepat dan strategis.

Lebih dari sekedar kolom angka, neraca analitik adalah alat analisis yang dapat dikalianlkan untuk menilai kinerja, mengidentifikasi potensi masalah, serta memetakan rencana masa depan.

Dengan memahami setiap elemen yang terkandung dalam neraca analitik, perusahaan memiliki kesempatan lebih baik untuk tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan.

Oleh karena itu, investasi waktu dan sumber daya dalam memahami dan menerapkan neraca analitik adalah langkah bijaksana yang akan memberikan imbalan dalam jangka panjang.

Demikianlah artikel finoo.id yang membahas tentang Pengertian Neraca Analitik: Fungsi dan Cara Kerjanya. Semoga artikel kami dapat bermanfaat dan terimakasih telah membaca artikel kami.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *