Urutan Daya Listrik PLN

Urutan Daya Listrik PLN Paling Teopat Sesuai Kebutuhan

Posted on

Finoo.id – Urutan Daya Listrik PLN Paling Teopat Sesuai Kebutuhan. Ikuti dengan seksama panduan yang mendalam kami tentang ‘Pemahaman Lengkap Daftar Urutan Daya Listrik PLN’ agar kalian dapat dengan lebih baik memahami, membandingkan, dan memilih opsi daya listrik yang sesuai dengan kebutuhan kalian. Pelajari lebih lanjut tentang PLN dan beragam opsi daya listrik yang tersedia di sini.

Saat berbicara tentang listrik, seringkali kita terjebak dalam berbagai istilah teknis dan detail yang bisa membingungkan.

Terutama ketika kita membahas Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan daftar opsi daya listrik yang mereka tawarkan. Nah, kami hadir di sini untuk memberikan bantuan. Panduan ini dirancang khusus untuk membantu kalian memahami ‘Daftar Urutan Daya Listrik PLN secara Komprehensif’.

Sebelum kita melanjutkan, mari kita pahami apa yang dimaksud dengan Daftar Urutan Daya Listrik PLN sebenarnya. Ini adalah daftar yang menjelaskan berbagai opsi daya listrik yang ditawarkan oleh PLN.

Mulai dari 450 VA hingga 6600 VA, ada banyak pilihan yang bisa kalian pertimbangkan. Namun, penting juga untuk memahami arti dari istilah-istilah ini. Jadi, mari kita mulai dengan dasar-dasarnya.

Pengertian Daya Listrik

Daya listrik merupakan besaran yang menunjukkan sejumlah energi listrik yang digunakan oleh suatu sirkuit dalam setiap satuan waktu.

Semakin besar daya listrik yang digunakan oleh suatu sirkuit, semakin banyak pula energi listrik yang diserap oleh sirkuit tersebut. Sebagai contoh, jika daya listrik yang digunakan di rumah kalian adalah sebesar 900 watt, dan kalian membeli sebuah kompor induksi yang memiliki daya 1.300 watt.

Apa yang terjadi? Tentu saja, kompor induksi tersebut tidak akan berfungsi dan listrik di rumah kalian akan mati, karena energi listrik yang diperlukan oleh kompor induksi melebihi energi listrik yang tersedia di rumah kalian.

Urutan Daya Listrik

PLN memiliki beragam kapasitas yang digunakan dalam penyediaan listrik. Biasanya, kapasitasnya berkisar antara 3 kV hingga 24 kV. Namun, PLN juga memiliki empat stkalianr daya yang berbeda yang diberikan kepada konsumennya. Terkait dengan daftar urutan daya listrik PLN, ini akan dijelaskan lebih lanjut di bawah ini:

Baca Juga :   Pengertian Stavolt: Fungsi dan Cara Kerjanya Lengkap

1. Kebutuhan Rumah Tangga

PLN mengoperasikan gardu induk (GI) industri utama yang bertugas menyuplai listrik melalui dua jalur yang berbeda. Perbedaan dalam jalur tersebut didasarkan pada tingkat pemakaian listrik oleh masing-masing konsumen. Khusus untuk kebutuhan rumah tangga, PLN akan mengalirkan listrik melalui Jaringan Tegangan Menengah dengan tegangan 20 kV.

Pengaliran ini dilakukan melalui Gardu Distribusi Sekunder yang terletak di berbagai lokasi. Dalam rangka memenuhi kebutuhan listrik rumah tangga, PLN menyediakan berbagai pilihan daya, antara lain:

  • 900 volt ampere.
  • 1300 volt ampere.
  • 2200 volt ampere.
  • 3500 volt ampere.
  • 4400 volt ampere.
  • 5500 volt ampere.
  • 7700 volt ampere.
  • 11.000 volt ampere.

2. Kebutuhan Perkantoran

Besar daya listrik yang digunakan di lingkungan perkantoran tentu berbeda dengan yang digunakan di rumah tangga. Karena aktivitas dan peralatannya lebih beragam, konsumsi energinya jauh lebih tinggi. PLN menyediakan berbagai opsi daya untuk kebutuhan konsumsi listrik di perkantoran, termasuk:

  • 13.900 volt ampere.
  • 17.600 volt ampere.
  • 22.000 volt ampere.

3. Kebutuhan Industri Kecil

Urutan selanjutnya mengacu pada kebutuhan listrik yang digunakan dalam lingkungan industri kecil. Jika kalian memiliki usaha kecil, sebaiknya kalian memilih daya yang akan dijelaskan di bawah ini, karena jika kalian masih menggunakan daya rumah tangga, tarifnya akan berbeda. Berikut ini adalah pilihan daya listrik yang biasanya digunakan:

  • 3.900 volt ampere.
  • 6.600 volt ampere.
  • 10.600 volt ampere.
  • 13.200 volt ampere.
  • 16.500 volt ampere.
  • 23.000 volt ampere.
  • 33.000 volt ampere.
  • 41.500 volt ampere.

4. Kebutuhan Industri Menengah

Untuk bisnis yang mengalami perkembangan dan membutuhkan daya listrik lebih besar, PLN akan menyediakan pasokan listrik yang sesuai dengan kebutuhan konsumennya. Berikut adalah opsi daya listrik yang tersedia untuk industri menengah:

  • 53.000 volt ampere.
  • 66.000 volt ampere.
  • 82.500 volt ampere.
  • 105.000 volt ampere.
  • 131.000 volt ampere.
  • 147.000 volt ampere.
  • 164.000 volt ampere.
  • 197.000 volt ampere.
  • 233.000 volt ampere.
  • 279.000 volt ampere.
  • 329.000 volt ampere.
  • 414.000 volt ampere.
  • 526.000 volt ampere.
  • 630.000 volt ampere.

5. Kebutuhan Konsumen Besar

Untuk memenuhi kebutuhan konsumen besar, PLN menyediakan pasokan listrik melalui jalur yang berbeda, yaitu melalui Jaringan Tegangan Menengah sebesar 20 kV/24 kV. Kemudian, listrik akan disalurkan ke masing-masing konsumen melalui Gardu Induk yang khusus untuk penggunaan mereka sendiri. Umumnya, konsumen besar menggunakan transformator tiga fasa dengan berbagai opsi daya berikut:

Baca Juga :   √ Penyebab MCB On Tapi Listrik Mati Serta Cara Mengatasinya

  • 20 kilo volt ampere.
  • 50 kilo volt ampere.
  • 100 kilo volt ampere.
  • 160 kilo volt ampere.
  • 200 kilo volt ampere.
  • 400 kilo volt ampere.
  • 500 kilo volt ampere.
  • 630 kilo volt ampere.
  • 1000 kilo volt ampere.
  • 1250 kilo volt ampere.
  • 1500 kilo volt ampere.
  • 1750 kilo volt ampere.
  • 2000 kilo volt ampere.
  • 2500 kilo volt ampere.
  • 3150 kilo volt ampere.

Golongan Tarif Listrik

Dengan menggunakan urutan daya listrik PLN yang telah disebutkan di atas, kita dapat mengkategorikan penggunaan listrik berdasarkan golongan dan tarifnya. Setiap golongan memiliki kebutuhan daya yang berbeda. Berikut adalah rincian golongan tersebut sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam undang-undang:

  1. R-1 untuk rumah tangga kecil: 900 VA (Tarif Rp1.352/kWh).
  2. R-1 untuk rumah tangga kecil: 1300-2200 VA (Tarif Rp1.467,28/kWh).
  3. R-2 untuk rumah tangga menengah: 3500-5500 VA (Tarif Rp1.467,28/kWh).
  4. R-3 untuk rumah tangga besar: 6600 VA (Tarif Rp1.467,28/kWh).
  5. B-2 untuk bisnis menengah: 200 kVA (Tarif Rp1.444,70/kWh).
  6. B-3 untuk bisnis besar: 200 kVA (Tarif Rp1.444,70/kWh).
  7. I-3 untuk industri menengah: lebih dari 200 kVA (Tarif Rp1.114,74/kWh).
  8. I-4 untuk industri besar: lebih dari 30.000 kVA (Biaya per kWh Rp996,74/kWh).
  9. P-1 untuk kantor pemerintah sedang: 6.600 VA-200 kVA (Tarif per kWh Rp1.444,70/kWh).
  10. P-2 untuk kantor pemerintah besar: lebih dari 200 kVA (Biaya per kWh Rp1.444,70/kWh).

Manfaat Mengetahui Urutan Daya Listrik

Mungkin bagi sebagian orang, mengetahui urutan daya listrik PLN bukanlah hal yang dianggap penting. Namun, sebenarnya terdapat berbagai manfaat signifikan yang akan diperoleh oleh konsumen dengan memahami urutan daya listrik PLN ini. Berikut ini adalah penjelasan lebih lanjut mengenai manfaatnya:

1. Menentukan Daya yang Tepat

Melalui daftar urutan daya listrik PLN, konsumen memiliki kemampuan untuk menentukan besar daya yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Misalnya, jika sebuah rumah tangga ingin mengubah penggunaannya menjadi kawasan industri kecil, mereka perlu menambah daya listrik. Dengan informasi ini, konsumen dapat mengambil langkah-langkah seperti mengunjungi kantor PLN atau mendaftar secara online untuk mengatur daya sesuai kebutuhan baru mereka.

Baca Juga :   √ Syarat Tambah Daya Listrik UMKM Terbaru dan Paling Tepat

2. Membatasi Penggunaan Alat Elektronik

Setiap peralatan elektronik memiliki kebutuhan tegangan yang berbeda. Dengan mengetahui daya yang digunakan di rumah, konsumen dapat memperkirakan seberapa banyak alat elektronik yang dapat digunakan secara bersamaan. Jika penggunaan alat-alat tersebut melebihi kapasitas daya, konsumen dapat melakukan pembatasan atau mengatur prioritas penggunaannya.

3. Memprediksi Tarif Listrik

Tarif listrik yang diterapkan untuk rumah tangga dan kawasan industri biasanya berbeda. Dengan mengetahui urutan daya listrik dan tarif per kWh yang berlaku, konsumen dapat melakukan perhitungan sendiri. Hal ini memungkinkan mereka untuk merencanakan dan memprediksi biaya listrik setiap bulan berdasarkan penggunaan mereka.

4. Menghemat Energi Listrik

Setelah memahami daya listrik yang digunakan dan mengenali tarifnya, konsumen dapat lebih berhemat dalam penggunaan energi. Mereka dapat menghindari menggunakan alat-alat yang memerlukan daya listrik melebihi kapasitas yang tersedia. Selain itu, peralatan yang tidak sedang digunakan dapat dimatikan atau dikurangi penggunaannya, membantu menghemat listrik dan uang.

Dengan demikian, urutan daya listrik PLN untuk berbagai kebutuhan tersebut sangat penting. Daftar ini membantu konsumen untuk menentukan daya yang sesuai dengan kebutuhan mereka, memprediksi tarif listrik, dan mengambil langkah-langkah berhemat dalam penggunaan listrik. Semua ini akan membantu dalam mengelola dan mengontrol pengeluaran listrik setiap bulan.

Baca Juga :

Penutup

Sebagai penutup, urutan daya listrik PLN memegang peranan penting dalam menjamin kestabilan pasokan listrik bagi masyarakat.

Mengenal dan memahami urutan ini bukan hanya penting bagi pelanggan, namun juga bagi pihak PLN agar pelayanan dapat dioptimalkan.

Dengan bekerja sama dan saling memahami, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih baik dengan pasokan listrik yang stabil dan efisien.

Semoga artikel finoo.id ini dapat bermanfaat dan menjadi panduan bagi kita semua dalam memahami dunia kelistrikan nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *