Pengertian Kapasitor Elektrolit

Pengertian Kapasitor Elektrolit, Fungsi dan Cara Kerjanya

Posted on

Finoo.id – Pengertian Kapasitor Elektrolit, Fungsi dan Cara Kerjanya. Kapasitor elektrolit memiliki peran yang sangat penting dalam sebuah rangkaian elektronik. Jenis kapasitor ini sering disebut dengan istilah elko, yang singkatan dari elektrolit kondensator. Fungsinya utama adalah sebagai media penyimpanan arus listrik dalam jangka waktu tertentu.

Biasanya, kapasitor elektrolit digunakan dalam berbagai perangkat elektronik. Beberapa contoh yang umum adalah relay, sumber daya listrik, ponsel, dan servos.

Namun, kali ini kita tidak hanya akan membahas secara umum tentang apa itu kapasitor elektrolit dan fungsinya. Kita akan mengenal lebih detail karakteristik dan cara kerja dari kapasitor elektrolit melalui pembahasan berikut ini.

Pengertian Kapasitor Elektrolit

Kapasitor elektrolit merupakan salah satu jenis komponen elektronik pasif. Kapasitor ini juga sering disebut elco (electrolit condensator).

Diberi nama “elektrolit” karena kapasitor ini menggunakan bahan dielektrik berupa cairan ionik yang bersifat konduktif.

Kapasitor elektrolit biasanya memiliki konstruksi berupa tabung yang berfungsi sebagai wadah untuk menyimpan lapisan elektrolitnya.

Dalam konstruksi ini, terdapat dua kaki terminal logam yang berfungsi sebagai elektroda. Kedua kaki terminal tersebut dipisahkan oleh lapisan elektrolit teroksidasi yang berfungsi sebagai isolator.

Fungsi Kapasitor Elektrolit

Ketika membahas mengenai fungsi, kapasitor elektrolit sebenarnya tidak berbeda jauh dengan jenis kapasitor lainnya. Fungsinya adalah sebagai media penyimpan energi listrik yang masuk.

Namun, kapasitor elektrolit juga memiliki beberapa fungsi dalam rangkaian kelistrikan, antara lain:

  1. Sebagai penghubung antara amplifier satu dengan yang lainnya.
  2. Dapat digunakan sebagai pembangkit frekuensi pada antena.
  3. Berperan sebagai kapasitor yang membantu menghemat daya listrik.
  4. Berfungsi sebagai filter atau penyaring untuk mengurangi kebisingan (noise).
  5. Digunakan sebagai konduktor untuk meneruskan arus bolak-balik (AC – Alternating Current).
  6. Berperan sebagai isolator untuk menghambat arus searah (DC – Direct Current).
  7. Mampu menyimpan arus dan tegangan listrik dalam jangka waktu tertentu.
  8. Berfungsi sebagai filter untuk mengatur tinggi dan rendahnya frekuensi.
  9. Digunakan dalam rangkaian resonansi dan aplikasi lainnya.
Baca Juga :   Dispenser Miyako Berapa Watt Berikut Daya yang Tepat

Cara Kerja Kapasitor Elektrolit

Cara kerja kapasitor elektrolit memiliki kesamaan dengan jenis kapasitor lainnya. Ketika kapasitor diberi muatan, arus listrik akan mengalir menuju kedua kaki terminalnya.

Elektron dengan muatan positif akan mengumpul di kutub positif, sementara arus listrik yang mengandung elektron dengan muatan negatif akan berkumpul di kaki terminal negatif.

Namun, arus listrik di kedua kaki terminal tersebut tidak dapat berpindah atau mengalir satu sama lain. Hal ini terjadi karena adanya isolator yang terbuat dari bahan nonkonduktif yang berfungsi sebagai pemisah antara terminal-terminal tersebut.

Isolator memiliki peran sebagai sekat atau pemisah antara kaki terminal. Tujuannya adalah mencegah arus listrik pada terminal negatif agar tidak dapat mengalir ke terminal positif, dan sebaliknya.

Gambar Simbol Kapasitor Elektrolit

Pada simbol kapasitor elektrolit yang tergambar di atas, terdapat dua kutub yang berbeda yang terhubung dengan kaki terminal. Karena memiliki polaritas, komponen ini termasuk dalam kategori kapasitor polar.

Kapasitor elektrolit memiliki elektroda dengan polaritas yang berbeda, yaitu kutub negatif (-) dan kutub positif (+). Oleh karena itu, pemasangan kapasitor elektrolit harus dilakukan dengan benar dan tidak boleh sembarangan.

Jika kapasitor ini dipasang secara terbalik, maka dapat mengakibatkan kerusakan pada komponen atau bahkan menyebabkan ledakan dengan skala tertentu.

Mengenal Karakteristik Kapasitor Elektrolit

Sebagai komponen elektronik, kapasitor elektrolit memiliki ciri khas dan karakteristik yang unik.

Berikut adalah beberapa karakteristik kapasitor elektrolit:

  1. Menggunakan elektrolit sebagai bahan dielektrik.
  2. Merupakan jenis kapasitor polar.
  3. Mampu bekerja pada suhu maksimum 105°C.
  4. Memiliki rentang nilai resistansi antara 0,01uF hingga 10.000uF.
  5. Rentang tegangan kerjanya mulai dari 16 Volt hingga 450 Volt.
  6. Setiap kaki elektroda memiliki polaritas yang berbeda, yaitu polaritas positif dan negatif.

Contoh Penggunaan Kapasitor Elektrolit

Kapasitor elektrolit adalah salah satu komponen yang sering ditemui dalam berbagai perangkat elektronik. Keberadaannya sangat umum karena kapasitor elektrolit digunakan secara luas dalam berbagai piranti elektronika.

Beberapa contoh perangkat elektronik yang menggunakan kapasitor elektrolit antara lain:

  1. Telepon
  2. Televisi
  3. Radio
  4. Speaker
  5. Remote control
  6. Mainan anak-anak
  7. Peralatan medis
  8. Peralatan rumah tangga
  9. Relay
  10. Power supply, dan lain-lain.

Jenis – jenis Kapasitor Elektrolit

Kapasitor elektrolit dapat dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan bahan elektrolit yang digunakan.

Baca Juga :   Pengertian Dioda Bridge Beserta Fungsi dan Prinsip Kerjanya

Berikut adalah jenis-jenis kapasitor elektrolit berdasarkan klasifikasinya:

  1. Kapasitor elektrolit tantalum: Jenis kapasitor ini menggunakan bahan dielektrik berupa tantalum.
  2. Kapasitor elektrolit niobium: Jenis kapasitor ini menggunakan bahan dielektrik berupa niobium.
  3. Kapasitor elektrolit aluminium: Jenis kapasitor ini menggunakan isolator yang terbuat dari aluminium dioksida.

Cara Membaca Kapasitor Elektrolit

Membaca nilai kapasitor elektrolit sangatlah mudah, karena nilai kapasitansi dan tegangan maksimumnya sudah jelas tercetak pada permukaan isolator.

Dalam gambar di atas, terdapat tulisan “100 uF/25 volt” pada kapasitor. Hal ini berarti nilai kapasitansi alat tersebut adalah 100 uF dan tegangan maksimum yang dapat ditahan adalah 25 volt.

Kelebihan kapasitor elektrolit meliputi:

  1. Kapasitor elektrolit memiliki volume dan nilai kapasitansi yang tinggi, sehingga dapat menyimpan energi listrik dalam jumlah besar.
  2. Kapasitor elektrolit memiliki ketahanan yang baik terhadap getaran mekanis, sehingga cocok digunakan dalam aplikasi yang membutuhkan kestabilan mekanis.
  3. Kapasitor elektrolit dapat digunakan dalam rangkaian elektronika yang membutuhkan kapasitansi besar, seperti dalam sistem daya dan sirkuit audio.

Namun, kapasitor elektrolit juga memiliki beberapa kekurangan, antara lain:

  1. Kapasitor elektrolit merupakan kapasitor polar, yang berarti penggunaannya harus sesuai dengan polaritas yang ditentukan dan tidak boleh dipasang terbalik.
  2. Kapasitor elektrolit kurang tahan terhadap tegangan tinggi, sehingga perlu memperhatikan batas tegangan maksimum yang dapat ditoleransi.
  3. Lapisan isolasi yang digunakan pada kapasitor elektrolit sangat sensitif terhadap arus dengan tegangan tinggi, sehingga perlu dilakukan perlindungan yang sesuai untuk mencegah kerusakan.
  4. Demikianlah beberapa kelebihan dan kekurangan kapasitor elektrolit.

Rangkaian Kapasitor Elektrolit

Dalam suatu rangkaian elektronika, kita dapat menggunakan lebih dari satu kapasitor untuk mencapai nilai kapasitansi dan tegangan yang diinginkan. Kapasitor-kapasitor ini dapat dihubungkan dalam rangkaian seri atau paralel. Mari kita bahas perbedaan antara keduanya.

1. Rangkaian Seri Kapasitor Elektrolit

Kapasitor elektrolit dapat dihubungkan dalam rangkaian seri, di mana beberapa kapasitor terhubung dalam satu jalur. Untuk menentukan nilai kapasitansi dan tegangan maksimum dari kapasitor elektrolit yang terhubung secara seri, terdapat beberapa acuan yang dapat digunakan.

Pertama, nilai kapasitansi akan diinverskan. Kemudian, tegangan total akan diperoleh dengan menjumlahkan tegangan maksimum dari masing-masing kapasitor.

Sebagai contoh, jika dua kapasitor elektrolit dengan nilai 10 uF/50 Volt dihubungkan secara seri, berapa nilai kapasitansi dan tegangan maksimum yang didapatkan?

Baca Juga :   √ Apa Itu Water Heater? Pengertian, Fungsi dan Jenisnya

Untuk nilai kapasitansi:
10 uF = 1/10 uF

1/10 uF + 1/10 uF = 2/10 uF = 1/5 uF

Sedangkan untuk tegangan total:
50 volt + 50 volt = 100 volt.

Dengan demikian, dalam rangkaian seri tersebut, nilai kapasitansi yang didapatkan adalah 1/5 uF dan tegangan maksimumnya adalah 100 volt.

2. Rangkaian Paralel Kapasitor Elektrolit

Pada rangkaian paralel, dua atau lebih kapasitor terhubung dalam beberapa percabangan. Dengan metode ini, kita dapat menghubungkan kapasitor dalam lebih dari satu jalur.

Dalam rangkaian paralel, nilai kapasitansi yang didapatkan adalah hasil penjumlahan nilai kapasitansi masing-masing kapasitor yang terhubung. Namun, nilai tegangan maksimum tetap.

Sebagai contoh, jika kita menghubungkan dua kapasitor dengan nilai 15 uF/450 volt, maka:

Nilai kapasitansinya adalah:
15 uF + 15 uF = 30 uF.

Nilai tegangan maksimum tetap adalah 450 volt.

Dengan demikian, pada rangkaian paralel tersebut, nilai kapasitansi yang didapatkan adalah 30 uF, sementara tegangan maksimumnya tetap 450 volt.

Baca Juga :

Penutup

Sebagai penutup, kita dapat memahami bahwa kapasitor elektrolit memegang peranan penting dalam berbagai aplikasi elektronik.

Kapasitor ini merupakan komponen yang unik dengan kemampuan menyimpan dan melepaskan energi listrik dalam hitungan detik, sekaligus mengendalikan aliran listrik dalam rangkaian.

Dalam mendalami pengertian kapasitor elektrolit, kita dapat lebih menghargai kompleksitas dan kecerdasan desain di balik perangkat-perangkat elektronik yang kita gunakan setiap hari.

Terlebih lagi, pemahaman mendalam tentang kapasitor elektrolit akan membuka pintu bagi kita untuk terus berinovasi dan menciptakan teknologi baru yang lebih efisien dan efektif.

Jadi, teruslah belajar dan berinovasi, karena dunia elektronik masih menyimpan banyak misteri yang menunggu untuk dipecahkan.

Demikianlah artikel finoo.id yang membahas tentang Pengertian Kapasitor Elektrolit, Fungsi dan Cara Kerjanya. Semoga artikel kami dapat bermanfaat dan terimakasih telah membaca artikel kami.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *