Pengertian Multiplexer

Pengertian Multiplexer, Fungsi, Jenis dan Cara Kerjanya

Posted on

Finoo.id – Pengertian Multiplexer, Fungsi, Jenis dan Cara Kerjanya. Multiplexer atau yang sering disebut MUX adalah perangkat elektronik yang berfungsi untuk menggabungkan beberapa sinyal digital ke dalam satu saluran atau jalur komunikasi tunggal. Artinya, sinyal-sinyal yang berbeda dapat dikirim melalui satu jalur dengan kecepatan tinggi.

Salah satu kegunaan utama multiplexer adalah dalam sistem jaringan komputer. Sebagai contoh, pada jaringan LAN yang padat, beberapa komputer dapat terhubung ke satu kabel menggunakan multiplexer. Hal ini memungkinkan banyak pengguna untuk berbagi koneksi jaringan yang sama dan mengurangi biaya infrastruktur yang dibutuhkan.

Multiplexer juga dapat digunakan dalam aplikasi audio dan video. Contohnya, dalam industri televisi, multiplexer digunakan untuk menggabungkan banyak saluran audio dan video menjadi satu saluran siaran, sehingga dapat ditransmisikan melalui satu antena atau kabel.

Dengan memahami apa itu multiplexer dan bagaimana cara menggunakannya, kalian dapat mengoptimalkan penggunaan perangkat elektronik kalian dan meningkatkan kinerja sistem secara keseluruhan. Simak pembahasan di bawah ini.

Pengertian Multipxeler

Multiplexer merupakan salah satu jenis rangkaian kombinasi logika yang dirancang untuk mengarahkan jalur input ke jalur output sesuai dengan logika yang telah ditentukan sebelumnya.

Input yang diterima oleh multiplexer dapat berupa impuls digital atau bilangan biner. Selain itu, perangkat ini juga dapat mengarahkan impuls analog dengan menggunakan transistor sebagai bantuan.

Kombinasi logika yang diterapkan kemudian diimplementasikan dalam Integrated Circuit (IC) Multiplexer. Beberapa orang juga menyebutnya sebagai multiplexer pemilihan data.

Fungsi Multiplexer

Teknik multiplexing telah menjadi bagian penting dalam banyak perangkat elektronika saat ini. Teknik ini sering digunakan bersama dengan teknik lain, sehingga sering disebut sebagai multiplexer dan demultiplexer. Berikut ini adalah beberapa fungsi dan pengaplikasian MUX dalam berbagai bidang:

1. Jaringan Telepon

Teknik multiplexing digunakan dalam jaringan telepon untuk menggabungkan beberapa saluran suara ke dalam satu saluran fisik yang sama. Dengan menggunakan multiplexer, banyak percakapan suara dapat ditransmisikan melalui satu kabel atau saluran telepon, sehingga efisiensi penggunaan saluran telepon menjadi lebih tinggi.

2. Sistem Komunikasi

Teknik multiplexing digunakan dalam sistem komunikasi modern untuk mentransmisikan data digital secara efisien. Dalam sistem ini, data dari berbagai sumber dikumpulkan dan digabungkan menggunakan multiplexer, kemudian ditransmisikan melalui saluran komunikasi yang terbatas. Di sisi penerima, demultiplexer digunakan untuk memisahkan dan mengarahkan data ke tujuan yang tepat.

3. Jaringan Komputer

Di dalam jaringan komputer, teknik multiplexing digunakan untuk menggabungkan banyak sinyal data yang berasal dari berbagai komputer atau perangkat dalam satu saluran komunikasi. Hal ini memungkinkan pengiriman data yang lebih efisien dan penggunaan bandwidth yang lebih optimal.

Baca Juga :   √ Apa itu Tang Ampere? Fungsi dan Cara Menggunakannya

4. Hard Drive Komputer

Teknik multiplexing digunakan dalam hard drive komputer untuk meningkatkan kapasitas penyimpanan dan kecepatan transfer data. Dalam hal ini, multiplexer digunakan untuk menggabungkan beberapa sinyal data yang akan ditulis atau dibaca ke dalam satu jalur, sehingga memungkinkan transfer data yang lebih cepat dan efisien.

5. Transmisi Sistem Komunikasi Satelit

Teknik multiplexing juga digunakan dalam sistem komunikasi satelit untuk menggabungkan banyak sinyal data yang akan ditransmisikan melalui kapasitas terbatas dari saluran satelit. Dengan menggunakan multiplexer, banyak sinyal data dapat digabungkan dan ditransmisikan secara bersamaan melalui satu saluran satelit, sehingga efisiensi transmisi data menjadi lebih tinggi.

Simbol Multiplexer

Jenis-Jenis Multiplexer

Teknik multiplexing adalah metode yang digunakan untuk menggabungkan beberapa sinyal atau data ke dalam satu saluran komunikasi tunggal. Dalam proses multiplexing, beberapa sinyal yang berbeda diubah menjadi satu sinyal tunggal, yang kemudian dapat ditransmisikan melalui saluran yang terbatas. Hal ini memungkinkan penggunaan yang lebih efisien dari saluran tersebut dan meningkatkan kapasitas serta kecepatan transfer data.

Salah satu perangkat yang umum digunakan dalam teknik multiplexing adalah multiplexer (MUX). Multiplexer berfungsi untuk menggabungkan beberapa input sinyal menjadi satu output tunggal. Dalam proses ini, MUX menggunakan alat pengendali atau saklar yang dapat mengarahkan setiap input ke output yang sesuai. Dengan kata lain, MUX memilih sinyal yang akan ditransmisikan melalui saluran tunggal.

Selain itu, ada juga perangkat yang disebut demultiplexer (DEMUX), yang berfungsi sebaliknya. Demultiplexer digunakan untuk memisahkan sinyal tunggal yang diterima ke beberapa output yang sesuai. DEMUX menggunakan saklar atau pengendali yang mengarahkan sinyal input ke output yang tepat sesuai dengan instruksi yang diberikan.

Pengaplikasian teknik multiplexing sangat luas dan telah diterapkan dalam berbagai bidang, termasuk:

  1. Jaringan Telepon: Teknik multiplexing digunakan dalam jaringan telepon untuk menggabungkan beberapa saluran suara ke dalam satu saluran fisik tunggal. Dengan menggunakan MUX, banyak percakapan suara dapat ditransmisikan melalui satu kabel telepon, sehingga mengurangi kebutuhan akan banyak kabel fisik.
  2. Sistem Komunikasi: Dalam sistem komunikasi, teknik multiplexing digunakan untuk menggabungkan sinyal data dari berbagai sumber menjadi satu sinyal yang dapat ditransmisikan melalui saluran komunikasi terbatas. MUX memainkan peran penting dalam mengatur dan menggabungkan sinyal data agar dapat dikirim dengan efisien melalui saluran yang terbatas.
  3. Jaringan Komputer: Dalam jaringan komputer, teknik multiplexing digunakan untuk menggabungkan sinyal data dari berbagai perangkat komputer ke dalam satu saluran komunikasi. Hal ini memungkinkan transfer data yang lebih efisien dan penggunaan bandwidth yang optimal.
  4. Hard Drive Komputer: Teknik multiplexing digunakan dalam hard drive komputer untuk meningkatkan kapasitas dan kecepatan transfer data. Dengan menggunakan MUX, beberapa sinyal data dapat dikombinasikan menjadi satu sinyal yang akan ditulis atau dibaca oleh hard drive dengan kecepatan yang lebih tinggi.
  5. Transmisi Sistem Komunikasi Satelit: Dalam sistem komunikasi satelit, teknik multiplexing digunakan untuk menggabungkan banyak sinyal data yang akan ditransmisikan melalui kapasitas terbatas dari saluran satelit. MUX memungkinkan pengiriman data yang lebih efisien melalui saluran yang terbatas tersebut.
Baca Juga :   Pengertian Dioda Laser, Fungsi, Prinsip Kerja & Jenisnya

Cara Kerja Multiplexer

Sebagai contoh cara kerja multiplexer, kita dapat menggunakan Sakelar Rotasi atau Sakelar Single-Pole Multi-Position seperti yang terlihat pada gambar di atas.

Sakelar Rotasi ini memiliki 4 input, yaitu D0, D1, D2, dan D3, namun hanya memiliki 1 output.

Fungsi dari kenop pengendali pada sakelar ini adalah untuk memilih salah satu dari 4 input tersebut dan menghubungkannya ke jalur output.

Dengan demikian, pengguna dapat memilih sinyal yang dibutuhkan dan mengarahkannya ke output. Hal ini merupakan contoh penggunaan multiplexer secara mekanis.

Terdapat tiga syarat minimum yang harus ada pada sebuah multiplexer:

Terminal Input: Terminal input merupakan jalur-jalur sinyal yang tersedia dan harus dipilih (biasanya terdapat lebih dari satu input). Sinyal-sinyal ini bisa berupa sinyal digital atau sinyal analog.

Terminal Output: Perlu diketahui bahwa sebuah multiplexer hanya memiliki satu jalur output. Jadi, sinyal input yang dipilih akan terhubung ke jalur output.

Terminal Pengendali/Pemilih: Terminal pengendali digunakan untuk memilih jalur input yang akan dihubungkan ke output. Jumlah terminal pengendali pada multiplexer bergantung pada jumlah jalur input yang dimiliki.

Tabel Kebenaran Multiplexer

Tabel kebenaran merupakan salah satu metode yang digunakan untuk memahami cara kerja multiplexer (MUX) dengan lebih mudah. Tabel ini menunjukkan berbagai kombinasi input dan output yang mungkin terjadi. kalian dapat melihat tabel tersebut di atas.

Dari pengertian multiplexer atau MUX, perangkat ini digunakan untuk memilih input yang akan diteruskan ke proses selanjutnya.

Salah satu penggunaan yang umum adalah mengarahkan input ke demultiplexer (demux), yang kemudian memecahkannya menjadi beberapa data.

Sinyal Analog dan Digital

Dalam telekomunikasi dan pemrosesan sinyal, multiplexer pembagian waktu (TDM) digunakan untuk sinyal analog.

TDM dapat memilih beberapa sampel dari sinyal analog yang terpisah dan menggabungkannya menjadi satu sinyal analog pita lebar amplitudo termodulasi (PAM).

Untuk sinyal digital dalam telekomunikasi pada jaringan komputer atau video digital, TDM dapat digunakan untuk menggabungkan atau menggkaliankan beberapa aliran data dengan bit-rate yang bervariasi dari sinyal input menggunakan mode komunikasi paket. Hal ini dilakukan untuk menciptakan satu sinyal dengan bandwidth konstan.

Dengan memanfaatkan metode TDM sebagai alternatif, sejumlah terbatas aliran data dengan bit-rate konstan dari sinyal input dapat digabungkan menjadi satu aliran data dengan bit-rate yang lebih tinggi.

Bagian – bagian Multiplexer

Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang multiplexer (MUX) dan cara kerjanya, penting untuk memahami berbagai komponen yang membentuk multiplexer tersebut.

Berikut adalah beberapa bagian atau komponen yang terdiri dalam multiplexer:

1. Terminal Input

Komponen pertama dalam multiplexer adalah terminal input. Terminal input, juga dikenal sebagai jalur input, adalah tempat di mana perangkat menerima sinyal-sinyal.

Baca Juga :   Pengertian Photo Transistor, Simbol dan Cara Kerjanya Yang Tepat

Sinyal-sinyal yang masuk ke perangkat, baik itu sinyal analog maupun digital, biasanya lebih dari satu. Sinyal-sinyal tersebut dapat masuk ke perangkat melalui jalur input.

2. Terminal Pengendali

Terminal pengendali, juga dikenal sebagai terminal pemilih, memiliki peran penting dalam multiplexer. Pada komponen ini, semua sinyal yang masuk melalui jalur input akan dipilih dan kemudian ditransmisikan ke jalur output.

Jumlah terminal pengendali dalam multiplexer akan disesuaikan dengan jumlah jalur input yang ada pada perangkat. Misalnya, jika perangkat memiliki 4 jalur input, maka terdapat 2 terminal pengendali yang diperlukan.

Namun, jika perangkat hanya memiliki 2 jalur input, maka hanya diperlukan 1 terminal pengendali.

3. Terminal Output

Pada multiplexer (MUX), terdapat satu terminal output. Fungsinya adalah menerima sinyal yang telah dipilih dari jalur input. Kemudian, sinyal tersebut akan diproses dan diteruskan ke output sesuai dengan logika yang diterapkan.

Klasifikasi Multiplexer

Multiplexer dapat diklasifikasikan menjadi beberapa jenis berdasarkan jumlah baris yang dimilikinya. Berikut adalah beberapa jenis multiplexer dan fungsinya:

● 2-1 multiplexer (1 baris)

2-1 multiplexer hanya memiliki satu input dan satu output, dengan dua pilihan sinyal input. Jenis multiplexer ini sering digunakan dalam rangkaian logika digital dan sistem komunikasi.

● 4-1 multiplexer (2 baris)

4-1 multiplexer memiliki dua input dan satu output, dengan empat pilihan sinyal input. Jenis multiplexer ini sering digunakan dalam rangkaian pembangkit sinyal dan pemrosesan data.

● 8-1 multiplexer (3 baris)

8-1 multiplexer memiliki tiga input dan satu output, dengan delapan pilihan sinyal input. Jenis multiplexer ini sering digunakan dalam rangkaian sistem kontrol dan pengaturan.

● 16-1 multiplexer (4 baris)

16-1 multiplexer memiliki empat input dan satu output, dengan enam belas pilihan sinyal input. Jenis multiplexer ini sering digunakan dalam rangkaian sistem pemrosesan data dan pemantauan.

Baca Juga :

Penutup

Demikianlah penutup artikel finoo.id mengenai pengertian Multiplexer. Sebagai komponen vital dalam sistem komunikasi dan digital, Multiplexer memainkan peran penting dalam penggabungan berbagai sinyal menjadi satu saluran.

Dengan menguasai konsep dasar Multiplexer, kita dapat lebih memahami bagaimana informasi disalurkan dengan efisien dan efektif, memanfaatkan sumber daya secara optimal.

Semoga penjelasan dalam artikel ini dapat menambah pengetahuan dan pemahaman kalian tentang Multiplexer, dan mendorong keinginan untuk terus belajar dan mengeksplor lebih jauh tentang teknologi dan inovasi di dunia digital.

Akhir kata, teruslah belajar dan tetap berinovasi, karena perkembangan teknologi tidak pernah berhenti!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *