Skema Regulator Speaker Aktif Polytron XBR

Skema Regulator Speaker Aktif Polytron XBR & Spesifikasinya

Posted on

Finoo.id – Skema Regulator Speaker Aktif Polytron XBR & Spesifikasinya. Skema regulator speaker aktif Polytron XBR hampir serupa dengan skema regulator speaker aktif Polytron tipe lainnya. Skema speaker aktif Polytron XBR dilengkapi dengan beberapa komponen penting yang memiliki peran masing-masing.

Pada kesempatan ini, kita akan membahas skema power supply speaker aktif Polytron pas 68, skema speaker aktif Polytron dalam format pdf, harga mesin speaker aktif Polytron XBR, dan spesifikasi speaker Polytron XBR. Dengan ini, akan lebih mudah bagi kamu untuk mengenal produk ini dengan baik.

Skema regulator speaker aktif Polytron XBR pas 68

Bagi beberapa orang yang memiliki pemahaman yang cukup tentang dunia ini, skema regulator speaker aktif dari Polytron XBR mungkin terlihat mudah dipahami.

Namun, bagi orang-orang yang belum terlalu memahami dunia ini, hal tersebut mungkin terasa sulit. Oleh karena itu, kami akan membagikan skema regulator speaker aktif dari produk ini secara lengkap di sini, yaitu:

1. Skema regulator dari speaker aktif Polytron XBR

Melihat skema regulator di atas, dapat dipastikan bahwa setiap komponen elektronik yang ada di dalamnya memiliki peran masing-masing. Sebagai informasi tambahan, berikut adalah peran dari masing-masing komponen elektronik yang ada:

  • C518, LS03, dan R525 berperan sebagai penentu frekuensi kerja power supply pada speaker aktif Polytron.
  • R527, C519, T508, dan T509 berperan sebagai pengaman yang cara kerjanya adalah dengan men-sensor tegangan pada R-Source. Jadi, ketika ada beban berlebih di dalam komponen tersebut, power supply akan langsung memutuskan aliran arus tanpa merusak bagian mosfet.
  • R533 berperan sebagai resistor startup yang nilainya akan mengikuti tipe mosfet yang dipasang pada produk tersebut.
  • C519 dan C517 berperan sebagai kapasitor pengatur lamanya mosfet dalam kondisi on, sehingga semakin besar nilainya maka akan semakin lama trafo diisi.
  • D514 dan R524 berperan sebagai pembatas tegangan yang keluar dengan rendah pada power supply.
  • R528, R529, R530, dan R531 berperan sebagai resistor penting pada speaker aktif Polytron.
  • D516 dan D517 berperan sebagai pengaman agar power supply tidak terkunci ketika baru di-startup.
Baca Juga :   √ Cara Menyepul Speaker Yang Benar dan Paling Mudah

2. Skema power supply speaker aktif pas 68

Meskipun memiliki skema yang cukup berbeda dengan yang telah dijelaskan sebelumnya, namun ada beberapa komponen di dalam skema ini yang sama, sehingga peran mereka tidak jauh berbeda dengan yang sudah dijelaskan sebelumnya. Oleh karena itu, sekarang kamu hanya perlu memahami skema power supply speaker aktif pas 68 ini saja.

Komponen-komponen penting di bagian primer

1. D516 dan D517

Dioda ini digunakan saat startup awal power supply untuk mencegah terjadinya latch atau terkunci. Jika dioda ini rusak, maka akan sulit untuk memulai power supply.

Biasanya masih bisa dimulai, namun akan terasa seperti ada pemanasan terlebih dahulu, dengan bunyi ngiiing yang panjang sebelum akhirnya stabil. Padahal pada kondisi normal, hanya akan terdengar ngik pendek saja sebelum stabil.

2. R528, R529, R530 dan R531

Resistor-resistor ini sering disebut sebagai R-source. Nilai resistor ini sangat penting karena nilainya tergantung pada Rdson dari mosfet yang digunakan. Oleh karena itu, ketika mengganti mosfet dengan tipe yang berbeda, nilai resistor ini juga harus diubah. Dengan mengubah nilai resistor ini, tidak harus menggunakan mosfet dengan tipe yang sama seperti sebelumnya.

Jika nilai total resistor ini naik atau terlalu besar, maka efeknya adalah pada keluaran tanpa beban akan normal, tetapi saat diberi beban keluaran akan turun drastis meskipun dipaksa on, dan kemampuan daya menurun.

Sementara itu, jika nilai resistor terlalu kecil, maka mosfet akan lebih panas sehingga mosfet tidak akan awet. Idealnya, nilai resistor ini harus sama dengan nilai Rdson dari mosfet yang akan digunakan. Misalnya, jika akan digunakan mosfet dengan Rdson 200miliOhm, maka nilai resistor yang sesuai akan sekitar 200miliOhm (0,2 ohm). Untuk melihat nilai Rdson, dapat dilihat pada datasheet dari mosfet yang akan digunakan.

3. D514 dan R524

Dioda zener biasanya memiliki nilai sekitar 2V1 (pada skema 3V3), dan ketika diukur dengan ohm meter akan terbaca adanya kebocoran resistansi, hal ini normal mengingat rendahnya nilai zener.

Fungsi dari zener dan resistor ini adalah sebagai pembatas tegangan keluaran terendah dari power supply, terutama ketika power supply masuk ke dalam mode standby (misalnya ketika kaki C dan E optocoupler dishortkan).

4. C519 dan C517

Kapasitor C517 dan C519 berfungsi sebagai pengatur lamanya waktu mosfet ON (mengisi magnet trafo dalam satu siklus). Semakin besar nilai kapasitor C517 dan C519, semakin lama trafo diisi, dan semakin berat kerja mosfet. Namun, daya keluaran power supply akan semakin besar. Sebaliknya, semakin kecil nilai kapasitor-kapasitor tersebut maka kerja mosfet semakin ringan, power supply semakin berisik dan semakin lemah.

Baca Juga :   √ Rangkaian Dan Fungsi Penting Signal Clipping Untuk Power Amplifer

Namun, jika nilai kapasitor terlalu tinggi, pengisian magnet trafo akan menjadi semakin lama dan lambat sehingga dapat merusakkan mosfet dengan cepat.

Semakin besar nilai kapasitor C519, maka respon sensor arus akan semakin lambat, sehingga mosfet akan ON lebih lama (mengisi trafo lebih lama dalam satu siklus). Efeknya sama jika nilai C517 ditingkatkan.

5. R533

R533 adalah resistor startup yang nilainya mengikuti tipe mosfet yang dipasang. Semakin rendah ambang Vgson mosfet yang dipasang, semakin tinggi nilai resistor ini.

Nilai resistor ini biasanya berkisar antara 8k2 hingga 47k, dengan stkalianr nilai sebesar 22k. Jika nilai resistor terlalu tinggi, saat startup akan terdengar sangat halus dan lembut tanpa terdengar suara clik/cit. Namun, keluaran power supply akan sangat lemah dan mosfet akan menjadi sangat panas. Sebaliknya, jika resistor terlalu rendah, saat startup akan terdengar sangat kuat dan galak sehingga dapat merusak mosfet dengan cepat.

Mengganti D515 (zener 6V2) dengan nilai yang lebih tinggi akan memiliki efek yang sama dengan menurunkan nilai R533.

6. R527, C519, T508 dan T509

Sirkuit atau bagian yang terdiri dari R527, C519, T508 dan T509 adalah sirkuit latch, yang merupakan semacam proteksi atau pengaman yang cara kerjanya adalah dengan men-sensor tegangan di R-source. Ketika ada beban yang berlebih (misalnya dioda output ada yang short), maka power supply akan langsung memutuskan aliran arus tanpa merusak mosfet.

Semakin besar nilai kapasitor C519, maka respon sensor arus akan semakin lambat, sehingga mosfet akan ON lebih lama, sehingga keluaran power supply akan lebih kuat.

Power supply jenis ini masih dapat bekerja tanpa keempat komponen R527, C519, T508, dan T509. Namun, tanpa keempat komponen ini, efeknya adalah power supply menjadi tanpa pengaman arus lebih.

7. C518, LS03 dan R525

C-R-L yang disusun secara seri merupakan penentu frekuensi kerja dari power supply self-oscillation. Ketika mosfet utama terpicu oleh tegangan start-up yang melewati R start (R533), magnet pada trafo akan terisi dalam waktu yang ditentukan oleh komponen C-R-L ini, kemudian mosfet akan mati karena tegangan pada gate mosfet akan dikosongkan oleh tegangan dari trafo yang melewati CRL. Setelah itu, mosfet akan menyala lagi ketika magnet pada trafo sudah hilang, dan proses ini berulang terus sehingga terjadi osilasi pada frekuensi tertentu.

Jika salah satu komponen C-R-L ini putus, maka mosfet akan selalu menyala tanpa mati sama sekali, sehingga akan menyebabkan kerusakan pada power supply. Jika nilai komponen C-R-L berubah, maka efeknya akan menyebabkan daya menurun drastis atau bahkan daya terlalu tinggi sehingga mosfet menjadi terlalu panas, meskipun sudah diganti dengan mosfet yang memiliki ampere jauh lebih besar dari sebelumnya. Lilitan tidak sama dengan resistor, jadi jangan mengganti lilitan dengan resistor.

Baca Juga :   √ Bahan Terbaik Untuk Membuat Box Speaker Dan Subwoofer

Harga dan spesifikasi mesin speaker aktif Polytron XBR

Saat ini, banyak orang yang ingin memiliki mesin speaker aktif Polytron XBR karena terkenal dengan kualitasnya yang terbaik. Mesin speaker aktif Polytron XBR dibanderol dengan harga yang cukup terjangkau, bahkan ada penjual yang menawarkan harga sekitar Rp. 500.000,00 saja kepada konsumen. Dengan harga tersebut, konsumen sudah dapat memiliki mesin speaker aktif Polytron XBR yang berkualitas terbaik.

Spesifikasi mesin speaker aktif Polytron XBR antara lain:

  1. Bisa digunakan untuk berbagai jenis tipe speaker aktif
  2. Berat 1,5 kg
  3. Termasuk dalam kategori komponen elektronik
  4. Tersedia dalam jenis pas 38, pas 68, dan pas 67
  5. Didukung dengan beberapa jenis tegangan tone, yaitu +5v, +9v, -9v, dan lainnya
  6. Kembali standar tanpa distorsi.

Dari spesifikasi yang telah disebutkan, mesin speaker aktif ini memiliki berbagai keunggulan yang patut dibanggakan. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika semakin banyak orang yang ingin memilikinya.

Artikel Terkait :

Kesimpulan

Dalam rangka memaksimalkan kualitas suara dari speaker aktif Polytron XBR, penggunaan skema regulator yang tepat sangatlah penting. Skema regulator pada speaker aktif Polytron XBR mampu mengatur daya listrik yang masuk ke dalam rangkaian speaker sehingga menghasilkan suara yang jernih dan berkualitas tinggi.

Dengan menggunakan skema regulator yang tepat, kalian dapat meminimalisir terjadinya distorsi suara dan mempertahankan keseimbangan antara frekuensi rendah dan tinggi. Hal ini akan memberikan pengalaman mendengarkan musik yang lebih menyenangkan dan memuaskan.

Oleh karena itu, jika kalian ingin mengoptimalkan kinerja speaker aktif Polytron XBR, jangan lupa untuk menggunakan skema regulator yang tepat dan memperhatikan kebutuhan daya listrik pada saat penggunaannya. Dengan begitu, kalian dapat menikmati kualitas suara yang maksimal dari speaker aktif Polytron XBR kalian.

Demikianlah artikel finoo.id yang membahas tentang Skema Regulator Speaker Aktif Polytron XBR & Spesifikasinya. Semoga artikel kami dapat bermanfaat dan terimakasih telah membaca artikel kami.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *