Perbedaan Listrik Prabayar dan Pascabayar

Perbedaan Listrik Prabayar dan Pascabayar Mana Lebih Baik

Posted on

Finoo.id – Perbedaan Listrik Prabayar dan Pascabayar Mana Lebih Baik. Sebagai sumber penerangan yang efisien dan efektif, listrik telah menjadi kebutuhan yang sangat penting. Saat ini, penggunaan listrik prabayar atau sistem listrik dengan nomor token telah menjadi populer hampir di setiap perumahan baik di kota besar maupun daerah.

Perusahaan Listrik Negara (PLN) merekomendasikan penggunaan jenis listrik prabayar ini. Hal ini dikarenakan kemudahannya dalam penggunaan, di mana konsumen hanya perlu membeli token listrik dan mengisikannya ke mesin yang dimiliki.

Sistem ini mirip dengan pengisian pulsa untuk telepon seluler. Cukup dengan memasukkan kode token, listrik sudah dapat dinikmati.

Namun, apa keuntungan dan kelemahan dari penggunaan listrik prabayar atau token listrik ini?

Perbandingan antara listrik prabayar dan listrik pascabayar yang dibayarkan dalam periode satu bulan juga menarik untuk dicermati.

Mari kita simak uraian singkat berikut ini!

Dalam hal penggunaan listrik prabayar, terdapat beberapa keuntungan dan kelemahan yang dapat dilihat dari sudut pandang kenyamanan konsumen dan juga keamanan.

Pengertian Listrik Prabayar dan Pascabayar

Listrik prabayar atau listrik pintar merupakan sistem pembayaran listrik yang dilakukan di awal, di mana pelanggan dapat mengontrol jumlah energi listrik yang ingin mereka gunakan. Sementara itu, listrik pascabayar adalah metode pembayaran listrik yang dilakukan pada akhir bulan sesuai dengan energi listrik yang telah digunakan. Alat pengukur listrik pada sistem prabayar sudah berbentuk digital, sedangkan pada sistem pascabayar masih berbentuk analog.

Baik listrik prabayar maupun pascabayar dapat dilakukan melalui aplikasi di ponsel seperti Gojek atau Grab. Biasanya, ada biaya administrasi yang dikenakan jika Anda membeli token listrik melalui aplikasi tersebut. Namun, Anda tidak perlu khawatir tidak mampu membelinya, karena tersedia berbagai pilihan harga, mulai dari Rp 20 ribu hingga Rp 1 juta. Jika terjadi kenaikan Tarif Daya Listrik (TDL), listrik prabayar yang sudah Anda beli tidak akan terpengaruh, dan jumlah kilowatt-hour (kWh) yang telah dimasukkan ke dalam meteran listrik prabayar tidak akan ikut naik.

Kelemahan dan Kelebihan Listrik Prabayar

Keuntungan utama dari listrik prabayar adalah kemampuan untuk mengatur pemakaian listrik sesuai dengan anggaran belanja. Misalnya, jika Anda telah menetapkan anggaran sebesar Rp 200 ribu untuk biaya listrik bulan ini, Anda hanya perlu membeli token listrik prabayar dengan harga tersebut. Dengan begitu, Anda tidak akan mendapatkan kejutan biaya listrik yang tidak terkendali di akhir bulan.

Baca Juga :   √ Menghitung Daya Genset 60 KVA Berapa Watt Yang Tepat

Biaya listrik prabayar tetap tergantung pada penggunaan listrik di rumah Anda. Luas rumah akan mempengaruhi konsumsi listrik yang lebih besar dan umumnya akan memerlukan token yang lebih besar. Jika Anda sedang mencari rumah dengan luas 300-400 m², berikut adalah daftar perumahan di wilayah Jakarta Timur yang dapat menjadi referensinya.

Berikut kelebihan dan kekurangan listrik prabayar dengan lebih rinci:

KelebihanKekurangan
Pemakaian listrik lebih terkendaliAnda harus mengingat waktu terakhir membeli token listrik
Tanpa ada sanksi denda pemutusan dan keterlambatanPembelian token listrik bergantung pada koneksi internet
Pembelian disesuaikan kemampuan dan tanpa pencatatan meterSistem kerap mengalami masalah, khususnya saat pembayaran di waktu tengah malam seperti 23:00-24:00.
Tidak ada batas masa aktif (selama kWh masih tersisaBisa mati sewaktu-waktu karena token habis
Privasi tidak tergangguHarus telaten menyimpan struk pembayaran

Dikarenakan kelebihan-kelebihan yang telah disebutkan di atas, sistem listrik prabayar umumnya cocok digunakan dalam rumah kontrakan atau kos. Dalam sistem ini, listrik prabayar dapat dikontrol oleh masing-masing penghuni kontrakan atau kos, sehingga pemilik tidak perlu repot membayar tagihan setiap bulan.

Untuk menghitung jumlah token yang harus dibeli dalam sistem listrik prabayar, Anda dapat mengalikan tarif dasar listrik dengan total pemakaian listrik. Berdasarkan penetapan penyesuaian tarif listrik prabayar per Juni 2020, tarif per kilowatt-hour (kWh) adalah sebesar Rp 1.352. Sebagai contoh, jika rumah tangga menggunakan listrik sebanyak 200 kWh, maka biaya listrik per bulannya adalah Rp 270.400. Dalam hal ini, Anda dapat membeli token listrik prabayar sebesar Rp 300 ribu untuk keperluan sebulan.

Kelemahan dan Kelebihan Listrik Pascabayar

Kelebihan utama dari listrik pascabayar adalah tersedianya pasokan listrik yang tidak terbatas setiap bulan. Namun, kelemahan yang mungkin timbul adalah kemungkinan terlena dalam penggunaan listrik sehingga tagihan pada akhir bulan menjadi tinggi. Jika tagihan tersebut tidak dapat dilunasi, PLN dapat memutus pasokan listrik, menyebabkan rumah menjadi gelap.

Berbeda dengan listrik prabayar, pada listrik pascabayar terdapat biaya administrasi dan pajak yang tetap dikenakan meskipun tidak ada konsumsi listrik di rumah. Bagi sebagian orang, kehadiran petugas PLN untuk mencatat angka meteran listrik di dalam rumah dirasa mengganggu privasi, sehingga hal ini juga dapat dianggap sebagai kelemahan.

Baca Juga :   Pengertian Panel Surya: Manfaat, Cara Kerjanya & Biaya Pemasangan

KelebihanKekurangan
Listrik selalu tersedia sampai waktu tenggat pembayaran di akhir bulanPemakaian bisa melampaui batas
Praktis dan tidak repot isi ulang token listrikBila ada tunggakan, listrik akan dipadamkan otomatis oleh PLN
Ketelitian mencatat dari petugas PLNMelanggar privasi, karena petugas PLN kerap masuk ke pekarangan rumah

Berikut adalah tabel daftar biaya keterlambatan pembayaran listrik per bulan yang dikutip dari website PLN:

Bagi pelanggan listrik pascabayar, disarankan untuk membandingkan besaran biaya pembayaran listrik setiap bulan yang tertera pada struk tagihan dengan besaran listrik yang terbaca pada meteran listrik. Terkadang, terdapat perbedaan antara keduanya, terutama pada meteran listrik analog (bargainser).

Jika terdapat selisih, Anda harus melaporkannya kepada petugas loket PLN agar kelebihan biaya yang sudah dibayarkan dapat diperhitungkan pada pembayaran bulan berikutnya.

Selain itu, disarankan untuk mencatat setiap rincian pembayaran dan mengumpulkan bukti pembayaran yang diberikan oleh petugas PLN dalam satu buku catatan. Hal ini akan memastikan bahwa Anda memiliki bukti yang cukup saat dibutuhkan.

Cara Mudah Menghemat Listrik di Rumah agar Tak Jebol

Setelah mengetahui kelebihan dan kekurangan listrik prabayar maupun pascabayar, sekarang saatnya mencari tahu cara menghemat penggunaan listrik di rumah. Dengan demikian, baik menggunakan listrik prabayar maupun pascabayar, Anda dapat mengontrol pengeluaran Anda dan juga berkontribusi dalam menghemat energi untuk menjaga bumi.

Berikut ini adalah beberapa langkah mudah yang dapat dilakukan oleh semua anggota keluarga:

  1. Matikan lampu saat tidak digunakan. Misalnya, pastikan untuk mematikan lampu kamar mandi setelah selesai menggunakannya.
  2. Ganti lampu pijar dengan lampu LED. Meskipun lampu LED memiliki harga awal yang lebih mahal, namun mereka dapat menghemat biaya listrik dalam jangka panjang dan memiliki masa pakai yang lebih lama.
  3. Gunakan kulkas dengan bijak. Hindari membuka pintu kulkas terlalu lama dan setel suhu pada tingkat yang optimal.
  4. Gunakan AC pada suhu yang lebih hemat energi, seperti 23-25°C, daripada menyetelnya pada suhu yang sangat rendah seperti 16°C.
  5. Hindari melakukan pekerjaan rumah yang membutuhkan penggunaan listrik yang besar di malam hari. Penggunaan listrik pada malam hari, saat lampu banyak dinyalakan dan keluarga berkumpul, cenderung lebih tinggi. Maka, hindari melakukan kegiatan seperti menyetrika, menggunakan mesin cuci, atau vacuum cleaner di malam hari.
  6. Cabut kabel dan matikan peralatan elektronik saat tidak digunakan. Misalnya, setelah selesai menggunakan pengering rambut, langsung cabut kabelnya dari soket listrik.
  7. Desain rumah dengan ventilasi udara yang baik, memiliki banyak cahaya alami, dan penggunaan tanaman yang rindang. Dengan demikian, Anda dapat mengurangi penggunaan lampu dan AC di siang hari.
  8. Pertimbangkan menggunakan sumber energi alternatif, seperti panel surya. Meskipun membutuhkan modal awal yang lebih tinggi, energi alternatif seperti panel surya dapat menghemat energi dalam jangka panjang dan juga lebih ramah lingkungan.
Baca Juga :   Nama Alat Listrik: Fungsi, Gambar dan Jenis Peralatanya

Dengan menerapkan langkah-langkah ini, Anda dapat menghemat penggunaan listrik di rumah dan membantu menjaga keuangan Anda serta memberikan kontribusi positif dalam upaya pelestarian energi.

Baca Juga :

Penutup

Sebagai penutup, kita telah melihat berbagai perbedaan antara listrik prabayar dan pascabayar yang signifikan. Meski keduanya menawarkan kelebihan dan kekurangan masing-masing, pilihan terbaik bergantung pada kebutuhan dan preferensi individu.

Listrik prabayar memberikan kontrol lebih besar atas pengeluaran bulanan dan membantu mengurangi pemborosan energi. Sementara itu, listrik pascabayar menawarkan kenyamanan tak terbatas dan penggunaan energi tanpa batasan sampai tagihan bulanan tiba.

Dengan memahami perbedaan ini, diharapkan konsumen dapat membuat keputusan yang lebih tepat dan bijaksana dalam mengatur penggunaan listrik mereka.

Sebab, pengetahuan tentang cara kerja sistem listrik prabayar dan pascabayar ini penting untuk mengoptimalkan penggunaan energi sehari-hari.

Ingatlah bahwa pilihan Anda tidak hanya mempengaruhi biaya listrik, tapi juga berdampak pada lingkungan. Oleh karena itu, bijaksanalah dalam penggunaan energi.

Demikianlah artikel finoo.id yang membahas tentang Perbedaan Listrik Prabayar dan Pascabayar Mana Lebih Baik. Semoga artikel kami dapat bermanfaat dan terimakasih telah membaca artikel kami.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *