Apa Perbedaan Kulit Sintetis dan Asli

√ Apa Perbedaan Kulit Sintetis dan Asli Serta Perawatanya

Posted on

Finoo.id – √ Apa Perbedaan Kulit Sintetis dan Asli Serta Perawatanya. Kulit menjadi salah satu bahan favorit yang sering digunakan dalam pembuatan produk mode dan berbagai peralatan rumah tangga. Keunggulan bahan ini yang kuat, menarik, tahan lama, dan memiliki kesan klasik membuatnya tetap menjadi pilihan yang tidak ketinggalan zaman.

Namun, sayangnya, banyak orang belum mampu membeli produk berbahan kulit asli karena harganya yang cukup tinggi. Bagi kalian yang mencari alternatif menarik dengan harga yang lebih terjangkau, kulit sintetis bisa menjadi pilihan yang menarik. Ulasan lengkap berikut akan memberikan wawasan tentang perbedaan karakteristik antara kulit asli dan kulit sintetis, serta cara merawat keduanya.

Apa Itu Kulit Asli?

Kulit asli merupakan bahan yang berasal dari lapisan kulit hewan asli, melalui serangkaian proses sebelum menjadi bahan siap pakai. Sejarah mencatat bahwa kulit telah menjadi material tertua yang digunakan manusia sejak ribuan tahun sebelum Masehi. Manusia pada masa prasejarah mengolah kulit untuk membuat pakaian, alas kaki, tenda, perlengkapan militer, dan berbagai barang lainnya.Beberapa jenis kulit asli yang sangat populer dalam dunia mode memiliki karakteristik yang unik dan beragam. Diantaranya adalah:

Calfskin (Kulit Sapi Muda)

Calfskin berasal dari kulit sapi muda, dengan keistimewaan tekstur yang tipis, lembut, halus, dan tidak kaku saat baru. Kelebihan ini membuatnya menjadi pilihan ideal untuk pembuatan tas dan sepatu. Keanggunan dan kehalusan kulit calfskin memberikan sentuhan mewah pada produk fashion.

Grain Leather (Kulit Sapi Tekstur)

Grain leather adalah kulit sapi yang memiliki tekstur sangat mirip dengan kulit aslinya. Di Indonesia, kulit ini lebih dikenal sebagai kulit jeruk. Kehalusan dan kekhasan teksturnya menjadikannya pilihan yang sangat dihargai dalam pembuatan berbagai produk mode.

Goatskin (Kulit Kambing)

Kulit kambing memiliki tekstur yang kuat, halus, ringan, dan tahan lama jika dibandingkan dengan kulit sapi dewasa. Keunggulan ini menjadikannya bahan yang populer untuk produk fashion yang membutuhkan kombinasi daya tahan dan kelembutan.

Lambskin (Kulit Domba)

Kulit domba dikenal dengan teksturnya yang lebih lembut daripada calfskin, membuatnya sangat cocok sebagai bahan dasar pakaian. Kelembutannya memberikan kenyamanan dan sentuhan elegan pada pakaian yang terbuat dari lambskin.

Suede

Suede terbuat dari bagian bawah kulit hewan seperti sapi, anak sapi, kambing, atau domba. Tekstur lembut dan sedikit berbulu seperti beludru membuatnya menjadi pilihan yang populer untuk pembuatan jaket, sepatu, dan aksesori mode lainnya.

Shell Cordovan

Shell Cordovan berasal dari bagian bokong kuda, memiliki tekstur yang keras, padat, dan kuat. Keunikan teksturnya menjadikannya pilihan eksklusif untuk pembuatan produk fashion berkualitas tinggi, seperti sepatu kulit kuda yang tahan lama.

Baca Juga :   √ Apa itu Pipa Tembaga? Fungsi, Jenis dan Kelebihanya

Exotic Leather (Kulit Eksotis)

Kulit eksotis terdiri dari empat jenis material berbahan kulit reptil, yaitu crocodile skin, snake skin, lizard skin, dan jaguar skin. Keeksotisan ini memberikan dimensi artistik dan ketegangan visual pada produk fashion yang terbuat darinya.

Proses pembuatan kulit asli melibatkan serangkaian tahapan yang teliti dan detail untuk menghasilkan bahan yang berkualitas. Berikut adalah penjelasan lebih rinci mengenai setiap tahap dalam proses tersebut:

Kulit Mentah (Jangat)

Pertama-tama, kulit mentah atau jangat disiapkan dengan menaburinya dengan garam. Langkah ini bertujuan untuk mengawetkan kulit dan mencegah pembusukan. Kemudian, kulit dibiarkan menjemur di bawah sinar matahari langsung untuk proses pengeringan. Pengeringan ini penting agar kulit benar-benar kering dan siap untuk tahap selanjutnya.

Pembersihan dan Penghilangan Bulu

Setelah pengeringan, kulit direndam dalam air untuk membersihkan kotoran, tanah, dan albumin yang mungkin masih menempel pada permukaannya. Kapur juga ditambahkan ke dalam air rendaman untuk melunakkan bulu-bulu yang masih melekat pada kulit. Pada tahap ini, menggunakan pisau tajam, daging yang masih melekat pada kulit dihilangkan dengan cermat.

Tahap Penyamakan

Tahap penyamakan kulit terdiri dari beberapa proses, yaitu:

  1. Chamoising (Pelunakan dengan Bahan Berlemak): Kulit diolah dengan bahan berlemak untuk memberikan kelembutan dan kelenturan pada tekstur kulit. Proses ini membantu menghasilkan kulit yang lebih lentur dan mudah diolah.
  2. Tawing (Penyamakan dengan Tawas): Tawas digunakan untuk menjadikan kulit lebih tahan terhadap serangan bakteri dan membuatnya lebih stabil. Proses ini memberikan kekuatan tambahan pada struktur kulit.
  3. Penyamakan Nabati: Melibatkan penggunaan bahan nabati, seperti ekstrak dari tanaman, untuk meningkatkan daya tahan kulit dan memberikan finishing touch pada tekstur.

Pencelupan Terakhir

Tahap terakhir dalam pembuatan kulit melibatkan pencelupan untuk memberikan warna pada kulit asli. Proses ini tidak hanya memberikan warna, tetapi juga menciptakan tampilan yang menarik dan sesuai dengan kebutuhan desain. Pencelupan ini dapat menggunakan berbagai jenis pewarna alami atau sintetis, tergantung pada preferensi dan kebutuhan produk akhir.

Apa Itu Kulit Sintetis?

Kulit sintetis, yang juga dikenal sebagai faux leather, merupakan jenis kulit tiruan yang diproduksi dari bahan sintetis melalui proses rekayasa kimia. Proses pembuatan kulit sintetis melibatkan penggunaan berbagai bahan, seperti lilin dan pewarna, untuk menciptakan warna dan tekstur yang menyerupai kulit asli.

Jenis-jenis kulit sintetis berdasarkan bahan bakunya dapat dibagi menjadi dua kategori utama, yaitu:

Polyurethane (PU)

Kulit sintetis tipe PU terdiri dari dua lapisan, yakni split leather (lapisan kulit asli pada bagian dalam) dan polyurethane. Meskipun memiliki jumlah lapisan yang sedikit, tekstur PU mampu meniru kulit asli dengan baik, bahkan memiliki kerutan sehingga terlihat sangat mirip. Pori-porinya lebih banyak, membuatnya cocok sebagai bahan dasar pakaian, namun perlu diingat bahwa sifatnya yang lebih porus juga membuatnya lebih rentan terhadap noda.

Polyvinyl Chloride (PVC)

Kulit sintetis tipe PVC memiliki empat lapisan yang melibatkan kain (katun atau kanvas) pada bagian dasar, lapisan expanded, lapisan kulit, dan lapisan PVC. Jumlah lapisan yang lebih banyak pada PVC memberikan kekuatan dan daya tahan yang lebih baik dibandingkan dengan PU. Pori-porinya lebih sedikit, menjadikannya kurang mudah terkena noda, sehingga sangat cocok sebagai bahan dasar untuk produk-produk furniture.

Mengenal 9 Perbedaan Kulit Asli dan Kulit Sintetis

Masyarakat umumnya menghadapi kesulitan dalam mengenali perbedaan antara kulit asli dan kulit sintetis. Namun, sebenarnya, beberapa ciri khas berikut dapat membantu kalian mengidentifikasi perbedaannya dengan mudah:

Baca Juga :   √ Daftar Jenis Kayu Untuk Tangga dan Cara Untuk Membuatnya

1. Label Produk

Produk yang menggunakan kulit asli sering memiliki label Genuine Leather, sementara produk yang terbuat dari kulit sintetis akan berlabel Manmade Material atau Synthetic Leather.

2. Tekstur

Raba produk untuk mengidentifikasi jenis kulitnya. Kulit asli cenderung terasa sedikit kasar karena pori-porinya yang alami. Teksturnya diwarnai oleh guratan-guratan alami yang membuatnya berbeda satu sama lain. Sebaliknya, produk kulit sintetis terasa lebih halus dan elastis, tanpa guratan khas seperti kulit asli.

3. Bagian Pinggir

Periksa bagian pinggir produk berbahan kulit. Produk dari kulit asli umumnya lebih tipis karena terdiri dari satu hingga dua lapisan saja. Sementara itu, produk kulit sintetis biasanya terasa lebih tebal karena memiliki beberapa lapisan, terutama jenis kulit sintetis PVC.

4. Aroma

Kulit asli memiliki aroma khas yang tidak dimiliki oleh kulit sintetis. Sebaliknya, kulit sintetis sering didominasi oleh bau karet atau aroma bahan kimia.

5. Bekas Lipatan

Produk dari kulit asli cenderung tidak meninggalkan bekas saat dilipat, sementara produk kulit sintetis meninggalkan bekas yang terlihat jelas.

6. Kemunculan Jamur

Kulit asli rentan terhadap jamur karena sensitif terhadap kelembapan udara, sementara kulit sintetis lebih tahan jamur karena terbuat dari bahan kimia.

7. Sensitivitas terhadap Api

Kulit asli sulit terbakar dan mengeluarkan aroma khas, sedangkan kulit sintetis mudah terbakar dan mengeluarkan aroma seperti plastik terbakar.

8. Sensitivitas terhadap Air

Kulit asli menyerap air dan meninggalkan noda yang sulit dihilangkan, sementara kulit sintetis bersifat kedap air dan tidak mudah rusak oleh air.

9. Harga

Produk berbahan kulit asli cenderung memiliki harga yang lebih tinggi, mencerminkan nilai dan kualitas yang diberikan oleh bahan tersebut. Di sisi lain, produk kulit sintetis memiliki harga yang lebih terjangkau.
Dengan memperhatikan ciri-ciri ini, konsumen dapat membuat keputusan yang lebih bijak saat memilih produk kulit yang sesuai dengan kebutuhan dan preferensi mereka.

Apakah Cara Merawat Produk Kulit Asli dan Kulit Sintetis Berbeda?

Perbedaan dalam karakteristik bahan menghasilkan perbedaan dalam cara merawat produk yang terbuat dari kulit asli dan kulit sintetis. Meskipun mungkin terlihat serupa pada pkalianngan pertama, produk kulit asli dan kulit sintetis memiliki karakteristik yang sangat berbeda. Oleh karena itu, diperlukan kehati-hatian dalam merawat kedua jenis produk ini agar tetap mempertahankan kualitasnya dan memiliki umur pakai yang panjang.

1. Cara Merawat Produk dari Bahan Kulit Asli

Merawat produk berbahan kulit asli memerlukan perhatian khusus agar tetap terjaga kualitasnya. Beberapa tips yang perlu kalian perhatikan adalah sebagai berikut:

  • Pembersihan dengan Produk Khusus:
    Hindari mencuci produk kulit asli langsung dengan air, karena hal tersebut dapat merusak tekstur kulit. Gunakan produk pembersih khusus yang mengandung pelembap untuk membersihkan produk tersebut. Ini akan membantu menjaga kelembutan dan kualitas kulit asli.
  • Penyimpanan yang Teliti:
    Pastikan menyimpan produk kulit asli dengan cermat. Jauhkan dari tempat yang lembap, karena kelembapan udara dapat memicu pertumbuhan jamur yang dapat merusak penampilan produk. Gunakan silica gel untuk mengontrol kelembapan di tempat penyimpanan.
  • Perlindungan dari Sinar Matahari dan Air Hujan:
    Hindari paparan langsung sinar matahari dan air hujan pada produk kulit asli. Jika terkena air hujan, segera bersihkan dengan kain lap kering bertekstur lembut. Jangan biarkan air meresap ke dalam pori-pori kulit, karena hal ini dapat mengubah warna dan tekstur produk.
  • Penggunaan Rutin:
    Gunakan produk berbahan kulit asli secara teratur jika memungkinkan. Penggunaan rutin dapat meningkatkan elastisitas kulit dan menghasilkan kilau alami yang indah. Ini juga membantu menjaga kondisi kulit agar tetap sehat dan tahan lama.
  • Perawatan Tambahan dengan Pembersih Khusus:
    Produk kulit asli membutuhkan perawatan tambahan. Oleskan pembersih khusus setidaknya satu bulan sekali untuk menjaga kelembapan alami dan mencegah kulit mengelupas.
Baca Juga :   √ Jenis-jenis Baut dan Kegunaannya Yang Perlu Diketahui

2. Cara Merawat Produk dari Bahan Kulit Sintetis

Merawat produk yang terbuat dari kulit sintetis memang membutuhkan perhatian khusus, meskipun harganya seringkali lebih terjangkau. Berikut adalah beberapa tips untuk merawat produk kulit sintetis secara optimal:

  • Membersihkan Noda Membandel dengan Baby Oil:
    Gunakan baby oil dan kapas untuk membersihkan noda membandel pada permukaan kulit sintetis. Oleskan baby oil pada kapas dan usapkan perlahan-lahan untuk menghilangkan noda tanpa merusak tekstur kulit sintetis.
  • Penggunaan Produk Pembersih Khusus:
    Siapkan produk pembersih khusus untuk kulit sintetis. Pembersih ini membantu menjaga kelembapan dan warna produk kesayangan kalian. Pastikan untuk mengikuti petunjuk penggunaan yang tertera pada produk tersebut.
  • Alternatif Pembersih dengan Air Hangat dan Sabun Cuci Piring:
    Jika tidak memiliki produk pembersih khusus, kalian dapat menggunakan campuran air hangat dan beberapa tetes sabun cuci piring untuk membersihkan kulit sintetis. Usapkan campuran ini secara perlahan menggunakan kapas, lalu keringkan kulit sintetis dengan mengangin-anginkannya di tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung.
  • Hindari Panas dan Api:
    Jauhkan produk berbahan kulit sintetis dari tempat yang panas atau mengandung api. Paparan panas dapat membuat tekstur dan warnanya rentan berubah, sehingga perlu dihindari untuk menjaga tampilan produk tetap terjaga.
  • Simpan di Tempat yang Kering dan Sejuk:
    Tempatkan produk berbahan kulit sintetis di tempat yang kering dan sejuk. Penyimpanan yang tepat akan membantu mencegah kulit sintetis dari kelembaban yang dapat membuatnya rapuh dan mengelupas.

Melalui perawatan yang hati-hati, kalian dapat memastikan bahwa produk kulit sintetis tetap terlihat baik dan tahan lama. Meskipun memiliki perbedaan dengan kulit asli, kulit sintetis memiliki keunikannya sendiri yang membuatnya istimewa dan layak dirawat dengan baik.

Baca Juga :

Penutup

Dalam merawat produk berbahan kulit, memahami perbedaan antara kulit sintetis dan kulit asli menjadi kunci utama untuk memastikan perawatan yang tepat.

Meskipun keduanya mungkin terlihat serupa pada pkalianngan pertama, karakteristik unik masing-masing memerlukan pendekatan perawatan yang berbeda.

Dengan memahami apa perbedaan kulit sintetis dan asli, kalian dapat mengambil langkah-langkah yang tepat untuk mempertahankan kualitas produk favorit kalian.

Oleh karena itu, tidak hanya tampilannya yang tetap terjaga, tetapi juga umur pakainya yang dapat diperpanjang, menciptakan investasi yang berkelanjutan dan memuaskan.

Demikianlah artikel finoo.id yang membahas tentang √ Apa Perbedaan Kulit Sintetis dan Asli Serta Perawatanya. Semoga artikel kami dapat bermanfaat dan terimakasih telah membaca artikel kami.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *