Ciri-Ciri Panel LCD TV Rusak

Ciri-Ciri Panel LCD TV Rusak & Cara Merawatnya

Posted on

Finoo.id – Ciri-Ciri Panel LCD TV Rusak & Cara Merawatnya. Televisi masih merupakan salah satu bentuk hiburan yang banyak dimiliki di rumah, bahkan hampir setiap rumah memiliki televisi untuk menonton hiburan atau memperoleh informasi. Meskipun sekarang televisi cenderung dilupakan, tetapi masih memiliki daya tarik bagi penggemarnya. Sebelum membeli televisi, perlu diketahui ciri-ciri kerusakan panel LCD TV dan umur dari TV LCD.

Kerusakan pada panel LCD TV dapat menjadi masalah yang cukup fatal. Jika terjadi kerusakan, seringkali televisi hanya mengeluarkan suara tetapi tidak ada gambar. Kenapa ada suara tapi tidak ada gambar di TV?

Ini merupakan salah satu tkalian kerusakan pada panel LCD TV yang perlu diperbaiki segera agar kalian dapat menonton televisi dengan tampilan yang jernih seperti semestinya. Sebelum membeli televisi, pastikan untuk mengetahui ciri-ciri kerusakan panel LCD TV dan umur dari TV LCD.

Mengenal Panel LCD TV

TV LCD adalah televisi yang menggunakan layar LCD sebagai media tampilannya. Layar pada TV LCD diiluminasi oleh lampu belakang sehingga relatif tidak terpengaruh oleh silau dan memberikan gambar yang halus dan terang bahkan dalam kondisi ruangan yang terang atau dekat dengan jendela yang terkena sinar matahari.

Rasio kontras pada TV LCD berkisar antara 400:1 hingga 800:1, sementara TV plasma memiliki rasio kontras antara 600:1 hingga 1.500:1 pada model paling canggihnya.

Salah satu keunggulan lain dari TV LCD adalah bobotnya yang ringan dan mudah dipindahkan, sehingga dapat ditempatkan hampir di mana saja sesuai dengan keinginan pengguna.

Ciri-ciri Panel LCD TV Rusak

Beberapa ciri kerusakan yang mungkin terjadi pada panel LCD TV yang kalian miliki adalah sebagai berikut.

1. Fisik pada panel LCD

Kerusakan pertama pada panel TV LCD Samsung terletak pada fisiknya, seperti pecah atau retak. Biasanya, penyebab kerusakan ini adalah faktor eksternal seperti benturan antara layar dengan benda keras yang dapat menyebabkan pecah atau retakan.

Baca Juga :   Skema Rangkaian Backlight TV LED & Cara Mengukurnya

2. Layar Bergaris

Ciri kedua adalah layar yang bergaris. Biasanya, penyebab layar bergaris adalah kabel dekoder yang memiliki kekuatan jaringan yang rendah dan terhubung ke LCD TV. Jika kalian menggunakan TV LED, ini mungkin terjadi karena TV LED cenderung membutuhkan jaringan yang lebih kuat.

Namun, hal ini jarang terjadi pada televisi jenis lama karena tidak membutuhkan jaringan yang terlalu kuat.

3. Layar Gelap

Ciri ketiga kerusakan panel LCD TV adalah layar yang gelap atau tidak menampilkan gambar saat televisi dinyalakan. Biasanya, masalah ini disebabkan oleh masalah pada catu daya. Catu daya berfungsi sebagai komponen penerima arus yang disalurkan ke seluruh komponen televisi, terutama pada jenis LED.

4. Layar dengan Suara Tanpa Gambar

Ciri lain dari kerusakan panel LCD TV adalah suara keluar tetapi gambar tidak muncul saat televisi dihidupkan. Kerusakan ini sering terjadi dan biasanya disebabkan oleh masalah pada bagian pencahayaan televisi, seperti masalah pada komponen elektronik yang terputus atau kerusakan pada komponen yang harus diganti.

Jika kalian mengalami masalah seperti ini, solusinya adalah dengan mengganti bagian pencahayaan pada televisi yang rusak. Namun, hal ini tidak dapat dilakukan sendiri dan membutuhkan bantuan dari teknisi yang berpengalaman untuk mengatasi masalah tersebut.

5. Remote TV Tidak Berfungsi

Ciri berikutnya dari kerusakan panel LCD TV adalah remote TV yang tidak berfungsi seperti biasanya, padahal kondisi remote dalam keadaan normal dan dapat digunakan untuk TV lain. Jika hal ini terjadi pada TV kalian, mungkin terdapat masalah pada sensor atau komponen lainnya di dalam televisi.

Jika kalian mengalami masalah seperti ini, sebaiknya mencari bantuan dari teknisi yang berpengalaman agar kerusakan pada televisi dapat diatasi dengan baik. Jangan sampai kerusakan semakin parah karena ditangani oleh teknisi yang tidak berpengalaman.

Cara Merawat TV LED Agar Tidak Cepat Rusak

Saat ini, terdapat banyak media hiburan yang menawarkan banyak tontonan yang dapat menghilangkan kepenatan. Namun, televisi tetap menjadi salah satu pilihan utama bagi masyarakat Indonesia. Terlebih lagi, saat ini telah banyak inovasi baru dari televisi dengan segala kecanggihannya yang ditawarkan. Mulai dari TV tabung hingga TV LED yang merupakan bentuk terbaru dari televisi.

Banyak dari kita yang sudah beralih ke TV LED. Selain memiliki bentuk yang ramping dan desain yang elegan, TV LED juga hemat listrik dan dilengkapi dengan banyak fitur canggih.

Baca Juga :   Penyebab TV LED Berubah Warna Serta Cara Mengatasinya

Namun, masih banyak orang yang belum mengetahui cara merawat TV LED agar awet dan bertahan lama. Padahal, dengan perawatan yang baik, TV LED bahkan dapat bertahan hingga bertahun-tahun. Bahkan hingga 75 ribu jam.

Bagaimana cara menjaga agar TV LED awet? Berikut adalah cara-cara merawat TV LED agar tidak cepat rusak. Simak penjelasannya di bawah ini!

1. Gunakan Stabilizer

Salah satu faktor yang dapat membuat TV LED cepat rusak adalah arus listrik yang tidak stabil. Ketidakstabilan aliran listrik dapat menyebabkan aliran energi yang berlebih dan merusak komponen dalam TV. Jika dibiarkan dalam jangka waktu yang lama, hal ini dapat membuat TV LED rusak lebih cepat daripada jika aliran listrik stabil.

Oleh karena itu, bagi yang mengalami ketidakstabilan aliran listrik, seperti sering tiba-tiba mati dan nyala, disarankan untuk memanfaatkan stabilizer sebagai salah satu cara mencegah masuknya energi yang terlalu besar. Dengan demikian, TV LED dapat terjaga dan tidak cepat rusak karena arus listrik yang tidak stabil.

2. Hindari Mendekatkan TV dengan Komponen Magnet

Banyak perangkat elektronik yang rentan terhadap magnet karena magnet dapat merusak komponen yang ada di dalamnya. Apalagi jika daya tarik magnet tersebut kuat, pengaruhnya akan semakin besar dan dapat membuat perangkat elektronik, termasuk TV, cepat rusak.

Sebisa mungkin hindari mendekatkan TV dengan komponen magnet karena selain merusak komponen, magnet juga dapat merusak kualitas speaker TV. Bahkan, dapat terjadi kerusakan permanen yang sulit diperbaiki. Oleh karena itu, perlu diingat untuk menjauhkan TV dari benda-benda yang memiliki daya tarik magnet yang kuat.

3. Beri Jeda Saat Menggunakannya

Kebiasaan menyalakan TV secara terus-menerus atau non-stop sepanjang siang dan malam sebaiknya dihindari. Berikan jeda agar komponen dalam TV dapat berhenti bekerja. Jika dinyalakan terus-menerus, komponen dalam TV akan cepat panas dan dapat menyebabkan kerusakan.

Jika kalian melakukan kebiasaan ini setiap hari, TV dapat cepat rusak. Oleh karena itu, mulai saat ini hindari kebiasaan buruk tersebut. Jika TV tidak digunakan, lebih baik dimatikan saja untuk menjaga kesehatan komponen dalam TV dan menghemat penggunaan listrik.

4. Jangan Menutup TV dengan Kain

Seringkali kita melihat orang-orang menutupi TV dengan kain untuk melindunginya dari debu yang dapat masuk melalui celah-celahnya. Namun, menutup TV dengan kain dapat menghambat sirkulasi udara dan menyebabkan komponen dalam TV cepat panas.

Baca Juga :   Cara Setting TV Sony Bravia Paling Mudah

Terutama ketika TV baru saja dimatikan dan sedang dalam proses pendinginan, menutupinya dengan kain dapat menyebabkan overheat dan komponen dalam TV cepat rusak. Oleh karena itu, sebaiknya jangan menutup TV dengan kain, terutama saat masih dalam kondisi panas atau baru saja dimatikan. Sebaliknya, bersihkan TV secara teratur dan hindari paparan debu yang berlebihan.

5. Hindari Meletakkan Di Tempat yang Salah

Cara merawat televisi juga termasuk dalam memperhatikan posisinya saat diletakkan. Sebaiknya hindari meletakkannya di tempat yang lembab, berdebu, atau tidak ada sinar matahari sama sekali.

Namun, hindari juga meletakkannya di tempat yang terlalu panas. Sebisa mungkin tetap ada cahaya, namun tidak terang benderang agar visualnya lebih optimal. Jika kalian ingin mendapatkan visual yang lebih baik, kalian dapat mempertimbangkan untuk memperbarui TV kalian dengan produk inovasi terbaru yang lebih canggih dan menawarkan visual yang lebih menawan.

6. Jauhkan Dari Jangkauan Air

Terakhir, cara merawat TV LED adalah dengan menjauhkannya dari jangkauan air. Cipratan air dalam jumlah kecil saja sudah cukup untuk mengganggu sistem kelistrikan dari alat elektronik. Jika dibiarkan, dapat menyebabkan arus pendek yang kemudian menyebabkan konsleting dan bahkan kebakaran.

Oleh karena itu, sebisa mungkin jauhkan TV dari jangkauan air. Posisikan di tempat yang aman sehingga tidak ada cipratan air yang dapat merusak komponen dalam TV.

Artikel Terkait :

Penutup

Demikianlah artikel finoo.id yang membahas tentang beberapa ciri-ciri panel LCD TV yang rusak yang perlu kalian ketahui, seperti tampilan buram, garis-garis pada layar, dan lain sebagainya.

Namun, jangan khawatir karena ada beberapa cara untuk merawat panel LCD TV agar tetap awet, seperti membersihkan layar secara teratur dengan kain yang lembut dan menghindari tempat yang terkena sinar matahari langsung.

Selain itu, jangan lupa untuk mematikan TV ketika tidak digunakan untuk menghindari kerusakan pada panel. Dengan merawat TV kalian dengan baik, diharapkan usia pakai panel LCD TV dapat lebih tahan lama dan kualitas tampilan gambar tetap terjaga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *