Ciri-Ciri Oli Kompresor Kulkas Habis

Ciri-Ciri Oli Kompresor Kulkas Habis dan Penyebab Oli Naik

Posted on

Finoo.id – Ciri-Ciri Oli Kompresor Kulkas Habis dan Penyebab Oli Naik. Mengetahui ciri-ciri dan penyebab naik atau habisnya oli kompresor kulkas merupakan informasi penting bagi pemilik kulkas di rumah. Hal ini dikarenakan kondisi kompresor kulkas yang demikian tidak boleh diabaikan.

Untuk itu, kami akan memberikan informasi mengenai ciri-ciri oli kompresor kulkas yang habis dan keunggulan jenis oli kompresor kulkas r134a yang sering digunakan di Indonesia.

Semakin baik kualitas kompresor, maka semakin baik pula sistem pendinginnya. Untuk menjaga agar kompresor bekerja dengan baik, pelumasan yang cukup penting dilakukan. Oleh karena itu, perlu dikenali ciri-ciri oli kompresor kulkas yang sudah habis.

Sebelum mengetahui ciri-ciri oli kompresor kulkas yang habis, ada baiknya untuk mengetahui terlebih dahulu fungsi dari kompresor tersebut. Selain itu, kamu juga dapat mengetahui penyebab naiknya oli kompresor melalui ulasan yang kami berikan di bawah ini!

Fungsi Kompresor Kulkas

Ada dua jenis kompresor yang terdiri dari piston dan rotary. Kompresor piston sering digunakan pada kulkas dengan satu atau dua pintu, sedangkan kompresor rotary biasanya digunakan pada kulkas dengan dua pintu, namun dalam beberapa tahun terakhir jarang digunakan.

Kompresor memiliki tiga fungsi utama, yaitu sebagai berikut:

1. Memompa Refrigerant

Tugas dari kompresor adalah memompa refrigerant ke seluruh bagian kulkas agar suhu dingin dapat merata. Proses ini berkelanjutan dan didasarkan pada hisapan dan tekanan sebelumnya.

2. Menghisap Cairan Refrigerant

Cara kerja kompresor adalah dengan menghisap cairan refrigerant yang berada di evaporator, lalu mengkondensasikannya pada suhu yang rendah. Proses ini diiringi dengan tekanan refrigerant yang tinggi.

Baca Juga :   Cara Mengatur Suhu Kulkas Aqua 1 & 2 Pintu Ternyata Mudah

3. Menekan Gas Refrigerant

Selain itu, kompresor juga bertugas untuk menekan gas agar suhu dan tekanannya meningkat. Kemudian, refrigerant dialirkan ke kondensor dan diabu-abukan pada suhu yang tinggi.

Ciri Ciri Oli Kompresor Kulkas Habis

Terdapat tiga ciri-ciri oli kompresor kulkas habis yang perlu diwaspadai. Apabila tkalian-tkalian ini terlihat, segera hubungi teknisi untuk menambahkan pelumasnya agar mesin dapat bekerja optimal kembali.

1. Sistem Pendinginan Kurang Maksimal

Salah satu ciri-ciri oli kompresor kulkas yang habis adalah kurang maksimalnya suhu dingin. Proses pendinginan kulkas terasa tidak efektif, sehingga makanan dan minuman di dalamnya mudah rusak dan busuk dalam waktu yang singkat.

2. Suara Kompresor Keras

Kompresor yang berfungsi dengan baik tidak akan mengeluarkan suara bising. Namun, jika kulkas sudah berusia tua, maka kompresor dapat mengeluarkan suara yang keras.

Ketika kompresor dinyalakan, umumnya akan terdengar suara berdengung. Tipe kompresor yang digunakan tergantung pada variasi kecepatannya, seperti teknologi inverter.

Ketika kompresor menggerakkan refrigerant, maka dapat terdengar bunyi klik, letupan, atau benturan. Saat refrigerant mengalir ke saluran, terdapat suara gemericik seperti aliran air.

Bunyi klik akan terdengar kembali ketika listrik mati. Biasanya, ini berlangsung selama 3-5 menit, namun jika terdengar terus-menerus, maka ada masalah pada kompresor.

3. Ampere Kompresor Meninggi

Ciri lain yang dapat dilihat adalah jumlah ampere kompresor kulkas yang melebihi batas normal. Pada kulkas dengan satu pintu, arus kerja kompresor biasanya berkisar antara 0,6A-0,8A.

Sementara itu, pada kulkas dengan dua pintu, arus normalnya hanya sekitar 1,0A-1,2A. Untuk memeriksa ini, dapat menggunakan ampere meter. Perhatikan jalur listrik kulkas dan pasangkan ampere meter pada kabel fase yang menuju kompresor.

Penyebab Oli Kompresor Naik

Selain bisa habis, oli kompresor juga dapat naik. Hal ini dapat menyebabkan suara bising yang cukup keras. Beberapa penyebab naiknya oli kompresor antara lain sebagai berikut:

1. Pemilihan Oli Yang Tidak Tepat

Oli yang tidak cocok dengan kompresor kulkas dapat menyebabkan oli naik. Oleh karena itu, sebaiknya memilih jenis oli R134a. Jenis oli ini memiliki titik didih yang tinggi dan titik beku yang cenderung rendah.

Pelumas kompresor harus tidak mudah teroksidasi dan mampu menjaga kestabilan suhu dan tekanan dengan baik.

Baca Juga :   Penyebab Kompresor Kulkas Hidup Sebentar Lalu Mati

2. Penggunaan Kulkas Secara Berlebihan

Kondisi oli kompresor yang naik secara berlebihan dapat merusak komponen lain pada kulkas, terutama jika kulkas terus dinyalakan tanpa henti. Oleh karena itu, sesekali kulkas perlu dimatikan, terutama ketika membersihkan bagian dalamnya.

3. Evaporator Bocor

Jika evaporator pada kulkas mengalami kebocoran, kulkas harus segera dimatikan. Jika tidak, dapat sangat berbahaya terutama bagi bagian kompresor, dan performanya dapat menurun seiring berjalannya waktu.

Untuk mengatasi oli kompresor yang naik, langkah pertama yang dapat dilakukan adalah mematikan kulkas terlebih dahulu. Kemudian, cari kebocoran pada evaporator dan tkaliani tempatnya. Las kebocoran tersebut, lalu keluarkan seluruh oli yang ada.

Selanjutnya, masukkan kembali gas freon melalui kompresor, baru setelah itu masukkan kembali oli kompresor.

Ciri Kompresor Kulkas Rusak

Oli yang sudah habis dan dibiarkan tanpa penggantian dapat menyebabkan kerusakan pada kompresor. Ciri-ciri dari kompresor kulkas sendiri hampir sama dengan tkalian-tkalian oli kompresor kulkas yang habis, seperti di bawah ini:

1. Tidak Dingin

Makanan yang tidak dingin meskipun telah disimpan dalam waktu yang lama di dalam kulkas dapat menjadi pertkalian awal masalah pada kompresor. Selain merusak makanan, hal ini juga dapat menyebarkan bau dan bakteri.

Untuk memeriksa apakah kulkas masih dingin atau tidak, dapat mencoba memasukkan air ke dalam freezer. Jika air tersebut tidak membeku meskipun telah disimpan dalam waktu yang lama, maka hal ini dapat menjadi indikator bahwa kompresor sudah rusak.

2. Kompresor Tidak Hidup

Ciri-ciri selanjutnya adalah kompresor tidak mau menyala sama sekali. Cara untuk memeriksanya adalah dengan mencolokkan kabel power kulkas ke saklar listrik. Kemudian, cek apakah overload atau relay PTC terputus.

Jika overload atau relay PTC tidak bermasalah, maka dapat memberikan tegangan listrik langsung pada kompresor. Jika kompresor tidak memberikan reaksi apapun, maka dapat dipastikan bahwa kompresor tersebut rusak.

3. Suara Berdengung/Berisik

Kulkas tidak selalu mengeluarkan suara dengungan atau bising. Jika kompresor rusak, maka suara dengungan atau bising akan diiringi dengan matinya lampu di dalam kulkas.

Ciri-ciri oli kompresor kulkas yang habis dapat terlihat dari ketidakberfungsian sistem pendinginnya. Dengan mengetahui tkalian ini, dapat dilakukan penanganan yang tepat dan mencegah kerusakan semakin parah.

Keunggulan Jenis Oli Kompresor Kulkas R134a

1. Menggunakan jenis oli POE Oil

Tidak semua jenis oli kompresor kulkas cocok menggunakan oli jenis R134a, sehingga hal ini dapat menjadi keunggulan tersendiri bagi jenis oli kompresor kulkas R134a. Oli kompresor R134a yang berkualitas umumnya memiliki titik didih yang tinggi, meskipun titik bekunya tergolong rendah. Oleh karena itu, perlu memperhatikannya dengan baik.

Baca Juga :   Efek Ukuran Pipa Kapiler Kulkas 1 Pintu Terlalu Panjang

2. Memiliki kestabilan pada suhu dan tekanan yang baik

Keunggulan lain dari oli kompresor kulkas R134a adalah memiliki kestabilan suhu dan tekanan yang lebih maksimal. Dengan begitu, performa kulkas dapat berjalan secara lebih maksimal.

3. Tidak mudah teroksidasi

Kulkas yang mudah teroksidasi akan lebih mudah mengalami kerusakan, oleh karena itu perlu mencari dan menggunakan oli kompresor kulkas yang tidak mudah teroksidasi seperti R134a. Oli kompresor R134a memiliki daya tahan yang tinggi terhadap oksidasi pada mesinnya, sehingga dapat meningkatkan umur pemakaian kulkas.

Artikel Terkait :

Penutup

Dalam menjaga kinerja kompresor kulkas, sangat penting untuk memperhatikan kondisi oli yang digunakan. Ada beberapa ciri-ciri oli kompresor kulkas yang habis, seperti penurunan kinerja pendinginan, suara berisik pada kompresor, dan kinerja kompresor yang tidak stabil. Namun, jika oli naik terlalu tinggi, dapat menyebabkan masalah seperti overpressure pada sistem dan kerusakan pada komponen.

Penyebab oli naik dapat bervariasi, mulai dari kelebihan pengisian oli, masalah pada katup hisap, hingga kerusakan pada komponen seperti piston atau ring piston. Oleh karena itu, perlu dilakukan perawatan dan pemeriksaan secara berkala untuk memastikan kondisi oli kompresor kulkas tetap optimal.

Jangan lupa untuk selalu mengikuti petunjuk pemakaian dan merekomendasikan jenis oli yang sesuai untuk kulkas kalian. Dengan perawatan yang tepat, kinerja kompresor kulkas dapat dijaga dan umur pakainya dapat diperpanjang.

Demikianlah artikel finoo.id yang membahas tentang Ciri-Ciri Oli Kompresor Kulkas Habis dan Penyebab Oli Naik. Semoga artikel kami dapat bermanfaat dan terimakasih telah membaca.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *